POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1231
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari Di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto
3 months ago
Amlis (Medan, 2025)

Amlis. NIRM: RPL 01.01.22.539. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan pekarangan pangan lestari di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang pemanfaatan pekarangan pangan lestari di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pemanfaatan pekarangan pangan lestari di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni wanita tani yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita tani dalam pemanfaatan pekarangan lestari sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemanfaatan pekarangan lestari”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 81,07%, 82,20%, 80,79%, 82,99%, 84,79%, 83,49%,82,25%, 78,87%, dan 80,77%

2025-10-21 08:10:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
persepsi petani dalam pencegahan penyakit hawar daun (Helminthosporium turcicum) jagung dengan pengaturan sistem jarak tanam di Kecamatan Tigalingga.
3 months ago
Bangun, Tringani Ratmi (Medan, 2023)

Ratmi Tringani Bangun, Nirm 01.01.19.131. persepsi petani dalam pencegahan penyakit hawar daun (Helminthosporium turcicum) jagung dengan pengaturan sistem jarak tanam di Kecamatan Tigalingga. Tujuan dari pengkajian ini adalah menganalisis tingkat persepsi persepsi petani dalam pengcegahan penyakit hawar daun (Helminthosporium turcicum) jagung dengan pengaturan jarak tanam dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam pengcegahan penyakit hawar daun (Helminthosporium turcicum) jagung dengan pengaturan jarak tanam. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara pada Bulan Maret sampai Juli 2023. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam pengcegahan penyakit hawar daun (Helminthosporium turcicum) jagung dengan pengaturan jarak tanam tergolong tinggi (77,44%) sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi bahwa intensitas mengikuti penyuluhan, ketersediaan sarana dan prasarana, dan peran penyuluh berpengaruh nyata, sedangkan karakteristik petani dan akses informasi tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat persepsi petani dalam pencegahan penyakit hawar daun (Helminthosporium turcicum) jagung dengan pengaturan jarak tanam.

2025-10-20 03:10:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Dalam Pemanfaatan Keong Mas (Pomacea Canaliculata L.) Menjadi Pupuk Organik Cair Pada Padi Sawah Di Kecamatan Kotanopan
3 months ago
Rahmadani, Desi (Medan, 2023)

Pengkajian ini berjudul Persepsi Petani dalam Pemanfaatan Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) Menjadi Pupuk Organik Cair pada Padi Sawah di Kecamatan Kotanopan. Harga pupuk kimia yang mahal menjadi salah faktor penyebab menurunnya produktivitas padi di Kecamatan Kotanopan. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam pemanfaatan keong mas (Pomacea canaliculata L.) menjadi pupuk organik cair di Kecamatan Kotanopan. Pengkajian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan menggunakan 57 orang sebagai responden. Metode pengumpulan datanya menggunakan observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan skala likert dan pengolahan data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam pemanfaatan keong mas (Pomacea canaliculata L.) menjadi pupuk organik cair pada padi sawah di Kecamatan Kotanopan tergolong tinggi dengan persentase sebesar 63, 21%. Secara simultan umur, pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, peran penyuluh, akses informasi, intensitas penyuluhan dan ketersediaan pupuk kimia berpengaruh secara simultan terhadap persepsi petani dalam pemanfaatan keong mas menjadi pupuk organik cair pada padi sawah di Kecamatan Kotanopan. Secara parsial umur, pendidikan, luas lahan dan ketersediaan pupuk kimia berpengaruh terhadap persepsi petani dalam pemanfaatan keong mas (Pomacea canaliculata L.) menjadi pupuk organik cair sedangkan pengalaman bertani, peran penyuluh, akses informasi dan intensitas penyuluhan tidak berpengaruuh terhadap persepsi petani dalam pemanfaatan keong mas (Pomacea canaliculata L.) menjadi pupuk organik cair pada padi sawah di Kecamatan Kotanopan.   

2025-10-20 03:10:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Budidaya Cabai Rawit Di Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh
3 months ago
Samudra Puspita Aja (Medan, 2023)

Aja Puspita Samudra, NIRM. RPL. 01.01.21.271. judul Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani dalam Budidaya Cabai Rawit di Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Cabe Rawit di Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh dan untuk mengetahui Faktor faktor yang mempengaruhi Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Cabe Rawit di Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2023. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan teknik wawancara dengan menggunakan kuisioner. Hasil yang diperoleh dan hasil pengkajian Tingkat Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Cabe Rawit di Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh dari hasil analisis adalah 1. Motif dengan skor 82% artinya tergolong sangat tinggi, Harapan dengan skor 79% artinya tergolong tinggi Insentif dengan skor 82% artinya tergolong sangat tinggi dan Faktor-faktor yang paling mempengaruhi Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Cabe Rawit di Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh adalah variabel Modal Usahatani (X2) dan variabel Harga Jual Cabe (X3) dengan nilai signifikanya 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan Thitung (4,282) lebih besar dari Ttabel (1,671). Secara bersama-sama variabel Mudah dalam Pengolahan Lahan (X1), Modal Usahatani (X2) dan Harga Jual Cabe (X3) dengan nilai signifikannya 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan F Change atau Fhitung (43.041) lebih besar dari Ftabel (2,758) artinya berpengaruh nyata terhadap Motivasi Petani dalam Budidaya Tanaman Cabe Rawit di Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh.

2025-10-20 02:10:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perilaku Petani Dalam Pemanfaatan Pupuk Organik Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Di Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi
3 months ago
Siburian, Sonta (Medan, 2023)

Sonta Siburian, Nirm RPL.01.01.21.459. Perilaku Petani dalam Pemanfaatan Pupuk Organik pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi pada bulan Oktober sampai dengan Juli 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Siempat Nempu sebesar 79,05% dengan kategori tinggi, sementara hasil analisis regresi linear berganda terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Siempat Nempu diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 31,370 + 0,330X1 + 0,366X2 + 0,475X3 – 0,132X4 + e. Secara simultan variabel yaitu karakteristik petani, motivasi, peran penyuluh dan sarana dan prasarana dengan nilai Fhitung (5,058) > FTabel (2,50).

2025-10-20 02:10:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pengaplikasian Biochar Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun
3 months ago
Hutasoit, Serep Hutasoit Natalie (Medan, 2025)

Serephia Natalie Hutasoit, NIRM. 01.01.21.264. Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pengaplikasian Biochar Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian biochar sebagai pembenah tanah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian biochar sebagai pembenah tanah berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pembuatan dan pengaplikasian biochar sebagai pembenah tanah (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, (5) mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan pengaplikasian biochar sebagai pembenah tanah di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan terdapatnya limbah tongkol jagung yang tidak dimanfaatkan, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani membuat dan mengaplikasikan biochar di lahan usaha tani jagung dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 15 orang (26%) menjadi 20 orang (35,09%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman jagung, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Purba sebesar 83,42% dan kriteria sangat efektif, (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian biochar yaitu sebanyak 20 orang (35,09%). 

2025-10-15 04:10:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Dengan Prinsip 5t Pada Budidaya Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
3 months ago
Silalahi, Maria Angelica (Medan, 2025)

Maria Angelica Silalahi, Nirm. 01.01.21.216. Tingkat Adopsi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Dengan Prinsip 5T Pada Budidaya Cabai Merah (Capsicum annum L) Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Tujuan pengkajian penyuluhan ini adalah untuk menganalisis (1) Tingkat adopsi petani dalam penerapan pemupukan dengan prinsip 5T pada budidaya cabai merah. (2) Faktor faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam penerapan pemupukan dengan prinsip 5T pada budidaya cabai merah. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi pada Bulan April sampai dengan Bulan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, pengumpulan data dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel pengkajian sebanyak 85 petani yang merupakan anggota kelompok tani yang berada di Kecamatan Parbuluan dengan penarikan sampel pengkajian dilakukan dengan proportional random sampling. Untuk menganalisis tingkat adopsi petani digunakan teknik penentuan skor model Likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis linear berganda. Hasil pengkajian secara keseluruhan didapatkan hasil analisis tingkat adopsi petani yaitu sebesar 77,4% pada kategori tinggi. Faktor faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani adalah pendidikan, pengalaman bertani, sifat inovasi dan intensitas penyuluhan sedangkan faktor faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah kosmopolitan.

2025-10-15 03:10:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Regenerasi Petani Milenial Di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat
3 months ago
Putri, Dona (Medan, 2025)

Dona Putri, Nirm. 01.01.21.207. Strategi Pengembangan Regenerasi Petani Milenial di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani milenial di Kecamatan Lembah Gumanti. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi selama Maret–Mei 2025. Analisis menggunakan skala Likert, regresi linear berganda, dan SWOT. Hasil regresi berganda menunjukkan persamaan Y = 4,679 + 0,157X1 + 0,110X2 + 0,127X3 + 0,154X4 + 0,096X5 + 0,317X6 + e. Secara simultan, seluruh variabel (motivasi, pendapatan, modal, pelatihan, akses teknologi, dan peran lembaga) berpengaruh terhadap strategi regenerasi. Namun, secara parsial hanya motivasi, pelatihan, akses teknologi, dan peran lembaga yang signifikan, sedangkan pendapatan dan modal tidak berpengaruh nyata. Strategi pengembangan yang dihasilkan meliputi pemanfaatan teknologi dan media sosial, peningkatan pelatihan dan akses informasi, pengaktifan kelompok tani milenial, serta penguatan citra petani sebagai profesi modern. Strategi prioritas adalah optimalisasi teknologi dan media sosial dalam usaha tani dengan dukungan lembaga terkait, seperti Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta program Kementerian Pertanian. Kelompok tani milenial juga berperan sebagai wadah sosialisasi, pertukaran informasi, dan akses inovasi. 

2025-10-15 02:10:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu ( Ptt) Padi Sawah Di Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman
3 months ago
Harun, Edi Murfi (Medan, 2023)

Edi Murfi Harun. Nirm. RPL 010121378. Sikap Petani terhadap Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian bertujuan (1) Untuk mengetahui sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Pariaman, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Pariaman. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan 2 × 11 Enam Lingkung Kabupaten Pariaman pada bulan Februari 2023 sampai dengan selesai. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingka l t sika l p peta l ni terha l da l p penera l pa l n teknologi m n 2 x 11 Ena l ta l ma l h di Keca l wa l di sa l du (PTT) pa l n Terpa l ma l na l n Ta l a l Pengelola l ng terma l r 77,97 % ya l n sebesa l ma l ria l ng Pa l da l ten Pa l bupa l Lingkung Ka l ka l la l suk keda l m tegori tinggi. Persamaan regresi linear berganda yang menunjukkan pengaruh faktor Umur Petani, Tingkat Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal, Pengalaman Berusahatani, Kekosmopolitan, Peranan Penyuluh, dan Ketersediaan Sarana Produksi yaitu Y = 11,400 – 0,011X1 + 0,067X2 + 0,163X3 – 0,140X4 + 0,014X5 + 0,027X6 + 0,101X7+ e

2025-10-14 04:10:39 admin@polbangtanmedan.ac.id