POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1287
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Petani dalam Menggunakan Pupuk Organik pada Budidaya Padi Sawah di Kecamatan Rambah Samo.
1 month ago
Suyono (Medan, 2025)

Suyono. NIRM. RPL. 01.22.584. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Petani dalam Menggunakan Pupuk Organik pada Budidaya Padi Sawah di

Kecamatan Rambah Samo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat

motivasi petani dalam menggunakan pupuk organik serta mengidentifikasi

faktor-faktor yang memengaruhi motivasi tersebut dalam konteks budidaya padi

sawah. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif

kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten

Rokan Hulu, selama bulan April hingga Mei 2024. Data dikumpulkan

menggunakan instrumen kuesioner yang sebelumnya telah melalui uji validitas dan

reliabilitas. Variabel independen (X) yang digunakan untuk mengukur pengaruh

terhadap motivasi petani (Y) meliputi: karakteristik petani (X1), ketersediaan

sarana dan prasarana (X2), pendapatan (X3), peran penyuluh pertanian (X4), serta

peran kelompok tani (X5). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat

motivasi petani dalam pemanfaatan pupuk organik tergolong sangat tinggi, yakni

mencapai 89,7%. Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa seluruh variabel

independen tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi

petani. Selanjutnya, hasil uji F memperkuat temuan ini dengan menunjukkan

bahwa secara bersama-sama kelima variabel tersebut memberikan pengaruh yang

nyata terhadap motivasi petani dalam menggunakan pupuk organik untuk budidaya

padi sawah di wilayah Kecamatan Rambah Samo.

2026-02-05 08:02:21 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Sistem Tanam Jajar Legowo Pada Budidaya Jagung (Zea Mays L.) Di Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman
1 month ago
Firdaus Rahmad (Medan, 2025)

Rahmad Firdaus, NIRM. RPL.01.01.22.622. Rancangan Penyuluhan Sistem Tanam

Jajar Legowo pada Budidaya Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Sungai

Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian ini bertujuan untuk Mengkaji

rendahnya pemahaman petani tentang sistem tanam jajar legowo pada budidaya

jagung (Zea mays L.). Menyusun desain rancangan penyuluhan penyuluhan sistem

tanam jajar legowo pada budidaya jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Sungai

Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Menganalisis tingkat penerimanaan

sasaran terhadap rancangan penyuluhan sistem tanam jajar legowo pada budidaya

jagung (Zea mays L.), untuk menganalisis sasaran penyuluhan serta mendasain

rancangan penyuluhan sistem tanam jajar legowo pada budidaya jagung (Zea mays

L.) di Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian ini

dilaksanakan di Kecamatan Sungai Geringging pada Maret sampai dengan Juli

2024. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara dan

penyebaran kuisioner yang telah di uji validitas dan reabilitanya, sementara metode

analisis data menggunakan skala likert dan regresi linier berganda. Hasil pengkajian

ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan sistem tanam jajar legowo pada

budidaya jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten

Padang Pariaman sangat berpengaruh nyata terdapat sikap dan perilaku petani

dalam penerapan sistem tanam jajar legowo di Kecamatan Sungai Geringging

secara berkelanjutan.

2026-02-05 08:02:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Pupuk Organik Kotoran Ternak Dengan Penambahan Trichoderma Sp Pada Budidaya Tanaman Cabai Besar (C. Annum) Dikecamatan Rokan Iv Koto Kabupaten Rokan Hulu
1 month ago
Tamrin Paisal (Medan, 2025)

Paisal Tamrin. NIRM. RPL. 01.01.22.619. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Pupuk Organik Kotoran Ternak dengan Penambahan Trichoderma SP Pada Budidaya Tanaman Cabai Besar (C. annum) di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pertanian terkait penggunaan pupuk organik berbasis kotoran ternak dengan penambahan Trichoderma sp. sebagai alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan. Pengkajian dilakukan di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Metode penelitian melibatkan survei terhadap petani cabai besar, analisis potensi wilayah, serta evaluasi penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengukur efektivitas penyuluhan berdasarkan aspek tujuan, sasaran, materi, metode, media, lokasi, volume, waktu, dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik berbasis kotoran ternak dengan Trichoderma sp. memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas cabai besar sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem tanah. Penyuluhan yang dirancang dengan pendekatan partisipatif dan metode komunikasi yang sesuai dengan karakteristik petani mampu meningkatkan pemahaman serta adopsi teknologi oleh petani. Oleh karena itu, rancangan penyuluhan ini dapat dijadikan model dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan di wilayah serupa.

2026-02-05 08:02:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Hama Penggerek Batang Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa) Dengan Sistem Tanam Serempak Di Kecamatan Rokan Iv Koto Kabupaten Rokan Hulu
1 month ago
Mulyadi,mus (Medan, 2025)

Mus Mulyadi, Nirm 010122569. Penurunan produksi padi sawah di Kecamatan

Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu disebabkan oleh tingginya serangan hama

penggerek batang serta rendahnya penerapan sistem tanam serempak oleh petani.

Hanya sekitar 25% petani yang telah menerapkan sistem tanam serempak untuk

mengendalikan hama penggerek batang. Kajian ini bertujuan untuk merancang

penyuluhan pertanian yang efektif guna meningkatkan pemahaman dan penerapan

pengendalian hama penggerek batang padi dengan sistem tanam serempak. Metode

yang digunakan meliputi survei lapangan, penyusunan rancangan penyuluhan, serta

analisis data kuantitatif dari 78 responden petani padi sawah di Kecamatan Rokan

IV Koto. Rancangan penyuluhan disusun dengan pendekatan SMART dan prinsip

ABCD, serta mencakup elemen tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume,

lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat

penerimaan petani terhadap semua komponen rancangan penyuluhan berada dalam

kategori sangat tinggi, termasuk tujuan (87%), sasaran (90%), materi (92%),

metode (89%), media (88%), volume (85%), lokasi (91%), waktu (86%), biaya

(84%), dan keseluruhan rancangan penyuluhan (90%). Hal ini menunjukkan bahwa

rancangan penyuluhan pertanian yang disusun sangat sesuai dengan kebutuhan

petani dan layak untuk diimplementasikan.

2026-02-05 08:02:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pupuk Organik Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah
1 month ago
Pasaribu, Eflina (Medan, 2025)

Eflina Pasaribu. NIRM. RPL 01.01.22.547. Rancangan Penyuluhan Pertanian

Pemanfaatan Pupuk Organik pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Pasaribu

Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Tujuan rancangan ini adalah untuk

mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada

tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah,

untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang rancangan penyuluhan

pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan

Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah, dan untuk mengetahui tingkat

penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan rancangan penyuluhan

pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan

Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di

Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah pada bulan November

2023 sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi

dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis

menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun

melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani

yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan

pengetahuan petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah

sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “pemanfaatan

pupuk organik untuk tanaman padi sawah”, dan metode yang digunakan adalah

ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan

benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan,

materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan

pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masingmasing

secara berurut adalah 84,42%, 84,30%, 82,81%, 85,79%, 86,81%, 85,97%,

83,82%, 80,90%, dan 82,63%. Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh

kegiatan penyuluhan adalah 84,16%.

2026-02-05 07:02:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai (Capcicum Annum L) Di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo
1 month ago
Sitepu Rajoki (Medan, 2025)

Rajoki Sitepu. NIRM. RPL 01.01.22.539. Rancangan Penyuluhan Pengendalian

Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai di Kecamatan Kuta Buluh

Kabupaten Karo. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan

penyuluhan pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di Kecamatan

Kuta Buluh Kabupaten Karo, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan

pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di Kecamatan Kuta Buluh

Kabupaten Karo, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap

rancangan penyuluhan pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di

Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan

Kuta Buluh Kabupaten Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan

November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang

diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode

rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan

Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya

tanaman cabai yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam

pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai sesuai anjuran dari 0%

menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pengendalian Penyakit Layu Fusarium

pada Tanaman Cabai”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan

demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya.

Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan,

metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan

semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah

82,97%, 90,26%, 78,97%, 89,54%, 89,23%, 82,67%, 79,38%, 78,36%, 76,31%,

Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 83,08%.

2026-02-05 07:02:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Petani Dalam Budidaya Padi Gogo (Studi Kasus Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu)
1 month ago
Santoso (Medan, 2025)

Santoso. NIRM. RPL. 01.01.22.578. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap

Petani dalam Budidaya Padi Gogo (Studi Kasus Kecamatan Rambah Samo

Kabupaten Rokan Hulu). Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis

sikap petani dalam budidaya padi gogo dan untuk menganalisis faktor-faktor yang

dapat mempengaruhi sikap petani dalam budidaya padi gogo. Metode pengkajian

yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif.

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu

pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data

yaitu menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Variabel

bebas (X) yang digunakan untuk menganalisis sikap petani (Y) adalah ekonomi

(X1), sosial (X2), lingkungan (X3), kebijakan pemerintah (X4), dan sumber daya

(X5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap petani dalam budidaya padi

gogo baik yaitu 77,75%. Berdasarkan uji T variabel ekonomi, sosial, lingkungan,

kebijakan pemerintah, dan sumber daya berpengaruh secara signifikan terhadap

sikap petani. Berdasarkan uji F variabel ekonomi, lingkungan, kebijakan

pemerintah, dan sumber daya secara simultan berpengaruh nyata, sementara factor

social tidak berpengaruh nyata terhadap sikap petani dalam budidaya padi gogo

di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu.

2026-02-05 06:02:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk Organik Untuk Tanaman Jagung Di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun
1 month ago
Manyu (Medan, 2025)

Manyu. NIRM. RPL 01.01.22.625. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk

Organik untuk Tanaman Jagung di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten

Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk rancangan penyuluhan

pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman jagung di Kecamatan Dolok Batu

Nanggar Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan

pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman jagung di Kecamatan Dolok Batu

Nanggar Kabupaten Simalungun, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani

rancangan penyuluhan pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman jagung di

Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun. Penelitian ini

dilaksanakan di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun pada

bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan

data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner,

sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan.

Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang

menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman jagung yang

bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemanfaatan pupuk

organik pada tanaman jagung sesuai anjuran dari 0% menjadi 50%, materi yang

digunakan yaitu “Pemanfaatan Pupuk Organik pada Tanaman Jagung”, dan metode

yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan

media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan

penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya,

dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masingmasing

secara berurut adalah 83,20%, 83,40%, 82,60%, 85,73%, 86,80%, 85,60%,

83,93% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah

84,47%.

2026-02-02 04:02:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemakaian Pupuk Berimbang Pada Padi Sawah Di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman
1 month ago
Machdalena (Medan, 2025)

Machdalena. NIRM. RPL 01.01.22.565. Rancangan Penyuluhan Pertanian

Pemakaian Pupuk Berimbang pada Padi Sawah di Kecamatan Pariaman

Tengah Kota Pariaman. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan

penyuluhan pertanian pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah di Kecamatan

Pariaman Tengah Kota Pariaman, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan

pertanian pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah di Kecamatan Pariaman

Tengah Kota Pariaman, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap

rancangan penyuluhan pertanian pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah di

Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman. Penelitian ini dilaksanakan di

Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman pada bulan Mei 2024 sampai dengan

bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara

yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan

metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar

Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan

budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan

petani dalam pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah sesuai anjuran dari 0%

menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemakaian Pupuk Berimbang pada

Tanaman Padi Sawah”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan

demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya.

Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan,

metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan

semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah

85,71%, 85,05%, 81,62%, 88%, 88,79%, 86,35%, 85,71%, 83,33%, 83,10%

Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 85,56%.

2026-02-02 03:02:32 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Penggunaan Kapur Pertanian Pada Lahan Bekas Erupsi Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo
1 month ago
Sembiring, Luther (Medan, 2025)

Luther Sembiring, NIRM.RPL.01.01.22.613. Motivasi Petani dalam Penggunaan

Kapur Pertanian pada Lahan Bekas Erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten

Karo. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis tingkat motivasi petani

dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman

Teran Kabupaten Karo dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi

petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan

Naman Teran Kabupaten Karo. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November

tahun 2023 sampai dengan Desember tahun 2024. Metode pengumpulan data yang

digunakan terdiri dari metode observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji

validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis

deskriptif kuantitatif dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan

bahwa tingkat motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas

erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo termasuk kategori sangat tinggi

dengan persentase 80,42%. Hasil uji regresi linear berganda atas faktor-faktor yang

mempengaruhi motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan

bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo diperoleh persamaan Y

= 12,523 + 0,075X1 + 0,1388X2 +0,004X3 - 0,084X4 + 0,427X5. Hasil uji secara

parsial menunjukkan bahwa luas lahan, pendapatan, pendidikan, dan sarana dan

prasarana berpengaruh nyata terhadap motivasi petani dalam penggunaan kapur

pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo.

2026-02-02 03:02:44 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Lalat Buah (Bactrocera Dorsalis) Pada Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum) Di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat
1 month ago
Limbong, Kadarisman (Medan, 2025)

Kadarisman Limbong. NIRM. RPL 01.01.22.561. Rancangan Penyuluhan

pertanian Pengendalian Hama Lalat Buah pada Tanaman Tomat (Solanum

lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi

Sumatera Utara. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan

penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat (Solanum

lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat, untuk

mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah

pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten

Pakpak Bharat, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap

rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat

(Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat.

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat pada

bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan

data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner,

sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan.

Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang

menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman tomat yang

bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian hama lalat

buah pada tanaman tomat sesuai anjuran dari 10% menjadi 50%, materi yang

digunakan yaitu “Pengendalian Hama Lalat Buah pada Tanaman Tomat”, dan

metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta

penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi

rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode

penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya

berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 78,4%,

79,7%, 89,4%, 89%, 84,2%, 81,1%, 79,5%, dan 79,1% Tingkat penerimaan petani

terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 78,4%.

2026-02-02 03:02:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Pisang Barangan di Kecamatan Raya Kahean.
1 month ago
Sinaga, Juliadi (Medan, 2025)

Juliadi Sinaga. NIRM. RPL 01.01.22.560. Rancangan Penyuluhan Pertanian

Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Pisang Barangan di Kecamatan

Raya Kahean. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui pengendalian jamur

akar putih pada tanaman pisang barangan di Kecamatan Raya Kahean, untuk

mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang pengendalian jamur akar putih

pada tanaman pisang barangan di Kecamatan Raya Kahean, dan untuk mengetahui

tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pengendalian jamur akar

putih pada tanaman pisang barangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan

Raya Kahean Kabupatn Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan

bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang

diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode

rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan

Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya

tanaman pisang barangan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani

dalam pengendalian jamur akar putih pada tanaman pisang barangan sesuai anjuran

dari 10% menjadi 35%, materi yang digunakan yaitu “pengendalian jamur akar

putih pada tanaman pisang barangan”, dan metode yang digunakan adalah ceramah,

diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda

sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi

penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan

penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara

berurut adalah 83,03%, 85,86%, 86,76%, 85,45%, 83,66%, 80,62%, dan 81,66%

2026-02-02 03:02:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Pupuk Organik Pada Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo
1 month ago
Barus, Jonatan Tife Berland (Medan, 2025)

Jonatan Tife Berland Barus. NIRM. RPL 01.01.22.559. rancangan penyuluhan

penggunaan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket

Kabupaten Karo. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan

penyuluhan penggunaan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan

Tiganderket Kabupaten Karo, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan

pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket Kabupaten

Karo, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan

penyuluhan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket

Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tiganderket Kabupaten

Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode

analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan

disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni

petani yang melakukan budidaya tanaman bawang merah yang bertujuan untuk

meningkatkan pengetahuan petani dalam pupuk organik pada tanaman bawang

merah sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pupuk

Organik pada Tanaman Bawang Merah”, dan metode yang digunakan adalah

ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan

benda sesungguhnya. Hasil validasi menunjukkan bahwa tingkat penerimaan

rancangan penyuluhan pertanian untuk penggunaan pupuk organik pada tanaman

bawang merah mencapai 83,94%, yang berada dalam kategori sangat efektif.

2026-02-02 03:02:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih Pada Tanaman Ubi Kayu Di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
1 month ago
Saragih, Jawilner (Medan, 2025)

Jawilner. NIRM. RPL 01.01.22.558. Rancangan Penyuluhan Pertanian

Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Ubi Kayu di Kecamatan Silou

Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui

rancangan penyuluhan pertanian pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi

kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain

rancangan penyuluhan pertanian pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi

kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, dan untuk mengetahui

tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pengendalian

jamur akar putih pada tanaman ubi kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten

Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tiganderket Kabupaten

Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode

pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan

kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan.

Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang

menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman ubi kayu yang

bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian jamur akar

putih pada tanaman ubi kayu sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang

digunakan yaitu “Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Ubi Kayu”, dan

metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta

penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi

menunjukkan bahwa tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian untuk

pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi kayu mencapai 81,95%, yang

berada dalam kategori sangat efektif.

2026-02-02 03:02:08 admin@polbangtanmedan.ac.id