POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1290
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Pisang Barangan di Kecamatan Raya Kahean.
2 months ago
Sinaga, Juliadi (Medan, 2025)

Juliadi Sinaga. NIRM. RPL 01.01.22.560. Rancangan Penyuluhan Pertanian

Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Pisang Barangan di Kecamatan

Raya Kahean. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui pengendalian jamur

akar putih pada tanaman pisang barangan di Kecamatan Raya Kahean, untuk

mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang pengendalian jamur akar putih

pada tanaman pisang barangan di Kecamatan Raya Kahean, dan untuk mengetahui

tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pengendalian jamur akar

putih pada tanaman pisang barangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan

Raya Kahean Kabupatn Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan

bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang

diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode

rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan

Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya

tanaman pisang barangan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani

dalam pengendalian jamur akar putih pada tanaman pisang barangan sesuai anjuran

dari 10% menjadi 35%, materi yang digunakan yaitu “pengendalian jamur akar

putih pada tanaman pisang barangan”, dan metode yang digunakan adalah ceramah,

diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda

sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi

penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan

penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara

berurut adalah 83,03%, 85,86%, 86,76%, 85,45%, 83,66%, 80,62%, dan 81,66%

2026-02-02 03:02:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Pupuk Organik Pada Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo
2 months ago
Barus, Jonatan Tife Berland (Medan, 2025)

Jonatan Tife Berland Barus. NIRM. RPL 01.01.22.559. rancangan penyuluhan

penggunaan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket

Kabupaten Karo. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan

penyuluhan penggunaan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan

Tiganderket Kabupaten Karo, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan

pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket Kabupaten

Karo, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan

penyuluhan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket

Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tiganderket Kabupaten

Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode

analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan

disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni

petani yang melakukan budidaya tanaman bawang merah yang bertujuan untuk

meningkatkan pengetahuan petani dalam pupuk organik pada tanaman bawang

merah sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pupuk

Organik pada Tanaman Bawang Merah”, dan metode yang digunakan adalah

ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan

benda sesungguhnya. Hasil validasi menunjukkan bahwa tingkat penerimaan

rancangan penyuluhan pertanian untuk penggunaan pupuk organik pada tanaman

bawang merah mencapai 83,94%, yang berada dalam kategori sangat efektif.

2026-02-02 03:02:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih Pada Tanaman Ubi Kayu Di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
2 months ago
Saragih, Jawilner (Medan, 2025)

Jawilner. NIRM. RPL 01.01.22.558. Rancangan Penyuluhan Pertanian

Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Ubi Kayu di Kecamatan Silou

Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui

rancangan penyuluhan pertanian pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi

kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain

rancangan penyuluhan pertanian pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi

kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, dan untuk mengetahui

tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pengendalian

jamur akar putih pada tanaman ubi kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten

Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tiganderket Kabupaten

Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode

pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan

kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan.

Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang

menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman ubi kayu yang

bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian jamur akar

putih pada tanaman ubi kayu sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang

digunakan yaitu “Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Ubi Kayu”, dan

metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta

penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi

menunjukkan bahwa tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian untuk

pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi kayu mencapai 81,95%, yang

berada dalam kategori sangat efektif.

2026-02-02 03:02:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (Ptt) Jagung Di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
2 months ago
Hayati Helmi (Medan, 2025)

Helmi Hayati, NIRM: 01.01.22.552 Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan

Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung.

Pengkajian ini bertujuan (1) Untuk menganalisis sikap petani terhadap penerapan

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan

Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. (2) Untuk menganalisis faktor-faktor

yang mempengaruhi sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman

Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten

Padang Pariaman. Pengkajian ini dilaksanakan di Nagari Aie Tajun Kecamatan

Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman pada bulan Mei 2024. Metode

pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner

yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data

menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengakjian

menunjukkan bahwa : (1) Tingkat Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan

Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung

termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar

(72,64%). (2) Secara bersamaan (simultan) variabel Pendidikan Formal (X2),

Pendidikan non Formal (X3), Peran Penyuluh (X5), Ketersediaan Sarana dan

Prasarana (X6) memiliki dampak yang signifikan terhadap Sikap Petani Terhadap

Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun

Kecamatan Lubuk Alung, seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar

(6,209) yang melibihi F tabel (2,21). Secara individual (parsial), variabel

Pendidikan Formal (X2) nilai T hitung (3,054) yang melibihi T tabel (1,662),

Pendidikan non Formal (X3) T hitung (2,152) yang melibihi T tabel (1,662) , Peran

Penyuluh (X5) T hitung (2,551) yang melibihi T tabel (1,662), Ketersediaan Sarana

dan Prasarana (X6) T hitung (3,198) yang melibihi T tabel (1,662) Sikap Petani

Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie

Tajun Kecamatan Lubuk Alung. Dengan persamaan regresi Y =18.948 - 0.142X1

+ 0.091X2 + 0.021X3 - 0.100X4 + 0.054X5 + 0.148X6+ e

dan nilai R Square sebesar 0,679.

2026-02-02 02:02:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Jerami Sebagai Pupuk Alternatif Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman
2 months ago
Andriani, Evi (Medan, 2025)

Evi Andriani, NIRM ; RPL.01.01.22.599. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan

Jerami sebagai Pupuk Alternatif pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan V koto

Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman pengkajian ini bertujuan untuk

mengkaji rendahnya pemahaman petani tentang pemanfaatan jerami padi sebagai

kompos alternatif pada tanaman padi di Kecamatan V koto Kampung Dalam.

Menyusun desain rancangan penyuluhan pemanfaatan jerami padi sebagai kompos

alternatif pada tanaman padi di Kecamatan V Koto Kampung Dalam. Menganalisis

tingkat penerimanaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan pemanfaaatan jerami

padi sebagai kompos altrnatif pada tanaman padi di Kecamatan V Koto Kampung

Dalam., untuk menganalisis sasaran penyuluhan, untuk mendasain rancangan

penyuluhan pemanfaatan jerami sebagai pupuk alternatif pada tanaman padi sawah

di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian

ini dilaksanakan di Kecamatan V Koto Kampung Dalam pada September 2024.

Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara dan penyebaran

kuisioner yang telah di uji validitas dan reabilitanya, sementara metode analisis data

menggunakan skala likert dan regresi linier berganda. Hasil pengkajian ini

menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan pemanfaatan jerami sebagai pupuk

alternatif pada tanaman padi sawah di Kecamatan V Koto Kampung Dalam

Kabupaten Padang Pariaman sangat berpengaruh nyata terdapat sikap dan perilaku

petani dalam pemanfaatan jerami sebagai pupuk alternatif pada tanaman padi sawah

secara berkelanjutan.

2026-01-30 09:01:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pupuk Organik Padat (Pop) Dari Kotoran Sapi Di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya
2 months ago
Ernawati (Medan, 2025)

Ernawati. NIRM. RPL 01.01.22.549. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pembuatan

Pupuk Organik Padat (POP) Dari Kotoran Sapi di Kecamatan Darul Makmur

Kabupaten Nagan Raya. Tujuan rancangan ini adalah untuk rancangan penyuluhan

pertanian pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) dari kotoran sapi di Kecamatan

Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, untuk mengetahui desain rancangan

penyuluhan pertanian pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) dari kotoran sapi di

Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, dan untuk mengetahui tingkat

penerimaan petani rancangan penyuluhan pertanian pembuatan Pupuk Organik

Padat (POP) dari kotoran sapi di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan

Raya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan

Raya pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode

pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan

kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan.

Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang

menjadi sasaran yakni petani yang menerima bantuan yang bertujuan untuk

meningkatkan pengetahuan petani dalam pembuatan pupuk organic padat dari

kotoran sapi sesuai anjuran dari 35% menjadi 75%, materi yang digunakan yaitu

“Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Sapi”, dan metode yang digunakan

adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa

folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, tujuan

penyuluhan, sasaran penyuluhanm materi penyuluhan, metode penyuluhan, media,

volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori

efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 73,72%, 75,29%. 78,13%,

72,35%, 76,60%, 75,68%, 72,31%, 73,03%, 70,93% Tingkat penerimaan petani

terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 74,18%.

2026-01-30 08:01:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Pada Padi Sawah Di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu
2 months ago
Afriani, Elfi (Medan, 2025)

Elfi Afriani, Nirm 010122597. Kajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan

pertanian yang efektif tentang penggunaan benih unggul bersertifikat pada tanaman

padi sawah di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu. Kajian dilakukan

karena tingkat penggunaan benih unggul bersertifikat masih rendah, yaitu 37%,

padahal benih unggul dapat meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap

penyakit, dan hasil panen yang optimal. Metode penelitian menggunakan

pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui

kuesioner dan wawancara. Penyuluhan dirancang berdasarkan prinsip SMART dan

ABCD, dengan komponen yang meliputi: tujuan, sasaran, materi, metode, media,

volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Hasil rancangan penyuluhan diuji

dengan menggunakan skala Likert dan dikaji berdasarkan tingkat penerimaan

petani. Hasil menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap seluruh

aspek rancangan tergolong sangat efektif. Persentase penerimaan masing-masing

aspek adalah: sasaran (93,66%), materi (91,30%), metode (90,85%), media

(90,12%), volume (90,16%), lokasi (91,57%), waktu (90,65%), dan biaya

(90,85%), dengan rata-rata keseluruhan sebesar 91,15%. Rancangan penyuluhan ini

berhasil meningkatkan penggunaan benih unggul bersertifikat dari 37% menjadi

63% dalam satu musim tanam. Hasil ini menunjukkan bahwa rancangan

penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan petani dan mampu

meningkatkan kesadaran serta penerapan teknologi budidaya padi secara signifikan.

2026-01-30 08:01:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pupuk Organik Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah
2 months ago
Pasaribu,erlina (Medan, 2025)

Eflina Pasaribu. NIRM. RPL 01.01.22.547. Rancangan Penyuluhan Pertanian

Pemanfaatan Pupuk Organik pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Pasaribu

Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Tujuan rancangan ini adalah untuk

mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada

tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah,

untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang rancangan penyuluhan

pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan

Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah, dan untuk mengetahui tingkat

penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan rancangan penyuluhan

pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan

Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di

Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah pada bulan November

2023 sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi

dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis

menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun

melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani

yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan

pengetahuan petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah

sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “pemanfaatan

pupuk organik untuk tanaman padi sawah”, dan metode yang digunakan adalah

ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan

benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan,

materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan

pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masingmasing

secara berurut adalah 84,42%, 84,30%, 82,81%, 85,79%, 86,81%, 85,97%,

83,82%, 80,90%, dan 82,63%. Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh

kegiatan penyuluhan adalah 84,16%.

2026-01-30 08:01:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Varietas Unggul Baru (Vub) Dalam Perguliran Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Rokan Iv Koto Kabupaten Rokan Hulu
2 months ago
Sukandi, Dodi (Medan, 2025)

Dodi Sukandi. NIRM. RPL. 01.01.22.546. Kajian ini bertujuan untuk mendesain

rancangan penyuluhan pertanian yang spesifik lokasi serta mengetahui tingkat

penerimaan Rancangan Penyuluhan Penerapan Varietas Unggul Baru (VUB) dalam

Perguliran Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Rokan IV Koto pada 15 November

2023 sampai dengan 31 Desember 2023 di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten

Rokan Hulu, Provinsi Riau. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara

dan kuesioner. Penentuan sampel responden menggunakan Purpusive Sampling.

Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif

menunjukkan desain penyuluhan dari aspek tujuan, sasaran, materi, metode, media,

volume, lokasi, waktu, dan media penyuluhan dapat diterima dan termasuk dalam

kategori setuju. Berdasarkan hasil kajian didapatkan kesimpulan bahwa Rancangan

Penyuluhan Penerapan Varietas Unggul Baru (VUB) dalam Perguliran Tanaman

Padi Sawah di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu dengan tujuan

meningkatkan pengetahuan petani dalam Penggunaan Varietas Unggul Baru dapat

dilakukan secara spesifik dengan materi Penggunaan Varietas Unggul Baru pada

Perguliran Tanaman Padi Sawah menggunakan media poster, dan media

sesungguhnya secara ceramah, diskusi, dan demonstrasi Plot dapat diterima oleh

sasaran serta tingkat penerimaan sasaran penyuluhan terhadap Rancangan

Penyuluhan Penerapan Varietas Unggul Baru (VUB) dalam Perguliran Tanaman

Padi Sawah di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu dengan nilai

capaian sebesar 26.240 setara 77,79% berada pada kategori Efektif (E).

2026-01-30 08:01:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penerapan Sistim Tanam Jajar Legowo 2.1 Di Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh
2 months ago
AL Kendry (Medan, 2024)

Kendri AL, Nirm 01.01.21.439. Rancangan Penyuluhan Penerapan Sistim Tanam

Jajar Legowo 2.1 Di Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan Provinsi

Aceh. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan, sasaran, materi, metode,

media, volume, lokasi, waktu dan biaya rancangan penyuluhan penerapan

rancangan penyuluhan penerapan sistim tanam jajar legowo 2.1 Di kecamatan kluet

utara Kabupaten Aceh Selatan. Metode pengkajian ini yaitu deskripsi kuantitatif

dan metode pengumpul data yaitu metode wawancara menggunakan kuesioner,

sementara metode analisis data menggunakan skala likert. Hasil pengkajian

menunjukkan bahwa Sasaran penyuluhan dengan persentase 81,4% artinya sasaran

penyuluhan sangat efektif untuk diterapkan. Tujuan penyuluhan memperoleh

persentase 81,6% tujuan penyuluhan sangat efektif untuk diterapkan. Materi

penyuluhan memperoleh persensate 82,1%, artinya materi penyuluhan sangat

efektif untuk diterapkan. Metode penyuluhan persentase 80,6%, artinya metode

penyuluhan efektif untuk diterapkan. Media penyuluhan memperoleh persentase

84,6% sehingga sangat efektif untuk diterapkan. Volume penyuluhan pertanian

dilakukan sebanyak 2 kali, memperoleh persentase 85,9%, sehingga sangat efektif

untuk diterapkan. Lokasi penyuluhan pertanian memperoleh persentase 82,2%,

sehingga sangat efektif untuk diterapkan. Waktu penyuluhan memperoleh

persentase 86,1%, artinya waktu penyuluhan sangat efektif untuk diterapkan. Biaya

penyuluhan pertanian bersumber dari APBN, memperoleh persentase 84,7%,

artinya biaya penyuluhan sangat efektif untuk diterapkan.

2026-01-30 04:01:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Dalam Diversifikasi Pangan Untuk Mengatasi Krisis Pangan Beras Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Padang Santiasa (Medan, 2023)

Santiasa Padang, Nirm RPL 01.01.21.308. Faktor-faktor yang mempengaruhi

persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras di

Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera

Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengetahui tingkat persepsi petani dan

faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk

mengatasi krisis pangan beras di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Pengkajian ini

dilaksanakan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat pada

bulan Oktober 2022 sampai dengan Juli 2023. Metode pengkajian ini yaitu

deskripsi kuantitatif dan metode pengumpul data yaitu metode wawancara

menggunakan kuesioner, sementara metode analisis data menggunakan skala likert

dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat

persentase persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis

pangan beras tergolong sangat tinggi yaitu 86,26%. Secara simultan, variabel

karakteristik petani, aksesibilitas informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh

mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan. Secara parsial variabel

yang berpengaruh sangat nyata terhadap persepsi petani dalam diversifikasi pangan

untuk mengatasi krisis pangan beras yaitu karakteristik petani, aksesibilitas

informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh.

2026-01-30 04:01:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Menerapkan Good Agriculture Practices Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
2 months ago
Mahara,zuhra (Medan, 2024)

Zuhra Mahara, NIRM 01.02.20.196. Motivasi Pekebun dalam Menerapkan Good Agriculture Practices pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan Good Agriculture Practice pada tanaman kopi Arabika. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya metode analisis data menggunakan analisis skala likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi pekebun dalam menerapkan Good Agriculture Practices pada tanaman kopi Arabika tergolong kategori tinggi dengan persentase 83,48%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y=58,462+0,008X1+3,129X2-2,143X3-0,618X4+ 1,265X5 + 1,406X6 + 1,262X7 + e. Uji F menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas umur (X1), pendapatan usahatani (X2), luas lahan (X3), jumlah tanggungan (X4), pendidikan non formal (X5), kemudahan dalam penerapan (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t menunjukkan bahwa variabel pendapatan usahatani, pendidikan non formal, kemudahan dalam penerapan dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel umur, luas lahan dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh terhadap (Y).

2026-01-23 09:01:54 admin@polbangtanmedan.ac.id