POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi
1 month ago
Kristianta Tarigan (Medan, 2026)

Kristianta Tarigan Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi. Dibimbing oleh Silvia Nora, S.P., M.P. dan Dr. Mukhtar Yusuf, M.P. Limbah kulit buah kakao merupakan hasil samping budidaya kakao yang memiliki potensi sebagai bahan baku pupuk kompos, namun pemanfaatannya di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi masih rendah karena terbatasnya pengetahuan, sikap, dan kemauan pekebun dalam mengolah limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menyusun rancangan penyuluhan pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk kompos, serta mengevaluasi tingkat penerimaan rancangan penyuluhan dan sikap pekebun terhadap teknologi yang disampaikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampel jenuh terhadap 57 orang pekebun kakao. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tigalingga memiliki potensi yang baik untuk pengembangan komoditas kakao serta pemanfaatan limbah kulit buah kakao sebagai bahan baku pupuk kompos. Penilaian terhadap rancangan penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 85,91% dengan kategori Sangat Sesuai, yang terdiri atas materi penyuluhan 87,11%, metode 85,79%, media 86,21%, volume 87,71%, lokasi 85,01%, waktu 84,40%, dan biaya 85,52%. Hasil evaluasi sikap pekebun memperoleh nilai rata-rata 84,77% dengan kategori Sangat Baik, yang terdiri atas indikator kesediaan 84,73%, ketertarikan 85,00%, komitmen 84,73%, dan menerapkan 84,56%. Selain itu, sebanyak 30 orang (52,63%) dari 57 pekebun sasaran menyatakan bersedia mencoba menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dari limbah kulit buah kakao sehingga target penyuluhan yang telah ditetapkan berhasil dicapai. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai layak digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian untuk meningkatkan pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi.

2026-08-14 01:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Ampas Kopi Menjadi Sabun Scrub Untuk Meningkatkan Pendapatan Pekebun Di Desa Kalang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi
1 month ago
Juita Frida Butarbutar (Medan, 2026)

Juita Frida Butarbutar, NIRM 01.02.22.333, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi limbah ampas kopi, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis peningkatan pengetahuan dan jumlah pekebun yang mau membuat ampas kopi menjadi sabun scrub di Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan melibatkan 40 responden dari 8 kelompok tani menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert, pre-test dan post-test, serta penilaian praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sidikalang memiliki potensi limbah ampas kopi sekitar 480 kg per bulan yang berasal dari 20 coffee shop aktif. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 84,3% dengan kategori sangat setuju. Pengetahuan peserta meningkat dari 64,4% menjadi 88% atau sebesar 37%. Selain itu, sebanyak 15 pekebun dari 40 pekebun (37,5%) mau membuat sabun scrub dari ampas kopi setelah mengikuti penyuluhan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan diterima dengan sangat baik dan mampu meningkatkan pengetahuan serta kemauan pekebun. Pemanfaatan ampas kopi menjadi sabun scrub berpotensi dikembangkan sebagai usaha bernilai tambah untuk mendukung peningkatan pendapatan pekebun.

2026-08-14 01:08:13 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Strategi Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 month ago
Hardianti Siregar (Medan, 2026)

Hardianti Siregar, NIRM 01.02.22.365. Rancangan Penyuluhan Strategi Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan serta peningkatan pengetahuan dan sikap pekebun mengenai strategi pengendalian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara pada bulan Maret sampai Mei 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan rancangan penyuluhan, sedangkan evaluasi penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap pekebun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan sebesar 84,74% dengan kategori sangat menerima. Evaluasi penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 71,11%, sedangkan evaluasi sikap memperoleh persentase sebesar 80,16% dengan kategori setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan mendorong sikap positif pekebun dalam menerapkan strategi pengendalian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Marbau.

2026-08-13 09:08:57 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Tanaman Kopi Untuk Peningkatan Produksi Kopi Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
1 month ago
Febrian Valentino Sianturi (Medan, 2026)

Produktivitas kopi di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi belum optimal karena masih banyak pekebun yang belum menerapkan pemangkasan tanaman kopi secara tepat. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan, mengevaluasi tingkat penerimaan rancangan penyuluhan, mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran, serta mengetahui tingkat penerapan teknologi pemangkasan produksi tanaman kopi. Metode yang digunakan meliputi Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan rancangan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner. Sasaran penyuluhan berjumlah 40 pekebun kopi anggota kelompok tani di Kecamatan Parbuluan. Rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemangkasan produksi tanaman kopi, metode demonstrasi cara dan kunjungan usahatani, media folder, volume dua kali pertemuan, lokasi di lahan usahatani kopi, waktu sesuai kesepakatan kelompok tani, dan biaya secara swadaya. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat penerimaan rancangan penyuluhan sebesar 85,87% dengan kategori sangat efektif. Pengetahuan pekebun meningkat dari 60,5% menjadi 90,75%, sikap memperoleh persentase 86,4% dengan kategori sangat setuju, dan keterampilan menunjukkan 82,5% pekebun terampil. Tingkat penerapan mencapai 24 orang dari target 20 orang pekebun. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun sangat efektif dalam mendorong penerapan teknologi pemangkasan produksi tanaman kopi.

2026-08-13 09:08:06 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pencegahan Dan Deteksi Dini Ganoderma Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Desa Sumber Harapan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan
1 month ago
Fanisa Afni Widitia, (Medan, 2026)

Fanisa Afni W., NIRM 01.02.22.362. Rancangan Penyuluhan Pencegahan dan Deteksi Dini Ganoderma pada Tanaman Kelapa Sawit di Desa Sumber Harapan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan. Penyakit busuk pangkal batang yang  disebabkan oleh Ganoderma merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman kelapa sawit yang dapat menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan kematian tanaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini untuk meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pencegahan dan deteksi dini Ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Pengumpulan da ta dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi terhadap 40 orang responden. Analisis data menggunakan skala Likert, sedangkan identifikasi potensi wilayah dilakukan dengan teknik Rapid Rural Appraisal (RRA). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Desa Sumber Harapan memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang luas, namun masih ditemukan serangan penyakit Ganoderma pada beberapa areal perkebunan. Tujuan penyuluhan yang ditetapkan adalah meningkatkan jumlah pekebun yang mengetahui dan mau melakukan pencegahan serta deteksi dini Ganoderma dari 0% (0 orang) menjadi 70% (28 orang). Sasaran penyuluhan adalah Kelompok Tani Serba Jadi. Rancangan penyuluhan meliputi materi mengenai pencegahan dan deteksi dini Ganoderma dengan metode demonstrasi cara, kunjungan usahatani, dan anjangsana menggunakan media leaflet yang dilaksanakan pada pagi hari di balai pertemuan desa, lahan, dan rumah pekebun tanpa biaya. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,65% dengan kategori sangat sesuai. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 33 orang pekebun telah melakukan tindakan pencegahan dan deteksi dini Ganoderma,

sehingga tujuan penyuluhan yang ditetapkan telah tercapai.

2026-08-13 08:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kelapa Sawit: Pengolahan Tandan Buah Segar (Tbs) Menjadi Dodol Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
1 month ago
Fadillah Dinda Maharani (Medan, 2026)

Fadillah Dinda Maharani, NIRM. 01.02.22.327. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kegiatan hilirisasi guna meningka tkan nilai tambah hasil perkebunan. Namun, pemanfaatan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pekebun masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan hilirisasi kelapa sawit melalui pengolahan TBS menjadi dodol di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 51 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi perubahan perilaku pekebun yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun terdiri atas materi pengolahan TBS menjadi dodol, metode demonstrasi cara dan kunjungan usahatani, media folder, volume dua kali pertemuan, lokasi rumah ketua kelompok tani, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan memperoleh persentase rata-rata 83,05% dengan kategori sesuai. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan meningkatkan keterampilan pekebun terhadap pengolahan TBS menjadi dodol sebagai upaya hilirisasi produk perkebunan.

2026-08-13 08:08:01 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket Di Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Fachrurrozy Ahmad Ritonga, (Medan, 2026)

Fachrurrozy Ahmad Ritonga, NIRM. 01.02.22.326. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket di Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara, Perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah pelepah dalam jumlah besar yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering ditumpuk di gawangan mati sehingga berpotensi menjadi sumber hama dan penyakit. Pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket merupakan salah satu bentuk hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus menyediakan sumber energi alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rancangan penyuluhan, tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta dampak penyuluhan pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket di Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian dilaksanakan pada Maret–April 2026 menggunakan metode kajian rancangan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan sasaran penelitian adalah satu kelompok tani yang mengusahakan tanaman kelapa sawit. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai rancangan penyuluhan dan perubahan perilaku petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket, metode ceramah dan demonstrasi cara, media folder, video, serta benda sesungguhnya, dengan pelaksanaan sebanyak dua kali pertemuan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori tinggi dan kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket. Dengan demikian, penyuluhan yang dirancang efektif dalam mendukung pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah dan ramah lingkungan.

2026-08-13 08:08:17 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Lubang Rorak Sebagai Upaya Konservasi Lahan Tanaman Kopi Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
1 month ago
Eva Deo Vani Banjarnahor (Medan, 2026)

Rendahnya penerapan lubang rorak sebagai teknik konservasi tanah dan air pada lahan kopi di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan sikap pekebun terhadap manfaat teknologi tersebut. Penyuluhan pertanian menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan petani terhadap inovasi dalam konservasi lahan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pertumbuhan pengetahuan dan sikap petani melalui pelatihan pembuatan lubang rorak sebagai upaya konservasi lahan tanaman kopi di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan melibatkan 40 responden yang berasal dari Kelompok Tani Immanuel dan Kelompok Tani Unggul. Pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan dengan evaluasi pengetahuan melalui pretest dan post-test, serta evaluasi sikap menggunakan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan petani meningkat dari 4,75 pada pre-test menjadi 8,25 pada post-test, dengan persentase kenaikan pengetahuan mencapai 73,83%. Di samping itu, hasil evaluasi sikap menunjukkan skor sebesar 86%, yang termasuk dalam kategori sangat setuju terhadap implementasi lubang rorak sebagai upaya konservasi lahan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatka n pengetahuan dan membentuk sikap positif petani terhadap teknologi lubang rorak. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan lubang rorak dapat dianggap sebagai strategi untuk mendorong penerapan konservasi lahan yang berkelanjutan dalam budidaya kopi.

Kata Kunci: Lubang Rorak

2026-08-13 07:08:15 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Pakan Ternak Ruminansia Dalam Mendukung Integrasi Budidaya Tanaman Kopi Arabika Dan Ternak Di Kecamatan Munthe Kabupaten Karo
1 month ago
Ester Grace Butar Butar (Medan, 2026)

Ester Grace Butar Butar, Nirm 01.02.22.325. Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Pakan Ternak Ruminansia dalam Mendukung Integrasi Budidaya Tanaman Kopi dan Ternak. Tujuan pengkajian ini antara lain: 1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, (2) mengkaji penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) mengkaji penetapan sasaran penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (4) mengkaji tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian), serta (5) mengkaji tingkat pengetahuan dan sikap petani dalam penyuluhan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala Likert. Hasil pengkajian ini, antara lain, (1) Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) diketahui terdapatnya limbah kulit kopi arabika yang tidak dimanfaatkan serta perkembangan ternak ruminansia (kambing) serta kebutuhan pakan yang meningkat, (2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani dalam mengelola limbah kulit kopi arabika menjadi pakan ternak ruminansia, (3) Sasaran penyuluhan yaitu petani kopi arabika yang memelihara ternak ruminansia kambing, (4) Tingkat penerimaan petani di Kecamatan Munthe sebesar 88,01% (kriteria sangat  enerima), (5) Pengetahuan dan sikap petani dalam pengkajian ini meningkat sebesar 80,62 % dan tingkat sikap petani 83,40% (setuju) setelah dilakukannya

penyuluhan ini.

2026-08-13 06:08:38 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Standar Panen Sesuai Good Agriculture Practice (Gap) Pada Pekebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai
1 month ago
Dzaki Khoiri Jasir (Medan, 2026)

Dzaki Khoiri Jasir, NIRM. 01.02.22.358. Rancangan Penyuluhan penerapan standar panen sesuai Good Agriculture Practice (GAP) pada pekebun kelapa sawit di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai..Penerapan standar pemanenan kelapa sawit sesuai Good Agricultural Practices (GAP) berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tandan buah segar (TBS). Tetapi, masih ditemui pekebun yang belum mempraktikkan standar panen cocok GAP sehingga berakibat pada rendahnya mutu hasil panen. Riset ini bertujuan buat mengenali kemampuan daerah, menganalisis pencapaian tujuan penyuluhan bersumber pada prinsip SMART serta ABCD, menganalisis tingkatan penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, dan menganalisis tingkatan pengetahuan serta perilaku pekebun dalam pelaksanaan standar pemanenan kelapa sawit sesuai GAP di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Riset memakai tata cara survei dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal( RRA). Responden riset berjumlah 74 pekebun kelapa sawit yang berasal dari 3 desa sentra penciptaan kelapa sawit. Informasi dikumpulkan lewat observasi, wawancara, serta kuesioner, setelah itu dianalisis secara deskriptif kuantitatif memakai persentase. Hasil riset menampilkan kalau Kecamatan Dolok Masihul mempunyai kemampuan yang besar dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, tetapi masih ada kasus dalam aktivitas pemanenan yang belum cocok standar GAP. Tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan mencapai 81,5% dengan kategori menerima. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan pekebun dari 45% menjadi 71,6% serta meningkatkan sikap pekebun hingga mencapai 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pekebun terhadap penerapan standar pemanenan kelapa sawit sesuai GAP

2026-08-13 06:08:11 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
1 month ago
Doni Arfali Hasibuan (Medan, 2026)

Doni Arfali Hasibuan Nirm.01.02.22.324 Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Daun kopi yang masih layak dan dipetik secara selektif sebelum dilakukan pemangkasan tanaman kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, daun kopi tersebut berpotensi diolah menjadi teh daun kopi yang memiliki nilai tambah ekonomi serta berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya), menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan tersebut, serta menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap pekebun terhadap pemanfaatan daun kopi menjadi teh daun kopi. Penelitian menggunakan metode kajian evaluative dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang petani dari 7 kelompok tani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih secara proporsional stratified random sampling . Data dianalisis menggunakan skala Likert, garis kontinum, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh, metode ceramah, demonstrasi cara, dan diskusi, media folder, alat dan bahan sesungguhnya, serta video tutorial, dengan volume 1 kali, lokasi di saung,rumah kelompok tani dan kantor desa, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan secara keseluruhan mencapai 85,65% (kategori sangat menerima). Pengetahuan petani meningkat dari 63,4% (pre-test) menjadi 91,4% (post-test) dengan nilai N-Gain sebesar 76,7% (kategori tinggi), sedangkan sikap petani terhadap inovasi mencapai 88,45% (kategori sangat baik). Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani serta layak diterapkan dalam upaya pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh daun kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok.

2026-08-13 05:08:26 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
1 month ago
Doni Arfali Hasibuan (Medan, 2026)

Doni Arfali Hasibuan Nirm.01.02.22.324 Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Daun kopi yang masih layak dan dipetik secara selektif sebelum dilakukan pemangkasan tanaman kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, daun kopi tersebut berpotensi diolah menjadi teh daun kopi yang memiliki nilai tambah ekonomi serta berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya), menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan tersebut, serta menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap pekebun terhadap pemanfaatan daun kopi menjadi teh daun kopi. Penelitian menggunakan metode kajian evaluative dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang petani dari 7 kelompok tani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih secara proporsional stratified random sampling . Data dianalisis menggunakan skala Likert, garis kontinum, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh, metode ceramah, demonstrasi cara, dan diskusi, media folder, alat dan bahan sesungguhnya, serta video tutorial, dengan volume 1 kali, lokasi di saung,rumah kelompok tani dan kantor desa, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan secara keseluruhan mencapai 85,65% (kategori sangat menerima). Pengetahuan petani meningkat dari 63,4% (pre-test) menjadi 91,4% (post-test) dengan nilai N-Gain sebesar 76,7% (kategori tinggi), sedangkan sikap petani terhadap inovasi mencapai 88,45% (kategori sangat baik). Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani serta layak diterapkan dalam upaya pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh daun kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok.

2026-08-13 04:08:32 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Perangkap Atraktan Etanol Dan Metanol Untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi
1 month ago
Dini Anita Siringoringo (Medan, 2026)

Dini Anita Siringoringo. NIRM 01.02.22.323. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Perangkap Atraktan Etanol dan Metanol untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) merupakan hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi arabika di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pengendalian menggunakan perangkap atraktan berbahan etanol dan metanol menjadi alternatif yang ramah lingkungan, namun belum pernah diterapkan oleh petani karena belum adanya kegiatan penyuluhan yang memperkenalkan teknologi tersebut. Pengkajian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menyusun rancangan penyuluhan penggunaan perangkap atraktan etanol dan metanol, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap petani setelah penyuluhan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap 51 petani kopi arabika yang dipilih dari populasi 106 petani. Hasil menunjukkan tujuan penyuluhan tercapai, ditandai meningkatnya petani yang  bersedia menerapkan teknologi dari 0 menjadi 18 orang (35,29%). Rancanganpenyuluhan diterima dengan kategori sesuai dengan nilai keseluruhan 82,37%. Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan petani dari 39,80% menjadi 94,90% dengan peningkatan pengetahuan 91,53%, serta membentuk sikap positif dengan persentase 80,54% (kategori menerima).

2026-08-13 04:08:41 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak Di Kelurahan Padang Merbau Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi
1 month ago
Dara Fitri Chania (Medan, 2026)

Dara Fitri Chania, NIRM 01.02.22.322. Pengkajian ini bertujuan untuk mendesain rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun, dan jumlah pekebun yang mau melakukan Pengolahan limbah pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kelurahan Padang Merbau. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 dengan melibatkan 42 pekebun sebagai responden melalui pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA). Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test serta tingkat sikap pekebun. Rancangan penyuluhan yang disusun mencakup materi pengolahan pelepah sawit menjadi silase, metode demonstrasi cara dan kunjungan usaha tani, serta media folder dan media sesungguhnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sasaran. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan keseluruhan rancangan penyuluhan mencapai 82,14% dengan kategori sesuai. Pengetahuan pekebun meningkat sebesar 62,17% dari pre-test ke post-test dengan kategori baik, dan tingkat sikap pekebun mencapai 84,88% dengan kategori sangat setuju. Sebanyak 25 pekebun (59,52%) menyatakan mau melakukan inovasi tersebut, melampaui target awal sebesar 17 orang (40%). Rancangan penyuluhan yang telah disusun dinyatakan berhasil dan dapat dijadikan acuan pelaksanaan penyuluhan pertanian pada wilayah dengan kondisi serupa.

2026-08-13 04:08:44 Injuniar