POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Rejuvinasi Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi
1 month ago
Boy Markus Tondang (Medan, 2026)

Boy Markus Tondang, NIRM. 01.02.22.321. Penelitian yang berjudul "Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Rejuvinasi Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi" dilatarbelakangi oleh kondisi tanaman kopi arabika di Kecamatan Sumbul yang didominasi tanaman berumur lebih dari 20 tahun sehingga mengalami penurunan produktivitas. Salah satu upaya untuk mempertahankan produktivitas tanaman adalah melalui pemangkasan rejuvinasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan wilayah, merumuskan tujuan penyuluhan, menetapkan sasaran penyuluhan, dan menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 44 pekebun kopi arabika sebagai responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan keseluruhan terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,46% dengan kategori sangat setuju. Tingkat penerimaan pada aspek materi penyuluhan sebesar 87,04%, metode penyuluhan 86,43%, media penyuluhan 84,65%, volume penyuluhan 85,79%, lokasi penyuluhan 85,15%, waktu penyuluhan 86,47%, dan biaya penyuluhan 89,39%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun telah diterima dengan sangat baik oleh pekebun sehingga layak dijadikan acuan dalam pelaksanaan penyuluhan pemangkasan rejuvinasi tanaman kopi arabika di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.

2026-08-13 04:08:59 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara.
1 month ago
Beatric E.R. Sinambela, (Medan, 2026)

Beatric E.R. Sinambela, NIR M 01.02.22.355. Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan serta mengkaji pengetahuan dan tingkat sikap pekebun mengenai pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai Mei 2026. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Selain itu, evaluasi penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,72% dan termasuk kategori sangat menerima. Selanjutnya, hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 68,65%. Hasil evaluasi sikap menunjukkan persentase sebesar 85,89% dengan kategori sangat setuju, yang menunjukkan adanya respons positif pekebun terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos di Kecamatan Juhar.

2026-08-13 04:08:36 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Teknologi Slow Release Fertilizer (Srf) Berbasis Uza Pada Tanaman Kelapa Sawit Dikecamatan Kualahuluhu Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 month ago
Aulia Alwi, (Medan, 2026)

Aulia Alwi, NIRM. 01.02.22.354. Rancangan Penyuluhan Teknologi Slow Release Fertilizer (SRF) Berbasis UZA pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tujuan pengkajian ini adalah untuk (1) menyusun rancangan penyuluhan pertanian mengenai penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu, (2) menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani terhadap penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA, serta (3) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian mengenai penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengkajian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 dengan jumlah responden sebanyak 61 orang petani yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS versi 25, sedangkan analisis tingkat penerimaan menggunakan skala Likert. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa (1) rancangan penyuluhan pertanian disusun berdasarkan aspek materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, dengan materi berupa pembuatan dan pengaplikasian pupuk SRF berbasis UZA, metode demonstrasi cara dan diskusi, media folder dan benda sesungguhnya, serta dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan; (2) hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan bahwa teknologi SRF berbasis UZA efektif meningkatkan perilaku petani, dengan tingkat pengetahuan mencapai 81,80% (mengetahui), keterampilan didominasi kategori terampil sebesar 57,38%, serta sikap didominasi kategori setuju sebesar 85,25%; dan (3) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 85,64% dan termasuk kategori sangat efektif, dengan tingkat penerimaan terhadap materi sebesar 86,15%, metode 84,74%, media 85,82%, volume 84,92%, lokasi 86,10%, waktu 86,89%, dan biaya 85,25%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA dapat diterima dengan baik oleh petani sebagai alternatif pemupukan yang lebih efisien pada tanaman kelapa sawit.

2026-08-13 03:08:37 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Peremajaan Kelapa Sawit Dengan Teknik Underplanting Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 month ago
Armita Oktavia Sinaga, (Medan, 2026)

Armita Oktavia Sinaga, NIRM. 01.02.22.320. Tujuan rancangan penyuluhan dalam penelitian ini adalah (1) Membuat Rancangan penyuluhan tentang peremajaan kelapa sawit dengan teknik underplanting di Kecamatan Sei Bingai yang tepat (2) Menganalisis Tingkat Penerimaan Pekebun terhadap Desain Rancangan Penyuluhan Tentang Peremajaan Kelapa Sawit dengan Teknik Underplanting di Kecamatan Sei Bingai (3) Mengkaji Persentase Sasaran Penyuluhan yang mau mencoba Teknik Underplanting di Kecamatan Sei Bingai. Metode pengumpulan data yaitu Observasi,wawancara, kuesioner serta Dokumentasi dan jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) Penetapan rancangan penyuluhan yang paling sesuai adalah: (a) Materi: Penyuluhan peremajaan kelapa sawit dengan teknik underplanting (b) Metode: Ceramah, Diskusi, dan Kunjungan kelompok (c) Media: Folder (d)Volume: 2 kali (e) Lokasi: Aula BPP Kecamatan Sei Bingai, Rumah Kelompok tani (f) Waktu : Pukul 09.00 WIB dan Pukul 10.00 WIB (g) Biaya: Swadaya (2) Rancangan penyuluhan yang sudah disusun dikategorikan sangat sesuai,total persentase rancangan penyuluhan yaitu 85,61 dengan kriteria sangat sesuai. Tingkat penerimaan kegiatan penyuluhan dirincikan mulai dari materi penyuluhan (86,48%) dengan kategori sangat sesuai, metode penyuluhan (85,46%) dengan kategori sangat sesuai, media penyuluhan (89,98%) dengan kategori sangat sesuai, volume penyuluhan (84,33%) dengan kategori sangat sesuai, lokasi penyuluhan (86,32%) dengan kategori sangat sesuai, waktu penyuluhan (84,15%) dengan kategori sangat sesuai, dan biaya penyuluhan (84,81%) dengan kategori sangat sesuai. (3) Tingkat pengetahuan pekebun berada di kriteria tinggi dengan persentase 79,66% dan tingkat sikap pekebun berada dikategori setuju dengan persentase 83,04%

2026-08-13 03:08:22 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Tbm) Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Ari Rizki Halomoan Siagian, (Medan, 2026)

Ari Rizki Halomoan Siagian, NIRM. 01.02.22.319. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengkaji rancangan penyuluhan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap feromon pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM), (2) mengkaji tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (3) mengkaji dampak penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Pengkajian dilakukan bulan April 2026 di Desa Portibi Julu dan Desa Portibi Jae, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang petani kelapa sawit. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, tes pra dan tes pasca, serta menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa (1) rencana pelatihan dibuat sesuai dengan kebutuhan para petani, mencakup isi materi, cara penyampaian, alat yang digunakan, jumlah peserta, tempat, jadwal, dan biaya pelatihan, (2) tingkat kesenangan para petani terhadap rencana pelatihan mencapai 88,53% dengan kriteria sangat efektif, dan (3) dampak dari pelatihan tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 20,43% menjadi 63,30%, sikap para petani mencapai 77,06% dengan kategori setuju, serta keterampilan mencapai 66,66% dengan kategori cukup terampil.

2026-08-13 03:08:53 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Tbm) Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Ari Rizki Halomoan Siagian, (Medan, 2026)

Ari Rizki Halomoan Siagian, NIRM. 01.02.22.319. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Feromon Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengkaji rancangan penyuluhan pengendalian hama kumbang tanduk menggunakan perangkap feromon pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM), (2) mengkaji tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (3) mengkaji dampak penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Pengkajian dilakukan bulan April 2026 di Desa Portibi Julu dan Desa Portibi Jae, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang petani kelapa sawit. Metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, tes pra dan tes pasca, serta menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa (1) rencana pelatihan dibuat sesuai dengan kebutuhan para petani, mencakup isi materi, cara penyampaian, alat yang digunakan, jumlah peserta, tempat, jadwal, dan biaya pelatihan, (2) tingkat kesenangan para petani terhadap rencana pelatihan mencapai 88,53% dengan kriteria sangat efektif, dan (3) dampak dari pelatihan tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 20,43% menjadi 63,30%, sikap para petani mencapai 77,06% dengan kategori setuju, serta keterampilan mencapai 66,66% dengan kategori cukup terampil.

2026-08-13 03:08:10 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Aplikasi Mobile Pencatatan Panen Kelapa Sawit Di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara
1 month ago
Alfian Danis Alamsyah (Medan, 2026)

Alfian Danis Alamsyah, NIRM. 01.02.22.351, Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Aplikasi Mobile Pencatatan Panen Kelapa Sawit. Keberlanjutan budidaya kelapa sawit dapat dicapai melaluai pelaksanaan sertifikasi salah satunya melalui sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Salah satu komponen yang wajib dimiliki oleh peserta sertifikasi adalah catatan panen sebagai bentuk transparansi pelaksanaan budidaya. Permasalahan pekebun yang telah melaksanakan sertifikasi RSPO di Kecamatan Laut Tador adalah sistem pencatatan panen yang masih dilakukan secara manual dan sederhana. Metode ini memiliki potensi kehilangan data panen yang akan berpengaruh terhadap transparansi pelaporan kegiatan panen yang dilaksanakan. Tujuan penelitian yang dilaksanakan adalah untu (1) Menyusun rancangan penyuluhan yang efektif dalam pemanfaatan aplikasi mobile pencatatan panen kelapa sawit, (2) Mengukur tingkat penerimaan terhadap rancangan yang disusun, dan (3) Mengevaluasi kegiatan penyuluhan untuk mengukur tingkat perilaku dan penerapan pekebun dalam memanfaatkan aplikasi mobile pencatatan panen. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) rancangan penyuluhan ditetapkan setelah pelaksanaan IPW dengan menetapkan tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Tujuan penyuluhan ditetapkan dengan prinsip SMART dan ABCD dengan tingkat yang akan dicapai sebesar 60% (2) Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan yang disusun sebesar 86,1% (3) Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pengetahuan sebesar 80,9%, Sikap 78,86%, Keterampilan 67% dan penerapan 30,4%.

2026-08-13 03:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Pelepah Sawit Dengan Kotoran Sapi Di Kecamatan Dolok Masihul
1 month ago
Agus Steven Sitinjak (Medan, 2026)

Agus Steven Sitinjak, Nirm 01.02.22.349. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian, mengevaluasi tingkat penerimaan rancangan, mengevaluasi tingkat pengetahuan dan sikap pekebun kelapa sawit dalam pembuatan pupuk kompos berbahan pelepah kelapa sawit dan kotoran sapi, serta mengetahui jumlah pekebun yang membuat inovasi tersebut di Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul. Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dilaksanakan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok. Hasil IPW menunjukkan ketersediaan pelepah kelapa sawit dan kotoran sapi yang melimpah yang belum dimanfaatkan, rendahnya pengetahuan dan sikap, serta masih sedikit pekebun yang melakukan pengomposan. Rancangan penyuluhan disusun berdasarkan Permentan Nomor 52 Tahun 2009 dengan tujuh komponen: materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Penelitian dilaksanakan pada April hingga Mei 2026 terhadap sasaran 35 pekebun kelapa sawit yang memiliki ternak sapi dan tergabung dalam kelompok tani aktif. Metode yang digunakan adalah demonstrasi cara dan kunjungan usahatani, didukung media folder dan benda sesungguhnya. Evaluasi rancangan menunjukkan rata-rata penerimaan 86% dengan kriteria sangat sesuai. Evaluasi terhadap pengetahuan dan sikap pekebun menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 79% menjadi 93%, sikap mencapai 88% dengan kriteria sangat setuju, serta sebanyak 17 pekebun (49%) bersedia membuat kompos secara mandiri yang melampaui target 15 pekebun (43%).

2026-08-13 02:08:58 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Lidi Kelapa Sawit Menjadi Anyaman Piring Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Adinda Rispina Simbolon, (Medan, 2026)

Adinda Rispina Simbolon, Nirm 01.02.22.348. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Lidi kelapa sawit Menjadi Anyaman Piring di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat keefektifan rancangan penyuluhan, serta mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan KWT terkait pemanfaatan lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Kecamatan Padang Bolak Tenggara, Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan meliputi Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA), pengukuran keefektifan rancangan penyuluhan menggunakan skala Likert, serta evaluasi dampak penyuluhan melalui pengukuran aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun terdiri atas potensi limbah lidi yang dihasilkan, teknik pembuatan anyaman piring, analisis biaya pembuatan anyaman piring, dan pemasaran produk anyaman piring, metode ceramah dan demonstrasi cara, media folder dan benda sesungguhnya, serta dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Tingkat keefektifan rancangan penyuluhan mencapai 83% dengan kategori efektif. Evaluasi dampak menunjukkan tingkat pengetahuan sasaran sebesar 81% (sangat mengetahui), persentase sikap sebesar 82% (setuju), dan persentase tingkat keterampilan sebesar 66% (cukup terampil).

2026-08-13 02:08:27 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Kastrasi pada tanaman Kelapa Sawit Rakyat sesuai Good Agricultural Practices (GAP) di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat.
1 month ago
Adam Raihan (Medan, 2026)

ADAM RAIHAN Nirm. 01.02.22.314. Rancangan Penyuluhan Kastrasi pada tanaman Kelapa Sawit Rakyat sesuai Good Agricultural Practices (GAP) di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan kastrasi pada tanaman kelapa sawit rakyat sesuai Good Agricultural Practices (GAP) di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Hasil Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) menunjukkan bahwa penerapan kastrasi pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) masih belum optimal karena sebagian besar petani belum memahami manfaat, waktu pelaksanaan, dan teknik kastrasi yang sesuai anjuran. Selain itu, rendahnya akses informasi dan minimnya kegiatan penyuluhan menjadi salah satu penyebab petani belum menerapkan kastrasi secara tepat. Oleh karena itu, tujuan

penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan dan sikap petani agar mau menerapkan kastrasi sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP) sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman menjadi lebih optimal dan produktivitas kelapa sawit dapat meningkat pada masa produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan tergolong sangat baik dengan total skor sebesar 6.642 atau 71,88% yang termasuk dalam kategori setuju. Sasaran penyuluhan dalam penelitian ini adalah 33 orang petani kelapa sawit rakyat di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa petani memiliki minat dan keterbukaan yang tinggi terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Jumlah petani yang telah melaksanakan kastrasi sesuai Good Agricultural Practices (GAP) sebanyak 16 orang dari 33 responden dengan persentase sebesar 66% dan termasuk dalam kategori cukup setuju.

2026-08-13 02:08:54 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Lidi Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Menjadi Anyaman Piring Di Kelompok Wanita Tani (Kwt) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatuselatan
1 month ago
Abilla Aulia Nevianda (Medan, 2026)

Abilla Aulia Nevianda, NIRM. 01.02.22.313. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah bagaimana menyusun rancangan penyuluhan yang terukur dan teruji tingkat penerimaan sesuai indikator Rancangan Penyuluhan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Tani Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan kuesioner dan jenis penelitian pengkaji ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuatitatif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan rancangan penyuluhan yang telah dibuat sudah disiapkan dengan lengkap. Penyampaian materinya dilakukan dengan metode demonstrasi cara, didukung oleh media seperti folder, audio-visual serta benda sesungguhnya. Seluruh aspek dalam penyuluhan, termasuk materi, metode, media, waktu, dan lokasi, mendapatkan penilaian positif dari pekebun dengan tingkat penerimaan mencapai 85,07% dengan kriteria sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang dibuat sudah sangat setuju dengan kebutuhan pekebun. Selain itu, kegiatan penyuluhan ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan para pekebun secara nyata. Pengetahuan meningkat sebesar 70,17%, sikap yaitu pekebun yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit menjadi anyaman piring yaitu sebanyak 22 orang dan keterampilan memiliki proporsi yang sama. Tampak dari jumlah pekebun yang terampil, yang berawalnya tidak ada sama sekali, sekarang menjadi 22 orang atau naik sekitar 52,38% setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.

2026-08-13 01:08:26 Injuniar
Evaluasi Sifat Fisika Dan Kimia Tanah Serta Rekomendasi Pemulihan Kesuburan Lahan Pra-Replanting Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT Abdi Budi Mulia Kebun Teluk Panji I Divisi III
1 month ago
Yasir Hadi Irfan (Medan, 2026)

Yasir Hadi Irfan, 01.04.22.255. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan prareplanting kelapa sawit untuk mengevaluasi sifat fisik dan kimia tanah sebagai dasar penentuan kesesuaian lahan serta penyusunan rekomendasi pemulihan areal pra-replanting. Budidaya kelapa sawit dalam jangka panjang disertai penggunaan pupuk anorganik secara intensif berpotensi menurunkan kualitas tanah sehingga dapat menjadi faktor pembatas bagi pertanaman berikutnya. Penelitian bertujuan mengevaluasi sifat fisik dan kimia tanah, menentukan kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial, serta merumuskan rekomendasi pemulihan lahan di PT Abdi Budi Mulia Teluk Panji I Estate. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel tanah terganggu dan tidak terganggu diambil pada kedalaman ±20 cm dari lima blok tanam, masing-masing terdiri atas sembilan titik sampel yang ditentukan secara diagonal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, analisis laboratorium, dan data sekunder perusahaan. Parameter yang dianalisis meliputi berat isi, tekstur, C-organik, N-total, P-tersedia, K dapat dipertukarkan, pH tanah, dan rasio C/N. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan pencocokan terhadap kriteria kesesuaian lahan kelapa sawit berdasarkan faktor pembatas terberat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat isi tanah tergolong sedang dengan tekstur lempung berpasir hingga lempung liat berpasir. Sifat kimia tanah menunjukkan C-organik sedang–sangat tinggi, N-total rendah–sedang, P-tersedia sangat rendah–rendah, K dapat dipertukarkan rendah–sedang, pH asam–agak asam, serta rasio C/N tinggi–sangat tinggi. Seluruh blok termasuk kelas kesesuaian lahan aktual S3 (cukup sesuai) dengan tekstur terutama kelas lempung berpasir dan ketersediaan hara, terutama fosfor, sebagai faktor pembatas utama. Upaya Pemulihan lahan direkomendasikan melalui penggunaan tanaman penutup tanah dan pemupukan berimbang untuk meningkatkan ketersediaan hara dan kesesuaian lahan pada siklus tanam berikutnya. 

2026-07-31 08:07:41 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Light Trap Dengan Berbagai Warna Lampu Terhadap Daya Tarik Kumbang Malam (Apogonia sp.) Pada Pembibitan Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Widya Ningtiyas (Medan, 2026)

Widya Ningtiyas, NIRM.01.04.22.254. Kumbang malam (Apogonia sp.) merupakan salah satu hama penting pada pembibitan kelapa sawit yang dapat menyebabkan kerusakan daun dan menghambat pertumbuhan bibit. Salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan adalah penggunaan light trap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan light trap dengan berbagai warna cahaya lampu terhadap jumlah tangkapan Apogonia sp., perbedaan daya tarik terhadap jantan dan betina, serta mengidentifikasi serangga non-target yang tertangkap pada pembibitan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di pembibitan utama (main nursery) PT Sinar Gunung Sawit Raya menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima perlakuan warna lampu, yaitu kontrol  (P0), kuning (P1), hijau (P2), ungu (P3), dan biru (P4). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna lampu berpengaruh nyata terhadap jumlah tangkapan Apogonia sp. Lampu ungu (P3) menghasilkan tangkapan tertinggi sebanyak 202 ekor, sedangkan lampu biru menghasilkan tangkapan terendah sebanyak 75 ekor. Jumlah kumbang jantan yang tertangkap lebih tinggi dibandingkan betina pada seluruh perlakuan. Serangga non-target yang tertangkap berjumlah 849 individu yang terdiri atas 7 ordo, 15 famili, dan 21 jenis, dengan nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H' = 1,89–2,23). Berdasarkan hasil penelitian, lampu ungu merupakan warna lampu yang paling efektif untuk pemantauan dan pengendalian Apogonia sp. pada pembibitan kelapa sawit.

 

2026-07-31 08:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Hama Ulat Kantong (Metisa plana) Berdasarkan Tingkat Mortalitas Setelah Aplikasi Insektisida Menggunakan Drone Di PT Smart Tbk Padang Halaban Estate
1 month ago
Titania Dwi May Sandra (Medan, 2026)

Titania Dwi May Sandra, NIRM. 01.04.22.281. Melakukan pengkajian tentang “Efektivitas Pengendalian Hama Ulat Kantong (Metisa plana) Berdasarkan Tingkat Mortalitas Setelah Aplikasi Insektisida Menggunakan Drone di PT SMART Tbk Padang Halaban Estate”. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan, tingkat mortalitas, dan efektivitas pengendalian hama ulat kantong setelah aplikasi insektisida menggunakan drone. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 di PT SMART Tbk Padang Halaban Estate, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain onegroup pretest-posttest. Data diperoleh melalui sensus lapangan pada 26 titik sampel dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, dan uji Wilcoxon. Hasil pengkajian menunjukkan populasi awal ulat kantong sebanyak 249 ekor dengan tingkat serangan 69,2%. Setelah aplikasi insektisida menggunakan drone, mortalitas hama mencapai 95,98% atau sebanyak 239 ekor mati dan tersisa 10 ekor. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05). Pengendalian hama ulat kantong menggunakan drone terbukti efektif dalam menekan populasi Metisa plana. 

2026-07-31 07:07:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Kairomix Dalam Menarik Kumbang Elaiedobius Kamerunicus Mengunjungi Bunga Betina Kelapa Sawit Varietas Socfindo Di PT. ABM Kebun Teluk Panji
1 month ago
Teguh Awirsa Tanjung (Medan, 2026)

Teguh Awirsa Tanjung, Nirm 01.04.22.253. Efektivitas Kairomix Dalam Menarik Kumbang Elaeidobius Kamerunicus Mengunjungi Bunga  Betina Kelapa Sawit Varietas Socfindo  Di PT. ABM Kebun Teluk Panji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas atraktan Kairomix dalam menarik kumbang Elaeidobius kamerunicus mengunjungi bunga betina fase reseptif serta mengidentifikasi jenis serangga lain yang tertarik oleh aroma tersebut. Penelitian dilaksanakan di PT. Abdi Budi Mulia (PT. ABM) Kebun Teluk Panji pada Februari 2026. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 24 sampel dimana 12 pohon dengan perlakuan kairomix dan 12 pohon sebagai kontrol. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Kairomix secara konsisten meningkatkan jumlah kunjungan elaeidobius kamerunicus secara signifikan berkisar antara 12.907 hingga 13.612 ekor per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol yang hanya berkisar antara 5.038 hingga 5.135 ekor per hari. Hasil uji Independent Sample t-Test mengonfirmasi perbedaan yang sangat nyata dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Selain kumbang Elaeidobius kamerunicus, serangga lain yang ditemukan saat pengamatan yaitu Kalisao (Telostylinus lineolatus), lalat kaki panjang (famili Dolichopodidae), lalat tentara hitam (Hermetia illucens), dan kepik pembunuh (famili Reduviidae). Namun hasil penelitian juga menunjukkan bahwa  jenis serangga yang ditemukan pada perlakuan kairomix dan kontrol  sama, yang mengindikasikan bahwa kairomix tidak berdampak pada keragaman jenis serangga, melainkan lebih berfungsi untuk meningkatkan daya tarik terhadap serangga utama yaitu Elaeidobius kamerunicus

2026-07-31 07:07:37 admin@polbangtanmedan.ac.id