POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1006
Analisis Komparatif Pemangkasan Pelepah Yang Berbeda Terhadap Losses , Kualitas, Dan Morfologi Buah Kelapa Sawit Di Pt Pp Lonsum Indonesia Tbk Kebun Rambong Sialang Kabupaten Serdang Bedagai
4 months ago
Zahwa, Mhd (Medan, 2024)

Muhammad Zahwa, Nirm 01.04.20.157. Melakukan pengkajian tentang Analisis Komparatif Pemangkasan Yang Berbeda Terhadap Losses, Kualitas Dan Morfologi Buah Kelapa Sawit Di PT.PP. Lonsum Indonesia Tbk, Kebun Rambong Sialang Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan jumlah losses, Kualitas tandan buah, dan ketebalan daing buah pada tanaman kelapa sawit dengan kondisi pemangkasan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Januari 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan dokumentasi, sementara metode analisis data menggunakan uji-t Independent sample test. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji-t didapat nilai signifikansi ≤ 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata losses brondolan antara blok yang telah dipruning dengan blok yang belum dipruning. Selain itu hasil pengkajian juga menunjukan adanya perbedaan pada parameter kualitas tandan buah kelapa sawit antara blok yang telah dipruning dengan blok yang belum dipruning berdasarkan hasil uji-t didapat nilai signifikansi ≤ 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata . Namun pada parameter ketebalan buah hasil pengkajian menunjukan tidak adanya perbedaan ketebalan buah antara blok yang telah dipruning dengan blok yang belum dipruning. 

2024-11-25 08:11:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Menggunakan Serangga Predator Sycanus Annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elais Guineensis Jacq) Di Pt Umada Kabupaten Labuhanbatu Utara
4 months ago
Saputri, Gia (Medan, 2024)

Gia Saputri, Nirm 01.04.20.148. Permasalahan yang sering terjadi pada tanaman kelapa sawit hingga dapat menurunkan produksi pada umumnya yaitu organisme pengganggu tanaman organisme pengganggu tanaman salah satunya yaitu hama ulat kantung yang dimana tingkat serangannya pada tanaman belum menghasilkan hingga tanaman menghasilkan mencapai 100%. Kerusakan akibat hama ini dapat menimbulkan penyusutan produksi sampai 40%. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Sycanus annulicornis merupakan predator yang aktif dalam menekan populasi hama pemakan daun Metisa plana dengan mortalitas yang paling tinggi jatuh pada P3 yaitu dengan nilai 40,00 dengan pengamatan selama 7 hari dengan ditotalkan jumlah seluruh ulat yang mati dalam 7 hari lalu di uji DMRT dengan taraf 5%. Hal ini sesuai dengan pernyataan Afandi et al., (2019) menjelaskan bahwa pelepasan imago Sycanus annulicornis dilapangan sebanyak 3 - 4 ekor perpohon dalam keadaan pada populasi ulat yang masih sedang (5 – 8 ekor per pelepah) akan dapat menjaga populasi hama berada di bawah ambang ekonomi. Predator Sycanus annulicornis yang paling efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung Metisa plana adalah pada perlakuan S. annulicornis dengan interval waktu 5 hari

2024-11-25 08:11:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg) Klon Pb 260 Di Pembibitan Green Budding Pt Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir
4 months ago
Elizabet, Gabriella Taraja (Medan, 2024)

Gabriella Taraja Elizabeth, Nirm 01.04.20.147. “Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Klon PB 260 di Pembibitan Green Budding PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir”. Penggunaan media tanam yang tepat untuk bibit yang berkualitas dapat mempengaruhi produktivitas karet yang menjadi masalah utama yang disebabkan oleh banyaknya petani karet yang tidak menggunakan bibit karet dari klon unggul melainkan hasil cabutan. Metode pada pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil pengkajian ini adalah tidak memiliki pengaruh nyata terhadap daya kecambah, pertumbuhan kecambah, dan pertumbuhan bibit karet. Hal ini dikarenakan pada pembibitan karet hal yang paling diperlukan adalah kesegaran biji karet dengan kesegaran diatas 80% dan sifat fisik tanah di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate yang memiliki kandungan c-organik 2,54, N-Total 0,44 dan PH 4,70. Dengan demikian persentase keberhasilan kecambah tertinggi terdapat pada media tanam M2, diameter kecambah yaitu M3, tinggi kecambah yaitu M1, diameter batang yaitu M4, sedangkan jumlah daun, bobot berat basah dan bobot berat kering yaitu M5. 

2024-11-25 08:11:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Gulma Keladi Tikus (Typhonium Blumei ) Dengan Berbagai Dosis Herbisida Metil Metsulfuron Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pt. Umada Kebun Pernantian
4 months ago
Jiddan, Arham (Medan, 2024)

Arham Jiddan, Nirm 01.04.20.141. Melakukan penelitian tentang Efektivitas Pengendalian Gulma Keladi Tikus (Typhonium blumei) dengan Berbagai Dosis Herbisida Metil metsulfuron pada Tanaman Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT. Umada Kebun Pernantian. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji efektivitas pengendalian gulma keladi tikus (Typhonium blumei) terhadap pemberian berbagai dosis herbisida Metil metsulfuron pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2024 s/d Juni 2024. Penelitian ini berlokasi di divisi 1 blok 6 PT. Umada Kebun Pernantian Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 6 taraf yaitu, Kontrol (M0), 15 gr/knapsack (M1), 30 gr/knapsack (M2), 45 gr/knapsack (M3), 60 gr/knapsack (M4), 75 gr/knapsack (M5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputi skoring visualisasi gulma, gulma pertumbuhan terhambat, persentase kematian gulma. Data jumlah vegetasi gulma dianalisis menggunakan analisis nisbi jumlah dominansi (NJD) sedangkan data lainnya dianalisis menggunakan Annova dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh berbagai dosis herbisida Metil metsulfuron terhadap visualisasi gulma 5 MSA, gulma pertumbuhan terhambat 5 MSA, persentase kematian gulma 5 MSA.  

2024-11-25 08:11:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Terhadap Sistem Tanam Double Row Pada Tanaman Jagung Dengan Ubi Kayu Di Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Lumbangaol, Perdinandus (Medan, 2023)

Perdinandus Lumban Gaol RPL. 01.01.21.301. Respon Petani Terhadap Sistem Tanam Double Row Pada Tanaman Jagung Dengan Ubi Kayu Di Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian penyuluhan ini adalah untuk menganalisis resspon petani terhadap sistem double row pada tanaman jagung degan ubi kayu dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi respon petani terhadap sistem tanam double row pada tanaman jagung dan ubi kayu di Kecamatan Gunung Sitember. Pengkajian ini dilaksanakan Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi pada bulan Januari sampai Juni 2023. Metode pengkajian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel pengkajian sebanyak 53 petani yang merupakan anggota kelompok tani yang berada di Kecamatan Gunung Sitember, dengan penarikan sampel pengkajian yaitu menggunakan Random Sampling. Analisis respon petani terhadap sistem tanam double row pada tanaman jagung dan ubi kayu diukur dengan teknik penentuan skor model likert. Analisis faktor–faktor apa saja yang mempengaruhi respon terhadap sistem tanam double row pada tanaman jagung dan ubi kayu yaitu digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian secara keseluruhan didapatkan hasil analisis persentase tingkat respon petani yaitu sebesar 79,9% pada kategori tinggi. Faktor- faktor yang berpengaruh nyata terhadap respon petani yaitu tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, cosmopolitan dan akses informasi. Sedangkan faktor- faktor yang tidak berpengaruh yaitu luas lahan dan tingkat pendapatan.

2024-11-25 06:11:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Terhadap Pengendalian Penyakit Budok Di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan
4 months ago
Lindawati (Medan, 2023)

Lindawati. D, Nirm RPL 01.02.21.289. Respon Petani Nilam (Pogostemon cablin Benth) Terhadap Pengendalian Penyakit Budok di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat respon petani nilam dalam pengendalian penyakit budok dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani nilam dalam pengendalian penyakit budok di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan pada bulan Mei s.d Juni 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 orang ditentukan dengan purposive sampling dari petani nilam yang mengalami serangan penyakit budok pada tanaman nilam. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam pengendalian penyakit budok pada tanaman nilam di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan berada di kategori baik, yaitu sebesar 69,6%. Hasil uji analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor umur, luas lahan dan pendapatan berpengaruh terhadap respon petani dalam pengendalian penyakit budok pada tanaman nilam di Kecamatan Samadua, sedangkan faktor pendidikan, dan pengalaman tidak berpengaruh terhadap respon petani dalam pengendalian penyakit budok pada tanaman nilam di Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. 

2024-11-25 06:11:57 admin@polbangtanmedan.ac.id
Partisipasi Petani Dalam Menggunakan Pupuk Organik Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum.L) Di Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok
4 months ago
Yas, Enny (Medan, 2023)

Enny Yas, NIRM RPL.01.01.21.332. Partisipasi Petani Dalam Menggunakan Pupuk Organik Pada Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Gumanti Kabupaten Solok. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui partisipasi petani dalam penggunaan pupuk organik Pada Tanaman Bawang Merah. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam penggunaan pupuk organik terhadap Tanaman Bawang Merah. Pengkajian ini dilakukan di Talang Babungo Kecamatan Hiliran Gumanti Kabu paten Solok pada bulan Januari sampai dengan Maret 2023. Metode pengkajian Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, Metode pengumpulan data menggunakan Kuisioner yang diukur dengan skala likert, Variabel bebas (X) yang digunakan adalah Karakteristik Petani (X1), Sumber Informasi Pertanian (X2), Peran Penyuluh Pertanian (X3), dan Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X4), Dukungan Pemerintah (X5) Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap Vari abel terikat (Y) Partisipasi Petani Dalam Menggunakan Pupuk Organik Pada Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Gumanti Kabupaten Solok. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi petani dalam penggunaan pupuk organik Pada Tanaman Bawang Merah cukup tinggi yaitu 79,91% persen, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani di peroleh persamaan sebagai berikut Y= 16.945-0.027X1 -0.035X2-0.262X3 0.030X4+ 1.320X5+ e. Berdasarkan hasil uji simultan atau F test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan F hitung sebesar 40.580> F Tabel 2,41, dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya secara simultan /bersama sama variabel Karakteristik Individu Petani (X1), Sumber Informasi Pertanian ( X2), Peran Penyuluh Pertanian (X3), Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X4) dan Dukungan Pemerintah (X5) berpangaruh terhadap variabel (Y) Partisipasi Petani dalam penggunaan pupuk organik pada budidaya bawang merah di kecamatan Hiliran Gumanti.Namun berdasarkan hasil Uji T atau parsial, maka dua variabel yang berpengaruh terhadap partisipasi petani dalam menggunakan pupuk organik pada budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Hiliran Gumanti yaitu vari abel (X3) Peran Penyuluh Pertanian dan (X5) Dukungan Pemerintah, dan tiga variabel yang tidak berpengaruh terhadap partisipasi petani dalam menggunakan pupuk organik pada budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Hiliran Gumanti yaitu Variabel (X1) Karakteristik Individu Petani, (X2) Sumber Infor masi Pertanian, (X4) Ketersediaan Sarana dan Prasarana. 

2024-11-19 02:11:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Wanita Tani Terhadap Pemanfaatan Pekarangan Guna Mendukung Diversifikasi Pangan Di Kecamatan Kapur Ix Kabupaten Limapuluh Kota
4 months ago
Triningsih, Neti (Medan, 2024)

Neti Triningsih, NIRM RPL.01.01.21.249, Persepsi Wanita Tani Terhadap Pemanfaatan Pekarangan Guna Mendukung Diversifikasi Pangan di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi perempuan petani mengenai pemanfaatan pekarangan rumah untuk diversifikasi pangan di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota. Selain itu, ia berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi perempuan petani dalam memanfaatkan pekarangan mereka untuk mendukung diversifikasi pangan di kabupaten yang sama. Ujian berlangsung di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, selama Juni dan Juli 2024. Pendekatan pengumpulan data melibatkan pemberian kuesioner kepada pewawancara, melakukan tes instrumen untuk menilai validitas dan reliabilitas, dan menganalisis data menggunakan skala Likert dan regresi linier berganda. Hasill pengkajian ini menunjukkan Tingkat persepsi wanita tani terhadap pemanfaatan pekarangan guna mendukung diversifikasi pangan di Kecamatan Kapur IX sebesar 84,36% yang termasuk kedalam kategori Sangat tinggi, sementara regresi linear faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi wanita tani adalah Y = 22.892 + 0.073X1 + 0.216X2 - 0.044X3 + 0.147X4 + 0.17X5 + e. Uji lanjutan menggunakan uji t menunjukan faktor pendidikan, pengalaman dan kegiatan penyuluh berpengaruh nyata dengan nilai t hiitung lebih besar dari t Tabel. 

2024-11-19 01:11:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Persepsi Petani Dalam Penggunaan Psb (Photosynthetic Bacteria) Sebagai Stimulan Pertumbuhan Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara
4 months ago
Suherma, Mita (Medan, 2024)

Mita Suherma, Nirm. 01.01.20.187. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persepsi Petani dalam Penggunaan PSB (Photosynthetic bacteria) sebagai Stimulan Pertumbuhan Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis tingkat persepsi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani dalam penggunaan PSB (Photosynthetic bacteria) sebagai stimulan pertumbuhan tanaman padi sawah. Pengkajian ini dilaksanakan bulan Maret sampai dengan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu wawancara tidak terstruktur dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah skala Likert dan regresi linear berganda, Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam penggunaan PSB (Photosynthetic bacteria) sebagai stimulan pertumbuhan tanaman padi sawah tergolong sedang dengan tingkat sebesar 57,6%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi petani diperoleh persamaan Y= 15,045 + 0,136X1 - 0,194X2 + 0,179X3 + 0,164X4 + 0,148X5 + 0,142X6 + e. Uji lanjut menggunakan thitung menunjukkan bahwa pengetahuan, luas lahan, kosmopolitan, karakteristik inovasi, lingkungan sosial dan intensitas penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel.

2024-11-18 07:11:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Penyuluh Pertanian Lapangan (Ppl) Pada Pemanfaatan Cyber Extension Di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara
4 months ago
Rosmawati (Medan, 2024)

Rosmawati, Nirm. 01.01.20.162. Minat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pada Pemanfaatan Media Cyber Extension di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat Minat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada Pemanfaatan Media Cyber Extension di Kabupaten Mandailing Natal. Pengkajian ini dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara pada bulan Maret sampai dengan Juli 2024. Metode pengkajian penyuluhan yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat minat penyuluh digunakan teknik penentuan skor model likert, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat penyuluh digunakan model analisis inner model dan outer model di olah menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil pengkajian penyuluhan secara keseluruhan Tingkat Minat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pada Pemanfaatan Media Cyber Extension di Kabupaten Mandailing Natal tergolong sedang (54,52%). Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap Minat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada Pemanfaatan Media Cyber Extension di Kabupaten Mandailing Natal adalah pendidikan, pengalaman, sarana dan prasarana dan lingkungan kerja. Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh nyata adalah variabel umur dan akses informasi

2024-11-15 02:11:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Agroindustri Pangan Tentang Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik Di Kota Medan
4 months ago
Harahap, Muhammad Perjuangan (Medan, 2024)

Muhammad Perjuangan Harahap, Nirm. 01.01.20.155. Persepsi Agroindustri Pangan Tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Pengkajian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Persepsi pelaku usaha agroindustri pangan di Kota Medan mengenai penerapan CPPOB (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi agroindustri pangan di kota Medan dalam penerapan CPPOB. Pengkajian dilaksanakan di Kota Medan pada tiga Kecamatan yaitu Sunggal, Helvetia dan Barat pada Bulan Februari sanmpai dengan Bulan Mei 2024. Metode pengkajian menggunakan mixed method dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sedangkan data kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam (indept interview) kepada informan. Metode analisis data kuantitatif menggunakan skala likert melalui analisis kuartil (Q) dan linier berganda sedangkan analisis data kualitatif dengan reduksi data, penyajian data yang diuji kebenarannya melalui uji kredibilitas data berdasarkan teknik triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat persepsi agroindustri pangan tentang cara produksi pangan olahan yang baik dalam kondisi rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata pada persepsi agroindustri pangan tentang cara produksi pangan olahan yang baik yaitu pendidikan nonformal (X1), Umur (X3), pengawasan (X5), sosialisasi (X6), permintaan pasar (X7), modal (X8) dan pemahaman terhadap keamanan pangan (X9). Adapun hasil wawancara mendalam dengan tiga informan, ditemukan bahwa para pemilik agroindustri pangan di Kota Medan kurang mendapatkan pendidikan nonformal seperti pelatihan dan sosialisasi dalam penerapan CPPOB.

2024-11-15 01:11:28 admin@polbangtanmedan.ac.id