POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Pemanfaatan Ekstrak Bromelin Dari Nanas Sebagai Koagulan Alami Terhadap Waktu Penggumpalan Dan Grade Lump Lateks Tanaman Karet Di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate
1 month ago
Siska (Medan, 2026)

Siska, Nirm. 01.04.22.252. Pemanfaatan Ekstrak Bromelin dari Nanas Sebagai Koagulan Alami Terhadap Waktu Penggumpalan dan Grade Lump Lateks Tanaman Karet di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Penelitian ini bertujuan untuk ini mengkaji Pengaruh ekstrak bromelin dari nanas sebagai koagulan alami terhadap waktu penggumpalan dan grade lump lateks tanaman karet di lokasi pengkajian. Pengkajian dilaksanakan pada November 2025 hingga April 2026 di Blok U28 Afdeling 10, Desa Dolok Merangir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 (lima) perlakuan, yaitu P0 (3 ml asam format/kontrol), P1 (1,5 ml), P2 (5 ml), P3 (10 ml), dan P4 (15 ml) ekstrak nanas, masing-masing dengan 5 (lima) ulangan. Parameter yang diamati meliputi waktu penggumpalan dan grade lump lateks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bromelin berpengaruh signifikan terhadap waktu penggumpalan, dengan perlakuan terbaik pada P4 menghasilkan rata-rata waktu penggumpalan 17,56 menit dibandingkan kontrol 44,12 menit. Analisis ANOVA menunjukkan F-hitung (861,32) > F-tabel (3,01) pada taraf nyata 5%. Kualitas grade lump juga meningkat signifikan berdasarkan uji Kruskal-Wallis (H = 12,319; Asymp. Sig. = 0,015). Perlakuan P4 dengan dosis 15 ml/100 ml secara konsisten menghasilkan Grade I.

 

2026-07-31 07:07:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Karakteristik Fisik Buah Dan Biji Varietas Kopi Arabika Introduksi Dari Kosta Rika Sebagai Dasar Seleksi Varietas Terbaik Di Ladang Langit Coffee Farm Kabupaten Tapanuli Utara
1 month ago
Sari Tampubolon (Medan, 2026)

Sari Tampubolon, Nirm. 01.04.22.251, Karakteristik fisik buah dan biji varietas kopi Arabika introduksi dari Kosta Rika sebagai dasar seleksi varietas terbaik di Ladang Langit Coffe Farm Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristi fisik buah dan biji varietas kopi arabika introduksi dari Kosta Rika untuk menentukkan varietas terbaik dan berpotensi untuk dibudidayakan di Indonesia. Jenis metode yang dipakai di penelitian ini yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial. Perlakuan terdiri atas 6 varietas yaitu Sarchimor SI 31, Sarchimor SI 32, Sarchimor SI 39, Sarchimor SI 48, Sarchimor Victorial 14 dengan 3 pengulangan. Penelitian menggunakan uji ANOVA. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Varietas Sarchimor Victoria 14 (SV) merupakan varietas terbaik di antara enam varietas kopi arabika introduksi asal Kosta Rika yang diuji di Ladang Langit, dengan jumlah biji normal tertinggi sebesar 163,33 butir per sampel dan mencatat rendemen tertinggi setelah variietas Sarchimor SI 48 (S8) serta turut memenuhi standar produktivitas 1 kg cherry kopi. Frekuensi biji abnormal pada seluruh varietas tergolong rendah dan tidak berbeda nyata secara statistik, yang mengindikasikan bahwa kondisi agroekologi Ladang Langit pada ketinggian 1.100–1.500 mdpl mendukung pembentukan biji yang berkualitas secara fisik.

2026-07-31 07:07:28 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Pengaruh Mutu Tandan Buah Segar (TBS) Terhadap Oil Extraction Rate (OER) Pada PT Bumihutani Lestari Bersertifikasi RSPO
1 month ago
Rito Suhendi Pujawati Pardosi (Medan, 2026)

Rito Suhendi Pujawati Pardosi, NIRM. 01.04.22.278. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat penerapan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di PT Bumihutani Lestari (BHL), Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, serta menganalisis pengaruhnya terhadap mutu Tandan Buah Segar (TBS) terhadap Oil Extraction Rate (OER). Penelitian menggunakan desain Mixed Methods Sequential Explanatory yang mengintegrasikan analisis kuantitatif melalui regresi linier sederhana dan berganda dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara  mendalam. Penilaian penerapan RSPO dilakukan terhadap tujuh prinsip menggunakan skala ordinal (1–3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan RSPO di PT BHL berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 2,48. Prinsip 6 (penghormatan hak pekerja) merupakan prinsip dengan penerapan tertinggi (2,84), sedangkan Prinsip 1 (perilaku etis dan transparan) memperoleh nilai terendah (2,06). Penerapan RSPO terbukti berpengaruh signifikan terhadap mutu TBS. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa komponen mutu TBS meliputi buah mentah, buah kurang matang, buah matang, buah lewat matang, janjang kosong (jankos), dan tangkai panjang secara simultan berpengaruh signifikan terhadap OER, dengan koefisien determinasi R² = 0,9995 dan koefisien korelasi ganda R = 0,9998. Buah matang merupakan variabel dengan kontribusi terbesar terhadap OER (SE = 60,07%), sedangkan partenokarpi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan penerapan standar RSPO, khususnya pada aspek panen dan pasca panen, berpotensi meningkatkan mutu TBS secara berkelanjutan dan pada akhirnya meningkatkan efisiensi ekstraksi minyak di pabrik kelapa sawit.

2026-07-31 04:07:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Uji Efektivitas Perendaman Air Panas Dan Air Kelapa Serta Skarifikasi Mekanis Terhadap Pemecahan Daya Kecambah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara
1 month ago
Rachel Hotma Lestari Siagian (Medan, 2026)

Rachel Hotma Lestari Siagian, Nirm. 01.04.22.250. Uji Efektivitas Perendaman Air Panas Dan Air Kelapa Serta Skarifikasi Mekanis Terhadap Pemecahan Daya Kecambah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara. Tujuan pengkajian yaitu Untuk menganalisis efektivitas berbagai perlakuan pemecahan daya kecambah kopi arabika melalui perendaman air panas, air kelapa dan skarifikasi mekanis (pengupasan kulit tanduk) di Ladang Langit Coffee farm. Pengkajian ini dilaksanakan mulai dari Desember 2025 s.d Februari 2026. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode kuantitatif eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 8 (delapan) perlakuan antara lain K1P0 (Kulit tanduk dikupas tanpa perendaman), K2P0 (Kulit tanduk tidak dikupas tanpa perendaman), K1P1 (Kulit tanduk dikupas dan direndam air kelapa), K2P1 (Kulit tanduk tidak dikupas dan direndam air kelapa), K1P2 (Kulit tanduk dikupas dan direndam air panas), K2P2 (Kulit tanduk tidak dikupas dan direndam air panas), K1P3 (Kulit tanduk dikupas dan direndam dengan campuran air panas dan air kelapa), dan K2P3 (Kulit tanduk tidak dikupas dan direndam dengan campuran air panas dan air kelapa). Parameter yang diamati meliputi kecepatan tumbuh kecambah, persentase tumbuh kecambah, panjang hipokotil dan uji kekuatan tumbuh kecambah kopi arabika meliputi kecambah vigor (normal), non-vigor (abnormal) dan kecambah yang mati. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa skarifikasi mekanis merupakan faktor penentu utama keberhasilan perkecambahan kopi arabika, sedangkan perendaman air kelapa memberikan nilai tambah pada parameter vigor dan panjang hipokotil.

2026-07-31 04:07:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab Losses Brondolan Pada Panen Kelapa Sawit Di Lahan Gambut Dan Lahan Mineral PT Bumilanggeng Perdanatrada
1 month ago
Muhammad Bintang (Medan, 2026)

Muhammad Bintang, NIRM. 01.04.22.273. Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab Losses Brondolan pada Panen Kelapa Sawit di Lahan Gambut dan Lahan Mineral PT Bumilanggeng Perdanatrada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya losses brondolan pada panen kelapa sawit, menganalisis perbedaan tingkat losses antara lahan gambut dan lahan mineral, serta menentukan faktor yang paling dominan memengaruhi terjadinya losses pada masing-masing tipe lahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 di Divisi 3 Semeru Estate PT Bumilanggeng Perdanatrada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji komparatif Mann–Whitney, dan analisis regresi Zero Inflated Negative Binomial (ZINB). Sampel penelitian terdiri atas 398 pokok tanaman yang meliputi 206 pokok pada lahan gambut dan 192 pokok pada lahan mineral. Parameter yang diamati meliputi kondisi piringan, kondisi pasar pikul, tinggi tanaman, kondisi pelepah, curah hujan, jenis lahan, dan jumlah losses brondolan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan mineral losses brondolan dipengaruhi oleh kondisi piringan yang kurang optimal, kondisi pasar pikul, tinggi tanaman yang kurang ideal, kondisi pelepah, serta curah hujan yang tinggi. Sementara itu, pada lahan gambut losses dipengaruhi oleh kondisi pelepah, karakteristik lahan yang basah, serta curah hujan yang bervariasi. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat losses brondolan pada lahan gambut dan lahan mineral. Namun, berdasarkan analisis regresi Zero Inflated Negative Binomial (ZINB), lahan mineral memiliki kecenderungan tingkat losses yang lebih rendah dibandingkan lahan gambut setelah mempertimbangkan variabel lain secara simultan. Faktor dominan yang memengaruhi losses brondolan berbeda pada masing-masing tipe lahan, yaitu curah hujan pada lahan gambut dan kondisi piringan pada lahan mineral.

2026-07-31 04:07:37 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Clania tertia) Menggunakan Serangga Predator Sycanus annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT Abm Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kebun Teluk Panji
1 month ago
Muhammad Bima Sakti (Medan, 2026)

Muhammad Bima Sakti, Nirm 01.04.22.246. Melakukan penelitian tentang “Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Clania tertia) Menggunakan Serangga Predator Sycanus annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT ABM Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kebun Teluk Panji”. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji efektivitas serangga predator Sycanus annulicornis terhadap mortalitas ulat kantung Clania tertia, menentukan jumlah predator paling efektif, serta menganalisis perbandingan biaya antara simulasi pengendalian hayati dan kimiawi. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2025. Penelitian ini dilaksanakan di PT ABM Kebun Teluk Panji, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah ulat kantung yang dikendalikan per hari, kelangsungan hidup S. annulicornis, mortalitas larva, dan analisis biaya pada media perlakuan wadah toples modifikasi. Pengambilan data diambil melalui metode Purposive sampling. Data di uji menggunakan analisis statistik uji Anova dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil Penelitian tingkat mortalitas ulat kantung terbaik secara kecepatan predasi total terdapat pada perlakuan 3 ekor imago S. annulicornis (P3) dengan mortalitas mencapai 100% dalam waktu 4 hari, sedangkan rekomendasi dosis aplikasi paling efisien secara analisis finansial terdapat pada perlakuan 1 ekor predator per pohon (P1) yang dikonversikan menjadi target rilis 150 ekor per hektar dengan total biaya Rp2.669.430/ha dan memberikan persentase penghematan biaya relatif sebesar 18,49% dibandingkan pengendalian kimiawi konvensional perusahaan.

2026-07-31 04:07:49 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Akurasi Sensus Produksi Terhadap Realisasi Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) DI PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan
1 month ago
Muhammad Arbi Pratama (Medan, 2026)

Muhammad Arbi Pratama, NIRM. 01.04.22.272 Evaluasi Akurasi Sensus Produksi Terhadap Realisasi Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis persentase tingkat kesesuaian antara hasil sensus produksi dengan realisasi panen di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan dan menganalisis faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian antara hasil sensus produksi terhadap realisasi panen di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan. Penelitian ini dilaksanakan di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan pada tanggal 1 September 2025 s.d 11 Januari 2026. Sumber data yang digunakan adalah data sensus produksi dan realisasi panen tahun 2025, data curah hujan tahun 2025, data sensus pokok yang terserang penyakit tahun 2025, wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, kuantitatif, dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, rata – rata persentase selisih sensus produksi terhadap realisasi panen parameter jumlah tandan sebesar 16%, tonase sebesar 13%, dan BJR sebesar 16%., Faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian antara sensus produksi terhadap realisasi panen adalah curah hujan, pokok yang mati akibat serangan penyakit, kehilangan buah di lapangan, dan perhitungan sensus produksi yang tidak tepat.

2026-07-31 03:07:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Sosial Yang Memengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I
1 month ago
M. Fadlan Firdaus (Medan, 2026)

M. Fadlan Firdaus, Nirm. 01.04.22.247. Faktor – faktor Sosial  yang Memengaruhi Produktivitas Tenaga kerja Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit selama 3 bulan di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I dan meneliti pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, umur, masa kerja dan pendapatan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 – Februari 2026. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 tenaga kerja panen dengan teknik sampel jenuh. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit lebih tinggi daripada produktivitas basis tugas yang ditetapkan perusahaan. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor – faktor sosial yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja panen uji F (simultan) menunjukkan bahwa variable bebas kepemimpinan (X1), Lingkungan Kerja (X2), Umur (X3), Masa Kerja (X4) dan Pendapatan (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan faktor-faktor sosial yang berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (Y) adalah kepemimpinan, lingkungan kerja dan pendapatan. Sedangkan variabel umur dan masa kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen.

2026-07-31 02:07:56 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang Dengan Campuran Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery
1 month ago
Khoirunnisa (Medan, 2026)

Khoirunnisa, NIRM 01.04.22.270. “Respon Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang dengan Campuran Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Fase Pre Nursery”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pemberian pupuk organik cair (POC) batang pisang dengan campuran air kelapa terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Pertumbuhan yang optimal pada fase pembibitan awal menjadi salah satu faktor penentu dalam menghasilkan bibit berkualitas, khususnya pada tahap awal pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan di PT Abdi Budi Mulia Teluk Panji dan Laboratorium Dasar Polbangtan Medan, selama periode November 2025 hingga Februari 2026. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan rancangan percobaan. Perlakuan yang diuji meliputi berbagai taraf dosis/konsentrasi penggunaan pupuk organik cair (POC) batang pisang dengan campuran air kelapa. Parameter yang diamati mencakup karakter vegetatif pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery serta analisis efisiensi biaya operasional dari aplikasi perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC batang pisang dengan campuran air kelapa memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam memacu pertumbuhan bibit kelapa sawit serta lebih efisien secara ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan perlakuan tersebut dapat menjadi alternative strategi pemupukan yang lebih optimal pada areal pre nursery kelapa sawit.

2026-07-31 02:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Studi Mutu Crude Palm Oil (CPO) Berdasarkan Variasi Waktu Penundaan Pengolahan Brondolan Sawit Varietas DxP PPKS 540 Di Kebun HapesonG PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1
1 month ago
Khairul Aswin Simatupang (Medan, 2026)

Khairul Aswin Simatupang, Nirm 01.04.22.269. Penundaan pengolahan brondolan kelapa sawit setelah panen berpotensi menurunkan mutu Crude palm oil (CPO) akibat meningkatnya kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu CPO yang dihasilkan dari brondolan kelapa sawit varietas DxP PPKS 540 fraksi 3 pada berbagai waktu penundaan pengolahan serta menentukan batas maksimum penundaan yang masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2901-2006). Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas lima taraf perlakuan waktu tunda pengolahan, yaitu 0, 6, 12, 18, dan 24 jam, dengan tiga kali ulangan pada setiap perlakuan. Parameter yang dievaluasi meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran pada crude palm oil (CPO). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi waktu tunda pengolahan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter mutu CPO yang diamati. Peningkatan durasi penundaan pengolahan diikuti oleh kenaikan kadar ALB, kadar air, dan kadar kotoran. Perlakuan tanpa penundaan (0 jam) menghasilkan mutu CPO terbaik dengan nilai ALB sebesar 1,31±0,01%, kadar air 0,10±0,01%, dan kadar kotoran 0,13±0,01%. Mengacu pada ketentuan SNI 01-2901-2006, CPO yang dihasilkan dari penundaan pengolahan hingga 18 jam masih memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Sebaliknya, penundaan selama 24 jam menyebabkan kadar ALB melampaui batas maksimum yang diperkenankan. Temuan ini mengindikasikan bahwa waktu tunda pengolahan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas CPO, sehingga brondolan sawit perlu segera diolah setelah panen dengan waktu penundaan yang direkomendasikan tidak lebih dari 18 jam.

2026-07-31 02:07:00 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap Dan Premi Panen Terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate)
1 month ago
Juan Ebenezer Sembiring (Medan, 2026)

Juan Ebenezer Sembiring, NIRM.01.04.22.268. Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap dan Premi Panen terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji produktivitas pemanen dan mengakaji pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen. Pengkajian ini dilaksanakan di PT Lonsum Sibulan Estate Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Desember 2025 sampai dengan April 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah Mixed Method Design dengan model Explanatory Sequential Mixed Method. Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara dengan informan. Pengambilan sampel pada pengkajian ini dengan teknik sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Metode analisis data dengan analisis uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas pemanen tinggi yaitu 1.793,98 kg/hari diatas basis tugas perusahaan 1.500 kg/hari. Sementara hasil regresi linear berganda pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 891,726 + 141,210 X1 + 0,0002 X2. Uji F menggunakan fhitung menunjukkan bahwa faktor system ancak tetap dan premi panen memiliki pengaruh signifikan dengan nilai f-hitung lebih besar daripada f-tabel. Sedangkan, menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel.

2026-07-31 01:07:21 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Pemberian Pupuk Rock Phosphate Dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Dan Serapan Fosfor Pada Fase Main Nursery Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Jeri Anggara (Medan, 2026)

Jeri Anggara, Nirm 01.04.22.241. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pemberian pupuk Rock Phosphate dan mikoriza terhadap pertumbuhan vegetatif dan serapan fosfor kelapa sawit pada fase main nursery di pembibitan PT Sinar Gunung Sawit Raya, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 menggunakan metode eksperimen dengan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pupuk Rock Phosphate  yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu: 0 g/polibag (P0), 10 g/polibag (P1), 20 g/polybag (P2), dan 30 g/polibag (P3). Sedangkan faktor kedua adalah pupuk mikoriza yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu: 0 g/polibag (M0), 25 g/polibag (M1), 50 g/polybag (M2), dan 75 g/polibag (M3) sehingga menghasilkan 16 kombinasi perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pupuk Rock Phosphate dan mikoriza tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang, panjang akar, berat basah akar, dan berat kering akar serta serapan fosfor dengan perlakuan terbaik terdapat pada P3M2 yaitu Rock Phosphate 30 g/polybag + mikoriza 50 g/polibag. 

2026-07-31 01:07:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Penggunaan Metarhizium anisopliae Dengan Media Tandan Kosong Dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah
1 month ago
Jeplin Sipayung (Medan, 2026)

Jeplin Sipayung, NIRM. 01.04.22.267. Penggunaan Metarhizium anisopliae dengan Media Tandan Kosong dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan rekomendasi dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos yang paling efektif dan paling efisien dalam mengendalikan larva kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 - Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 4 taraf dosis Metarhizium anisopliae, yaitu P0 (kontrol), P1 (60 gr), P2 (80 gr), P3 (100 gr) dan 3 taraf ketebalan tankos, yaitu K1 (1 lapis), K2 (2 lapis), K3 (3 lapis), sehingga didapatkan 12 perlakuan dan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%, dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Parameter yang diamati meliputi persentase mortalitas larva, waktu lethal 50, dan analisis biaya masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas larva Oryctes rhinoceros. Dosis Metarhizium anisopliae yang paling optimal yaitu P3 (100 gr) dan ketebalan tankos paling optimal yaitu K3 (3 lapis). Interaksi perlakuan P3K3 menghasilkan persentase mortalitas tertinggi yaitu mencapai 90%. 

2026-07-31 01:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Kondisi Keragaan Tanaman Kelapa Sawit Yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 month ago
Fahri Aditiansyah (Medan, 2026)

Fahri Aditiansyah, Nirm. 01.04.22.237. Evaluasi Kondisi Keragaan Tanaman Kelapa Sawit yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) di PPKS Kebun Sei Aek Pancur. Pengkajian ini bertujuan untuk (1) mengkaji tingkat dan intensitas serangan hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit, dan (2) mengkaji perbandingan pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit berdasarkan intensitas serangan hama kumbang tanduk di PPKS Kebun Sei Aek Pancur, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kajian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 s.d. Maret 2026 menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada 3 (tiga) blok pengamatan dengan variasi umur tanaman, yaitu blok AP 30 S (tahun tanam 2017, ± 9 tahun), AP 35 S (tahun tanam 2020, ± 6 tahun), dan AP 38 S (tahun tanam 2022, ± 4 tahun), dengan total 134 tanaman sampel. Parameter yang diamati meliputi persentase tanaman terserang, intensitas serangan berdasarkan skor 0–5, serta parameter pertumbuhan vegetatif tanaman (tinggi tanaman, jumlah pelepah, jumlah daun, dan kondisi titik tumbuh). Analisis data menggunakan uji One-Way  ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil kajian menunjukkan bahwa persentase tanaman terserang berkisar antara 46% (berat) hingga 90% (sangat berat), sedangkan intensitas serangan berada pada kategori ringan hingga sedang (22%–44%). Perbandingan pertumbuhan vegetatif menunjukkan pola yang konsisten, yaitu semakin tinggi kategori intensitas serangan, semakin rendah nilai parameter pertumbuhan tanaman. Serangan kumbang tanduk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah pelepah pada ketiga blok, serta jumlah daun pada blok AP 35 S dan AP 38 S, dengan kelompok serangan berat secara konsisten menunjukkan nilai pertumbuhan terendah pada uji lanjut DMRT. Kerusakan titik tumbuh pada kelompok serangan berat mencapai skor 2,42–2,83 dari skor maksimum 3, mengindikasikan gangguan pertumbuhan vegetatif yang signifikan.

2026-07-30 08:07:47 admin@polbangtanmedan.ac.id