POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1423
Motivasi Petani Dalam Menerapkan Tanaman Pelindung Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara Oleh Surya Falah Hasibuan Nirm 01.02.21.260
1 month ago
Hasibuan Falah Surya (Medan, 2025)

Surya Falah Hasibuan, NIRM 01.02.21.260. Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari pengkajian ini untuk mengkaji tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika dengan persentase sebesar 85,4% dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan variabel (X2), (X4) dan (X7) tidak berpengaruh terhadap (Y). Selanjutnya pada hasil analisis regresi linear berganda faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika berpengaruh secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan non formal (X3), pendapatan (X4), pengalaman usahatani (X5), peran penyuluh (X6), akses informasi (X7), bantuan pemerintah (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapakan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabiak antara lain luas lahan (X2), pendapatan (X4), akses informasi (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y).

2026-04-28 03:04:42 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
1 month ago
Pandiangan Irwanti Wina (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini

adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji

faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam

pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi.

Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode

pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan

kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel

menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data

menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian

menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan

limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98%

dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda

menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan,

pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-04-28 02:04:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
1 month ago
Erika Sona Tasya (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

2026-04-28 02:04:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat
1 month ago
Yolanda,tamara (Medan, 2025)

Tamara Yolanda, Nirm. 01.02.21.261. Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam

Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan

Sirapit Kabupaten Langkat. Lidi kelapa sawit merupakan salah satu limbah

pertanian yang memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk

kerajinan tangan yang tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga nilai

estetika. Tujuan pengkajian ini yaitu untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktorfaktor-

faktor yang memengaruhi persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam

pemanfaatan limbah lidi.Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Sirapit pada bulan

Maret sampai Mei 2025. Metode Pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan

penyebaran kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Pengkajian ini

menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif serta metode

analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil Penelitian ini

menunjukan bahwa Tingkat Persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) tergolong

tinggi dengan persentase sebesar 70%. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata

terhadap persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah umur (X1), kosmopolitan

(X4), pasar (X5), akses informasi/teknologi (X7) sedangkan faktor-faktor yang

tidak berpengaruh nyata adalah pendidikan (X2), tanggungan keluarga (X3),

penerimaan (X6).

2026-04-28 02:04:21 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Zea Mays L) Menjadi Briket Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 month ago
Rizaldi, Restu Bima (Medan, 2025)

Restu Bima Rizaldi, Nirm. 01.01.21.259. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat

Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket di Kecamatan

Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini

adalah untuk melihat tingkat minat dan faktor- faktor yang mempengaruhinya

terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket. Pengkajian ini

dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan

data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, kuesioner, wawancara dan

dokumentasi yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya dan wawancara.

Sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear

berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat minat petani terhadap

pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket tergolong tinggi dengan minat

sebesar 70,2%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang

mempengaruhi minat petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 30,279 + -

0,045X1 + 0,086X2 + 0,006X3 + -0,059X4 + -0,100X5 + 0,053X6 Secara simultan

variabel pendidikan, teknologi, pengalaman, modal, pendapatan dan pemasaran

berpengaruh terhadap minat petani. Secara parsial variabel teknologi, modal,

pendapatan, serta pemasaran berpengaruh signifikan terhadap minat petani,

sedangkan variabel pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan

terhadap minat petani.

2026-04-27 04:04:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
1 month ago
Pandiangan, Wina Irwanti (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini

adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji

faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam

pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi.

Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode

pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan

kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel

menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data

menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian

menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan

limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98%

dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda

menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani

(KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif

anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan,

pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-04-22 09:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
1 month ago
Sona, Tasya Erika (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

2026-04-22 09:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat O L E H Tamara Yolanda
1 month ago
Yolanda, Tamara (Medan, 2025)

Tamara Yolanda, Nirm. 01.02.21.261. Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam

Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan

Sirapit Kabupaten Langkat. Lidi kelapa sawit merupakan salah satu limbah

pertanian yang memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk

kerajinan tangan yang tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga nilai

estetika. Tujuan pengkajian ini yaitu untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktorfaktor-

faktor yang memengaruhi persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam

pemanfaatan limbah lidi.Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Sirapit pada bulan

Maret sampai Mei 2025. Metode Pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan

penyebaran kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Pengkajian ini

menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif serta metode

analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil Penelitian ini

menunjukan bahwa Tingkat Persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) tergolong

tinggi dengan persentase sebesar 70%. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata

terhadap persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah umur (X1), kosmopolitan

(X4), pasar (X5), akses informasi/teknologi (X7) sedangkan faktor-faktor yang

tidak berpengaruh nyata adalah pendidikan (X2), tanggungan keluarga (X3),

penerimaan (X6).

2026-04-22 02:04:00 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan
1 month ago
Hasibuan, Surya Falah (Medan, 2025)

Surya Falah Hasibuan, NIRM 01.02.21.260. Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari pengkajian ini untuk mengkaji tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika dengan persentase sebesar 85,4% dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan variabel (X2), (X4) dan (X7) tidak berpengaruh terhadap (Y). Selanjutnya pada hasil analisis regresi linear berganda faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika berpengaruh secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan non formal (X3), pendapatan (X4), pengalaman usahatani (X5), peran penyuluh (X6), akses informasi (X7), bantuan pemerintah (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapakan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabiak antara lain luas lahan (X2), pendapatan (X4), akses informasi (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y).

2026-04-22 02:04:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (Psr) Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
1 month ago
Sriani (Medan, 2025)

Sriani, Nirm. 01.02.21.226. Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengidentifikasi implementasi Program PSR, efektivitas Program PSR, dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat efektivitas Program PSR di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada bulan Desember sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PSR dilihat dari segi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) masih belum efektif. Efektivitas Program PSR ditinjau dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Pelaksanaan Program PSR di Kecamatan Silangkitang masih belum berjalan optimal karena masih terdapat beberapa kendala di 2 (dua) Desa, yang menyebabkan pelaksanaan Program PSR terhambat. Faktor pendukung efektivitas Program PSR adalah administrasi yang baik, kualitas sumber daya manusia, dukungan pemerintah. Faktor penghambat efektivitas Program PSR adalah dana yang belum terealisasi secara optimal, isu keberlanjutan, administrasi yang lambat, dan pendampingan oleh penyuluh, dinas dan tim pendamping belum optimal

2026-04-22 02:04:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Siregar, Satria Darma (Medan, 2025)

Satria Darma Siregar, Nirm. 01.02.21.225. Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase 71,14%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan secara simultan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), Lingkungan sosial (X4), dan Bantuan pemerintah (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), dan Lingkungan sosial (X4). Sedangkan variabel Bantuan pemerintah (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap minat petani (Y).

2026-04-21 07:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Pupuk Organik Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Oleh : Safrina Siregar
1 month ago
Siregar, Safrina (Medan, 2025)

Safrina Siregar, Nirm. 01.02.21.259. Persepsi Petani terhadap Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Arabika menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 85,65%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika secara simultan antara lain karakteristik inovasi (X1), sumber informasi (X2), lingkungan sosial (X3), peran kelompok tani (X4), dan peran penyuluh (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika antara lain karakteristik inovasi (X1), sumber informasi (X2) dan peran kelompok tani (X4). Sedangkan variabel lingkungan sosial (X3) dan peran penyuluh (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y). Persepsi positif menunjukkan bahwa petani menerima informasi (penyerapan) dengan baik, memahami manfaat dan cara penggunaan (pemahaman), serta menilai bahwa pupuk organik tersebut berguna dan layak diterapkan (penilaian). Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik memiliki potensi besar untuk diadopsi secara lebih luas oleh petani di daerah tersebut.

2026-04-21 07:04:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Ramadansyah, Rizky (Medan, 2025)

Rizky Ramadansyah, Nirm. 01.02.21.258. Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 sampai Mei 2025. Lokasi yang dipilih karena kecamatan tersebut adalah salah satu kecamatan yang banyak membudidayakan kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam menentukan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sampel dipilih secara sengaja sesuai dengan kriteria pengkajian yang diinginkan untuk menjadi sampel pengkajian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar angket/kuesioner dan wawacara. Metode analisis yang digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat pengaruh dan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan produksi kopi arabika di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Secara simultan variabel bebas pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), motivator (X4), dan katalisator (X5) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Sedangkan secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika adalah pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), dan katalisator (X5) sedangkan motivator (X4) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 07:04:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
1 month ago
Syihab, Riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pad

2026-04-21 07:04:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Syihab,riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.

2026-04-21 06:04:04 admin@polbangtanmedan.ac.id