POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1423
Persepsi Petani Dalam Melakukan Konservasi Tanah Dan Air Dengan Sistem Rorak Pada Perkebunan Kopi Arabika Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
1 month ago
Pratama, Prima Prasasti (Medan, 2025)

Prima Prasasti Pratama, Nirm. 01.02.21.252. Persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 75%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika secara simultan antara lain pendidikan formal (X1), pengalaman bertani (X2), ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), Ketersediaan saprodi (X7), dan lingkungan sosial (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika antara lain pengalaman bertani (X2), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X8). Sedangkan variabel pendidikan formal (X1) ketersediaan modal (X3), luas lahan (X4), ketersediaan saprodi (X7) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y)

2026-04-21 03:04:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Izhari, Mhd Ridho (Medan, 2025)

M. Ridho Izhari, NIRM. 01.02.21.243. Minat Pekebun dalam Penggunaan Benih

Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di

Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara.

Tujuan dari pengkajian ini adalah Untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor

yang memengaruhi minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat

tanaman kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan

Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner

yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data

menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa

tingkat minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman

kelapa sawit tergolong sedang dengan persentase sebesar 67,13%. Selanjutnya hasil

analisis regresi linear berganda faktor–faktor yang berpengaruh signifikan terhadap

minat dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit secara

simultan antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran

penyuluh (X3), peran kelompok tani (X4), harga benih (X5) dan lingkungan sosial

(X6). Akan tetapi, secara parsial faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap

minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit

antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran kelompok tani

(X4) dan lingkungan sosial (X6). Sedangkan peran penyuluh (X3) dan harga benih

(X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (minat pekebun).

2026-04-21 02:04:47 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Irawan, Mhd Fathriansyah (Medan, 2025)

Muhammad Fathriansyah Irawan, Nirm 01.02.21.212. Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi pada bulan April sampai dengan Mei 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, selanjutnya metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat sebesar 59,53% dengan kategori sedang, selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai Y = 0,379 + 0,111X1 -0,000001783X2 + 0,240X3 + 4,361X4 + 0,536X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial terhadap persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten langkat adalah pengalaman bertani, pendapatan, peran penyuluh, luas lahan dan lingkungan sosial.

2026-04-21 02:04:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Tampubolon, Josua Septian (Medan, 2025)

Josua Septian Tampubolon, Nirm. 01.02.21.208. Strategi Pengembangan Sentra

Kopi di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Penelitian

ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan

strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi,

Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni

2025. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, dengan pendekatan

kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis meliputi

penyusunan matriks IFAS dan EFAS, serta perumusan strategi alternatif melalui

matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal utama

meliputi usia petani yang produktif, luas lahan, pengalaman bertani, perilaku petani,

kesesuaian lahan, serta tersedianya sarana dan prasarana. Sementara kelemahan

terletak pada tingkat pendidikan petani yang relatif rendah dan penggunaan bibit

bersertifikat yang masih rendah. Peluang eksternal adalah harga jual kopi arabika

yang kompetitif, persaingan dengan daerah lain, dan dukungan kebijakan

pemerintah sedangkan ancaman utama adalah serangan hama dan penyakit pada

tanaman kopi arabika. Strategi utama yang dihasilkan adalah strategi SO

(Strengths-Opportunities), yaitu Petani yang berada dalam usia produktif, memiliki

pengalaman dan lahan memadai, serta berperilaku baik dalam budidaya, ditunjang

lahan yang sesuai dan saran prasarana yang lengkap, dapat memanfaatkan harga

jual tinggi dan program pemerintah untuk menghasilkan kopi berkualitas ekspor.

Hal ini mendukung strategi pertumbuhan yang agresif dan berkelanjutan sehingga

Meningkatkan daya saing.

2026-04-21 02:04:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Al Fath, Fuad Fazhri (Medan, 2025)

Fuad Fazri Al-Fath, NIRM. 01.02.21.241. Minat Pekebun dalam Penggunaan Rorak

pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat

minat dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika. Metode penelitian yang digunakan adalah

kuantitatif deskriptif. Pengkajian di laksanakan di Kecamatan Sipirok Kabupaten

Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 - Mei 2025. Populasi kajian sebanyak 192

pekebun kopi arabika dari 6 kelompok tani di 3 desa yaitu Desa Bulu Mario, Aek

Sagala, dan Sampean sedangkan sampel kajian sebanyak 66 pekebun kopi arabika.

Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi,

wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik

analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Berdasarkan

pengkajian yang dilakukan diperoleh tingkat minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

sebesar 79,77%. Sementara, hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan Y=

2825 - 0,190X1 + 0,081X2 - 0,510X3 + 0,259X4 + 0,330X5 + 0,426X6 + 0,149X7

+ e. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok adalah umur (X1),

pengalaman (X4), peran penyuluh (X5), peran kelompok tani (X6). Faktor – faktor

yang tidak berpengaruh adalah pendidikan (X2), luas lahan (X3) dan lingkungan

masyarakat (X7)

2026-04-21 02:04:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
Pratama, Ferdy (Medan, 2025)

Ferdy Pratama, NIRM. 01.02.21.240. Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun berada pada kategori sedang yaitu 63,93%, Hasil regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 10,374 + 0,075X1 + 0,340X2 – 0,550X3 – 0,291X4 + 0,488X5 + 0,249X6 + 0,164X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y). Uji T atau parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y) adalah pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) sedangkan umur (X1), pendidikan (X2) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 02:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Menggunakan Perangkap Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Adelia, Ditha (Medan, 2025)

Ditha Adelia, Nirm 01.01.21.240. Minat petani dalam pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat petani dalam menggunakan perangkap keong mas untuk mengendalikan hama wereng coklat dan untuk mengkaji variabel-variabel yang memengaruhi minat tersebut pada tanaman padi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, antara bulan Maret dan Mei 2025. Data dikumpulkan memakai kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebagai bagian dari teknik analisis deskriptif kuantitatif. Regresi linier berganda dan skala Likert digunakan dalam prosedur analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, 74,48% petani berminat menggunakan perangkap keong mas untuk mengurangi hama wereng coklat, yang termasuk dalam kategori tinggi. Faktor usia, pendidikan, luas lahan, dan fungsi penyuluh pertanian secara bersamaan memengaruhi tingkat minat petani. Pengalaman petani, pendapatan, informasi petani mempengaruhi minat petani, sedangkan secara parsial variabel umur dan pendidikan berpengaruh sangat nyata, luas lahan dan peran penyuluh pertanian berpengaruh sangat nyata, pendapatan berpengaruh sangat nyata, pengalaman petani dan informasi petani tidak berpengaruh terhadap minat petani.

2026-04-21 02:04:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Dan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Sebagai Pupuk Organik Padat Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 month ago
Lubis, Adam Sukhri (Medan, 2025)

Adam Sukhri Lubis. NIRM. 01.02.21.197. Minat Pekebun terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai Pupuk Organik Padat di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat berada kategori sedang dengan persentase 60,78%. Analisis regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh hasil sebagai berikut Y = 23,636 + 0,395X1 + 0,004X2 + 1,789X3 – 0,072X4 – 0,340X5 + 0,333X6 + 0,607X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas yaitu umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), modal (X5), sarana dan prasarana (X6), dan peran penyuluh (X7) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat minat pekebun (Y). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah luas lahan, modal, sarana prasarana, dan peran penyuluh. Sedangkan faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan, dan pengalaman memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel minat pekebun (Y).

2026-04-21 02:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
1 month ago
Siregar, Sri Atikah (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-04-20 07:04:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga Di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
Harahap, Saskia Wahdini (Medan, 2025)

Saskia Wahdini Harahap, Nirm. 01.01.21.230. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan

Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Agrowisata memiliki potensi besar dalam

menggerakkan ekonomi pedesaan, namun partisipasi petani dalam

pengembangannya masih terbatas. Agrowisata Paloh Naga, hanya 75 dari 310

petani yang terlibat aktif, menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang

faktor-faktor yang memotivasi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis

motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam

pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli

Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode

sensus terhadap 75 petani yang terlibat aktif dalam agrowisata. Data dikumpulkan

melalui kuesioner Skala Likert dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis

menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh lima variabel bebas (lingkungan

sosial, kerjasama, sarana prasarana, dukungan pemerintah, dan pendapatan)

terhadap motivasi petani. Tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang

dengan persentase 52,74%. Lingkungan sosial (β=0,242; p=0,004), kerjasama

(β=0,282; p=0,002), dan dukungan pemerintah (β=0,374; p=0,000) berpengaruh

signifikan terhadap motivasi petani. Dukungan pemerintah memberikan kontribusi

terbesar dengan sumbangan relatif 39,07%. Sebaliknya, sarana prasarana dan

pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan

76,8% variabilitas motivasi petani (R²=0,768). Pengembangan agrowisata

berkelanjutan memerlukan penguatan kerjasama, peningkatan lingkungan sosial

yang kondusif, dan optimalisasi peran pemerintah sebagai fasilitator utama

pengembangan agrowisata pedesaan.

2026-04-20 07:04:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Melalui Program Pompanisasi Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Hasibuan, Salsabila (Medan, 2025)

Salsabila Hasibuan, Nirm. 01.01.21.262. Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi Melalui Program Pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat respon petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 78 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat respon petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani yaitu dengan variabel pengalaman, kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani menggunakan SPSS 23 dengan teknik analisis regresi linear berganda. . Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi tergolong tinggi (78,6%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi adalah faktor kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani.

2026-04-20 07:04:24 admin@polbangtanmedan.ac.id
Adopsi Petani Dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) Di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Nababan, Rumata (Medan, 2025)

Rumata Nababan, Nirm. 01.01.21.261. Adopsi Petani dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 76 orang dengan teknik Systematis Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani yaitu dengan variabel karakteristik inovasi, pengalaman berusahatani, karakteristik lahan, ketersediaan sumberdaya, dan sumber informasi menggunakan SPSS 26 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) tergolong sangat tinggi (80,67%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) adalah pengalaman berusahatani dan ketersediaan sumberdaya.

2026-04-20 06:04:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Terhadap Program Optimalisasi Lahan Dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Perangin-angin, Raffi Aditya (Medan, 2025)

 Raffi Aditya Perangin-Angin, Nirm. 01.01.21.257. Respon Petani terhadap Program Optimalisasi Lahan dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat respon dan faktor-faktor yang memengaruhi petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman dengan tingkat respon sebesar 59,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi respon petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -56.516 + 0,256X1 + 0,913X2 + 0,830X3 + 0,263X4 + 0,606X5 + 0,438X6 + 0,609X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, pendapatan, status kepemilikan lahan, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Sedangkan faktor luas lahan berpengaruh tidak signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel.

2026-04-20 03:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id