POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1287
Adopsi Inovasi Petani Terhadap Penggunaan Varietas Unggul Baru (Vub) Padi Sawah Di Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Zebua, Enueri (Medan, 2023)

Enueri Zebua NIRM 01.01.21.380. Adopsi Inovasi Petani terhadap Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Sawah Di Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian penyuluhan ini bertujuan untuk (1) menganalisis adopsi inovasi petani terhadap penggunaan varietas unggul batu (VUB) padi sawah di kecamatan gunungsitoli selatan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi petani terhadap penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi sawah di kecamatan gunungsitoli selatan. pada bulan November 2022 sampai bulan Januari 2023 . Metode pengkajian ini dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui adopsi inovasi petani terhadap penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi sawah di kecamatan gunungsitoli selatan digunakan teknik penentuan skor model likert, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Adopsi inovasi petani, digunakan model analisis linear berganda. Hasil pengkajian penyuluhan secara keseluruhan kegiatan pekarangan pangan lestari tergolong sangat tinggi (80,04). Elemen-elemen yang signifikan dalam mempengaruhi adopsi inovasi para petani terkait penerapan varietas unggul baru (VUB) padi sawah di kecamatan Gunungsitoli Selatan mencakup ciri-ciri personal petani, peran penyuluh, interaksi dalam pertemuan kelompok tani, serta ketersediaan sarana dan prasarana. 

2025-10-14 01:10:00 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Adopsi Petani Dalam Penyuluhan Penggunaan Bibit Unggul Bawang Merah (Allium Cepa L.) Varietas Bima Brebes Di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok
5 months ago
Darmis (Medan, 2023)

Darmis, RPL.01.01.21.376 Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani dalam penyuluhan penggunaan bibit unggul bawang merah (allium cepa-L) varietas brima brebes di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui adopsi petani dan untuk mengetahui karakteristik individu petani, peran penyuluh, karakteristik inovasi, ketersediaan saprodi dan peran ketua kelompok tani yang mempengaruhi adopsi petani dalam penyuluhan Penggunaan Bibit Unggul Bawang Merah (Allium cepa L) Varietas Bima Brebes Di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Danau Kembar yang terdiri dari dua nagari yaitu Nagari Kampuang Batu Dalam dan Nagari Simpang Tanjuang Nan Ampek dari Bulan Januari sampai dengan Maret 2023. Metode pengkajian dengan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang diukur dengan skala likert. Variabel Bebas (X) yang digunakan adalah Karakteristik Individu Petani (X1), Peran Penyuluh (X2), Karakteristik Inovasi (X3), Ketersediaan Saprodi (X4) dan Peran Ketua Kelompok Tani (X5) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap Variabel Terikat (Y) Adopsi Petani Dalam Penyuluhan Penggunaan Bibit Unggul Bawang Merah (Allium Cepa-L Varietas Bima Brebes di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok.

2025-10-14 01:10:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-faktor yang mempengaruhi peran anggota kelompok tani dalam pengembangan kapasitas kelompok tani di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Brurah Alma (Medan, 2024)

Almabrurah Pasi, Nirm. 01.01.20.139. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran anggota kelompok tani dalam pengembangan kapasitas kelompok tani di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah Untuk menganalisis tingkat peran anggota kelompok tani dalam pengembangan kapasitas kelompok tani di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi dan untuk menganalisis faktor-faktor apa yang mempengaruhi peran anggota kelompok tani dalam pengembangan kapasitas kelompok tani di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2024 sampai dengan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode metode kombinasi yang terdiri dari observasi, kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya, dan wawacara. Sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat peran anggota kelompok tani dalam pengembangan kapasitas kelompok tani sebesar 84, 18%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi peran anggota kelompok tani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -5,079 + 0,269X1 + 0,217X2 + 0,283X3 + 0,348X4 + 0,11X5. Secara simultan, variabel tingkat pendidikan, kepemimpinan kelompok tani, modal sosial, peran penyuluh, serta kemitraan kelompok tani berpengaruh secara bersama sama terhadap peran anggota kelompok dalam pengembangan kapasitas kelompok tani. Secara parsial variabel tingkat pendidikan, kepemimpinan kelompok tani, modal sosial, peran penyuluh berpengaruh sangat nyata terhadap peran anggota kelompok tani, sedangkan variabel kemitraan kelompok tani tidak berpengaruh nyata terhadap peran anggota kelompok tani dalam pengembangan kapasitas kelompok tani.  

2025-10-10 03:10:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Dosis Fungisida Anthracole Terhadap Pengendalian Penyakit Bercak Daun(Culvularia Sp.) Pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pt. Umada Kebun Pernantian Kabupaten Labuhanbatu Utara
5 months ago
Wirayuda, Fajar (Medan, 2025)

Fajar Wira Yuda, Nirm 01.04.21.206. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh dosis fungisida Anthracole dalam mengendalikan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Culvularia sp. pada pembibitan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT. Umada, Kebun Pernantian, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penyakit ini merupakan salah satu masalah utama pada tahap pembibitan yang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan kualitas bibit. Penelitian dilaksanakan dari November 2024 hingga Februari 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan empat perlakuan dosis fungisida: N0 (kontrol), N1 (1,5 g/l), N2 (2 g/l), dan N3 (2,5 g/l), masing-masing diulang enam kali. Parameter yang diamati meliputi Tingkat dan intensitas serangan penyakit, serta pertumbuhan vegetatif bibit seperti tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, dan berat akar (basah dan kering). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi fungisida Anthracole efektif menurunkan Tingkat dan intensitas serangan Culvularia sp. dibandingkan kontrol. Dosis 2 gram/liter (N2) memberikan hasil terbaik dalam menekan perkembangan penyakit sekaligus mendukung pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan penyakit bercak daun di pembibitan kelapa sawit tahap main nursery

2025-10-09 07:10:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Gulma Epifit Ficus Benjamina Dengan Metode Infus Akar Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Ptpn Iv Regional 1 Kebun Bandar Selamat
5 months ago
Harahap, Karina Apriliani (Medan, 2025)

Gulma epifit Ficus benjamina merupakan salah satu tanaman pengganggu yang tumbuh menumpang pada tanaman kelapa sawit dan dapat menghambat pertumbuhan serta produksi tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian gulma Ficus benjamina menggunakan metode infus akar dengan berbagai kombinasi herbisida, termasuk glifosat, triklopyr, serta campuran dengan bioadjuvan fermentasi air kelapa. Penelitian dilakukan di Kebun Bandar Selamat PTPN IV Regional 1 dengan menggunakan enam perlakuan (K1–K6) dan satu kontrol (K0). Parameter yang diamati meliputi Lama Kematian Gulma, Persentase Kematian Gulma dan Visualisai Daun Gulma yang diamati hingga 21 hari setelah aplikasi (HSA). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan K2 (4 mL Glifosat + 100 mL Air) memberikan efektivitas tertinggi dalam mengendalikan gulma, yang ditunjukkan oleh perubahan warna dan gugurnya daun secara penuh pada 9 HSA dan kematian total pada 12-21 HSA. Perlakuan K6 (4 mL glifosat + 100 mL fermentasi air kelapa) juga menunjukkan hasil signifikan meskipun lebih lambat dibanding K2. Kombinasi glifosat dengan fermentasi air kelapa terbukti mampu meningkatkan efektivitas herbisida, yang diduga disebabkan oleh kandungan senyawa fermentatif hasil ragi tape yang mempercepat penetrasi bahan aktif ke jaringan tanaman. Faktor lingkungan seperti kelembaban, umur tanaman gulma, dan teknik infus akar turut memengaruhi keberhasilan pengendalian.

2025-10-09 04:10:01 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Wanita Tani dalam Pengolahan Ampas Kopi Arabika menjadi Body Scrub di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
5 months ago
Pandiangan, Yolanda (Medan, 2025)

Yolanda Pandiangan, NIRM 01.02.21.265. Persepsi Wanita Tani dalam Pengolahan Ampas Kopi Arabika menjadi Body Scrub di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji tingkat persepsi wanita tani dalam pengolahan ampas kopi arabika menjadi body scrub dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi wanita tani dalam pengolahan ampas kopi arabika menjadi body scrub. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara pada bulan Maret Sampai dengan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan pencatatan, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi wanita tani dalam pengolahan ampas kopi arabika menjadi body scrub di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun tergolong tinggi (69,2 %). sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani dalam meningkatkan usaha taninya terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani diperoleh persamaan berikut Y = Y = 29,772 + 0,006X1 + 0,062X2 + 0,093X3 + 0,081X4 + 0,320X5 + e. Secara simultan faktor-faktor (peran penyuluh, peran kelompok tani, karakteristik inovasi, lingkungan sosial dan prospek pasar) yang memengaruhi persepsi wanita tani berpegaruh signifikan. Uji lanjut secara parsial menggunakan thitung menunjukkan faktor peran kelompok tani (X2), karakteristik inovasi (X3), lingkungan sosial (X4) dan prospek pasar (X5) memiliki pengaruh signifikan dengan thitung lenih besar dari ttabel, dan faktor yang tidak berpengaruh secara siginikan yaitu peran penyuluh. 

2025-10-09 04:10:15 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat.
5 months ago
Rahma Yeni (Medan, 2025)

Yeni Rahma, NIRM 01.02.21.230. Minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Luhak Nan Duo pada Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Pada kelapa sawit tinggi yaitu 73,47%, kemudian hasil Regresi Liniear Berganda dengan membandingkan nilai thitung > ttabel menunjukkan adanya pengaruh antara faktor umur, luas lahan, pengalaman berusahatani, peran penyuluh dan akses informasi dengan tingkat minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami. 

2025-10-09 04:10:53 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat.
5 months ago
Rahma Yeni (Medan, 2025)

Yeni Rahma, NIRM 01.02.21.230. Minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Luhak Nan Duo pada Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Pada kelapa sawit tinggi yaitu 73,47%, kemudian hasil Regresi Liniear Berganda dengan membandingkan nilai thitung > ttabel menunjukkan adanya pengaruh antara faktor umur, luas lahan, pengalaman berusahatani, peran penyuluh dan akses informasi dengan tingkat minat pekebun dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menggunakan ferotrap alami.  

2025-10-09 04:10:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Pekebun Kelapa Sawit Terhadap Kriteriapanentandan Buah Segar (Tbs) Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara
5 months ago
Kurniawati, Dwi (Medan, 2025)

Dwi Kurniawati, Nirm 01.02.21.204. Persepsi Pekebun Kelapa Sawit Terhadap Kriteria Panen Tandan Buah Segar (TBS) di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ialah untuk menganalisis persepsi pekebun kelapa sawit terhadap kriteria panen Tandan Buah Segar (TBS) dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pekebun kelapa sawit terhadap kriteria panen Tandan Buah Segar (TBS) di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai bulan Mei 2025. Metode pengkajian yaitu pengkajian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yaitu dengan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi pekebun kelapa sawit terhadap kriteria panen Tandan Buah Segar (TBS) dalam kategori tinggi yaitu 82,9 %. Berdasarkan hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan Y= 4,829 + 0,080X1 + 0,247X2 + 0,286X3 + 0,094X4 – 0,00000002084X5 + 0,191X6 +0,210X7 + 0,89X8 + e. Uji F (Simultan) menunjukkan bahwa variabel-variael bebas umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), pendapatan (X5), peran penyuluh (X6), peran kelompok tani (X7) dan akses informasi (X8) Uji t hitung menunjukkan pengaruh signifikan persepsi pekebun kelapa sawit terhadap kriteria panen tandan buah segar (TBS) adalah umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X4), peran penyuluh (X6), peran kelompok tani (X7) dan akses informasi (X8). Sedangkan yang tidak p

2025-10-09 03:10:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Teknologi Pascapanen Kopi Arabika Sesuai Good Handling Practices (Ghp) Oleh Pekebun Di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah
5 months ago
Nafillah (Medan, 2025)

Nafilah, Nirm. 01.02.21.214.Tingkat Adopsi Teknologi Pascapanen Sesuai Good Handling Practices (GHP) Kopi Arabika Oleh pekebun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat Adopsi Teknologi Pascapanen Kopi Arabika Sesuai Good Handling Practices (GHP) oleh Pekebun. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah pada Bulan Maret sampai dengan Juli 2025. Teknik pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi pascapanen kopi Arabika sesuai Good Handling Practices (GHP) sangat tinggi yaitu 85 persen, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi pascapanen kopi Arabika dengan uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur (X1), pengalaman berusahatani (X3), sikap pekebun (X5), kosmopolitan (X6), sifat inovasi (X7), peran kelompok tani (X8), peran penyuluh (X9) memiliki pengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Sedangkan pendidikan (X2), pendapatan (X4) berpengaruh tapi tidak signifikan terhadap (Y). Implikasi rencana tindak lanjut.

2025-10-09 03:10:44 admin@polbangtanmedan.ac.id
“Minat Pekebun Dalam Minat Pekebun Dalam Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica. L) Sigarar Utang Untuk Meningkatkan Produksi Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat.
5 months ago
Napitupulu, Nicolas (Medan, 2025)

Nicolas Napitupulu, Nirm. 01.02.21.248. “Minat Pekebun Dalam Minat Pekebun Dalam Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica. L) Sigarar Utang Untuk Meningkatkan Produksi Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi arabika (Coffea arabica. L) Sigarar Utang untuk meningkatkan produksi. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 sampai dengan bulan Mei 2025. teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reabilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi untuk meningkatkan produksi berada dikategori sedang dengan tingkat minat sebesar 67,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 1.572 + 0,276X1 + 1,053X2 + 0,207X3 – 10,679X4 – 2,939X5 + 0,303X6– 0,505X7 + e. Uji lanjut menggunakan thitung menunjukan bahwa faktor umur, Pendidikan formal, pengalaman, luas lahan, peran penyuluh, dan pekebun lainmemiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thitung lebih besar daripada ttabel. Sedangkan faktor Pengalaman berpengaruh tidak signifikan dengan thitung lebih kecil daripada ttabel.

2025-10-09 03:10:41 admin@polbangtanmedan.ac.id
Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.
5 months ago
Rangga, M. Azhari (Medan, 2025)

M. Rangga Azhari, Nirm 01.02.21.244. Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya dan faktor-faktor yang memengaruhi peran penyuluh dalam percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang pada Desember 2025 sampai dengan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat percepatan sertifikasi ISPO di Kecamatan Bangun Purba Provinsi Sumatera Utara tergolong tinggi dengan persentase 79%. Faktor yang mempengaruhi peran penyuluh dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Peran fasilitator (X3) menunjukkan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikan 0.001<0,50 dan Peran motivator (X2) juga menunjukan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikansi 0,002<0,050 dan kedua peran tersebut memiliki thitung bernilai positif. Peran edukator (X1), organisator (X5), dan inovator (X6) justru menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,050 tetapi ketiga peran tersebut memiliki thitung bernilai negatif. Peran dinamisator (X4) dan konsultan (X7) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan tingkat signifikansi lebih dari 0,050.

2025-10-09 03:10:56 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Menghasilkan di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan.
5 months ago
Syah, M.aldin (Medan, 2025)

M. Aldin Syah, Nirm. 01.02.21.209. Motivasi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Menghasilkan di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam penerapan pemupukan beimbang pada tanaman kelapa sawit menghasilkan. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 83,47%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 41,177 - 0,016X1+ 0,005X2+ 0,010X3 + 0,00000009025X4 − 0,090X5 + 0,150X6 + 0,061X7 + 0,143X8 + e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman berusahatani (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5), jumlah tanggungan keluarga (X6), ketersediaan sarana dan prasarana (X7), dan peran penyuluh (X8) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel terikat motivasi petani (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel umur, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, ketersediaan sarana dan prasaran, dan peran penyuluh, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi. sedangkan variabel pendidikan, pengalaman berusahatani, luas lahan tidak berpengaruh terhadap motivasi.   

2025-10-08 08:10:53 admin@polbangtanmedan.ac.id