POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1436
Tingkat Kepuasan Petani Kelapa Sawit Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Yuli Patmala (Medan, 2024)

Yuli Patmala, Nirm 01.02.19.095. Tingkat Kepuasan Petani Kelapa Sawit Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kecamatan selesai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan petani dan faktor-faktor yang memengaruhi Tingkat Kepuasan Petani Kelapa Sawit Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kecamatan selesai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat pada 16 April sampai dengan 24 Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan Customer Satisfuction Indexs (CSI) dan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan petani kelapa sawit terhadap kinerja penyuluh pertanian puas yaitu 79%, kemudian hasil Regresi Liniear Berganda dengan membandingkan nilai thitung > ttabel menunjukkan adanya pengaruh antara faktor umur, pendidikan formal, pengalaman berusahatani, interaksi dengan penyuluh, metode penyuluhan dan peran penyuluh dengan tingkat kepuasan petani. 

Kata Kunci: Tingkat Kepuasan Petani, Kinerja Penyuluh Pertanian, Customer Satisfuction Indexs, Kecamatan Selesai

2026-06-23 09:06:31 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Muda Dalam Budidaya Jagung Hibrida Di Kecamatan Kapur Ix Kabupaten Lima Puluh Kota
1 month ago
Aswadi (Medan, 2024)

Aswadi, Nirm: RPL 010121325. Motivasi Petani Muda Dalam Budidaya Jagung Hibrida Di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengkajian bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi petani muda dalam budidaya jagung hibrida di Kecamatan Kapur lX Kabupaten Lima Puluh Kota (2) Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani muda dalam budidaya jagung hibrida di Kecamatan Kapur lX Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Kapur IX pada bulan Februari sampai Mei 2023. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengakjian menunjukkan bahwa : (1) Tingkat Motivasi Petani Muda Dalam Budidaya Jagung Hibrida di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar (74,90%), (2) Secara bersamaan (simultan) variabel Karakteristik Petani (X1), dan Peran Penyuluh (X3) memiliki dampak yang signifikan terhadap Motivasi Petani Muda Dalam Budidaya Jagung Hibrida Di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota,seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar (6,359) yang melibihi F tabel (2,78). Secara individual (parsial), variabel karakteristik petani (X1) signifikan terhadap motivasi petani muda dalam budidaya jagung hibrida di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota, sebagaimana terlihat pada nilai T hitung (-2,827) yang melibihi T tabel (1,672). Begitu juga variabel ketersediaan sarana dan prasarana (X2) berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani muda dalam budidaya jagung hibrida di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota, yang tercermin dalam nilai T hitung (1,289) yang melebihi T tabel (1,672).Selain itu, peran penyuluh (X3) juga berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani muda dalam budidaya jagung hibrida di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota, sebagaimana terlihat pada nilai T hitung (3,198) yang melebihi nilai T tabel (1,672).

Kata Kunci : Petani Muda, Budidaya, Jagung Hibrida

2026-06-23 08:06:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Padat (Decanter Solid) Pabrik Kelapa Sawit Menjadi Pupuk Organik Di Kecamatan Muara Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan
1 month ago
Andini Eka Malinda (Medan, 2024)

Andini Eka Malinda, Nirm 01.02.20.138. Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Padat (Decanter Solid) Pengolahan Pabrik Kelapa Sawit Menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Muara Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam pemanfaatan limbah padat (decanter solid) pengolahan pabrik kelapa sawit menjadi pupuk organik di Kecamatan Muara Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan april sampai dengan juni 2024. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Teknik penentuan sampel dalam pengkajian ini yaitu simpel random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. Hasil dalam pengkajian ini menunjukan bahwa tingkat minat petani dalam pemanfaatan limbah padat (decanter solid) pabrik kelapa sawit dalam kategori sedang yaitu 63,2%. Hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 42.718 + 0.023X1 + 0.087X2 – 0.211X3 + 0.142X4 – 0.019X5 + 0.060X6 + 0.192X7 + 0.116X8 + e. Selain itu, dilakukan uji lanjutan yaitu uji t (parsial) menunjukan bahwa faktor umur, pendidikan, pendapatan, peran penyuluh, modan serta lingkungan sosial berpengaruh nyata terhadap pengkajian ini.

Kata Kunci : Minat petani, decanter solid, pupuk organik, regresi linear berganda.

2026-06-23 07:06:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Pekebun Dalam Pengolahan Roast Bean Kopi Arabika Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
1 month ago
Muhammad Ardiansyah (Medan, 2024)

Muhammad Ardiansyah, Nirm 01.02.20.150. sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir (TA) dengan judul Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Pekebun dalam Pengolahan Roast Bean Kopi Arabika di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Pengolahan roast bean kopi arabika berdampak pada naiknya harga jual biji kopi dan dapat meningkatkan pendapatan pekebun. Namun, minat pekebun dalam pengolahan roast bean kopi arabika masih tergolong rendah yakni 40% yang disebabkan karena keterbatasan mesin pengolah (sarana prasarana). Tujuan pengkajian ini adalah untuk menganalisis minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam pengolahan roast bean kopi arabika di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Metode pengkajian kuantitatif deskriptif. Pengkajian di laksanakan di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah pada bulan November 2023-Agustus 2024. Populasi kajian sebanyak 151 pekebun kopi arabika dari 7 kelompok tani di 3 desa yaitu Desa Suku Wih Ilang, Sinar Jaya Paya, dan Blang Pulo sedangkan sampel kajian sebanyak 60 pekebun kopi arabika. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan sebaran kuisioner. Teknik analisis data menggunakan analisis hasil sebaran kuisioner dan analisis regresi linier berganda. Hasil kajian diketahui bahwa minat pekebun dalam pengolahan roast bean kopi arabika di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah sebesar 87,25%. (sangat tinggi). Secara parsial, faktor- faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam pengolahan roast bean kopi arabika di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah adalah umur, peran penyuluh, peran kelompok tani, harga jual, ketersediaan informasi berpengaruh negatif. Sedangkan faktor luas lahan, modal, lingkungan masyarakat tidak berpengaruh signifikan.

Kata Kunci: Minat, Pengolahan Kopi Arabika, Roast Bean, Kabupaten Bener Meriah.

 

2026-06-23 07:06:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perilaku Pekebun Dalam Pemangkasan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara
1 month ago
Nisa Samosir (Medan, 2024)

Nisa Samosir, NIRM. 01.02.20.153. Perilaku pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi arabika (Coffea arabica L.) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji tingkat perilaku pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi arabiika (Coffea arabica L.) dan (2) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi arabika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Untuk menganalisis tingkat perilaku pekebun menggunakan skala likert dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pekebun menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan penelitian yang diperoleh, tingkat perilaku pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi arabika (Coffea arabica L.) sebesar 70,23 % (kategori tinggi). Sementara hasil regresi linear berganda terhadap tingkat perilaku pekebun diperoleh persamaan Y = − 17.561 + 0,476 + 0,067 + 2,782 + 0,825 + 454 + 0,391 +0,756 + e. Faktor-faktor yang mempenagruhi tingkat perilaku pekebun dalam pemangkasan tanaman kopi arabika (Coffea arabica L.) di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara adalah pendidikan (X1), pengalaman (X2), luas lahan (X3), peran kelompok tani (X4), peran penyuluh (X5), intensitas penyuluhan (X6), lingkungan sosial (X7). 

Kata kunci: kopi arabika, pemangkasan, Kecamatan Sipoholon.

2026-06-22 04:06:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Kompos Kotoran Sapi Pada Tanaman Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok
1 month ago
Ernipon (Medan, 2024)

Ernipon, NIRM. RPL. 01.01.21.431. Pengkajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian dan menganalisis presentase tingkat penerimaan petani dalam penetapan tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya dan rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan kompos kotoran sapi pada tanaman bawang merah (Allium cepa.L) di Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Danau Kembar pada bulan Juni sampai dengan Juli 2023 dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan jenis pengkajian kuantitatif deskriptif. Sementara analisis datanya dengan menggunakan skala likert setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan. Identifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian yang terdiri dari beberapa permasalahn dan beberapa potensi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. Penetapan sasaran penyuluhan yaitu petani peternak sapi dan bawang merah yang tergabung dalam 89 kelompok tani dan sudah terdaftar dalam Simluhtan dengan jumlah 48 orang. Presentase tingkat penerimaan petani dalam penetapan tujuan sangat efektif, sasaran sangat efektif, materi mendapatkan skor sebesar 99,4 % atau sangat efektif, metode mendapatkan skor sebesar 80 % atau efektif, media mendapatkan skor sebesar 79,7 % atau efektif, volume mendapatkan skor sebesar 97,5 % atau sangat efektif, lokasi mendapatkan skor sebesar 100 % atau sangat efektif, waktu mendapatkan skor sebesar 100 % atau sangat efektif, biaya mendapatkan skor sebesar 80 % atau efektif dan Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Kompos Kotoran Sapi Pada Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Danau Kembar mendapatkan nilai skor rata rata 90,2 % atau sangat efektif untuk diterapkan.

2026-06-22 03:06:42 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Keberlanjutan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2l) Di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis
1 month ago
Erlindos Situmorang (Medan, 2024)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Faktor - Faktor yang memengaruhinya dalam keberlanjutan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Metode pengkajian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis pada bulan Maret sampai dengan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya.Variabel bebas (X) yang digunakan untuk menganalisis tingkat minat petani(Y) adalah Karakteristik petani (X1), Peran Penyuluh(X2), Bantuan Pemerintah(X3) dan Ketersediaan Sarana dan Prasarana(X4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani(KWT) dalam keberlanjutan program Pekarangan Pangan Lestari(P2L) cukup tinggi yaitu 76 %. Berdasarkan hasil uji t variabel Peran Penyuluh, Bantuan Pemerintah, Ketersediaan Sarana dan Prasarana secara parsial berpengaruh positif dan signifikan dalam keberlanjutan program pekarangan pangan lestari di Kecamatan Pinggir. Sedangkan variabel karakteristik petani tidak berpengaruh secara parsial terhadap minat petani. Berdasarkan hasil uji F variabel karakteristik petani, peran penyuluh, bantuan pemerintah, ketersediaan sarana dan prasarana secara bersama - sama atau simultan berpengaruh terhadap minat KWT dalam keberlanjutan P2L

2026-06-22 02:06:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pupuk Organik Padi Sawah (Oryza Sativa L) Di Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun
1 month ago
Endang Pratiwi (Medan, 2024)

Endang Pratiwi, Nirm RPL. 01.01.21.280. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pupuk Organik Padi Sawah Simalungun di Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun. Tujuan dari penelitian ini adalah tersusunya suatu rancangan penyuluhan tentang Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pupuk Organik Padi Sawah serta untuk mengetahui tingkat keefektifan Rancangan Penyuluhan yang telah disusun dan untuk mengukur kevalidan rancangan penyuluhan dan tingkat keefektifan sasaran, materi, metode, media, waktu, volume, biaya dan pelaksana sebuah rancangan penyuluhan di Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun. Pengkajian ini dilaksanakan di 3 Nagori yaitu Purwosari, Purwodadi dan Pardomuan Nauli, Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2023. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif, sementara metode analisis data evaluasi data menggunakan skala linkert saat setelah dilakukannya penyuluhan kepada petani padi sawah mengenai pemanfaatan jerami padi sebagai pupuk organik padi sawah. Hasil rancangan penyuluhan menunjukan bahwa tingkat keefektifan pada materi (97,2 %), media (96 %), metode (93,5 %), volume (90,8 %), lokasi (93,6 %), waktu (83,2 %), dan biaya (90,2 %). Dari seluruh hasil pengkajian ini rancangan penyuluhan mendapatkan nilai 92 % dengan kriteria “sangat efektif” sehingga rancangan penyuluhan ini dapat diterapkan di tempat lain dengan kondisi dan permasalahan yang sama

2026-06-22 02:06:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Respon Petani Dalam Pola Tanam Mina Padi Di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Edianto (Medan, 2024)

Edianto Nirm RPL.01.01.21.379. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respon Petani Dalam Pola Tanam Mina Padi di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian ini untuk mengetahui tingkat respon petani dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi respon petani terhadap pola tanam mina padi. Pelaksanaan pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Pengkajian ini dilakukan mulai bulan Januari sampai dengan Juli 2024. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data pada pengkajian ini adalah kuesioner, wawancara dan observasi. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda kemudian diolah menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 25. Sumber data pada pengkajian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil pengkajian menunjukan tingkat respon petani dalam pola tanam mina padi di kecamatan tanah jawa kabupaten simalungun provinsi sumatera utara dengan persentase 89,71% termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel X secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Hasil uji t ditemukan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat respon petani dalam pola tanam mina padi di kecamatan tanah jawa kabupaten simalungun provinsi sumatera utara ialah karakteristik petani (X1), kepemilikan lahan (X2), peran penyuluh (X3), motivasi (X4) dan sifat inovasi (X5).

2026-06-22 02:06:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Hubungan Peran Penyuluh Swadaya Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Petani Dalam Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo 2:1 Di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur
1 month ago
Badruddin (Medan, 2024)

Badruddin, NIRM. RPL. 01.01.21.276, Hubungan Peran Penyuluh Swadaya Terhadap Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Petani Dalam PenerapanSistem  Tanam Jajar Legowo 2:1 Di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Perubahan pengetahuan  dan perubahan sikap petani terhadap sistem tanam jajar legowo 2:1 di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur dan Menganalis peran penyuluh swadaya terhadap perubahan pengetahuan dan perubahan sikap petani dalam penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1 di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh TimurAceh Timur. Peneltian ini dilaksanakan di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur pada Bulan November sampai dengan juli 2023.  Jumlah sampel dalam peneltian ini adalah 67 orang yang ditentukan dengan Proportional Random Sampling. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi dan wawancara yang menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan korelasi rank spearman yang diolah menggunakan Aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perubahan Pengetahuan Dan Perubahan Sikap Petani Dalam PenerapanSistem Tanam Jajar Legowo 2:1 Di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur berada pada kategori sangat baik yaitu sebesar 94,64%. Uji

lanjut menggunakan korelasi menunjukkan bahwa Peran penyuluh swadaya yang berhubungan dengan perubahan pengetahuan dan sikap petani terhadap penerapan sisitem tanam jajar legowo 2 : 1 yang memiliki hubungan searah yaitu Kompetensi penyuluh swadaya dan Pendekatan komunikasi penyuluh swadaya. 

2026-06-22 02:06:43 admin@polbangtanmedan.ac.id