POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1522
Uji Efektivitas Etephon Pada Variasi Kedalaman Bor, Jumlah Lubang, Dan Berat Tandan Terhadap Kematangan Tandan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Untuk Persiapan Benih Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 month ago
Fadli Anhar (Medan, 2026)

Fadli Anhar 01.04.22.264. Etephon merupakan senyawa pelepas etilen yang digunakan untuk mempercepat pemasakan tandan buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sehingga mendukung proses persiapan benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman bor, jumlah lubang bor, dan berat tandan terhadap efektivitas aplikasi etephon dalam mempercepat kematangan tandan buah kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Divisi Persiapan Benih, Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman (SUS BHT), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Kebun Sei Aek Pancur, Sumatera Utara, pada Januari–Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial tiga faktor dengan 18 kombinasi perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 54 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah brondolan kumulatif, perubahan tingkat kematangan berdasarkan hari setelah aplikasi (HSA), pengamatan visual berdasarkan warna buah, dan kondisi fisik biji hasil pemipilan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman bor dan berat tandan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah brondolan kumulatif pada 0–5 HSA, sedangkan interaksi antara jumlah lubang bor dan berat tandan memberikan pengaruh nyata (P<0,05). Kedalaman bor 20 cm menghasilkan jumlah brondolan lebih tinggi dibandingkan kedalaman bor 10 cm, sedangkan tandan berukuran sedang (18–25 kg) menghasilkan rata-rata jumlah brondolan tertinggi. Perubahan tingkat kematangan meningkat secara bertahap hingga 5 HSA, sedangkan perubahan warna buah pada varietas Nigrescens lebih sesuai digunakan sebagai indikator pendukung. Dengan demikian, variasi kedalaman bor dan berat tandan berpengaruh terhadap efektivitas aplikasi etephon dalam mempercepat kematangan tandan sehingga mendukung proses persiapan benih di PPKS Kebun Sei Aek Pancur.

2026-07-29 09:07:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Manajemen Panen Dalam Pengendalian Mutu Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT. Abdi Budi Mulia Kabupaten Labuhanbatu Selatan
1 month ago
Erlina Yanti (Medan, 2026)

Erlina Yanti, NIRM 01.04.22.263. Penelitan ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen panen, mengidentifikasi mutu panen, serta menganalisis hubungan manajemen panen dalam pengendalian mutu panen kelapa sawit di PT. Abdi Budi Mulia Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2026 di Divisi 3 PT. Abdi Budi Mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan Uji Korelasi Spearman. Indikator penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi panen, serta mutu panen yang terdiri atas mutu buah dan mutu ancak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen panen di PT. Abdi Budi mulia berada pada kategori baik, dengan persentase perencanaan 74,26%, pengorganisasian 70,37%, pelaksanaan 78,81%, serta pengawasan dan evaluasi 81,96%. Mutu panen yang dihasilkan juga tergolong baik berdasarkan mutu buah dan mutu ancak yang sesuai dengan standar perusahaan. Hasil Uji Korelasi Spearman menunjukkan bahwa adanya hubungan antara manajemen panen dengan mutu panen kelapa sawit. Dengan demikian, penerapan manajemen panen yang baik berpengaruh terhadap peningkatan mutu panen kelapa sawit di PT. Abdi Budi Mulia Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

2026-07-29 08:07:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Yellow Trap Menggunakan Beberapa Limbah Kulit Buah Sebagai Atraktan Alami Perangkap Imago Ulat Kantong (Pteroma Pendula) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
1 month ago
Dian Aulia (Medan, 2026)

Dian Aulia, NIRM 01.04.22.235. Ulat kantong (Pteroma pendula) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Pengendalian yang masih bergantung pada insektisida kimia mendorong perlunya alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas yellow trap dalam menangkap imago ulat kantong serta menentukan jenis limbah kulit buah yang paling efektif sebagai atraktan alami. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 - Januari 2026 di PT Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, kulit durian, mangga, nanas, nangka, dan pisang. Pengamatan dilakukan selama 21 hari dan data dianalisis menggunakan ANOVA serta uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yellow trap yang dikombinasikan dengan limbah kulit buah efektif dalam menangkap imago ulat kantong. Perlakuan kulit pisang (P5) memberikan hasil tangkapan tertinggi dengan rata-rata 3,42 ekor per perangkap, diikuti kulit nangka (2,50 ekor), nanas (1,75 ekor), mangga (1,67 ekor), durian (0,67 ekor), dan kontrol (0,33 ekor). Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa perlakuan kulit pisang memberikan pengaruh terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Tingginya daya tarik kulit pisang diduga berasal dari kandungan senyawa ester volatil yang mampu menarik imago ulat kantong. Penggunaan limbah kulit buah juga mampu mempertahankan keanekaragaman serangga non-target pada kategori sedang, sehingga berpotensi menjadi metode pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan pada perkebunan kelapa sawit.

2026-07-29 08:07:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Mutu Fisik Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Proses Seleksi Benih Berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 8211:2023 Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 month ago
Calista Ayuningtyas Rachmad (Medan, 2026)

Calista Ayuningtyas Rachmad 01.04.22.261. Benih kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas perkebunan dan keberhasilan budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik benih kelapa sawit hasil seleksi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8211:2023, khususnya pada parameter berat minimum benih sebesar ≥0,8 gram, serta menganalisis karakteristik fisik benih berdasarkan panjang, lebar, dan berat pada beberapa varietas. Penelitian dilaksanakan di Divisi Produksi Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman (SUS BHT), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Kebun Sei Aek Pancur, Sumatera Utara, pada Desember 2025 s/d Februari 2026. Sampel penelitian terdiri atas 2.700 benih hasil seleksi dari varietas DxP Yangambi, DxP Sungai Pancur 1 (Dumpy), dan DxP Simalungun. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji One Sample t-test, dan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat benih seluruh varietas sebesar 2,4312 gram dan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan standar minimum SNI 8211:2023 (p<0,05). Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa parameter berat, panjang, dan lebar benih tidak berbeda nyata antar varietas (p>0,05). Distribusi frekuensi dan analisis korelasi juga menunjukkan pola yang relatif seragam dengan hubungan linear positif yang sangat kuat antara panjang dan lebar benih (R²=0,9807). Dengan demikian, benih kelapa sawit hasil seleksi di PPKS Kebun Sei Aek Pancur telah memenuhi standar mutu fisik berdasarkan SNI 8211:2023 dan memiliki karakteristik fisik yang relative homogen antar varietas.

2026-07-29 08:07:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Tiga Metode Penyimpanan Brondolan Di TPH Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Minyak Sawit Mentah (CPO) PT. Bumihutani Lestari Eagle High Plantation Kalimantan Tengah
1 month ago
Bangsawan Muda Siregar (Medan, 2026)

Bangsawan Muda Siregar, Nirm. 01.04.22.233, Perbandingan Tiga Metode Penyimpanan Brondolan Di TPH Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Minyak Sawit Mentah (CPO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tiga metode penyimpanan brondolan (tanpa alas karung, menggunakan alas karung, dan di dalam karung) terhadap kualitas dan kuantitas Crude Palm Oil (CPO), serta mengevaluasi pengaruh lama waktu penyimpanan terhadap parameter tersebut. Parameter kualitas yang diamati meliputi kadar Free Fatty Acid (FFA) dan nilai Deterioration of Bleachability Index (DOBI), sedangkan parameter kuantitas diukur melalui nilai Oil to Mesocarp (OTM). Pengkajian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2025 s.d Desember 2025 di Divisi 2 SNBE Estate PT. Bumihutani Lestari Eagle High Plantation. Metode pengkajian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan model Repeated Measure yang melibatkan tiga perlakuan penyimpanan (P0: tanpa alas, P1: alas karung, P2: dalam karung) dan pengamatan selama delapan hari (H0-H7). Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD pada taraf signifikansi 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi metode penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kenaikan kadar FFA. Perlakuan menggunakan alas karung (P1) menghasilkan rata-rata kadar FFA terendah (4,61%) dan berbeda nyata dengan perlakuan tanpa alas (P0) yang mencapai 5,87%. Penggunaan alas karung terbukti efektif menekan laju kenaikan FFA dengan meminimalkan kontak langsung antara brondolan dengan tanah dan kontaminasi mikroorganisme. Lama waktu penyimpanan berpengaruh sangat signifikan (p < 0,05) terhadap penurunan kualitas dan kuantitas CPO pada seluruh metode penyimpanan. Kenaikan kadar FFA dan penurunan nilai DOBI mulai menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kondisi awal (H0) pada hari penyimpanan ke-3 (H3). Sementara itu, penurunan potensi rendemen minyak (OTM) yang signifikan sudah terdeteksi sejak 24 jam pertama penyimpanan. Berdasarkan hasil tersebut, untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas CPO yang optimal, brondolan disarankan disimpan menggunakan alas karung dan segera diolah dengan waktu penyimpanan tidak melebihi 2-3 hari. 

2026-07-29 07:07:42 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Metode Black Bunch Count (BBC) Dan Kombinasi Peramalan Produksi Dengan Seasonal Index Untuk Taksasi Produksi Kelapa Sawit Di PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (Eagle High Plantation Tbk) Kalimantan Selatan
1 month ago
Bagus Kesuma (Medan, 2026)

Bagus Kesuma, NIRM 01.04.22.259. Perbandingan Metode Black Bunch Count (BBC) dan Kombinasi Peramalan Produksi dengan Seasonal Index Untuk Taksasi Produksi Kelapa Sawit di PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (Eagle High Plantation Tbk) Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi metode Black Bunch Count (BBC) dan metode peramalan produksi yang dikombinasikan dengan Indeks Musiman. Penelitian ini dilaksanakan Divisi 2 Intan Estate PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (EHP Group) pada 18 Agustus 2025 sampai 31 Desember 2026. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Metode seasonal index menghasilkan kesalahan peramalan yang lebih rendah dengan nilai MAPE sebesar 18,95% dan nilai RMSE sebesar 10.730 kg, sedangkan metode BBC menunjukkan nilai MAPE sebesar 35,69% dan nilai RMSE sebesar 16.486 kg. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Seasonal Index memberikan akurasi yang lebih baik dan lebih efektif untuk memperkirakan produksi kelapa sawit dibandingkan dengan metode BBC. 

2026-07-29 07:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Musuh Alami Di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan
1 month ago
Arsyila Fitria Rusdinnah (Medan, 2026)

Arsyila Fitria Rusdinnah, Nirm. 01.04.22.232. Efektivitas Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Musuh Alami Di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman refugia terhadap kehadiran musuh alami serta mengidentifikasi jenis musuh alami pada perkebunan kelapa sawit. Jenis metode yang dipakai di penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif dengan survei lapangan dan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan terdiri atas kontrol, Turnera subulata, dan Turnera ulmifolia dengan delapan ulangan. Pengamatan dilakukan pagi (08.00-11.00) serta sore hari (15.00-17.00) menggunakan teknik sweep net selama 7 hari.   Penelitian menggunakan analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener serta uji ANOVA dan DMRT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa T. subulata secara signifikan meningkatkan kelimpahan musuh alami dengan nilai rata-rata tertinggi 3,11 individu, dibandingkan dengan T. ulmifolia (1,20 individu) dan kontrol (0,27 individu). Indeks keanekaragaman juga menunjukkan nilai tertinggi pada T. subulata (P1) sebesar 3,31, diikuti oleh T. ulmifolia (P2) sebesar 2,97 dan kontrol(P0) sebesar 1,76. Arthropoda yang diidentifikasi selama penelitian terdiri dari predator, parasitoid, penyerbuk, hama, dan dekomposer dari delapan ordo serangga. Hasil ini menunjukkan bahwa T. subulata merupakan tanaman refugia yang paling efektif pada mendukung arthropoda musuh alami dan meningkatkan kualitas ekosistem.

2026-07-29 07:07:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit/Pome Terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Cover Crop (LCC) Mucuna Bracteata Di PT. London Sumatera Begerpang Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Arif Hidayat (Medan, 2026)

Arif Hidayat, NIRM 01.04.22.231, Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit/POME Terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Cover Crop (LCC) Mucuna Bracteata di PT. London Sumatera Begerpang Kabupaten Deli Serdang. Tujuan pengkajian untuk menganalisis pengaruh pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit/POME dan menentukan dosis optimum limbah cair pabrik kelapa sawit/POME dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah di perkebunan kelapa sawit. Pengkajian ini dimulai dari Desember 2025 s.d Januari 2026. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima taraf dosis POME (0, 100, 150, 200, dan 250 ml) dan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tajuk, dan berat segar akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POME berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tajuk Mucuna bracteata, namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat segar akar meskipun terdapat kecenderungan peningkatan pada dosis 200 ml. Dosis 250 ml merupakan dosis terbaik yang secara konsisten memberikan pertumbuhan vegetatif tertinggi pada seluruh parameter. POME berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair alternatif yang ramah lingkungan dalam mendukung keberhasilan pembibitan Mucuna bracteata pada program peremajaan kelapa sawit.

 

2026-07-29 07:07:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengaplikasian Berbagai Dosis Fungisida Dengan Bahan Aktif Mankozeb Terhadap Pengendalian Penyakit Bercak Daun Pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Alfira Kurniati (Medan, 2026)

Alfira Kurniati, NIRM. 01.04.22.230. Efektivitas Pengaplikasian Berbagai Dosis Fungisida dengan Bahan Aktif Mankozeb terhadap Pengendalian Penyakit Bercak Daun pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai dosis fungisida bahan aktif mankozeb terhadap pengendalian penyakit bercak daun dan pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit pada pembibitan utama di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Pengkajian ini dilaksanakan mulai dari Desember 2025 s.d Februari 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 (enam) perlakuan yaitu, dosis M0 (kontrol), M1 (1 gram/liter), M2 (1,5 gram/liter), M3 (2 gram/liter), M4 (2,5 gram/liter), dan M5 (3 gram/liter) dengan 4 (empat) ulangan. Parameter yang diamati meliputi frekuensi serangan, intensitas serangan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat efektivitas pada setiap perlakuan dosis yang diberikan dengan tingkat efektivitas pada perlakuan M0 (0% tidak efektif), M1 (26,1% kurang efektif), serta perlakuan M2 (48,8%), M3 (56,6%), M4 (58%), dan M5 (50,8%) memiliki tingkat efektivitas pada kategori cukup efektif serta pengaplikasian berbagai dosis fungisida memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit, dengan dosis optimum yaitu 2 gram/liter (M3).

 

2026-07-29 07:07:53 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Desain Perangkap Terhadap Pengendalian Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Alfin Prayoga (Medan, 2026)

Alfin Prayoga, NIRM. 01.04.22.229. Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman belum menghasilkan (TBM) kelapa sawit yang dapat merusak titik tumbuh dan menurunkan produktivitas tanaman, sehingga diperlukan metode pengendalian yang efektif, ramah lingkungan, dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas berbagai desain perangkap terhadap hasil tangkapan kumbang tanduk dan serangga nontarget, lama ketahanan atraktan alami, serta biaya operasional pada tanaman belum menghasilkan kelapa sawit di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan empat perlakuan, yaitu Vane Trap, Bucket Trap, Multi Funnel Trap, dan Frame Net Trap, masing-masing diulang enam kali. Atraktan alami yang digunakan berupa sari buah nanas dan air fermentasi bonggol pisang. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Multi Funnel Trap merupakan desain perangkap paling efektif dengan total tangkapan 93 ekor kumbang tanduk (rata-rata 15,50 ekor) serta menangkap 248 individu serangga non-target. Ketahanan atraktan alami berbeda pada setiap desain perangkap dan dipengaruhi oleh bentuk serta posisi wadah atraktan. Multi Funnel Trap juga memiliki biaya operasional terendah sehingga direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian kumbang tanduk yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan pada tanaman belum menghasilkan kelapa sawit. 

2026-07-29 07:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Uji Efektivitas Konsentrasi Air Kelapa Untuk Pertumbuhan Berbagai Varietas Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Tahap Pre-Nursery Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 month ago
Aan Afriza (Medan, 2026)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas berbagai konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dua varietas bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), yaitu D × P Yangambi dan D × P Simalungun, pada tahap pre-nursery. Penelitian dilaksanakan di PPKS Kebun Sei Aek Pancur menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu konsentrasi air kelapa (A0 = 0 ml, A1 = 100 ml, A2 = 200 ml, dan A3 = 300 ml) dan varietas bibit kelapa sawit (V1 = D × P Yangambi dan V2 = D × P Simalungun). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah helai daun, berat basah akar, berat basah tajuk, berat kering akar, dan berat kering tajuk. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit. Perlakuan A2 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, berat basah akar, berat basah tajuk, berat kering akar, dan berat kering tajuk. Varietas V2 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan V1 pada sebagian besar parameter pengamatan. Interaksi antara konsentrasi air kelapa dan varietas berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter, dengan kombinasi A2V2 menghasilkan pertumbuhan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa berpotensi digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami yang efektif dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kualitas bibit kelapa sawit pada tahap prenursery.

 

2026-07-29 07:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu Dalam Penyerbukan Kopi Arabika Di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
2 months ago
Tiara Ayuni (Medan, 2025)

Tiara Ayuni, Nirm. 01.02.21.262. Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu dalam Penyerbukan Kopi Arabika di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi petani dan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase 78,00%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X7). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika antara lain pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5) dan akses lnformasi (X6). Sedangkan variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2) dan lingkungan sosial (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi (Y). 

2026-07-22 09:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Melakukan Pruning Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Arif Lingga Marpaung (Medan, 2025)

Arif Lingga Marpaung, Nirm. 01.02.21.201. Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi . Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit tergolong sebesar 83,67% dengan kategoti tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit secara simultan antara lain Pendapatan (X1), Pengalaman usahatani (X2), harga jual (X3), risiko usahatani (X4), ketersediaan modal (X5), ), dan peran penyuluh (X6). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit antara lain pengalaman berusahatani (X2), risiko usahatani (X4) ketersediaan modal (X5), dan peran penyuluh (X6). Sedangkan variabel pendapatan (X1) dan harga jual (X3) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y).

2026-07-22 07:07:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Kelapa Sawit Dalam Pengendalian Hama Tikus Menggunakan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto Alba) Di Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
2 months ago
Dayu Kesuma (Medan, 2025)

Dayu Kesuma, Nirm. 01.02.21.237. Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu Tyto alba merupakan pengendalian hama terpadu (PHT) yang berkelanjutan. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat minat petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani kelapa Sawit dalam Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian ini merupakan metode pengkajian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengetahui tingkat minat petani digunakan skala likert, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani yaitu: umur, luas Lahan, Pendidikan, Pengalaman Bertani, Pendapatan, Lingkungan Sosial, Peran Penyuluhan, Sarana dan Prasarana menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat petani kelapa Sawit dalam pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara tergolong sedang dengan persentase (58,7%). Secara parsial, variabel yang sangat berpengaruh signifikan peran penyuluh, variabel yang berpengaruh signifikan umur, luas lahan, pengalaman bertani, pendapatan, sarana dan prasarana sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan adalah variabel pendidikan dan lingkungan sosial. 

2026-07-22 07:07:45 admin@polbangtanmedan.ac.id