POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY

Student Paper


Total Result : 1423
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
1 month ago
Mulyani, Pitri (Medan, 2025)

Pitri Mulyani, Nirm 01.01.21.223. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 71,26% pada kategori tinggi, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut. Y= 2,647 + 0,002 X1 + 0,258 X2 + 0,212 X3+ 0,503 X4. Secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan organisme pengganggu tanaman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku petani dalam budidaya bawang merah, secara parsial variabel penguasaan teknologi dan serangan organisme pengganggu tanaman berpengaruh sangat nyata, variabel modal berpengaruh nyata, sedangkan variabel karakteristik petani berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani dalam budidaya bawang merah.

2026-04-20 03:04:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Nabilla, Nurdiana (Medan, 2025)

Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi

Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di

Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini

adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam

keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini

dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan

April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam

pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang

dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode

analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik

penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang

memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil

pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA

di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat

tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor

yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+

0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang

berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program

Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas

lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan

(X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata

2026-04-20 03:04:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Abon Jamur Tiram Pada Petani Jamur Tiram
1 month ago
Lubis, Nur Ainun Fadhilah (Medan, 2025)

Nur’ainun Fadhilah Lubis, Nirm 01.01.21.253. Rancangan Penyuluhan Pembuatan Abon Jamur Tiram Pada Petani Jamur Tiram. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk (1) Mengetahui pengaruh penggunaan jamur tiram sebagai bahan baku utama terhadap mutu abon yang dihasilkan. (2) Mengetahui tingkat persepsi petani terhadap inovasi teknologi pembuatan abon dari jamur tiram. (3) Mendesain rancangan penyuluhan tentang pembuatan abon dari jamur tiram yang tervalidasi. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui pengaruh konsentrasi jamur tiram terhadap mutu abon yang terdiri dari empat perlakuan. Kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Hasil terbaik dari pembuatan abon dari jamur tiram ada pada perlakuan P1 dengan konsentrasi 60% jamur tiram dan 40% daging ayam. (2) Persepsi petani terhadap inovasi teknologi pembuatan abon dari jamur tiram tergolong tinggi dengan persentase 79%. (3) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan rancangan penyuluhan di Kecamatan Kutalimbaru sebesar 82,8% dan tergolong sangat efektif.

2026-04-20 03:04:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kohesivitas Kelomp Ok Tani Dalam Menjalankan Fungsi Unit Produksi Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
P, Novi Anggiana (Medan, 2025)

Novi Anggiana P, Nirm 01.01.21.220. Faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang pada Maret 2025 sampai dengan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan skala Liket dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungi unit produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 78,46%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah diperoleh persamaan berikut Y = 4,702 + 0,170X1 + 0,430X2 + 0,946X3 - 0,350X4 + 0,560X5 + 0,552X6 + e, dimana interaksi sosial (X2), tujuan kelompok (X3), konflik kelompok (X5) dan peran dalam kelompok (X6) menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sedangkan ketertarikan (X1) dan ukuran kelompok (X4) menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan.

2026-04-20 02:04:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Pada Tanaman Jagung: Studi Kasus Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Manullang, Nikita Angel (Medan, 2025)

Nikita Angel Manullang, Nirm 01.01.21.219. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam budidaya jagung; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi GAP; dan (3) mengkaji secara komprehensif praktik budidaya jagung dari awal tanam hingga pascapanen serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang diawali analisis kuantitatif dan dilanjutkan dengan pendalaman kualitatif. Sampel sebanyak 148 responden diambil menggunakan teknik sampel jenuh, di mana seluruh populasi yang memenuhi kriteria dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan Nvivo melalui visualisasi concept map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi GAP berada pada kategori tinggi dengan skor 78,41%. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel karakteristik petani (X1), peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap adopsi GAP (Fhitung = 22,846 > Ftabel = 2,28; sig. = 0,000). Secara parsial, variabel peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) berpengaruh nyata, sedangkan karakteristik petani (X1) tidak berpengaruh nyata (thitung = 1,238 < ttabel = 1,97; sig. = 0,218). Variabel karakteristik wilayah (X4) memberikan kontribusi paling dominan terhadap adopsi GAP dengan sumbangan relatif sebesar 41,7% dan sumbangan efektif sebesar 31,1%. Secara kualitatif, ditemukan bahwa praktik GAP yang diterapkan petani merupakan hasil adaptasi antara tradisi lokal dan teknologi modern, yang dipengaruhi oleh topografi, akses sarana, dan keterbatasan pelatihan teknis, dengan beberapa aspek belum optimal, seperti pembumbunan dan pengendalian hama. Faktor keberlanjutan dipengaruhi oleh penyuluhan, sarana, serta penyesuaian inovasi terhadap kondisi lokal.

2026-04-20 02:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adaptasi Petani Padi Sawah Terhadap Perubahan Sistem Irigasi Oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3a) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 month ago
Robby,mhd (Medan, 2025)

Perubahan sistem irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di

Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuntut petani padi sawah untuk

melakukan berbagai bentuk adaptasi guna mempertahankan produktivitas pertanian

mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adaptasi petani serta

mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan

adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan

wawancara terhadap 83 responden yang ditentukan dengan metode proportionate

stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi petani berada pada kategori

tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap adaptasi petani meliputi

dukungan sosial, motivasi, pengalaman bertani, akses informasi, dan penyesuaian

pola tanam. Sementara itu, kepemilikan lahan tidak memberikan pengaruh

signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan akses

informasi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan

sistem irigasi. Oleh karena itu, penguatan dukungan sosial dan kegiatan penyuluhan

pertanian menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian berbasis irigasi.

2026-04-20 02:04:44 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Produksi Jagung (Zea Mays L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan
1 month ago
Sinaga, Mhd Pauji (Medan, 2025)

Muhammad Pauzi Sinaga, Nirm 01.01.21.250. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) Di Lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pemanfaatan organik biochar pakis kawat (Dicranopteris linearis) dalam upaya peningkatan produksi jagung (Zea mays L.) di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Penurunan produksi jagung yang signifikan, dari 15.330,65 ton pada tahun 2022 menjadi 14.509,33 ton pada tahun 2023, mendorong penelitian ini. Biochar pakis kawat diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Metode yang digunakan meliputi pendekatan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) serta penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 50% tanah top soil dan 50% biochar pakis kawat memberikan pertumbuhan yang optimal dan signifikan. Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan berat basah jagung mengalami peningkatan yang signifikan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 82,12%, yang menunjukkan bahwa penyuluhan ini sangat efektif. Dengan demikian, pemanfaatan organik biochar pakis kawat berpotensi meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Pengkajian ini menyarankan agar penggunaan biochar pakis kawat diadopsi secara luas dalam praktik pertanian di daerah tersebut.

2026-04-20 02:04:13 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Bahan Organik Dari Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung
1 month ago
Marpaung, Maxcwel (Medan, 2025)

Maxcwell Nirm. 01.01.21.249. Rancangan penyuluhan pemanfaatan bahan organik dari pakis kawat dalam upaya peningkatan produksi bawang merah di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui campuran dan komposisi terbaik antara biochar pakis kawat dan tanah andisol dalam menurunkan retensi P (2) Mendesain rancangan penyuluhan yang efektif mengenai pemanfaatan biochar pakis kawat di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dirancang dan disuluhkan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari empat perlakuan dengan dosis biochar pakis kawat yang berbeda-beda dan memiliki tiga kali ulangan untuk setiap tanamannya, sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Pemberian biochar pakis kawat 50% memberikan pengaruh terbaik dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. (2) Rancangan penyuluhan yang efektif meliputi, Tujuan, Sasaran, Materi, Media, Metode, Volume, Lokasi, Waktu, dan Biaya sesuai dengan kebutuhan petani. (3) Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dan didesain dan di laksanaan sebesar 86,04% yang tergolong sangat efektif.

2026-04-20 02:04:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Mochi Tepung Ubi Jalar Ungu
1 month ago
Naibaho, Feni Yesica (Medan, 2025)

Feni Yesica Naibaho, NIRM. 01.01.21.210. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.)

merupakan komoditas lokal yang kaya nutrisi serta berpotensi diolah menjadi

produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung ubi jalar ungu terhadap

kualitas mochi, menganalisis persepsi petani terhadap inovasi mochi, serta

merancang penyuluhan yang tervalidasi mengenai pembuatan mochi Tepung Ubi

Jalar Ungu. Penelitian meliputi kajian teknis, analisis persepsi petani, dan validasi

rancangan penyuluhan. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Lengkap

(RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi tepung ubi jalar ungu (10%, 15%, 20%,

25%, dan 30%) serta tiga ulangan. Parameter yang diamati mencakup kadar air dan

uji organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan penampakan keseluruhan).

Analisis persepsi dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan reduksi data,

sedangkan validasi rancangan penyuluhan dinilai dengan skala Likert lima kategori.

Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa konsentrasi terbaik adalah 20% tepung ubi jalar ungu yang menghasilkan

mutu organoleptik paling baik. Persepsi petani terhadap inovasi mochi tergolong

positif. Hasil validasi menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan

dalam kategori efektif dengan nilai 80,68%, serta evaluasi penyuluhan

memperlihatkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 68,8%.

2026-04-20 01:04:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Kelompok Tani Terhadap Program Brigade Pangan Di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Nurbaiti, Dinda (Medan, 2026)

Dinda Nurbaiti, Nirm. 01.01.21.239. Respon Kelompok Tani terhadap Program

Brigade Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Pengkajian ini

bertujuan untuk menganalisis respon kelompok tani terhadap program Brigade

Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, sekaligus menelaah sejauh

mana dukungan pemerintah, pendapatan, serta kepuasan petani berpengaruh

terhadap respon yang ditunjukkan. Program Brigade Pangan merupakan salah satu

upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan

agribisnis modern yang menekankan pada optimalisasi lahan dan peningkatan

produktivitas petani. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Babalan Kabupaten

Langkat Provinsi Sumatera Utara pada periode Maret hingga Mei 2025. Jenis

pengkajian yang digunakan adalah survei dengan metode kuantitatif deskriptif.

Respon kelompok tani dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan

pengaruh antar variabel diuji dengan model Structural Equation Modeling (SEM)

berbasis Partial Least Square (PLS) melalui perangkat lunak Smart-PLS. Hasil

pengkajian menunjukkan bahwa respon kelompok tani terhadap Program Brigade

Pangan berada pada kategori sedang dengan persentase 28,57%. Analisis SEM-PLS

menegaskan bahwa dukungan pemerintah (X1), pendapatan (X2), dan kepuasan

petani (X3) berpengaruh signifikan terhadap respon kelompok tani. Temuan ini

mengindikasikan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh sinergi

antara kebijakan pemerintah, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta kepuasan

petani terhadap manfaat program yang diterima. Dengan demikian, diperlukan

strategi lanjutan untuk memperkuat respon petani agar program dapat

berkelanjutan

2026-04-20 01:04:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Dalam Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah
2 months ago
Saragih, Tiarmaida (Medan, 2026)

Tiarmaida Saragi. NIRM: RPL 01.01.22.632. Rancangan Penyuluhan Pemupukan

Berimbang pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli

Tengah. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan

pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sorkam Kabupaten

Tapanuli Tengah, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pemupukan

berimbang pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli

Tengah, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan

penyuluhan pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah di Kecamatan

Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan

Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah pada bulan November 2023 sampai dengan

bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara

yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan

metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar

Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan

budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan

petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah sesuai anjuran dari

0% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “pemupukan berimbang pada

tanaman padi sawah”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan

demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya.

Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan,

metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan

semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah

86,62%, 84,6%, 84,68%, 81,99%, 86,58%, 85,71%, 82,6%, 81,9% dan 81,99%

Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 84,07%.

2026-04-13 02:04:28 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Tumpang Sari Padi Gogo (Oryza Sativa) Dengan Pisang Barangan (Musa Acuminata Linn) Di Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun
2 months ago
Simangunsong,sarpidin (Medan, 2025)

Sarpidin Simangunsong NIRM. RPL.01.01.22.627. Jurusan Pertanian Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan.” Rancangan Penyuluhan Pertanian Tumpang Sari Padi Gogo (Oryza sativa) dengan Pisang Barangan (Musa acuminata Linn) di Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang kegiatan penyuluhan tentang tumpang sari padi gogo dengan pisang barangan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Raya Kahean untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan tumpang sari padi gogo dengan pisang barangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun pada bulan April sampai dengan bulan Juli tahun 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara terhadap petani dan data sekunder yang dikumpulkan dari pihak ketiga atau literatur terdahulu, sementara metode analisis data menggunakan skala likert. Metode yang digunakan yaitu ceramah diskusi dan demonstrasi cara, dan untuk media yang digunakan yaitu berupa leaflet, volume penyampaian materi dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan, lokasi pelaksanaan dilakukan di rumah ketua poktan yang memiliki lahan padi gogo dan pisang barangan, waktu pelaksanaan penyuluhan dilakukan sekitar jam 09.00 WIB s/d 11.00 WIB, dan biaya penyuluhan pertanian berkisan Rp. 200.000. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan tugas akhir, tingkat kesesuaian dari rancangan penyuluhan yang dilakukan maka hasilnya adalah sebagai berikut untuk sasaran penyuluhan sebesar 83,59%, materi penyuluhan sebesar 81,69%, metode penyuluhan sebesar 84,67%, media penyuluhan sebesar 89,22%, volume penyuluhan sebesar 86,44%, lokasi penyuluhan sebesar 88,81%, waktu penyuluhan sebesar 88,40%, biaya penyuluhan sebesar 86,84%, dan pelaksana penyuluhan pertanian 84,54%

2026-04-13 02:04:57 admin@polbangtanmedan.ac.id