POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Organik Cair (Poc) Di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara
1 week ago
Wardatul Husniah Nasution (Medan, 2026)

Wardatul Husniah Nasution, NIRM. 01.02.22.346. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara. Tujuan penelitian ini adalah menyusun rancangan penyuluhan yang tingkat penerimaannya terukur dalam pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi Pupuk Organik Cair (POC) serta menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara pada bulan April sampai Mei 2026. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,49% dengan kategori sangat menerima. Tingkat pengetahuan petani berada pada kategori baik sebesar 76,9%, tingkat sikap berada pada kategori sangat setuju sebesar 86,21%, sedangkan tingkat keterampilan petani didominasi kategori terampil sebesar 66,7%. Berdasarkan hasil tersebut, rancangan penyuluhan pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi Pupuk Organik Cair (POC) layak diterapkan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah kulit kakao di Kecamatan Datuk Tanah Datar Kabupaten Batu Bara.

2026-08-14 06:08:02 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara
1 week ago
Yola Nirwana (Medan, 2026)

Yola Nirwana, NIRM. 01.02.22.381. Rancangan Penyuluhan Sistem Pola Tanam Segitiga Sama Sisi pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara. Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama di Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Permasalahan budidaya di Kecamatan Laut Tador adalah masih diterapkannya pola tanam segiempat yang kurang optimal dibandingkan pola tanam segitiga sama sisi dalam meningkatkan populasi tanaman dan produktivitas lahan. Tujuan pengkajian ini adalah mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, menetapkan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menetapkan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap pekebun setelah penyuluhan. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis rancangan penyuluhan dan Skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA masih menemukan pekebun yang menerapkan pola tanam segiempat. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pekebun dari tidak ada menjadi 28 orang (0%–60%). Sasaran penyuluhan berjumlah 47 pekebun yang didominasi usia produktif, berpendidikan SLTA/SMA, berpengalaman berusahatani, memiliki luas lahan 0,5–1 ha, dan mayoritas memiliki lahan milik sendiri. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan mencapai 86,26% dengan kategori sangat efektif. Peningkatan pengetahuan responden mencapai 83,72%, sedangkan 70,71% atau 32 pekebun menerima sistem pola tanam segitiga sama sisi.

2026-08-14 06:08:34 Injuniar
Pemanfaatan Inovasi Light Trap Tenaga Surya Dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Opt) Padi Sawah Di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
1 week ago
Akha Zilan Putra Asto (Medan, 2026)

Penggunaan Light Trap berenergi surya adalah salah satu inovasi teknologi yang ramah lingkungan, yang dapat dijadikan alternatif dalam mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada pertanian padi sawah. Proyek ini bertujuan untuk memahami bagaimana proyek tersebut berjalan, hasil bantuan yang diberikan kepada petani, peningkatan pengetahuan dan sikap petani, kinerja Light Trap tenaga surya dalam mengendalikan OPT, serta membandingkan biaya operasional menggunakan Light Trap dengan biaya penggunaan pestisida nabati. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sambi Rejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mulai dari bulan Maret sampai Mei tahun 2026. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi cara, demonstrasi plot, pendampingan, pemantauan, dan pengevaluasian terhadap 23 petani yang menjadi anggota Kelompok Tani Makmur.Hasil dari proyek tersebut menunjukkan bahwa semua tahapan kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan sebelumnya. Pendampingan yang dilakukan berhasil membuat petani lebih paham cara membuat, memasang, menggunakan, dan merawat Light Trap tenaga surya. Kegiatan penyuluhan berdampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap petani yang lebih positif terhadap penggunaan teknologi pengendalian hama yang ramah lingkungan. Dari segi teknis, penggunaan dua unit Light Trap di lahan percobaan dengan luas sekitar 10 rante mampu menangkap total 440 ekor hama, dengan rata-rata 220 ekor per lokasi pengamatan, sehingga berhasil mengurangi tingkat kerusakan tanaman hingga 20%. Dari segi ekonomi, Light Trap tenaga surya lebih murah untuk dioperasikan karena menggunakan energi matahari dan hanya perlu perawatan alat saja, sehingga lebih hemat dibandingkan menggunakan pestisida nabati yang harus diterapkan berkalikali. Dengan demikian, light trap berenergi surya bisa menjadi teknologi yang efektif, hemat biaya, dan ramah lingkungan untuk membantu meningkatkan hasil panen padi serta mendorong penggunaan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

2026-08-14 08:08:29 Injuniar
Efektivitas Penggunaan Pupuk Hayati Bakteri Fotosintetik (Psb) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.) Di Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara
1 week ago
Al Insyirah (Medan, 2026)

Al Insyirah, NIRM. 01.01.22.506, Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menurunkan kesuburan tanah sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pupuk hayati berbasis Photosynthetic Bacteria (PSB). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan PSB terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.), menentukan formulasi PSB terbaik, serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mengenai pembuatan dan pengaplikasian PSB. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2026 di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Kajian penyuluhan dilakukan terhadap 33 petani menggunakan metode survei melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PSB berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman sawi hijau. Perlakuan P5 (PSB berbahan ikan nila + NPK 16-16-16) memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter pengamatan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 89% dengan kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pengetahuan petani dari nilai rata-rata pre-test 5,96 menjadi 12,78 pada post-test serta tingkat penerapan teknologi PSB mencapai 84% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian, PSB dengan protein ikan nila layak direkomendasikan sebagai alternatif pupuk hayati untuk mendukung budidaya sawi hijau secara berkelanjutan.

2026-08-14 08:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani Pemula Untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 week ago
Aulia Manda Br Ginting (Medan, 2026)

Aulia Manda Br Ginting, NIRM 01.01.22.507. Rancangan Penyuluhan Penyusunan Administrasi Kelompok Tani untuk Meningkatkan Kinerja Kelompok di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis permasalahan penyuluhan pertanian di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, (2) merumuskan tujuan penyuluhan penyusunan administrasi kelompok tani pemula berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) mengidentifikasi sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan pengurus kelompok tani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta (5) mengetahui jumlah kelompok tani pemula yang bersedia menerapkan penyusunan administrasi kelembagaan kelompok tani di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner, serta dianalisis menggunakan Skala Likert dalam metode rancangan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani pemula di Kecamatan Sei Bingai belum memiliki administrasi kelembagaan yang tertib dan sistematis, dengan administrasi yang dirancang meliputi buku daftar anggota, buku notulen rapat, dan buku inventaris. Sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat setuju sehingga dinilai layak untuk diterapkan, dan setelah penyuluhan terdapat 18 kelompok tani pemula yang bersedia menyusun administrasi kelembagaan secara tertib.

2026-08-14 08:08:01 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Inovasi Penggunaan Mulsa Plastik Untuk Menanggulangi Gulma Pada Tanaman Padi Gogo Di Kecamatan Siempatrube Kabupaten Pakpak Bharat
1 week ago
Bakti Dameria S (Medan, 2026)

Bakti Dameria S, NIRM : 01.01.22.473. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan inovasi penggunaan mulsa plastik terhadap pengendalian gulma pada tanaman padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan Januari sampai Maret 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 orang petani. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan rendahnya produksi padi gogo di Kecamatan Siempat Rube, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani menerapkan mulsa plastik Setuju anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (51,28%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi gogo, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Siempat Rube sebesar (81,42) % dan kriteria sangat setuju, (5) jumlah petani yang menerapkan mulsa plastik yaitu sebanyak 20 orang (51,28%).

2026-08-14 08:08:31 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Preeming air Kelapa kabupaten Serdang BedagaiPada Benih Semangka di Kec. Sei Bamban n
1 week ago
Dani Febriansyah (Medan, 2026)

Dani Febriansyah, NIRM. 01.01.22.509. Rancangan Penyuluhan Perlakuan Teknik Seed Priming Air Kelapa Pada Benih Tanaman Semangka (Citrullus lanatus) Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah 1) Mengindentifikasi permasalahan penyuluhan pertanian, 2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pertanian sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, 3) Menganalisis penetapan sasaran penyuluhan pertanian berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah (IPW), 4) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu dan biaya) dan 5) Mengetahui jumlah petani yang melaksanakan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner, sementara untuk metode analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan 1) Identifikasi permasalahan menggunakan metode RRA menunjukkan adanya pertumbuhan benih yang tidak seragam, 2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan kemauan petani dalam penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 20 orang (66,7%), 3) Sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman semangka, 4) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Sei Bamban sebesar 86,83% dan kriteria sangat setuju, 5) Jumlah petani yang melakukan penerapan perlakuan teknik seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).

2026-08-14 09:08:17 Injuniar
Rancanganpenyuluhanpembuatandanaplikasi Mikroorganisme Lokal (Mol) Dari Hama Keong Mas(Pomaceacanaliculata)Pada Tanamanpadi Sawah Di Kecamatanangkolamuaratais Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Diva Rifanny Lubis (Medan, 2026)

Diva Rifanny Lubis, NIRM. 01.01.22.477. Rancangan Penyuluhan

Pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata) pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial dan ekonomi di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan, (5) mengetahui jumlah petani yang melaksanakan pembuatan dan Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Hama Keong Mas di Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan terdapatnya hama keong mas yang tidak dimanfaatkan, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani membuat dan mengaplikasikan Mikroorganisme lokal (MOL) di lahan usaha tani padi dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman padi, (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Angkola Muaratais sebesar 79,77% dan kriteria efektif, (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian Mikroorganisme Lokal (MOL) yaitu sebanyak 15 orang

(50%%).

2026-08-14 09:08:44 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Hayati Photosynthetic Bacteria (Psb) Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan
1 week ago
Dwi Aulia (Medan, 2026)

Dwi Aulia, NIRM.01.01.22.511. Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara intensif menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas padi sawah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB), namun penerapannya oleh petani masih relatif rendah. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah mengidentifikasi potensi wilayah dan masalah pertanian, menganalisis penetapan tujuan penyuluhan, menganalisis penetapan sasaran penyuluhan dan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, mengetahui jumlah petani yang terampil dalam penerapan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara yang diukur menggunakan kuesioner. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan Kecamatan Pauh Duo memiliki potensi pertanian padi sawah yang didukung oleh ketersediaan lahan, sumber air, dan iklim yang sesuai, namun terdapat permasalahan belum optimalnya pertumbuhan tanaman padi fase vegetatif, (2) tujuan penyuluhan yaitu petani mampu menerapkan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada tanaman padi sesuai anjuran, dari kondisi awal 0 orang (0%) menjadi 17 orang (53,1%), melampaui target awal 16 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan yaitu petani padi sawah yang tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Pauh Duo, (4) hasil rekapitulasi rancangan penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan sebesar 87,40% dengan kategori sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang mampu dalam penerapan pupuk hayati Photosynthetic Bacteria (PSB) pada tanaman padi sawah sebanyak 17 orang (53,1%).

2026-08-18 01:08:17 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Kompos Bagi Petani Bawang Merah (Alliumascalonicum L.) Di Kecamatan Merek Kabupaten Karo
1 week ago
Erlikasna Surbakti (Medan, 2026)

Erlikasna Br Surbakti, NIRM. 01.01.22.478. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi menjadi Kompos bagi Petani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Permasalahan tingginya biaya produksi karena ketergantungan petani bawang merah terhadap pupuk kimia dan pupuk organik dari luar daerah menjadi permasalahan utama dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi kompos. Realitanya di lapangan pemanfaatannya masih rendah karena keterbatasan pengetahuan petani. Sehingga penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di Kecamatan Merek, menganalisis penetapan tujuan dan sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menerapkan pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi kompos. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Rural Rapid Appraisal (RRA), skala likert, dan analisis perubahan sikap petani bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 88,64% dengan kategori sangat efektif, sedangkan petani yang menerapkan pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi kompos mencapai 45,71%, melebihi target 34,28%. Rancangan penyuluhan terbukti efektif meningkatkan penerimaan dan penerapan teknologi kompos pada budidaya bawang merah

2026-08-18 01:08:41 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Enam Tepat Penggunaan Insektisida Untuk Pengendalian Kutu Kebul Pada Tanaman Melon Guna Mengoptimalkan Produksi Di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
1 week ago
Galuh Halimatun Sakdiyah (Medan, 2026)

Galuh Halimatun Sakdiyah, NIRM. 01.01.22.513. Rancangan Penyuluhan Penerapan Enam Tepat Penggunaan Insektisida dalam Pengendalian Kutu Kebul pada Tanaman Melon di Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. Salah satu kendala dalam budidaya melon adalah penggunaan insektisida yang tidak sesuai dengan prinsip enam tepat dalam mengendalikan kutu kebul pada tanaman melon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penetapan masalah, tujuan, sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta jumlah petani yang menerapkan enam tepat penggunaan insektisida. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui Skala Likert. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di Kecamatan Sei Bamban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sei Bamban memiliki potensi pengembangan tanaman melon yang cukup baik, namun seluruh petani responden belum menerapkan pengendalian kutu kebul sesuai prinsip enam tepat penggunaan insektisida. Sasaran penyuluhan adalah petani melon yang tergabung dalam kelompok tani. Rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan sebesar 87% dengan kategori sangat menerima. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa sebanyak 15 orang petani (60%) telah menerapkan prinsip enam tepat penggunaan insektisida dalam pengendalian kutu kebul pada tanaman melon. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun sesuai dengan kebutuhan petani dan mampu meningkatkan penerapan enam tepat penggunaan insektisida.

2026-08-18 01:08:24 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung Di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat
1 week ago
Hayati Maidah Padang (Medan, 2026)

Hayati Maidah Padang. NIRM 01.01.22.480. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pestisida nabati untuk mengendalikan ulat grayak pada tanaman jagung di Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya serangan ulat grayak, ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sintetis, serta rendahnya kemauan petani dalam menggunakan pestisida nabati. Pengkajian dilaksanakan pada April sampai Mei 2026 di Desa Parpulungan dengan jumlah sasaran sebanyak 42 orang petani dari Kelompok Tani Dalanta Maju dan Kelompok Tani Ulang Mahangke. Jenis pengkajian yang digunakan adalah penelitian evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui potensi wilayah, sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan petani, dan jumlah petani yang menerapkan pestisida nabati. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Desa Parpulungan memiliki potensi lahan jagung seluas 150 ha, tingkat serangan ulat grayak sebesar 42%, serta ketersediaan bahan baku pestisida nabati berupa daun sirsak dan serai wangi. Rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan sebesar 84,37% dengan kategori sangat efektif. Setelah kegiatan penyuluhan, jumlah petani yang memanfaatkan pestisida nabati meningkat dari 0 orang menjadi 15 orang atau 36% dari total sasaran. Dengan demikian, rancangan penyuluhan pemanfaatan pestisida nabati dinilai efektif dalam mendorong petani untuk mulai menerapkan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan pendampingan berkelanjutan agar penerapannya semakin luas

2026-08-18 01:08:35 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Perangkap Lecoatrap Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius F.) Pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Di Kecamatan Panti
1 week ago
Helda Fitria (Medan, 2026)

Helda Fitria, NIRM. 01.01.22.514. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Panti, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Panti, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografi, sosial dan ekonomi di Kecamatan Panti, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian penerapan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian) di Kecamatan Panti, (5) mengetahui jumlah petani yang mau menerapkan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan serangan hama walang sangit pada tanaman padi di Kecamatan Panti. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan skala likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian berdasarkan penetapan masalah yaitu rendahnya kemauan petani untuk menerapkan perangkap lecoatrap dalam mengendalikan hama walang sangit pada tanaman padi, (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani menerapkan perangkap lecoatrap untuk mengendalikan hama walang sangit pada tanaman padi sesuai petunjuk sebanyak 20 orang (66,7%), (3) sasaran penyuluhan yaitu satu pengurus dan 2 anggota kelompok tani dari 10 kelompok tani di Nagari Panti Selatan, (4) hasil analisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan di Kecamatan Panti sebesar 87,5% dengan kriteria sangat menerima, (5) jumlah petani yang menerapkan perangkap lecoatrap yaitu sebanyak 20 orang (66,7%).

2026-08-18 01:08:25 Injuniar
Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair Kipahit (Tithonia Diversifolia) Dan Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L) Di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan
1 week ago
Julia Ilhamiah (Medan, 2026)

Julia Ilhamiah, Nirm. 01.01.22.482. Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair Kipahit (Tithonia diversifolia) dan Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk (1) Untuk mengetahui pengaruh efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (2) Untuk mengetahui dosis terbaiki dari pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petai terhadap desain rancangan penyuluhan (materi, metode, media) tentang efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. (4) Untuk mengetahui tingkat evaluasi penyuluhan (pengetahuan, sikap) petani terhadap efektivitas penggunaan pupuk organik cair kipahit (Tithonia diversifolia) dan kelor (Morenga oleifera) terhadap pertumbuhan mentimun (Cucumis sativus L) di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental (RAK) Non faktorial yang terdiri dari empat empat perlakuan dan 6 pengulangan konsentarsi P0 kontrol, P1 100 ml/L air, P2 150 ml/ L, P3 300 ml/L air. Pada P3 menunjukan hasil berpengaruh nyata pada setiap parameter pengematan yaitu tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah, panjang buah dan bobot basah buah mentimun. Sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2026. Analisis data kajian menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan SPSS 25. Dan pada analisis penerimaan penyuluhan menggunakan skala likert. Hasil pengkajian menunjuksan (1) penggunaan pupuk organik cair kipahit dan kelor memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mentimun pada parameter pengamatan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah buah, panjang buah dan bobot buah. (2) Pada P3 menunjukan hasil terbaik untuk pertumbuhan mentimun. (3) tingkat penerimaan terhadap materi, metode da media penyuluhan secara keseluruhan mencapai 83,13 % yang dikategorikan sangat menerima. (4) evaluasi penyuluhan menunjukan adanya peingkatan pengetahuan petani mencapai 75,81 % dan pada tingkat penerapan patani 89,88 %. Dengan demikian penggunaan pupuk organik cair berpotensi terhadap pertumbuhan mentimun dan mendukung pertanian berkelanjutan.

2026-08-18 02:08:26 Injuniar