POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Melalui Penggunaan Benih Unggul Padi Bersertifikat Di Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai
2 months ago
Nazathul Ain (Medan, 2026)

Nazathul Ain, NIRM. 01.01.22.489. Rancangan Penyuluhan Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) melalui Penggunaan Benih Unggul Padi Bersertifikat di Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan penyuluhan, menganalisis tujuan, sasaran, dan rancangan penyuluhan, mengevaluasi tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah petani yang menggunakan benih unggul padi bersertifikat. Kajian evaluatif ini dilaksanakan pada Maret–Mei 2026 di Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, diskusi, serta penyebaran kuesioner. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya penggunaan benih unggul padi bersertifikat disebabkan oleh kebiasaan petani memanfaatkan benih turunan, terbatasnya pengetahuan mengenai manfaat benih bersertifikat, serta masih rendahnya keyakinan terhadap keuntungan yang diperoleh dari penggunaannya. Kegiatan penyuluhan ditujukan kepada petani padi sawah yang belum menggunakan benih bersertifikat. Rancangan penyuluhan disusun dengan materi penggunaan benih unggul padi bersertifikat melalui metode ceramah, diskusi, pemutaran video, dan kunjungan rumah yang didukung oleh media folder serta video. Evaluasi menunjukkan skor penerimaan sebesar 80,7% dengan kategori sangat efektif. Jumlah petani yang menggunakan benih unggul padi bersertifikat meningkat menjadi 16 orang (38%), melampaui target 15 orang (36%), sehingga penyuluhan dinilai efektif meningkatkan penerimaan dan penggunaan benih unggul padi bersertifikat.

2026-08-18 03:08:19 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L) Di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi
2 months ago
Noya Elirosa Manurung (Medan, 2026)

Noya Elirosa Manurung, NIRM. 01.01.22.490. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai pengendalian penyakit antraknosa sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penggunaan PGPR berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian penggunaan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan penggunaan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian adalah kajian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Identifikasi potensi masalah menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) menunjukkan tingginya serangan penyakit antraknosa, masih tingginya penggunaan fungisida kimia, serta belum adanya penerapan PGPR oleh petani, (2) tujuan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan sikap petani agar mau membuat dan menggunakan PGPR sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai merah dalam satu musim tanam, (3) sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani tanaman cabai merah di Kecamatan Sitinjo, (4) hasil validasi menunjukkan rancangan penyuluhan memiliki tingkat keefektifan sebesar 85,09% dengan kategori sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan PGPR setelah penyuluhan sebanyak 18 orang (50%).

2026-08-18 03:08:34 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (POC) Dari Limbah Cair Tahu Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
2 months ago
Nurul Hazzah (Medan, 2026)

Nurul Hazzah NIRM 01.01.22.491, Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cair Tahu di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah.Pemanfaatan pupuk organik cair (POC) dari limbah cair tahu merupakan salah satu alternatif untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura. Tanaman hortikultura membutuhkan ketersediaan hara untuk meningkatkan perkembangan serta produktivitas tumbuhan. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui potensi wilayah serta permasalahan pertanian, menetapkan tujuan serta sasaran penyuluhan, mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang mampu mempraktikkan POC. Pengumpulan informasi melalu wawancara dan kuesioner.penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis rancangan penyuluhan menggunakan metode Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi potensi wilayah dengan dengan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) terdapat limbah cair tahu yang belum dimanfaatkan. Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mempraktikkan POC pada lahan usahatani hortikultura dalam satu musim tanam. Sasaran penyuluhan adalah seluruh anggota dan ketua kelompok wanita tani yang membudidayakan tanaman hortikultura. Hasil validasi menunjukkan tingkat efektivitas rancangan penyuluhan sebesar 88,39% dengan kategori sangat efektif. Jumlah petani yang menerapkan POC meningkat dari 20 orang (41,67%) menjadi 25 orang (52,08%).

2026-08-18 03:08:14 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Drone Dalam Pengendalian Hama Padi Sawah Di Desa Suka Damai Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai
2 months ago
Paisal Herdiansyah (Medan, 2026)

Paisal Herdiansyah NIRM 01.01.22.492. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Drone Dalam Pengendalian Hama Padi Sawah Di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan, untuk (1) menganalisis efektivitas dan efisiensi penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah,(2) Menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD serta sasaran penyuluhan, (3) Menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap efektivitas rancangan penyuluhan penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah,(4) Mengetahui jumlah petani yang mau menggunakan drone dalam pengendalian hama padi sawah di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban,Kabupaten Serdang Bedagai. Jenis kajian eksperimen lapangan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penggunaan drone dalam pengendalian hama,dan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah yang dianalisis menggunakan skala Likert. Analisis kajian teknis dengan rumus mortalitas dan kuesioner, validitas dan realibilitas menggunakan SPSS 25. Dan analisis penerimaan penyuluhan menggunakan skala Likert, Hasil kajian menunjukan efektivitas hama 83,7%, dan sebaran droplet merata, rancangan penyuluhan disusun dengan materi penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi cara, dengan media video dan folder. Hasil penerimaan menunjukan bahwa rancangan penyuluhan memperoleh skor 3984 dari skor maksimum 4752 atau sebesar 83,83% dengan kategori sangat setuju. Jumlah petani yang mau menggunakan drone dalam pengendalian hama padi sawah meningkat menjadi 12 orang (54,55%) dari target awal yang direncanakan sebanyak 10 orang (45%). Hasil tersebut menunjukan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan telah efektif dalam meningkatkan penerimaan dan partisipasi petani terhadap penggunaan drone dalam pengendalian hama padi sawah.

2026-08-18 07:08:21 Injuniar
Prototipe Aplikasi Saku Brigade Berbasis Aplikasi Web Untuk Brigade Pangan
2 months ago
Riki Rahmadani (Medan, 2026)

Perkembangan teknologi digital pertanian mendorong kebutuhan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, terstruktur, dan mudah diakses. Pada Brigade Pangan, pencatatan keuangan manual berpotensi menyebabkan kehilangan data, keterlambatan pelaporan, serta rendahnya keterbukaan informasi antar anggota. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe aplikasi pencatatan keuangan berbasis web sesuai kebutuhan Brigade Pangan, menganalisis kualitas aplikasi berdasarkan standar ISO/IEC 25010, serta mengetahui implikasi penerapannya terhadap efektivitas pengelolaan keuangan. Metode perancangan  sistem menggunakan prototype dengan tahapan communication, quick plan, modelling quick design, construction of prototype, serta deployment delivery and feedback. Aplikasi Saku Brigade dikembangkan menggunakan Google Apps Script, Google Sheets, Google Drive, JavaScript, HTML, dan CSS, dengan penerapan Role-Based Access Control dan arsitektur multi-tenant. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kebutuhan pengguna, black-box testing, dan Uji Kualitas ISO/IEC 25010. Hasil menunjukkan prototipe Saku Brigade berhasil menyediakan fitur mutasi kas, rekap kerja alat, kas alat, data alsintan, analisis usaha tani, berkas data, log aktivitas, dan pengaturan pengguna. Uji black box terhadap 34  skenario menunjukkan seluruh fungsi valid dengan keberhasilan 100%. Uji kualitas menunjukkan aplikasi memenuhi functional suitability, performance efficiency, compatibility, interaction capability, reliability, security, maintainability, flexibility, dan safety. Dengan demikian, Saku Brigade layak digunakan karena meningkatkan efektivitas pencatatan, pelaporan, transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan, meskipun fitur offline perlu dikembangkan.

2026-08-18 08:08:59 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pemanfaatanbokashi Dari Limbah Eceng Gondokuntuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Pada Tanaman Melon (Cucumis Melo L) Di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai
2 months ago
Riski Gunawan Siregar (Medan, 2026)

Riski Gunawan Siregar, NIRM. 01.01.22.496. Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pemanfaatan Bokashi dari Limbah Eceng Gondok untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengidentifikasi potensi dan permasalahan wilayah, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menetapkan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta (5) mengetahui jumlah petani yang membuat dan memanfaatkan bokashi eceng gondok. Pengkajian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2026 di Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin. Kajian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 30 petani melon sebagai responden yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Analisis data menggunakan metode Rapid Rural Appraisal, prinsip SMART dan ABCD, analisis deskriptif, serta skala Likert. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa eceng gondok tersedia cukup melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan kondisi kesuburan tanah pada lahan melon masih rendah. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang membuat dan memanfaatkan bokashi dari 0 orang menjadi 15 orang atau 50%. Sasaran penyuluhan adalah petani melon yang tergabung dalam lima kelompok tani di Desa Nagur. Tingkat penerimaan petani terhadap keseluruhan rancangan penyuluhan mencapai 81,38% dan termasuk kategori sangat setuju. Setelah penyuluhan, sebanyak 15 petani atau 50% telah membuat dan mengaplikasikan bokashi, 3 petani atau 10% telah membuat tetapi belum mengaplikasikannya, dan 12 petani atau 40% belum menerapkan. Dengan demikian, tujuan rancangan penyuluhan telah tercapai.

2026-08-18 08:08:15 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pertanian Tumpang Sari Tanaman Cabai Di Lahan Jagung Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
2 months ago
Risna Banurea (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan teknologi tumpang sari tanaman cabai di lahan jagung. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode rancangan penyuluhan dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu memiliki potensi pengembangan tumpang sari cabai di lahan jagung, namun penerapannya masih rendah karena petani cenderung menerapkan pola tanam monokultur dan memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya tumpang sari, (2) sasaran penyuluhan berjumlah 35 orang petani jagung, (3) tujuan penyuluhan pertanian yang ingin dicapai adalah petani mau menerapkan teknologi tumpang sari cabai di lahan jagung sesuai anjuran dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (37,5%), (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,01% dengan kategori sangat setuju, (5) sebanyak 3 orang (8,57%) telah menerapkan teknologi tumpang sari jagung dan cabai, 4 orang (11,43%) menyatakan bersedia menerapkan pada musim tanam berikutnya, sedangkan 28 orang (80,00%) belum bersedia menerapkannya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan respons positif terhadap rancangan kegiatan, namun diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat petani.

2026-08-20 02:08:23 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips Sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap Pada Tanaman Cabai Merah Keriting Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
2 months ago
Rona Maulindia (Medan, 2026)

Rona Maulindia. NIRM. 01.01.22.532. Rencana Penyuluhan Pengendalian Serangan Hama Thrips sp. Menggunakan Yellow Sticky Trap untuk Tanaman Cabai Merah Keriting di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah. Serangan hama Thrips sp. dan besarnya ketergantungan petani pada pestisida kimia menjadi salah satu masalah yang memengaruhi pertumbuhan serta hasil cabai merah keriting. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan memanfaatkan yellow sticky trap, tetapi penggunaan oleh petani masih tergolong rendah. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi daerah dan permasalahan pertanian, menganalisis penetapan tujuan serta sasaran penyuluhan, menilai tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan mengetahui jumlah petani yang menerapkan pengendalian hama Thrips sp. dengan yellow sticky trap. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, mewawancarai, dan menggunakan kuesioner. Target penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data memakai metode Rapid Rural Appraisal (RRA), skala Likert, dan analisis deskriptif. Hasil desain penyuluhan menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Bandar memiliki potensi untuk mengembangkan usaha tani cabai merah keriting, namun masih menghadapi masalah tingginya serangan hama Thrips sp. dan belum optimalnya penggunaan limbah botol plastik sebagai bahan pembuatan yellow sticky trap, (2) tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang melakukan pengendalian dengan yellow sticky trap dari 0 orang (0%) menjadi 15 orang (50%), (3) sasaran penyuluhan adalah petani cabai merah keriting yang terdaftar dalam kelompok tani, (4) tingkat keefektifan desain penyuluhan mencapai 86,32% dengan kategori sangat efektif dan (5) jumlah petani yang melaksanakan pengendalian menggunakan yellow sticky trap sebanyak 15 orang (50%).

2026-08-20 03:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Alternate Wetting And Drying (AWD) Dalam Pengelolaan Air Padi Sawah Di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang
2 months ago
Selly Dion Maretti Sibarani (Medan, 2026)

Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi masalah penyuluhan pertanian di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) dalam pengelolaan air padi sawah sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) berdasarkan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan penerapan AWD dalam pengelolaan air padi sawah yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, serta (5) mengetahui jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD dalam pengelolaan air padi sawah di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan bahwa (1) identifikasi masalah penyuluhan pertanian menunjukkan petani masih menerapkan sistem penggenangan air secara terus-menerus, memiliki pengetahuan yang rendah mengenai teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD), serta belum optimal dalam pengelolaan air irigasi pada usahatani padi sawah; (2) penetapan tujuan penyuluhan telah disusun sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD sehingga tujuan yang dirumuskan jelas, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas; (3) sasaran penyuluhan berjumlah 47 orang petani yang telah sesuai dengan karakteristik demografi, sosial, dan ekonomi sebagai sasaran penyuluhan; (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,6% dengan kategori sangat efektif; dan (5) jumlah petani yang bersedia menerapkan teknologi AWD meningkat dari 20 orang menjadi 25 orang sebesar 53,2% dari total 47 responden setelah pelaksanaan penyuluhan.

2026-08-20 03:08:30 Injuniar
Efektivitas Penyuluhan Berbasis Media Sosial Dalam Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata Lugens) Pada Tanaman Padi
2 months ago
Sintia Alya Putriani Pulungan (Medan, 2026)

Hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang dapat menurunkan produktivitas dan menyebabkan kerugian bagi petani. Di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, pengendalian hama ini masih banyak mengandalkan pestisida kimia. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan yang  dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pengendalian hama wereng batang coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan berbasis media sosial serta menganalisis efektivitas penyuluhan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 di Kecamatan Sei Bamban dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan pre-test dan post-test. Responden berjumlah 30 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif, menggunakan uji paired sample t-test, dan analisis efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani setelah penyuluhan. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 6,93 menjadi 9,27, sedangkan sikap meningkat dari 68,5% menjadi 92,75% dengan nilai signifikansi 0,000. Keterampilan petani juga meningkat hingga berada pada kategori terampil. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis media sosial efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pengendalian hama wereng batang coklat.

2026-08-20 04:08:29 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pengaplikasikan Pestisida Nabati Dari Kunyit Untuk Mengatasi Hama Thrips Untuk Cabe Merah (Capsicum Anuum L) Di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota
2 months ago
Thoriq Al Fadhil (Medan, 2026)

Thoriq Al Fadhil, Nirm 01.01.22.500 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan petani, menganalisis tujuan dan sasaran penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta menyusun rancangan penyuluhan pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati dari kunyit untuk mengatasi hama thrips pada tanaman cabai merah di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 32 pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama petani adalah tingginya serangan hama thrips, ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta rendahnya pemanfaatan kunyit sebagai pestisida nabati. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya berada pada kategori sangat setuju, sehingga rancangan penyuluhan dinilai layak diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian hama thrips secara ramah lingkungan.

2026-08-20 04:08:30 Injuniar
Penggunaan Pupuk Organik Cair Keong Mas (Pomacea Canaliculate) Berbasis Asam Amino Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L) Di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi
2 months ago
Trivina Wahyuni Harefa (Medan, 2026)

Produksi pakcoy (Brassica rapa L) di Kota Gunungsitoli mengalami penurunan drastis sebesar 41,10% dalam kurun waktu 2023–2025, yang disebabkan oleh degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus, banjir, serta kelangkaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, menyusun rancangan penyuluhan, serta mengukur tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian dan penerapan petani terhadap inovasi Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino Keong Mas. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial dengan lima taraf konsentrasi POC (0, 20, 40, 60, dan 80 ml/L) dan lima ulangan, menghasilkan 25 satuan percobaan dengan total 400 tanaman dan 100 tanaman sampel. Kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner skala Likert, melibatkan 41 petani dari tiga kelompok tani aktif di Desa Binaka yang ditentukan secara sensus. Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa pemberian Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar tanaman pakcoy. Konsentrasi terbaik diperoleh pada perlakuan P4 (80 ml/L) dengan tinggi tanaman 29,04 cm, jumlah daun 18,00 helai, dan bobot segar 348,80 g/tanaman. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 85,85% dengan kategori Sangat Menerima, sedangkan tingkat penerapan petani mencapai 85,63% dengan kategori Sangat Baik, dan sebanyak 20 dari 41 petani (49%) telah menggunakan POC pada lahan usahatani mereka sehingga target penyuluhan tercapai. Pupuk organik cair (POC) Keong Mas berbasis Asam amino terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan pakcoy sekaligus berpotensi menjadi solusi pemulihan kesuburan tanah melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

2026-08-20 04:08:00 Injuniar
Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training And Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.)
2 months ago
Vania Aulia Gunawan (Medan, 2026)

Vania Aulia Gunawan, NIRM 01.01.22.501. Efektivitas Penyuluhan Dengan Sistem Kerja Training and Visit Terhadap Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan melalui Sistem Kerja Training and Visit, menganalisis efektivitas penerapannya, serta mengetahui tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan pada Maret – Mei 2026 di Kelompok Tani Banda Cubadak, Nagari Kapelgam Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, tes (pre-test dan post-test), serta observasi terhadap 30 petani jagung. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test, uji N-gain, dan analisis tingkat adopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Kerja Training and Visit efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Nilai N-gain pengetahuan sebesar 0,69 (sedang), sikap 0,62 (sedang), dan keterampilan 0,80 (tinggi). Tingkat adopsi petani terhadap penggunaan pestisida nabati mencapai 79,73% dan termasuk kategori tinggi

2026-08-20 06:08:45 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Cair (POC) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
2 months ago
Widhya Tamara (Medan, 2026)

Penerapan pertanian berkelanjutan memerlukan upaya peningkatan penggunaan pupuk organik serta pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar petani. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan adalah keong mas, yang selama ini dikenal sebagai hama tanaman padi sawah, namun berpotensi dijadikan bahan baku pupuk organik cair (POC). Pengkajian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pertanian tentang pemanfaatan keong mas sebagai bahan baku POC pada tanaman padi sawah serta mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang disusun. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang menggunakan pendekatan  kuantitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Tahapan pengkajian meliputi identifikasi potensi wilayah (IPW), perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penentuan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi penerimaan petani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 39 petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, waktu, lokasi, dan biaya memperoleh tingkat penerimaan petani sebesar 86,7% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, diperoleh sebanyak 22 petani (56,4%) bersedia memanfaatkan keong mas sebagai bahan baku POC. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dapat diterima sangat baik oleh petani dan berpotensi mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.

2026-08-20 06:08:53 Injuniar
Pemberdayaan Petani Dalam Pemanfaatan Sekam Menjadi Briket Dengan Sistem Participatory Action Research (PAR)
2 months ago
Williyana Harahap (Medan, 2026)

Williyana Harahap, NIRM 01.01.22. Pemanfaatan limbah sekam padi di Desa Lantosan II, Kecamatan Padang Bolak Julu masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, padahal limbah tersebut dapat diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah program pemberdayaan serta menganalisis efektivitas pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam meningkatkan ketiga aspek tersebut. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh terhadap 26 anggota Kelompok Tani Horas II. Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui tahapan PAR yang meliputi penyiapan sosial, identifikasi masalah, perencanaan, aksi berupa pelatihan dan praktik pembuatan briket, serta refleksi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kuesioner skala Likert, serta lembar unjuk kerja, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah pemberdayaan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Nilai rata-rata N-Gain pengetahuan sebesar 0,61 (kategori sedang), sikap sebesar 0,61 (kategori sedang), dan keterampilan sebesar 0,75 (kategori tinggi). Dengan demikian, pendekatan PAR efektif meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan sekam padi menjadi briket sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi

2026-08-20 06:08:42 Injuniar