POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
E Val Uas I Kondi S I Ke Ragaan Tanaman Kelapa Sawit Yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros L.) Di Ppks Kebun Sei Aek Pancur
1 hour ago
Fahri Aditiansyah (Medan, 2026)

Fahri Aditiansyah, Nirm. 01.04.22.237. Evaluasi Kondisi Keragaan Tanaman Kelapa Sawit yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) di PPKS Kebun Sei Aek Pancur. Pengkajian ini bertujuan untuk (1) mengkaji tingkat dan intensitas serangan hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit, dan (2) mengkaji perbandingan pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit berdasarkan intensitas serangan hama kumbang tanduk di PPKS Kebun Sei Aek Pancur, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kajian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 s.d. Maret 2026 menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada 3 (tiga) blok pengamatan dengan variasi umur tanaman, yaitu blok AP 30 S (tahun tanam 2017, ± 9 tahun), AP 35 S (tahun tanam 2020, ± 6 tahun), dan AP 38 S (tahun tanam 2022, ± 4 tahun), dengan total 134 tanaman sampel. Parameter yang diamati meliputi persentase tanaman terserang, intensitas serangan berdasarkan skor 0–5, serta parameter pertumbuhan vegetatif tanaman (tinggi tanaman, jumlah pelepah, jumlah daun, dan kondisi titik tumbuh). Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil kajian menunjukkan bahwa persentase tanaman terserang berkisar antara 46% (berat) hingga 90% (sangat berat), sedangkan intensitas serangan berada pada kategori ringan hingga sedang (22%–44%). Perbandingan pertumbuhan vegetatif menunjukkan pola yang konsisten, yaitu semakin tinggi kategori intensitas serangan, semakin rendah nilai parameter pertumbuhan tanaman. Serangan kumbang tanduk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah pelepah pada ketiga blok, serta jumlah daun pada blok AP 35 S dan AP 38 S, dengan kelompok serangan berat secara konsisten menunjukkan nilai pertumbuhan terendah pada uji lanjut DMRT. Kerusakan titik tumbuh pada kelompok serangan berat mencapai skor 2,42–2,83 dari skor maksimum 3, mengindikasikan gangguan pertumbuhan vegetatif yang signifikan.

2026-09-22 07:09:18 Injuniar
Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap Dan Premi Panen Terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus Di Pt Lonsum Sibulan Estate)
1 hour ago
Juan Ebenezer Sembiring (Medan, 2026)

Juan Ebenezer Sembiring, NIRM.01.04.22.268. Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap dan Premi Panen terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji produktivitas pemanen dan mengakaji pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen. Pengkajian ini dilaksanakan di PT Lonsum Sibulan Estate Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Desember 2025 sampai dengan April 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah Mixed Method Design dengan model Explanatory Sequential Mixed Method. Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara dengan informan. Pengambilan sampel pada pengkajian ini dengan teknik sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Metode analisis data dengan analisis uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas pemanen tinggi yaitu 1.793,98 kg/hari diatas basis tugas perusahaan 1.500 kg/hari. Sementara hasil regresi linear berganda pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 891,726 + 141,210 X1 + 0,0002 X2. Uji F menggunakan f-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen memiliki pengaruh signifikan dengan nilai f-hitung lebih besar daripada f-tabel. Sedangkan, menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel

2026-09-22 07:09:00 Injuniar
Studi Mutu Crude Palm Oil (Cpo) Berdasarkan Variasi Waktu Penundaan Pengolahan Brondolan Sawit Varietas Dxp Ppks 540 Di Kebun Hapesong Pt. Perkebunan Nusantara Iv Regional 1
1 hour ago
Khairul Aswin Simatupang (Medan, 2026)

Khairul Aswin Simatupang, Nirm 01.04.22.269. Penundaan engolahan brondolan kelapa sawit setelah panen berpotensi menurunkan mutu Crude palm oil (CPO) akibat meningkatnya kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu CPO yang dihasilkan dari brondolan kelapa sawit varietas DxP PPKS 540 fraksi 3 pada berbagai waktu penundaan pengolahan serta menentukan batas maksimum penundaan yang masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2901-2006). Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas lima taraf perlakuan waktu tunda pengolahan, yaitu 0, 6, 12, 18, dan 24 jam, dengan tiga kali ulangan pada setiap perlakuan. Parameter yang dievaluasi meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran pada crude palm oil (CPO). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ariasi waktu tunda pengolahan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter mutu CPO yang diamati. Peningkatan durasi penundaan pengolahan diikuti oleh kenaikan kadar ALB, kadar air, dan kadar kotoran. Perlakuan tanpa penundaan (0 jam) menghasilkan mutu CPO terbaik dengan nilai ALB sebesar 1,31±0,01%, kadar air 0,10±0,01%, dan kadar kotoran 0,13±0,01%. Mengacu pada ketentuan SNI 01-2901-2006, CPO yang dihasilkan dari penundaan pengolahan hingga 18 jam masih memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Sebaliknya, penundaan selama 24 jam menyebabkan kadar ALB melampaui batas maksimum yang diperkenankan. Temuan ini mengindikasikan bahwa waktu tunda pengolahan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas CPO, sehingga brondolan sawit perlu segera diolah setelah panen dengan waktu penundaan yang direkomendasikan tidak lebih dari 18 jam.

2026-09-22 07:09:17 Injuniar
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara Dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis Dan Cengkeh Di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara
1 hour ago
Mona Mastari Sitohang (Medan, 2026)

Mona Mastari Sitohang, NIRM 01.04.22.245. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara dengan Penambahan Varian Aromatik Kayu Manis dan Cengkeh di Ladang Langit Coffee Farm Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pengolahan limbah kulit buah kopi menjadi teh kaskara, pengaruh kayu manis dan cengkeh terhadap karakteristik organoleptik serta penerimaan panelis, dan menganalisis kelayakan usaha teh kaskara. Penelitian dilaksanakan di Ladang Langit Coffee Farm, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tujuh perlakuan dan 30 panelis sebagai responden. Parameter meliputi warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan limbah kulit buah kopi berhasil diolah melalui tahapan sortasi, pencucian, pengeringan, penghalusan, pencampuran bahan aromatik, pengemasan, dan penyeduhan. Hasil uji organoleptik menunjukkan penambahan kayu manis dan cengkeh memengaruhi tingkat kesukaan panelis, dengan perlakuan terbaik pada formulasi 10 gram kaskara dan 2 gram cengkeh dalam 250 ml air berdasarkan warna, aroma, dan rasa. Varian aromatik kayu manis dan cengkeh berpengaruh terhadap karakteristik sensori. Produk aromatik cenderung lebih disukai daripada kaskara tanpa aromatik, sehingga meningkatkan daya terima produk. Analisis biaya menunjukkan usaha teh kaskara layak dikembangkan karena memberikan keuntungan, memiliki nilai R/C Ratio lebih besar dari satu, serta Break Even Point (BEP) tercapai pada setiap perlakuan.

2026-09-22 07:09:14 Injuniar