POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) Dari Kotoran Sapi Di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya
6 months ago
Ernawati (Medan, 2025)

Ernawati. NIRM. RPL 01.01.22.549. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) Dari Kotoran Sapi di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Tujuan rancangan ini adalah untuk rancangan penyuluhan pertanian pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) dari kotoran sapi di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) dari kotoran sapi di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani rancangan penyuluhan pertanian pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) dari kotoran sapi di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang menerima bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pembuatan pupuk organic padat dari kotoran sapi sesuai anjuran dari 35% menjadi 75%, materi yang digunakan yaitu “Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Sapi”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, tujuan penyuluhan, sasaran penyuluhanm materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 73,72%, 75,29%. 78,13%, 72,35%, 76,60%, 75,68%, 72,31%, 73,03%, 70,93% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 74,18%.

2026-01-30 08:01:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Jerami Sebagai Pupuk Alternatif Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman
6 months ago
Evi Andriani (Medan, 2025)

Evi Andriani, NIRM ; RPL.01.01.22.599. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Jerami sebagai Pupuk Alternatif pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan V koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji rendahnya pemahaman petani tentang pemanfaatan jerami padi sebagai kompos alternatif pada tanaman padi di Kecamatan V koto Kampung Dalam. Menyusun desain rancangan penyuluhan pemanfaatan jerami padi sebagai kompos alternatif pada tanaman padi di Kecamatan V Koto Kampung Dalam. Menganalisis tingkat penerimanaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan pemanfaaatan jerami padi sebagai kompos altrnatif pada tanaman padi di Kecamatan V Koto Kampung Dalam., untuk menganalisis sasaran penyuluhan, untuk mendasain rancangan penyuluhan pemanfaatan jerami sebagai pupuk alternatif pada tanaman padi sawah di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan V Koto Kampung Dalam pada September 2024. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara dan penyebaran kuisioner yang telah di uji validitas dan reabilitanya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linier berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan pemanfaatan jerami sebagai pupuk alternatif pada tanaman padi sawah di Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman sangat berpengaruh nyata terdapat sikap dan perilaku petani dalam pemanfaatan jerami sebagai pupuk alternatif pada tanaman padi sawah secara berkelanjutan.

2026-01-30 09:01:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung Di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
6 months ago
Helmi Hayati (Medan, 2025)

Helmi Hayati, NIRM: 01.01.22.552 Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung. Pengkajian ini bertujuan (1) Untuk menganalisis sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani terhadap penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Pengkajian ini dilaksanakan di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman pada bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa : (1) Tingkat Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung termasuk dalam kategori tinggi dengan rekpitulasi nilai yang dihasilkan sebesar (72,64%). (2) Secara bersamaan (simultan) variabel Pendidikan Formal (X2), Pendidikan non Formal (X3), Peran Penyuluh (X5), Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X6) memiliki dampak yang signifikan terhadap Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung, seperti yang dinyatakan dengan nilai F Hitung sebesar (6,209) yang melibihi F tabel (2,21). Secara individual (parsial), variabel Pendidikan Formal (X2) nilai T hitung (3,054) yang melibihi T tabel (1,662), Pendidikan non Formal (X3) T hitung (2,152) yang melibihi T tabel (1,662) , Peran Penyuluh (X5) T hitung (2,551) yang melibihi T tabel (1,662), Ketersediaan Sarana dan Prasarana (X6) T hitung (3,198) yang melibihi T tabel (1,662) Sikap Petani Terhadap Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung. Dengan persamaan regresi Y =18.948 - 0.142X1 + 0.091X2 + 0.021X3 - 0.100X4 + 0.054X5 + 0.148X6+ e dan nilai R Square sebesar 0,679.

2026-02-02 02:02:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih Pada Tanaman Ubi Kayu Di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
6 months ago
Jawilner Saragih (Medan, 2025)

Jawilner. NIRM. RPL 01.01.22.558. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Ubi Kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi kayu di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman ubi kayu yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi kayu sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Ubi Kayu”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi menunjukkan bahwa tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian untuk pengendalian jamur akar putih pada tanaman ubi kayu mencapai 81,95%, yang berada dalam kategori sangat efektif.

2026-02-02 03:02:08 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Pupuk Organik Pada Tanaman Bawang Merah Di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo
6 months ago
Jonatan Tife Berland Barus (Medan, 2025)

Jonatan Tife Berland Barus. NIRM. RPL 01.01.22.559. rancangan penyuluhan penggunaan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan penggunaan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pupuk organik pada tanaman bawang merah di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman bawang merah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pupuk organik pada tanaman bawang merah sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pupuk Organik pada Tanaman Bawang Merah”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi menunjukkan bahwa tingkat penerimaan rancangan penyuluhan pertanian untuk penggunaan pupuk organik pada tanaman bawang merah mencapai 83,94%, yang berada dalam kategori sangat efektif.

2026-02-02 03:02:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih Pada Tanaman Pisang Barangan di Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun
6 months ago
Juliadi Sinaga (Medan, 2025)

Juliadi Sinaga. NIRM. RPL 01.01.22.560. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Pisang Barangan di Kecamatan Raya Kahean. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui pengendalian jamur akar putih pada tanaman pisang barangan di Kecamatan Raya Kahean, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang pengendalian jamur akar putih pada tanaman pisang barangan di Kecamatan Raya Kahean, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pengendalian jamur akar putih pada tanaman pisang barangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Raya Kahean Kabupatn Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman pisang barangan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian jamur akar putih pada tanaman pisang barangan sesuai anjuran dari 10% menjadi 35%, materi yang digunakan yaitu “pengendalian jamur akar putih pada tanaman pisang barangan”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 83,03%, 85,86%, 86,76%, 85,45%, 83,66%, 80,62%, dan 81,66% .

2026-02-02 03:02:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Lalat Buah (Bactrocera Dorsalis) Pada Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum) Di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat
6 months ago
Kadarisman Limbong (Medan, 2025)

Kadarisman Limbong. NIRM. RPL 01.01.22.561. Rancangan Penyuluhan pertanian Pengendalian Hama Lalat Buah pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum) di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman tomat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian hama lalat buah pada tanaman tomat sesuai anjuran dari 10% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pengendalian Hama Lalat Buah pada Tanaman Tomat”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 78,4%, 79,7%, 89,4%, 89%, 84,2%, 81,1%, 79,5%, dan 79,1% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 78,4%.

2026-02-02 03:02:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Penggunaan Kapur Pertanian Pada Lahan Bekas Erupsi Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo
6 months ago
Luther Sembiring (Medan, 2025)

Luther Sembiring, NIRM.RPL.01.01.22.613. Motivasi Petani dalam Penggunaan Kapur Pertanian pada Lahan Bekas Erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis tingkat motivasi petani bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2023 sampai dengan Desember tahun 2024. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metode observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo termasuk kategori sangat tinggi dengan persentase 80,42%. Hasil uji regresi linear berganda atas faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo diperoleh persamaan Y = 12,523 + 0,075X1 + 0,1388X2 +0,004X3 - 0,084X4 + 0,427X5. Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa luas lahan, pendapatan, pendidikan, dan sarana dan prasarana berpengaruh nyata terhadap motivasi petani dalam penggunaan kapur pertanian pada lahan bekas erupsi di Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo.

2026-02-02 03:02:44 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemakaian Pupuk Berimbang Pada Padi Sawah Di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman
6 months ago
Machdalena (Medan, 2025)

Machdalena. NIRM. RPL 01.01.22.565. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemakaian Pupuk Berimbang pada Padi Sawah di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman pada bulan Mei 2024 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemakaian pupuk berimbang pada padi sawah sesuai anjuran dari 0% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemakaian Pupuk Berimbang pada Tanaman Padi Sawah”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 85,71%, 85,05%, 81,62%, 88%, 88,79%, 86,35%, 85,71%, 83,33%, 83,10% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 85,56%.

2026-02-02 03:02:32 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk Organik Untuk Tanaman Jagung Di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun
6 months ago
Manyu (Medan, 2025)

Manyu. NIRM. RPL 01.01.22.625. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk Organik untuk Tanaman Jagung di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk rancangan penyuluhan pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman jagung di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman jagung di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani rancangan penyuluhan pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman jagung di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman jagung yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman jagung sesuai anjuran dari 0% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemanfaatan Pupuk Organik pada Tanaman Jagung”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 83,20%, 83,40%, 82,60%, 85,73%, 86,80%, 85,60%, 83,93% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 84,47%.

2026-02-02 04:02:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Petani Dalam Budidaya Padi Gogo (Studi Kasus Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu)
6 months ago
Santoso (Medan, 2025)

Santoso. NIRM. RPL. 01.01.22.578. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap Petani dalam Budidaya Padi Gogo (Studi Kasus Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu). Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis sikap petani dalam budidaya padi gogo dan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sikap petani dalam budidaya padi gogo. Metode pengkajian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Variabel bebas (X) yang digunakan untuk menganalisis sikap petani (Y) adalah ekonomi (X1), sosial (X2), lingkungan (X3), kebijakan pemerintah (X4), dan sumber daya (X5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap petani dalam budidaya padi gogo baik yaitu 77,75%. Berdasarkan uji T variabel ekonomi, sosial, lingkungan, kebijakan pemerintah, dan sumber daya berpengaruh secara signifikan terhadap sikap petani. Berdasarkan uji F variabel ekonomi, lingkungan, kebijakan pemerintah, dan sumber daya secara simultan berpengaruh nyata, sementara factor social tidak berpengaruh nyata terhadap sikap petani dalam budidaya padi gogo di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu.

2026-02-05 06:02:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai (Capcicum Annum L) Di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo
6 months ago
Rajoki Sitepu (Medan, 2025)

Rajoki Sitepu. NIRM. RPL 01.01.22.539. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman cabai yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman cabai sesuai anjuran dari 0% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 82,97%, 90,26%, 78,97%, 89,54%, 89,23%, 82,67%, 79,38%, 78,36%, 76,31%, Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 83,08%.

2026-02-05 07:02:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pupuk Organik Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah
6 months ago
Eflina Pasaribu (Medan, 2025)

Eflina Pasaribu. NIRM. RPL 01.01.22.547. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemanfaatan Pupuk Organik pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan tentang rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan rancangan penyuluhan pertanian pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemanfaatan pupuk organik pada tanaman padi sawah sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “pemanfaatan pupuk organik untuk tanaman padi sawah”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masingmasing secara berurut adalah 84,42%, 84,30%, 82,81%, 85,79%, 86,81%, 85,97%, 83,82%, 80,90%, dan 82,63%. Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 84,16%.

2026-02-05 07:02:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pengendalian Hama Penggerek Batang Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa) Dengan Sistem Tanam Serempak Di Kecamatan Rokan Iv Koto Kabupaten Rokan Hulu
6 months ago
Mus Mulyadi, (Medan, 2025)

Mus Mulyadi, Nirm 010122569. Penurunan produksi padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu disebabkan oleh tingginya serangan hama penggerek batang serta rendahnya penerapan sistem tanam serempak oleh petani. Hanya sekitar 25% petani yang telah menerapkan sistem tanam serempak untuk mengendalikan hama penggerek batang. Kajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pertanian yang efektif guna meningkatkan pemahaman dan penerapan pengendalian hama penggerek batang padi dengan sistem tanam serempak. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, penyusunan rancangan penyuluhan, serta analisis data kuantitatif dari 78 responden petani padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto. Rancangan penyuluhan disusun dengan pendekatan SMART dan prinsip ABCD, serta mencakup elemen tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap semua komponen rancangan penyuluhan berada dalam kategori sangat tinggi, termasuk tujuan (87%), sasaran (90%), materi (92%), metode (89%), media (88%), volume (85%), lokasi (91%), waktu (86%), biaya (84%), dan keseluruhan rancangan penyuluhan (90%). Hal ini menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan pertanian yang disusun sangat sesuai dengan kebutuhan petani dan layak untuk diimplementasikan.

2026-02-05 08:02:35 admin@polbangtanmedan.ac.id