POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pembuatan Pestisida Nabati Dari Rimpang Jerangau Di Kecamatan Rokan Iv Koto Kabupaten Rokan Hulu
1 month ago
Sariatun (medan, 2025)

Sariatun. NIRM. RPL 01.01.22.626. Rancangan Penyuluhan Penerapan Pupuk Bokashi untuk Tanaman Mentimun di Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Tunong Aceh Timur. Tujuan rancangan ini adalah untuk rancangan penyuluhan penerapan pupuk bokashi untuk tanaman mentimun di Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Tunong Aceh Timur, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan penerapan pupuk bokashi untuk tanaman mentimun di Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Tunong Aceh Timur, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani rancangan penyuluhan penerapan pupuk bokashi untuk tanaman mentimun di Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Tunong Aceh Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Idi Tunong Kabupaten Aceh Timur pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman mentimun yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam penerapan pupuk bokhasi untuk tanaman mentimun sesuai anjuran dari 0% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Penerapan Pupuk Bokhasi untuk Tanaman Mentimun”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, tujuan penyuluhan, sasaran penyuluhanm materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing masing secara berurut adalah 85,4%, 84,8%, 81,2%, 88%, 88,7%, 86,5%, 82,3%, 81%, dan 80,7% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 84,3%

2026-01-09 02:01:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Dalam Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah
1 month ago
Saragih Tiarmaida (Medan, 2026)

Tiarmaida Saragi. NIRM: RPL 01.01.22.632. Rancangan Penyuluhan Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah sesuai anjuran dari 0% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “pemupukan berimbang pada tanaman padi sawah”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 86,62%, 84,6%, 84,68%, 81,99%, 86,58%, 85,71%, 82,6%, 81,9% dan 81,99% Tingkat penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 84,07%.

2026-01-09 02:01:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Laporan Tugas Akhir Efektivitas Pengendalian Gulma Keladi Tikus (Typhonium Blumei ) Dengan Berbagai Dosis Herbisida Metil Metsulfuron Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pt. Umada Kebun Pernantian
1 month ago
Jiddan, Arham (Medan, 2024)

Arham Jiddan, Nirm 01.04.20.141. Melakukan penelitian tentang Efektivitas Pengendalian Gulma Keladi Tikus (Typhonium blumei) dengan Berbagai Dosis Herbisida Metil metsulfuron pada Tanaman Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT. Umada Kebun Pernantian. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji efektivitas pengendalian gulma keladi tikus (Typhonium blumei) terhadap pemberian berbagai dosis herbisida Metil metsulfuron pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2024 s/d Juni 2024. Penelitian ini berlokasi di divisi 1 blok 6 PT. Umada Kebun Pernantian Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 6 taraf yaitu, Kontrol (M0), 15 gr/knapsack (M1), 30 gr/knapsack (M2), 45 gr/knapsack (M3), 60 gr/knapsack (M4), 75 gr/knapsack (M5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputi skoring visualisasi gulma, gulma pertumbuhan terhambat, persentase kematian gulma. Data jumlah vegetasi gulma dianalisis menggunakan analisis nisbi jumlah dominansi (NJD) sedangkan data lainnya dianalisis menggunakan Annova dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh berbagai dosis herbisida Metil metsulfuron terhadap visualisasi gulma 5 MSA, gulma pertumbuhan terhambat 5 MSA, persentase kematian gulma 5 MSA.

2026-01-22 07:01:59 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg) Klon Pb 260 Di Pembibitan Green Budding Pt Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir
1 month ago
Elizabeth Gabriella Taraja (Medan, 2024)

Gabriella Taraja Elizabeth, Nirm 01.04.20.147. “Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Klon PB 260 di Pembibitan Green Budding PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir”. Penggunaan media tanam yang tepat untuk bibit yang berkualitas dapat mempengaruhi produktivitas karet yang menjadi masalah utama yang disebabkan oleh banyaknya petani karet yang tidak menggunakan bibit karet dari klon unggul melainkan hasil cabutan. Metode pada pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil pengkajian ini adalah tidak memiliki pengaruh nyata terhadap daya kecambah, pertumbuhan kecambah, dan pertumbuhan bibit karet. Hal ini dikarenakan pada pembibitan karet hal yang paling diperlukan adalah kesegaran biji karet dengan kesegaran diatas 80% dan sifat fisik tanah di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate yang memiliki kandungan c-organik 2,54, N-Total 0,44 dan PH 4,70. Dengan demikian persentase keberhasilan kecambah tertinggi terdapat pada media tanam M2, diameter kecambah yaitu M3, tinggi kecambah yaitu M1, diameter batang yaitu M4, sedangkan jumlah daun, bobot berat basah dan bobot berat kering yaitu M5

2026-01-22 07:01:34 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengendalian Gulma Anak Kayu Menggunakan Bahan Aktif 2,4 D Dimetil Amina Pada Lahan Topografi Berbeda Di Pt. Socfindo Kebun Aek Loba Kabupaten Asahan
1 month ago
Siregar, Hakim Mhd Iqbal Azizul (Medan, 2024)

M. Iqbal Azizul Hakim Siregar, Nirm 01.04.20.151. Efektivitas Pengendalian

Gulma Anak Kayu Menggunakan Bahan Aktif 2,4 D Dimetil Amina pada Lahan

Topografi Berbeda di PT. Socfindo Kebun Aek Loba Kabupaten Asahan.

Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis gulma anak kayu yang

tumbuh di PT. Socfindo Kebun Aek Loba, menghitung nilai kerapatan gulma

(SDR), serta bagaimana tingkat efektivitas penggunaan bahan akti 2,4 D dimetil

amina pada topografi yang berbeda. Pengkajian ini dilakukan di PT. Socfindo

Kebun Aek Loba Divisi VI. Metode pengkajian ini yaitu deskriptif kuantitatif

dengan pengambilan data primer dilakukan secara langsung dilapangan dengan

menghitung setiap jenis gulma yang tumbuh dilapangan yaitu di pasar pikul, dan

gawangan mati, data sekunder pengambilan data secara langsung dari perusahaan.

Metode analisis yaitu analisis vegetasi untuk mengetahui jumlah kerapatan gulma,

frekuensi gulma dan Summed Domminance Ratio (SDR). Hasil analisis

menunjukkan gulma dominan di topografi datar adalah gulma Melastoma

malabathricum dengan nilai SDR 23,93%. Sedangkan pada topografi miring

adalah gulma Clidemia hirta dengan nilai SDR 27,25%. Gulma pada topografi

datar lebih cepat kematian dibandingkan dengan gulma pada topografi miring.

2026-01-22 07:01:15 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Dengan Dua Supervisi Yang Berbeda Di Divisi 6 Pt Smart Tbk, Padang Halaban Estate
1 month ago
Rahmi Raisa (Medan, 2024)

Raisa Rahmi, Nirm 01.04.20.164. Evaluasi Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Dengan Dua Supervisi yang Berbeda di Divisi 6 PT SMART Tbk, Padang Halaban Estate. Tujuan dari pengkajian ini adalah membandingkan evaluasi panen dari dua supervisi yang berbeda ditinjau dari karakteristik pemanen serta mengetahui perbedaan kualitas dan kuantitas hasil pemanen, mengetahui kendala penyebab terjadinya perbedaan kualitas dan kuantitas produksi panen di Divisi 6 PT SMART Tbk, Padang Halaban Estate. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Januari 2024 dengan metode kuantitatif dengan teknik analisis menggunakan deskriptif dan komparatif (uji two independent sample t-test). Metode pengumpulan data, yaitu pengambilan data sekunder dari perusahaan, observasi dilapangan. Hasil pengkajian ini menunjukan adanya perbedaan antara kuantitas produksi panen supervisi A dan supervisi B dan tidak terdapat perbedaan kualitas panen sesuai standar kriteria yang ditetapkan oleh PT SMART antara supervisi A dan supervisi B, namun jika ditinjau dari karakteristik pemanen berdasarkan pengalaman kerja terdapat perbedaan kuantitas dari kedua supervisi, sedangkan dari aspek kualitas jika ditinjau dari karakteristik pemanen secara umum telah sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan.

2026-01-22 07:01:47 admin@polbangtanmedan.ac.id
Penggunaan Ferotrap Dan Insektisida Untuk Pengendalian Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros) Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Pt. Pp. Lonsum Rambong Sialang Estate
1 month ago
Harahap Mhd Arsyad (Medan, 2024)

Muhammad Arsyad Harahap, Nirm 01.04.20.153. Penggunaan Ferotrap dan Insektisida untuk Pengendalian Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan di PT. PP. LONSUM Rambong Sialang Estate. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji perbedaan penggunaan ferotrap dan insektisida untuk pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan di PT. PP. LONSUM Rambong Sialang Estate dari sisi teknis, ekonomis dan dampak terhadap lingkungan. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 s.d Juli 2024. Metode pengumpulan data, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan uji two independent sample t

test. Terdapat perbedaan hasil efektivitas penggunaan metode ferotrap dibandingkan dengan insektisida pada pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Perbedaan hasil efektivitas dari metode insektisida sebesar 26,04% lebih tinggi dibandingkan ferotrap. Terdapat perbedaan selisih biaya penggunaan kedua metode sebesar Rp 1.328.329,16 dengan selisih persentase 36,36%. Berdasarkan selisih biaya, dapat disimpulkan bahwa biaya pengendalian menggunakan metode ferotrap lebih murah dibandingkan menggunakan metode insektisida. Serta terdapat perbedaan dampak terhadap lingkungan sebesar 18% yang dimana metode ferotrap lebih rendah dibandingkan dengan insektisida. Berdasarkan metode bayes untuk analisis pemilihan alternatif dalam pengambilan keputusan, dapat disimpulkan dari 3 kajian bahwasanya metode ferotrap lebih baik digunakan dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros)

2026-01-22 08:01:58 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Kopi Dalam Pengolahan Kopi Arabika Menjadi Green Bean Di Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
1 month ago
Harahap Jaiusman (Medan, 2026)

Jaiusman Riva’i Harahap, Nirm 01.02.20.177. Persepsi Petani Kopi Dalam Pengolahan Kopi Arabika Menjadi Green Bean di Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi petani dalam pengolahan kopi arabika menjadi grean bean di daerah pengkajian. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang pada bulan April s.d Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani kopi dalam pengolahan kopi arabika menjadi green bean di Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang adalah sangat tinggi dengan persentase 92%. Selanjutnya hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai berikut. Y = 45.415 + 0,002X1 - 0,039X2 + 0,145X3 + 0,031X4 + +0,065X5 + 0,126X6 + e. Selain itu, uji lanjut menggunakan uji t (parsial) menunjukkan bahwa luas lahan, pengalaman, peran kelompok tani dan pemasaran berpengaruh signifikan dan untuk umur dan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani kopi dalam pengolahan kopi arabika menjadi green bean di daerah pengkajian.

2026-01-23 09:01:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Penggunaan Bibit Bersertifikat Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara
1 month ago
Manalu Albert Juniar (Medan, 2024)

Albert Juniar Manalu, NIRM. 01.02.20.166 Motivasi Pekebun Dalam Penggunaan Bibit Bersertifikat Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam penggunaan bibit bersertifikat. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April 2024 sampai dengan bulan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam penggunaan bibit bersertifikat tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 82,2%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 40,052 - 0,003X1 + 0,073X2 + 0,085X3 + 0,0000002637X4 + 0,482X5 + 0,108X6 + 0,031X7 + 0,071X8 + 0,090X9 + 0,084X10 + e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X3), (X4), (X5), (X7), (X8), (X9) dan (X10) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X1), (X2) dan (X6) tidak berpengaruh terhadap (Y).

2026-01-23 09:01:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
1 month ago
Tampubolon, Sarah Cecilia (Medan, 2024)

Sarah Cecilia Tampubolon, Nirm 01.02.20.189. Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji sikap pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika. Penelitian ini dilaksanakan Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai dengan Juni 2024. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan pencatatan, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Sikap Pekebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) Pada Tanaman Kopi Arabika yaitu 80,01 persen, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang memengaruhi sikap pekebun dalam pada penerapan Good Agriculture Practice (GAP) pada tanaman kopi arabika terhadap faktor-faktor yang memengaruhi sikap pekebun diperoleh persamaan berikut Y = 198.610 -0,619X1 + 0,117X2 + 0,603X3 + 4,507X4 + 0,158X5 + 0,752X6 + 1,372X7. Uji lanjut secara parsial menggunakan thitung menunjukkan faktor umur, pengalaman usahatani, luas lahan, ketersedian sarana dan prasarana, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel.

2026-01-23 09:01:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Menerapkan Good Agriculture Practices Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
1 month ago
Mahara,zuhra (Medan, 2024)

Zuhra Mahara, NIRM 01.02.20.196. Motivasi Pekebun dalam Menerapkan Good Agriculture Practices pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan Good Agriculture Practice pada tanaman kopi Arabika. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Selanjutnya metode analisis data menggunakan analisis skala likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi pekebun dalam menerapkan Good Agriculture Practices pada tanaman kopi Arabika tergolong kategori tinggi dengan persentase 83,48%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y=58,462+0,008X1+3,129X2-2,143X3-0,618X4+ 1,265X5 + 1,406X6 + 1,262X7 + e. Uji F menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas umur (X1), pendapatan usahatani (X2), luas lahan (X3), jumlah tanggungan (X4), pendidikan non formal (X5), kemudahan dalam penerapan (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t menunjukkan bahwa variabel pendapatan usahatani, pendidikan non formal, kemudahan dalam penerapan dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel umur, luas lahan dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh terhadap (Y).

2026-01-23 09:01:54 admin@polbangtanmedan.ac.id