POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Bahan Organik Dari Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung
2 days ago
Marpaung, Maxcwel (Medan, 2025)

Maxcwell Nirm. 01.01.21.249. Rancangan penyuluhan pemanfaatan bahan organik dari pakis kawat dalam upaya peningkatan produksi bawang merah di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui campuran dan komposisi terbaik antara biochar pakis kawat dan tanah andisol dalam menurunkan retensi P (2) Mendesain rancangan penyuluhan yang efektif mengenai pemanfaatan biochar pakis kawat di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dirancang dan disuluhkan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari empat perlakuan dengan dosis biochar pakis kawat yang berbeda-beda dan memiliki tiga kali ulangan untuk setiap tanamannya, sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Pemberian biochar pakis kawat 50% memberikan pengaruh terbaik dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. (2) Rancangan penyuluhan yang efektif meliputi, Tujuan, Sasaran, Materi, Media, Metode, Volume, Lokasi, Waktu, dan Biaya sesuai dengan kebutuhan petani. (3) Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dan didesain dan di laksanaan sebesar 86,04% yang tergolong sangat efektif.

2026-04-20 02:04:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Produksi Jagung (Zea Mays L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan
2 days ago
Sinaga, Mhd Pauji (Medan, 2025)

Muhammad Pauzi Sinaga, Nirm 01.01.21.250. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) Di Lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pemanfaatan organik biochar pakis kawat (Dicranopteris linearis) dalam upaya peningkatan produksi jagung (Zea mays L.) di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Penurunan produksi jagung yang signifikan, dari 15.330,65 ton pada tahun 2022 menjadi 14.509,33 ton pada tahun 2023, mendorong penelitian ini. Biochar pakis kawat diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Metode yang digunakan meliputi pendekatan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) serta penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 50% tanah top soil dan 50% biochar pakis kawat memberikan pertumbuhan yang optimal dan signifikan. Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan berat basah jagung mengalami peningkatan yang signifikan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 82,12%, yang menunjukkan bahwa penyuluhan ini sangat efektif. Dengan demikian, pemanfaatan organik biochar pakis kawat berpotensi meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Pengkajian ini menyarankan agar penggunaan biochar pakis kawat diadopsi secara luas dalam praktik pertanian di daerah tersebut.

2026-04-20 02:04:13 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adaptasi Petani Padi Sawah Terhadap Perubahan Sistem Irigasi Oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3a) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
2 days ago
Robby,mhd (Medan, 2025)

Perubahan sistem irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di

Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuntut petani padi sawah untuk

melakukan berbagai bentuk adaptasi guna mempertahankan produktivitas pertanian

mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adaptasi petani serta

mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan

adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan

wawancara terhadap 83 responden yang ditentukan dengan metode proportionate

stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi petani berada pada kategori

tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap adaptasi petani meliputi

dukungan sosial, motivasi, pengalaman bertani, akses informasi, dan penyesuaian

pola tanam. Sementara itu, kepemilikan lahan tidak memberikan pengaruh

signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan akses

informasi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan

sistem irigasi. Oleh karena itu, penguatan dukungan sosial dan kegiatan penyuluhan

pertanian menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian berbasis irigasi.

2026-04-20 02:04:44 admin@polbangtanmedan.ac.id
Analisis Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Pada Tanaman Jagung: Studi Kasus Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
2 days ago
Manullang, Nikita Angel (Medan, 2025)

Nikita Angel Manullang, Nirm 01.01.21.219. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam budidaya jagung; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsi GAP; dan (3) mengkaji secara komprehensif praktik budidaya jagung dari awal tanam hingga pascapanen serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutannya di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang diawali analisis kuantitatif dan dilanjutkan dengan pendalaman kualitatif. Sampel sebanyak 148 responden diambil menggunakan teknik sampel jenuh, di mana seluruh populasi yang memenuhi kriteria dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan Nvivo melalui visualisasi concept map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi GAP berada pada kategori tinggi dengan skor 78,41%. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel karakteristik petani (X1), peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap adopsi GAP (Fhitung = 22,846 > Ftabel = 2,28; sig. = 0,000). Secara parsial, variabel peran penyuluh (X2), sarana dan prasarana (X3), karakteristik wilayah (X4), dan sifat inovasi (X5) berpengaruh nyata, sedangkan karakteristik petani (X1) tidak berpengaruh nyata (thitung = 1,238 < ttabel = 1,97; sig. = 0,218). Variabel karakteristik wilayah (X4) memberikan kontribusi paling dominan terhadap adopsi GAP dengan sumbangan relatif sebesar 41,7% dan sumbangan efektif sebesar 31,1%. Secara kualitatif, ditemukan bahwa praktik GAP yang diterapkan petani merupakan hasil adaptasi antara tradisi lokal dan teknologi modern, yang dipengaruhi oleh topografi, akses sarana, dan keterbatasan pelatihan teknis, dengan beberapa aspek belum optimal, seperti pembumbunan dan pengendalian hama. Faktor keberlanjutan dipengaruhi oleh penyuluhan, sarana, serta penyesuaian inovasi terhadap kondisi lokal.

2026-04-20 02:04:10 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kohesivitas Kelomp Ok Tani Dalam Menjalankan Fungsi Unit Produksi Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang
2 days ago
P, Novi Anggiana (Medan, 2025)

Novi Anggiana P, Nirm 01.01.21.220. Faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang pada Maret 2025 sampai dengan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan skala Liket dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungi unit produksi usahatani padi sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 78,46%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah diperoleh persamaan berikut Y = 4,702 + 0,170X1 + 0,430X2 + 0,946X3 - 0,350X4 + 0,560X5 + 0,552X6 + e, dimana interaksi sosial (X2), tujuan kelompok (X3), konflik kelompok (X5) dan peran dalam kelompok (X6) menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sedangkan ketertarikan (X1) dan ukuran kelompok (X4) menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan.

2026-04-20 02:04:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Abon Jamur Tiram Pada Petani Jamur Tiram
2 days ago
Lubis, Nur Ainun Fadhilah (Medan, 2025)

Nur’ainun Fadhilah Lubis, Nirm 01.01.21.253. Rancangan Penyuluhan Pembuatan Abon Jamur Tiram Pada Petani Jamur Tiram. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk (1) Mengetahui pengaruh penggunaan jamur tiram sebagai bahan baku utama terhadap mutu abon yang dihasilkan. (2) Mengetahui tingkat persepsi petani terhadap inovasi teknologi pembuatan abon dari jamur tiram. (3) Mendesain rancangan penyuluhan tentang pembuatan abon dari jamur tiram yang tervalidasi. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui pengaruh konsentrasi jamur tiram terhadap mutu abon yang terdiri dari empat perlakuan. Kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Hasil terbaik dari pembuatan abon dari jamur tiram ada pada perlakuan P1 dengan konsentrasi 60% jamur tiram dan 40% daging ayam. (2) Persepsi petani terhadap inovasi teknologi pembuatan abon dari jamur tiram tergolong tinggi dengan persentase 79%. (3) Hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat penerimaan rancangan penyuluhan di Kecamatan Kutalimbaru sebesar 82,8% dan tergolong sangat efektif.

2026-04-20 03:04:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
2 days ago
Nabilla, Nurdiana (Medan, 2025)

Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi

Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di

Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini

adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam

keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini

dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan

April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam

pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang

dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode

analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik

penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang

memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil

pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA

di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat

tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor

yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate

Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+

0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang

berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program

Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas

lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan

(X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata

2026-04-20 03:04:35 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
2 days ago
Mulyani, Pitri (Medan, 2025)

Pitri Mulyani, Nirm 01.01.21.223. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 71,26% pada kategori tinggi, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut. Y= 2,647 + 0,002 X1 + 0,258 X2 + 0,212 X3+ 0,503 X4. Secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan organisme pengganggu tanaman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku petani dalam budidaya bawang merah, secara parsial variabel penguasaan teknologi dan serangan organisme pengganggu tanaman berpengaruh sangat nyata, variabel modal berpengaruh nyata, sedangkan variabel karakteristik petani berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani dalam budidaya bawang merah.

2026-04-20 03:04:11 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Terhadap Program Optimalisasi Lahan Dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
2 days ago
Perangin-angin, Raffi Aditya (Medan, 2025)

 Raffi Aditya Perangin-Angin, Nirm. 01.01.21.257. Respon Petani terhadap Program Optimalisasi Lahan dalam Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari Pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat respon dan faktor-faktor yang memengaruhi petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuisioner yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program optimalisasi lahan dalam meningkatkan indeks pertanaman dengan tingkat respon sebesar 59,38%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi respon petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = -56.516 + 0,256X1 + 0,913X2 + 0,830X3 + 0,263X4 + 0,606X5 + 0,438X6 + 0,609X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, pendapatan, status kepemilikan lahan, dan peran penyuluh memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Sedangkan faktor luas lahan berpengaruh tidak signifikan dengan t-hitung lebih kecil dari pada t-tabel.

2026-04-20 03:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Adopsi Petani Dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) Di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara
2 days ago
Nababan, Rumata (Medan, 2025)

Rumata Nababan, Nirm. 01.01.21.261. Adopsi Petani dalam Penggunaan Alat Tanam Jagung (Corn Seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 76 orang dengan teknik Systematis Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani yaitu dengan variabel karakteristik inovasi, pengalaman berusahatani, karakteristik lahan, ketersediaan sumberdaya, dan sumber informasi menggunakan SPSS 26 dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) tergolong sangat tinggi (80,67%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap adopsi petani dalam penggunaan alat tanam jagung (corn seeder) adalah pengalaman berusahatani dan ketersediaan sumberdaya.

2026-04-20 06:04:48 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Melalui Program Pompanisasi Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
2 days ago
Hasibuan, Salsabila (Medan, 2025)

Salsabila Hasibuan, Nirm. 01.01.21.262. Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi Melalui Program Pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat respon petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 78 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat respon petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani yaitu dengan variabel pengalaman, kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani menggunakan SPSS 23 dengan teknik analisis regresi linear berganda. . Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi tergolong tinggi (78,6%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi adalah faktor kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani.

2026-04-20 07:04:24 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga Di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
2 days ago
Harahap, Saskia Wahdini (Medan, 2025)

Saskia Wahdini Harahap, Nirm. 01.01.21.230. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan

Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Agrowisata memiliki potensi besar dalam

menggerakkan ekonomi pedesaan, namun partisipasi petani dalam

pengembangannya masih terbatas. Agrowisata Paloh Naga, hanya 75 dari 310

petani yang terlibat aktif, menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang

faktor-faktor yang memotivasi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis

motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam

pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli

Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode

sensus terhadap 75 petani yang terlibat aktif dalam agrowisata. Data dikumpulkan

melalui kuesioner Skala Likert dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis

menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh lima variabel bebas (lingkungan

sosial, kerjasama, sarana prasarana, dukungan pemerintah, dan pendapatan)

terhadap motivasi petani. Tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang

dengan persentase 52,74%. Lingkungan sosial (β=0,242; p=0,004), kerjasama

(β=0,282; p=0,002), dan dukungan pemerintah (β=0,374; p=0,000) berpengaruh

signifikan terhadap motivasi petani. Dukungan pemerintah memberikan kontribusi

terbesar dengan sumbangan relatif 39,07%. Sebaliknya, sarana prasarana dan

pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan

76,8% variabilitas motivasi petani (R²=0,768). Pengembangan agrowisata

berkelanjutan memerlukan penguatan kerjasama, peningkatan lingkungan sosial

yang kondusif, dan optimalisasi peran pemerintah sebagai fasilitator utama

pengembangan agrowisata pedesaan.

2026-04-20 07:04:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
2 days ago
Siregar, Sri Atikah (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-04-20 07:04:08 admin@polbangtanmedan.ac.id