POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Minat Pekebun Terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Dan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Sebagai Pupuk Organik Padat Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 day ago
Lubis, Adam Sukhri (Medan, 2025)

Adam Sukhri Lubis. NIRM. 01.02.21.197. Minat Pekebun terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai Pupuk Organik Padat di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat berada kategori sedang dengan persentase 60,78%. Analisis regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh hasil sebagai berikut Y = 23,636 + 0,395X1 + 0,004X2 + 1,789X3 – 0,072X4 – 0,340X5 + 0,333X6 + 0,607X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas yaitu umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), modal (X5), sarana dan prasarana (X6), dan peran penyuluh (X7) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat minat pekebun (Y). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah luas lahan, modal, sarana prasarana, dan peran penyuluh. Sedangkan faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan, dan pengalaman memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel minat pekebun (Y).

2026-04-21 02:04:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Menggunakan Perangkap Keong Mas Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Adelia, Ditha (Medan, 2025)

Ditha Adelia, Nirm 01.01.21.240. Minat petani dalam pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) menggunakan perangkap keong mas pada tanaman padi sawah di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat petani dalam menggunakan perangkap keong mas untuk mengendalikan hama wereng coklat dan untuk mengkaji variabel-variabel yang memengaruhi minat tersebut pada tanaman padi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, antara bulan Maret dan Mei 2025. Data dikumpulkan memakai kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebagai bagian dari teknik analisis deskriptif kuantitatif. Regresi linier berganda dan skala Likert digunakan dalam prosedur analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, 74,48% petani berminat menggunakan perangkap keong mas untuk mengurangi hama wereng coklat, yang termasuk dalam kategori tinggi. Faktor usia, pendidikan, luas lahan, dan fungsi penyuluh pertanian secara bersamaan memengaruhi tingkat minat petani. Pengalaman petani, pendapatan, informasi petani mempengaruhi minat petani, sedangkan secara parsial variabel umur dan pendidikan berpengaruh sangat nyata, luas lahan dan peran penyuluh pertanian berpengaruh sangat nyata, pendapatan berpengaruh sangat nyata, pengalaman petani dan informasi petani tidak berpengaruh terhadap minat petani.

2026-04-21 02:04:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap Dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang
1 day ago
Pratama, Ferdy (Medan, 2025)

Ferdy Pratama, NIRM. 01.02.21.240. Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhi Minat Pekebun Menggunakan Brocap Trap dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) Pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun berada pada kategori sedang yaitu 63,93%, Hasil regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 10,374 + 0,075X1 + 0,340X2 – 0,550X3 – 0,291X4 + 0,488X5 + 0,249X6 + 0,164X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y). Uji T atau parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun (Y) adalah pengalaman bertani (X4), akses sumber informasi (X5), ketersediaan sarana prasarana (X6) dan peran penyuluh (X7) sedangkan umur (X1), pendidikan (X2) dan luas lahan (X3) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 02:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Al Fath, Fuad Fazhri (Medan, 2025)

Fuad Fazri Al-Fath, NIRM. 01.02.21.241. Minat Pekebun dalam Penggunaan Rorak

pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat

minat dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika. Metode penelitian yang digunakan adalah

kuantitatif deskriptif. Pengkajian di laksanakan di Kecamatan Sipirok Kabupaten

Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 - Mei 2025. Populasi kajian sebanyak 192

pekebun kopi arabika dari 6 kelompok tani di 3 desa yaitu Desa Bulu Mario, Aek

Sagala, dan Sampean sedangkan sampel kajian sebanyak 66 pekebun kopi arabika.

Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi,

wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik

analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Berdasarkan

pengkajian yang dilakukan diperoleh tingkat minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

sebesar 79,77%. Sementara, hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan Y=

2825 - 0,190X1 + 0,081X2 - 0,510X3 + 0,259X4 + 0,330X5 + 0,426X6 + 0,149X7

+ e. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat minat pekebun dalam penggunaan

rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipirok adalah umur (X1),

pengalaman (X4), peran penyuluh (X5), peran kelompok tani (X6). Faktor – faktor

yang tidak berpengaruh adalah pendidikan (X2), luas lahan (X3) dan lingkungan

masyarakat (X7)

2026-04-21 02:04:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Tampubolon, Josua Septian (Medan, 2025)

Josua Septian Tampubolon, Nirm. 01.02.21.208. Strategi Pengembangan Sentra

Kopi di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Penelitian

ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal dan eksternal serta merumuskan

strategi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi,

Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni

2025. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, dengan pendekatan

kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Teknik analisis meliputi

penyusunan matriks IFAS dan EFAS, serta perumusan strategi alternatif melalui

matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan internal utama

meliputi usia petani yang produktif, luas lahan, pengalaman bertani, perilaku petani,

kesesuaian lahan, serta tersedianya sarana dan prasarana. Sementara kelemahan

terletak pada tingkat pendidikan petani yang relatif rendah dan penggunaan bibit

bersertifikat yang masih rendah. Peluang eksternal adalah harga jual kopi arabika

yang kompetitif, persaingan dengan daerah lain, dan dukungan kebijakan

pemerintah sedangkan ancaman utama adalah serangan hama dan penyakit pada

tanaman kopi arabika. Strategi utama yang dihasilkan adalah strategi SO

(Strengths-Opportunities), yaitu Petani yang berada dalam usia produktif, memiliki

pengalaman dan lahan memadai, serta berperilaku baik dalam budidaya, ditunjang

lahan yang sesuai dan saran prasarana yang lengkap, dapat memanfaatkan harga

jual tinggi dan program pemerintah untuk menghasilkan kopi berkualitas ekspor.

Hal ini mendukung strategi pertumbuhan yang agresif dan berkelanjutan sehingga

Meningkatkan daya saing.

2026-04-21 02:04:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Irawan, Mhd Fathriansyah (Medan, 2025)

Muhammad Fathriansyah Irawan, Nirm 01.02.21.212. Persepsi Pekebun Dalam Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi pada bulan April sampai dengan Mei 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, selanjutnya metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat sebesar 59,53% dengan kategori sedang, selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan sebagai Y = 0,379 + 0,111X1 -0,000001783X2 + 0,240X3 + 4,361X4 + 0,536X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial terhadap persepsi pekebun dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten langkat adalah pengalaman bertani, pendapatan, peran penyuluh, luas lahan dan lingkungan sosial.

2026-04-21 02:04:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Pekebun Dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Izhari, Mhd Ridho (Medan, 2025)

M. Ridho Izhari, NIRM. 01.02.21.243. Minat Pekebun dalam Penggunaan Benih

Unggul Bersertifikat Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di

Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara.

Tujuan dari pengkajian ini adalah Untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor

yang memengaruhi minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat

tanaman kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan

Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner

yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data

menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa

tingkat minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman

kelapa sawit tergolong sedang dengan persentase sebesar 67,13%. Selanjutnya hasil

analisis regresi linear berganda faktor–faktor yang berpengaruh signifikan terhadap

minat dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit secara

simultan antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran

penyuluh (X3), peran kelompok tani (X4), harga benih (X5) dan lingkungan sosial

(X6). Akan tetapi, secara parsial faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap

minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit

antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran kelompok tani

(X4) dan lingkungan sosial (X6). Sedangkan peran penyuluh (X3) dan harga benih

(X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (minat pekebun).

2026-04-21 02:04:47 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi petani dalam Melakukan Konservasi Tanah Dan Air Dengan Sistem Rorak Pada Perkebunan Kopi Arabika Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
1 day ago
Pratama, Prima Prsasti (Medan, 2025)

Prima Prasasti Pratama, Nirm. 01.02.21.252. Persepsi petani dalam melakukan

konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika di

Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk

mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani

dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada perkebunan

kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei

2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang

sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data

menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa

persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air dengan sistem rorak pada

perkebunan kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 75%.

Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh

signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah dan air

dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika secara simultan antara lain

pendidikan formal (X1), pengalaman bertani (X2), ketersediaan modal (X3), luas

lahan (X4), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), Ketersediaan saprodi (X7),

dan lingkungan sosial (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang

berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani dalam melakukan konservasi tanah

dan air dengan sistem rorak pada perkebunan kopi arabika antara lain pengalaman

bertani (X2), peran penyuluh (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X8).

Sedangkan variabel pendidikan formal (X1) ketersediaan modal (X3), luas lahan

(X4), ketersediaan saprodi (X7) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y)

2026-04-21 03:04:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi Di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Syihab,riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pada posisi Kuadran I yang memanfaatkan kekuatan untuk memperoleh peluang.

2026-04-21 06:04:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
1 day ago
Syihab, Riziq (Medan, 2025)

Riziq Syihab, Nirm. 01.02.21.257. Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) yang memengaruhi pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu dan merumuskan strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Berampu. Faktor internal adalah perilaku pekebun, umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman, sarana dan prasarana serta kesesuaian lahan; faktor eksternal adalah harga jual, persaingan, kebijakan pemerintah dan serangan hama penyakit. Analisis yang digunakan adalah SWOT, menggunakan IFAS daN EFAS melakukan wawancara, observasi dan penyebaran daftar pertanyaan. Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan faktor internal berupa kekuatan yaitu, perilaku pekebun, umur pekebun, tingkat pendidikan formal pekebun, pengalaman berusahatani, sarana prasarana. Sementara kelemahannya yaitu, luas lahan dan kesesuaian lahan. Faktor eksternal berupa peluang yaitu, harga jual kopi, kebijakan pemerintah, persaingan dengan daerah lain. Sementara ancamannya yaitu, adanya serangan hama dan penyakit pada kopi. Hasil analisis menggunakan IFAS dan EFAS menghasilkan strategi agresif pad

2026-04-21 07:04:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Ramadansyah, Rizky (Medan, 2025)

Rizky Ramadansyah, Nirm. 01.02.21.258. Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Peningkatan Produksi Kopi Arabika Di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan pada bulan Maret 2025 sampai Mei 2025. Lokasi yang dipilih karena kecamatan tersebut adalah salah satu kecamatan yang banyak membudidayakan kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam menentukan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sampel dipilih secara sengaja sesuai dengan kriteria pengkajian yang diinginkan untuk menjadi sampel pengkajian. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar angket/kuesioner dan wawacara. Metode analisis yang digunakan adalah skala Likert untuk mengetahui tingkat pengaruh dan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan produksi kopi arabika di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan. Secara simultan variabel bebas pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), motivator (X4), dan katalisator (X5) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika. Sedangkan secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi kopi arabika adalah pembimbing (X1), organisator dan dinamisator (X2), inovator (X3), dan katalisator (X5) sedangkan motivator (X4) tidak berpengaruh signifikan.

2026-04-21 07:04:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Pupuk Organik Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Oleh : Safrina Siregar
1 day ago
Siregar, Safrina (Medan, 2025)

Safrina Siregar, Nirm. 01.02.21.259. Persepsi Petani terhadap Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Arabika menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika tergolong dalam kategori positif dengan persentase 85,65%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika secara simultan antara lain karakteristik inovasi (X1), sumber informasi (X2), lingkungan sosial (X3), peran kelompok tani (X4), dan peran penyuluh (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap pupuk organik dari limbah kulit kopi arabika antara lain karakteristik inovasi (X1), sumber informasi (X2) dan peran kelompok tani (X4). Sedangkan variabel lingkungan sosial (X3) dan peran penyuluh (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y). Persepsi positif menunjukkan bahwa petani menerima informasi (penyerapan) dengan baik, memahami manfaat dan cara penggunaan (pemahaman), serta menilai bahwa pupuk organik tersebut berguna dan layak diterapkan (penilaian). Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik memiliki potensi besar untuk diadopsi secara lebih luas oleh petani di daerah tersebut.

2026-04-21 07:04:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara
1 day ago
Siregar, Satria Darma (Medan, 2025)

Satria Darma Siregar, Nirm. 01.02.21.225. Minat Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase 71,14%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan secara simultan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), Lingkungan sosial (X4), dan Bantuan pemerintah (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan antara lain Ketersediaan informasi (X1), Ketersediaan sarana dan prasarana (X2), Peran penyuluh (X3), dan Lingkungan sosial (X4). Sedangkan variabel Bantuan pemerintah (X5) tidak berpengaruh signifikn terhadap minat petani (Y).

2026-04-21 07:04:52 admin@polbangtanmedan.ac.id