POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pembuatan Kompos Dari Jerami Padi Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
1 month ago
Rahmad Hasibuan (Medan, 2024)

Rahmad Hasibuan NIRM. RPL. 01.01.21.450. Pengkajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian dan menganalisis presentase tingkat penerimaan petani dalam penetapan tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya dan rancangan penyuluhan pertanian pembuatan kompos dari jerami padi di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Marancar pada bulan Juli sampai dengan agustus 2023 dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan jenis pengkajian kuantitatif deskriptif. Sementara analisis datanya dengan menggunakan skala likert setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan. Identifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian yang terdiri dari beberapa permasalahan dan beberapa potensi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. Penetapan sasaran penyuluhan yaitu petani padi sawah yang tergabung dalam 4 kelompok tani dan sudah terdaftar dalam Simluhtan dengan jumlah 47 orang. Presentase tingkat penerimaan petani dalam penetapan tujuan 86,81% sangat efektif, sasaran 87,49% sangat efektif, materi mendapatkan skor sebesar 87,32% atau sangat efektif, metode mendapatkan skor sebesar 87,66 % atau sangat efektif, media mendapatkan skor sebesar 86,98 % atau efektif, dan Rancangan Penyuluhan Pertanian pembuatan pupuk kompos dari jerami padi di Kecamatan Marancar mendapatkan nilai skor rata-rata 87, 25% atau sangat efektif untuk diterapkan.

2026-06-25 03:06:02 Injuniar
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Persepsi Petani Terhadap Pola Tanam Jajar Legowo 2:1 Pada Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun
1 month ago
Rismel Parulian Sinaga (Medan, 2026)

 Rismel Parulian Sinaga, NIRM RPL.01.01.21.355. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Persepsi Petani Terhadap Pola Tanam jajar Legowo 2:1 Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Panei. Pengkajian bertujuan untuk mengkaji tingkat persepsi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi terhadap penerapan pola tanam jajar legowo 2:1 tanaman jagung yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2023. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani terhadap penerpan pola tanam jajar legowo 2:1 tanaman jagung sebesar 70,69% dengan kategori tinggi, sementara hasil regresi linear terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi terhadap penerapan pola tanam jajar legowo 2:1 tanaman jagung diperoleh persamaan yaitu Y = 3,962 - 0,088X1 + 0,379X2 + 0,285X3 + 0,252X4 + 0,372X5 + 0,391X6. Uji lanjut secara simultan variabel umur, pendapatan, pendidikan, peran penyuluh, peran kelompok tani dan pengalaman berusahatani berpengaruh nyata terhadap persepsi petani dimana nilai F-hitung lebih besar dari F-tabel (27,275>2,195). Uji secara parsial menggunakan t-hitung variabel umur tidak memiliki pengaruh yang cukup signifikan dengan nilai t-hitung lebih kecil daripada t-tabel.

 

2026-06-25 04:06:12 Injuniar
Efektivitas Metode Penyuluhan Ceramah Dan Pemutaran Film Dalam Perubahan Pengetahuan Dan Sikap Petani Tentang Panen Dan Pascapanen Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
1 month ago
Mutiara Chairunnissa (Medan, 2024)

Mutiara Chairunnissa, NIRM 01.01.20.156. Efektivitas Metode Penyuluhan Ceramah dan Pemutaran Film dalam Perubahan Pengetahuan dan Sikap Petani tentang Panen dan Pascapanen Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Tujuan pengkajian ini menganalisis peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap petani dan menganalisis perbandingan efektivitas metode ceramah dan pemutaran film tentang panen dan pascapanen tanaman padi. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara pada bulan April-Mei 2024. Metode pengkajian yang digunakan yaitu metode quasi-eksperimental dengan menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang terdiri dari 20 petani pada masing-masing kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan pre-posttest dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan yaitu mengukur nilai rata-rata peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap petani, serta melihat perbandingan menggunakan nilai Efektivitas Penyuluhan (EP) dan Efektivitas Perubahan Perilaku (EPP) serta Uji Independent T-test sehingga diperoleh perbedaan rata-rata 2 kelompok. Hasil pengkajian menunjukkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 22,5% dan perubahan sikap petani sebesar 11,7% dengan metode ceramah, peningkatan pengetahuan petani sebesar 42,4% dan perubahan sikap petani sebesar 17,8% dengan metode pemutaran film. Diperoleh nilai EP dengan metode ceramah pada aspek pengetahuan sebesar 14,9% dan aspek sikap sebesar 11,6% (kurang efektif), sedangkan nilai EP dengan metode pemutaran film pada aspek pengetahuan sebesar 28% dan pada aspek sikap sebesar 17,7% (kurang efektif). Nilai EPP dengan metode ceramah pada aspek pengetahuan sebesar 44,14% (cukup efektif) dan aspek sikap sebesar 27,1% (kurang efektif), sedangkan nilai EPP dengan metode pemutaran film pada aspek pengetahuan sebesar 82,3% dengan kategori efektif dan aspek sikap sebesar 41,9% (cukup efektif).

2026-06-25 07:06:19 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Terhadap Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) Kementerian Pertanian Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Nathalia Christien Br Barus (Medan, 2024)

Nathalia Christien Br Barus, NIRM. 010120157. Respon Petani Terhadap Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) Kementerian Pertanian di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik) dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik) di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara pada bulan Mei 2024. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik) adalah 79,59% dengan kategori tinggi. Secara simultan (uji f) variabel umur, pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, pendapatan, sifat inovasi, peran kelompoktani dan peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap respon petani, sedangkan secara parsial (uji t) variabel umur, pengalaman bertani, pendapatan, sifat inovasi, peran kelompoktani dan peran penyuluh berpengaruh signifikan dan variabel pendidikandan luas lahan tidak berpengaruh signifikan pada respon petani terhadap program gerakan tani pro organik (genta organik).

2026-06-25 08:06:50 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pelaksanaan Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) Di Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
Ade Surya Rizki Harahap (Medan, 2025)

Ade Surya Rizki Harahap. Nirm 01.02.21.198. Motivasi Pekebun dalam Pelaksanaan Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Pengkajian ini dilakukan pada bulan Maret 2025 sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pelaksanaan program PSR tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 78,78%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 1,280 – 0,014X1 − 0,00000006591X2 + 0,188X3 + 0,274X4 + 0,008X5 – 0,123X6 + 0,104X7 + 0,098X8 + e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas umur (X1), pendapatan (X2), pendidikan formal(X3), luas lahan (X4), pengalaman (X5), aktivitas kegiatan penyuluhan (X6), ketersediaan sarana produksi (X7), tingkat keuntungan (X8) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel pendidikan formal (X3), luas lahan (X4), aktivitas kegiatan penyuluhan (X6), ketersediaan sarana produksi (X7) dan tingkat keuntungan (X8) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan umur (X1), pendapatan (X2) dan pengalaman (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y). 

2026-06-29 01:06:34 Injuniar
Persepsi Pekebun Tentang Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Di Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
3 weeks ago
Ahmah Sakir (Medan, 2025)

Ahmad Sakir, Nirm. 01.02.21.234. Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan kebijakan pemerintah untuk menjamin praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Namun, penerapan ISPO oleh pekebun rakyat masih rendah, sehingga pemahaman terhadap persepsi pekebun menjadi penting sebagai dasar kebijakan implementasi. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persepsi pekebun tentang sertifikasi ISPO serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 60 responden pekebun sawit yang tergabung dalam kelompok tani penerima program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun terhadap sertifikasi ISPO berada dalam kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara simultan terhadap persepsi pekebun adalah umur, pendidikan formal, luas lahan, pengalaman berkebun, peran penyuluh, akses informasi, dan keaktifan dalam organisasi pekebun. Di antara faktor tersebut, pendidikan, luas lahan, peran penyuluh, dan akses informasi memiliki berpengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulan dari pengkajian ini adalah bahwa meskipun persepsi pekebun terhadap ISPO sudah tinggi, diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan implementasi dan penguatan kelembagaan petani agar sertifikasi ISPO dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.

2026-06-29 02:06:26 Injuniar
Persepsi Pekebun Terhadap Manfaat Lubang Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica L) Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat
3 weeks ago
Daniel Mendrofa (Medan, 2025)

Daniel Mendrofa, Nirm 01.02.21.202. Persepsi Pekebun Terhadap Manfaat Lubang Rorak Pada Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L) di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak pada tanaman kopi arabika. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu. Jenis pengkajian yang digunakan Deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sementara metode analisis data menggunakan skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak berada dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 64,52%. hasil regresi linear Berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 36.173 - 0.213 X1 + 0.098 X2 + 0.073 X3 + 0.164 X4 - 5.384 X5 – 0.023 X6 + 0.339 X7 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pesepsi pekebun terhadap manfaat lubang rorak pada tanaman kopi arabika di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu adalah umur, Pendidikan, luas lahan, pengalaman, dan interaksi sosial.

2026-06-29 02:06:43 Injuniar
Dini Aulia Br. Tamba, NIRM. 01.02.21.238. Persepsi Pekebun Kelapa Sawit Terhadap Minyak Sawit Merah (Red Palm Oil) (Studi Kasus : Koperasi Pemasaran Pujakesuma Di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang)
3 weeks ago
Dini Aulia Tamba (Medan, 2025)

Dini Aulia Br. Tamba, NIRM. 01.02.21.238. Persepsi Pekebun Kelapa Sawit Terhadap Minyak Sawit Merah (Red Palm Oil) (Studi Kasus : Koperasi Pemasaran Pujakesuma Di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang). Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun kelapa sawit terhadap minyak sawit merah (Red Palm Oil). Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang pada Maret sampai dengan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan kuesioner menggunakan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji statistik regresi linear berganda. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi pekebun kelapa sawit terhadap minyak sawit merah (Red Palm Oil) termasuk kategori negatif (40,32%). Persepsi negatif menunjukkan  bahwa Persepsi pekebun berdasarkan aspek penyerapan terhadap harga minyak sawit merah lebih murah dari minyak (48,35%), aspek pemahaman terhadap minyak sawit merah dapat menurunkan kadar kolesterol (43,28%) dan aspek penilaian terhadap kualitas minyak merah yang lebih baik dibanding minyak kemasan lain (36,21%). Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktorfaktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi pekebun kelapa sawit terhadap minyak sawit merah (Red Palm Oil) antara lain sumber informasi (X3), dan lingkungan sosial (X4). Variabel umur (X1) berpengaruh signifikan. Sedangkan variabel pendidikan (X2) berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi (Y). Hal ini menunjukkan bahwa iklan sebagai media penyuluhan di televisi lokal lewat lingkungan keluarga dapat mengubah persepsi pekebun yang negatif menjadi positif terhadap minyak sawit merah dan penerapan GAP tanaman kelapa sawit.

2026-06-29 02:06:40 Injuniar
Persepsi Pekebun Dalam Pengolahan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang Di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan
3 weeks ago
Dwika Putri Maulina (Medan, 2025)

Dwika Putri Maulina, Nirm. 01.02.21.239, Persepsi Pekebun dalam Pengolahan Pelepah Kelapa Sawit menjadi Briket Arang di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi pekebun dan faktor-faktor yang memengaruhinya terhadap pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan bulan Agustus 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari wawancara, observasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah skala Likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat persepsi pekebun dalam pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi briket arang tergolong tinggi dengan tingkat persepsi sebesar 82%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 42,823+0,348X1+0,035X2+0,126X3 +0,196X4+0,181X5+ 0,281X6+ e. Uji lanjut menggunakan thiutng menunjukkan bahwa lingkungan sosial, karakteristik inovasi, peran kelompok tani, dan kosmopolitan memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai thiutng lebih besar daripada ttabel. Sedangkan peran penyuluh dan pemasaran tidak berpengaruh signifikan dengan thitung lebih kecil daripada ttabel.

2026-06-29 02:06:00 Injuniar
Perilaku Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Ceri Kopi Arabika Menjadi Kompos Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
Ernestine Sri Artha Manik (Medan, 2025)

Ernestine Sri Artha Manik, Nirm 01.02.21.205. Perilaku Petani dalam Pemanfaatan Kulit Ceri Kopi Arabika menjadi Kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat pada 16 April sampai dengan 24 Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan metode likert dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos yaitu 70,02%. Hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan berikut Y = 34,350 +0,005X1 +0,193X2 + 0,297X3 0,058X4 + 0,094X5 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah peran kelompok tani (X2), sumber informasi (X3), karakteristik inovasi (X4), dan peran penyuluhan (X5), dan intensitas kegiatan penyuluhan (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani dalam pemanfaatan kulit ceri kopi arabika menjadi kompos di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara.

2026-06-29 05:06:40 Injuniar
Motivasi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Menghasilkan Di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan
3 weeks ago
M. Aldin Syah, (Medan, 2025)

M. Aldin Syah, Nirm. 01.02.21.209. Motivasi Petani Dalam Penerapan Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Menghasilkan di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam penerapan pemupukan beimbang pada tanaman kelapa sawit menghasilkan. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan pemupukan berimbang pada tanaman kelapa sawit tergolong dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 83,47%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 41,177 - 0,016X1+ 0,005X2+ 0,010X3 + 0,00000009025X4 − 0,090X5 + 0,150X6 + 0,061X7 + 0,143X8 + e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman berusahatani (X3),pendapatan (X4), luas lahan (X5), jumlah tanggungan keluarga (X6), ketersediaan sarana dan prasarana (X7), dan peran penyuluh (X8) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel terikat motivasi petani (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel umur, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, ketersediaan sarana dan prasaran, dan peran penyuluh, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi. sedangkan variabel pendidikan, pengalaman berusahatani, luas lahan tidak berpengaruh terhadap motivasi.

2026-06-29 05:06:02 Injuniar
Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi Ispo Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
3 weeks ago
M. Rangga Azhari (Medan, 2025)

M. Rangga Azhari, Nirm 01.02.21.244. Peran Penyuluh Dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya dan faktor-faktor yang memengaruhi peran penyuluh dalam percepatan sertifikasi ISPO di perkebunan kelapa sawit swadaya Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang pada Desember 2025 sampai dengan Mei 2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara  dan penyebaran kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat percepatan sertifikasi ISPO di Kecamatan Bangun Purba Provinsi Sumatera Utara tergolong tinggi dengan persentase 79%. Faktor yang mempengaruhi peran penyuluh dalam Percepatan Sertifikasi ISPO Pada Perkebunan Swadaya Peran fasilitator (X3) menunjukkan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikan 0.001<0,50 dan Peran motivator (X2) juga menunjukan pengaruh signifikan dengan tingkat signifikansi 0,002<0,050 dan kedua peran tersebut memiliki thitung bernilai positif. Peran edukator (X1), organisator (X5), dan inovator (X6) justru menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,050 tetapi ketiga peran tersebut memiliki thitung bernilai negatif. Peran dinamisator (X4) dan konsultan (X7) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan tingkat signifikansi lebih dari 0,050.

2026-06-29 06:06:04 Injuniar