POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Minat Pekebun Terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) Dan Palm Oil Mill Effluent (Pome) Sebagai Pupuk Organik Padat Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 week ago
Lubis, Adam Sukhri (Medan, 2025)

Adam Sukhri Lubis. NIRM. 01.02.21.197. Minat Pekebun terhadap Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai Pupuk Organik Padat di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat pekebun dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun terhadap pemanfaatan TKKS dan POME sebagai pupuk organik padat berada kategori sedang dengan persentase 60,78%. Analisis regresi linear berganda terhadap minat pekebun diperoleh hasil sebagai berikut Y = 23,636 + 0,395X1 + 0,004X2 + 1,789X3 – 0,072X4 – 0,340X5 + 0,333X6 + 0,607X7 + e. Uji F menunjukkan semua variabel bebas yaitu umur (X1), pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), modal (X5), sarana dan prasarana (X6), dan peran penyuluh (X7) secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat minat pekebun (Y). Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah luas lahan, modal, sarana prasarana, dan peran penyuluh. Sedangkan faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan, dan pengalaman memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap variabel minat pekebun (Y).

2026-05-04 08:05:34 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Kelompok Tani Terhadap Program Brigade Pangan Di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara
2 days ago
Nurbaiti, Dinda (Medan, 2025)

Dinda Nurbaiti, Nirm. 01.01.21.239. Respon Kelompok Tani terhadap Program Brigade Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis respon kelompok tani terhadap program Brigade Pangan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, sekaligus menelaah sejauh mana dukungan pemerintah, pendapatan, serta kepuasan petani berpengaruh terhadap respon yang ditunjukkan. Program Brigade Pangan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan agribisnis modern yang menekankan pada optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas petani. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara pada periode Maret hingga Mei 2025. Jenis pengkajian yang digunakan adalah survei dengan metode kuantitatif deskriptif. Respon kelompok tani dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan pengaruh antar variabel diuji dengan model Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui perangkat lunak Smart-PLS. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa respon kelompok tani terhadap Program Brigade Pangan berada pada kategori sedang dengan persentase 28,57%. Analisis SEM-PLS menegaskan bahwa dukungan pemerintah (X1), pendapatan (X2), dan kepuasan petani (X3) berpengaruh signifikan terhadap respon kelompok tani. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh sinergi antara kebijakan pemerintah, peningkatan kesejahteraan ekonomi, serta kepuasan petani terhadap manfaat program yang diterima. Dengan demikian, diperlukan strategi lanjutan untuk memperkuat respon petani agar program dapat berkelanjutan

2026-05-11 01:05:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Mochi Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.)
2 days ago
Naibaho, Yesika Feni (Medan, 2025)

Feni Yesica Naibaho, NIRM. 01.01.21.210. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas merupakan komoditas lokal yang kaya nutrisi serta berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung ubi jalar ungu terhadap kualitas mochi, menganalisis persepsi petani terhadap inovasi mochi, serta merancang penyuluhan yang tervalidasi mengenai pembuatan mochi Tepung Ubi Jalar Ungu. Penelitian meliputi kajian teknis, analisis persepsi petani, dan validasi rancangan penyuluhan. Kajian teknis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi tepung ubi jalar ungu (10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%) serta tiga ulangan. Parameter yang diamati mencakup kadar air dan uji organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan penampakan keseluruhan). Analisis persepsi dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan reduksi data, sedangkan validasi rancangan penyuluhan dinilai dengan skala Likert lima kategori.  Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik adalah 20% tepung ubi jalar ungu yang menghasilkan mutu organoleptik paling baik. Persepsi petani terhadap inovasi mochi tergolong positif. Hasil validasi menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan dalam kategori efektif dengan nilai 80,68%, serta evaluasi penyuluhan memperlihatkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 68,8%.

2026-05-11 01:05:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Bahan Organik Dari Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung
2 days ago
Marpaung, Maxcwell (Medan, 2025)

Maxcwell Nirm. 01.01.21.249. Rancangan penyuluhan pemanfaatan bahan organik dari pakis kawat dalam upaya peningkatan produksi bawang merah di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui campuran dan komposisi terbaik antara biochar pakis kawat dan tanah andisol dalam menurunkan retensi P (2) Mendesain rancangan penyuluhan yang efektif mengenai pemanfaatan biochar pakis kawat di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (3) Untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dirancang dan disuluhkan. Pengkajian teknis menggunakan metode eksperimental yang terdiri dari empat perlakuan dengan dosis biochar pakis kawat yang berbeda-beda dan memiliki tiga kali ulangan untuk setiap tanamannya, sedangkan kajian penyuluhan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Analisis data menggunakan skala Likert dan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Hasil pengkajian menunjukkan (1) Pemberian biochar pakis kawat 50% memberikan pengaruh terbaik dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. (2) Rancangan penyuluhan yang efektif meliputi, Tujuan, Sasaran, Materi, Media, Metode, Volume, Lokasi, Waktu, dan Biaya sesuai dengan kebutuhan petani. (3) Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan yang telah dan didesain dan di laksanaan sebesar 86,04% yang tergolong sangat efektif.

2026-05-11 02:05:25 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris Linearis) Dalam Upaya Produksi Jagung (Zea Mays L.) Di Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan
2 days ago
Sinaga, Muhammad Fauzi (Medan, 2025)

Muhammad Pauzi Sinaga, Nirm 01.01.21.250. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Organik Biochar Pakis Kawat (Dicranopteris linearis) Dalam Upaya Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) Di Lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk merancang penyuluhan pemanfaatan organik biochar pakis kawat (Dicranopteris linearis) dalam upaya peningkatan produksi jagung (Zea mays L.) di lokasi Food Estate Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Penurunan produksi jagung yang signifikan, dari 15.330,65 ton pada tahun 2022 menjadi 14.509,33 ton pada tahun 2023, mendorong penelitian ini. Biochar pakis kawat diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Metode yang digunakan meliputi pendekatan eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) serta penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 50% tanah top soil dan 50% biochar pakis kawat memberikan pertumbuhan yang optimal dan signifikan. Tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan berat basah jagung mengalami peningkatan yang signifikan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 82,12%, yang menunjukkan bahwa penyuluhan ini sangat efektif. Dengan demikian, pemanfaatan organik biochar pakis kawat berpotensi meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Pengkajian ini menyarankan agar penggunaan biochar pakis kawat diadopsi secara luas dalam praktik pertanian di daerah tersebut.

2026-05-11 03:05:30 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adaptasi Petani Padi Sawah Terhadap Perubahan Sistem Irigasi Oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3a) Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
2 days ago
Robby, Muhammad (Medan, 2025)

Perubahan sistem irigasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) diKecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, menuntut petani padi sawah untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi guna mempertahankan produktivitas pertanian mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adaptasi petani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 83 responden yang ditentukan dengan metode proportionate stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adaptasi petani berada pada kategori tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap adaptasi petani meliputi dukungan sosial, motivasi, pengalaman bertani, akses informasi, dan penyesuaian pola tanam. Sementara itu, kepemilikan lahan tidak memberikan pengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dan akses informasi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan  sistem irigasi. Oleh karena itu, penguatan dukungan sosial dan kegiatan penyuluhan pertanian menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pertanian berbasis irigasi.

2026-05-11 03:05:06 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Petani Dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (Csa) Di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara
1 day ago
Nabilla, Nurdiana (Medan, 2025)

Nurdiana Nabila, Nirm. 01.01.21.221. Faktor-faktor yang Memengaruhi Adopsi Petani dalam Keberlanjutan Program Climate Smart Agriculture (CSA) di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) dan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan April sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam pengkajian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah pengisian kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat adopsi petani digunakan teknik penentuan skor model Likert dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani digunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat adopsi petani dalam keberlanjutan program CSA di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai termasuk kategori sangat tinggi yaitu dengan persentase 86,95%. Dari hasil regresi linear terhadap faktorfaktor yang memengaruhi adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) diperoleh persamaan Y= −11,506 − 0,368 X1 + 0,323 X2+ 0,261 X3 + 0,705 X4+ 0,156 X5 + 0,534X6 + 0,372X7. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap adopsi petani dalam keberlanjutan program Climate Smart Agriculture (CSA) adalah umur (X1), tingkat pendidikan (X2), luas lahan (X3), pengalaman berusahatani (X4), peran penyuluh (X6), dan kosmopolitan (X7). Sedangkan faktor karakteristik inovasi (X5) berpengaruh tidak nyata.

2026-05-12 09:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) Di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
1 day ago
Mulyani Pitri (Medan, 2025)

Pitri Mulyani, Nirm 01.01.21.223. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Petani Dalam Budidaya Bawang Merah (Allium Cepa L.) di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam budidaya bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues. Metode penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan analisis regresi linear berganda. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku petani dalam budidaya tanaman bawang merah di Kecamatan Blangpegayon Kabupaten Gayo Lues Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 71,26% pada kategori tinggi, sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani diperoleh persamaan sebagai berikut. Y= 2,647 + 0,002 X1 + 0,258 X2 + 0,212 X3+ 0,503 X4. Secara simultan variabel karakteristik petani, penguasaan teknologi, modal, dan organisme pengganggu tanaman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku petani dalam budidaya bawang merah, secara parsial variabel penguasaan teknologi dan serangan organisme pengganggu tanaman berpengaruh sangat nyata, variabel modal berpengaruh nyata, sedangkan variabel karakteristik petani berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani dalam budidaya bawang merah.

2026-05-12 09:05:55 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung (Zea Mays L) Menjadi Briket Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
14 hours ago
Bima Rizaldi Restu (Medan, 2025)

Restu Bima Rizaldi, Nirm. 01.01.21.259. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Dalam Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Menjadi Briket di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk melihat tingkat minat dan faktor- faktor yang mempengaruhinya terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya dan wawancara. Sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat minat petani terhadap pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket tergolong tinggi dengan minat sebesar 70,2%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 30,279 + - 0,045X1 + 0,086X2 + 0,006X3 + -0,059X4 + -0,100X5 + 0,053X6 Secara simultan variabel pendidikan, teknologi, pengalaman, modal, pendapatan dan pemasaran berpengaruh terhadap minat petani. Secara parsial variabel teknologi, modal, pendapatan, serta pemasaran berpengaruh signifikan terhadap minat petani, sedangkan variabel pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan terhadap minat petani.

2026-05-13 02:05:22 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Melalui Program Pompanisasi Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
14 hours ago
Hasibuan, Salsabilla (Medan, 2026)

Salsabila Hasibuan, Nirm. 01.01.21.262. Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi Melalui Program Pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat respon petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 78 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat respon petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani yaitu dengan variabel pengalaman, kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani menggunakan SPSS 23 dengan teknik analisis regresi linear berganda. . Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi tergolong tinggi (78,6%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi adalah faktor kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani.

Kata kunci

2026-05-13 02:05:09 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman (Ip) Padi Melalui Program Pompanisasi Di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
13 hours ago
Hasibuan, Salsabila (Medan, 2025)

Salsabila Hasibuan, Nirm. 01.01.21.262. Respon Petani Dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi Melalui Program Pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat respon petani dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini di laksanakan dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 78 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Metode yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat respon petani digunakan skala likert, dan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi respon petani yaitu dengan variabel pengalaman, kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani menggunakan SPSS 23 dengan teknik analisis regresi linear berganda. . Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi tergolong tinggi (78,6%). Secara parsial, variabel yang berpengaruh nyata terhadap respon petani dalam peningkatan indeks pertanaman padi melalui program pompaniasasi adalah faktor kegiatan penyuluhan, peran ketua kelompok tani dan persepsi petani.

2026-05-13 03:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga Di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang
13 hours ago
Harahap, Saskia Wahdini (Medan, 2025)

Saskia Wahdini Harahap, Nirm. 01.01.21.230. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Petani Dalam Pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Agrowisata memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi pedesaan, namun partisipasi petani dalam pengembangannya masih terbatas. Agrowisata Paloh Naga, hanya 75 dari 310 petani yang terlibat aktif, menunjukkan perlunya pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memotivasi petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam pengembangan Agrowisata Paloh Naga di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode sensus terhadap 75 petani yang terlibat aktif dalam agrowisata. Data dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji pengaruh lima variabel bebas (lingkungan sosial, kerjasama, sarana prasarana, dukungan pemerintah, dan pendapatan) terhadap motivasi petani. Tingkat motivasi petani berada pada kategori sedang dengan persentase 52,74%. Lingkungan sosial (β=0,242; p=0,004), kerjasama (β=0,282; p=0,002), dan dukungan pemerintah (β=0,374; p=0,000) berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani. Dukungan pemerintah memberikan kontribusi terbesar dengan sumbangan relatif 39,07%. Sebaliknya, sarana prasarana dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan 76,8% variabilitas motivasi petani (R²=0,768). Pengembangan agrowisata berkelanjutan memerlukan penguatan kerjasama, peningkatan lingkungan sosial yang kondusif, dan optimalisasi peran pemerintah sebagai fasilitator utama pengembangan agrowisata pedesaan.

2026-05-13 03:05:01 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara
13 hours ago
Siregar, Atikah Sri (Medan, 2025)

Sri A’tikah Siregar, Nirm. 01.01.21.265. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Dalam Alih Fungsi Lahan Padi Sawah Menjadi Kebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo Sumatera Utara. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat keputusan petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit di Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo. Pelaksanaan pada bulan Maret-Mei 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta wawancara, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Jumlah sampel dalam pengkajian ini sebanyak 80 orang. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit tergolong tinggi dengan persentase 79,42%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam alih fungsi lahan padi sawah menjadi kebun kelapa sawit diperoleh persamaan Y= 13.696 + 0.256X1 + 0.362X2 + 0.151X3 + 0.465X4 + 0.537X5+ e. Secara parsial, variabel karakteristik petani, ekonomi, lingkungan sosial dan perubahan iklim berpengaruh nyata terhadap keputusan petani.

2026-05-13 03:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id