POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (Psr) Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
2 weeks ago
Sriani (Medan, 2025)

Sriani, Nirm. 01.02.21.226. Analisis Efektivitas Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengidentifikasi implementasi Program PSR, efektivitas Program PSR, dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat efektivitas Program PSR di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada bulan Desember sampai dengan Mei 2025. Metode penelitian analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PSR dilihat dari segi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) masih belum efektif. Efektivitas Program PSR ditinjau dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Pelaksanaan Program PSR di Kecamatan Silangkitang masih belum berjalan optimal karena masih terdapat beberapa kendala di 2 (dua) Desa, yang menyebabkan pelaksanaan Program PSR terhambat. Faktor pendukung efektivitas Program PSR adalah administrasi yang baik, kualitas sumber daya manusia, dukungan pemerintah. Faktor penghambat efektivitas Program PSR adalah dana yang belum terealisasi secara optimal, isu keberlanjutan, administrasi yang lambat, dan pendampingan oleh penyuluh, dinas dan tim pendamping belum optimal.

2026-05-18 07:05:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Petani Dalam Menerapkan Tanaman Pelindung Pada Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara
2 weeks ago
Falah, Surya Hasibuan (Medan, 2025)

Surya Falah Hasibuan, NIRM 01.02.21.260. Motivasi Petani Dalam Penerapan Tanaman Pelindung pada Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari pengkajian ini untuk mengkaji tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi petani dalam penerapan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika dengan persentase sebesar 85,4% dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan variabel (X2), (X4) dan (X7) tidak berpengaruh terhadap (Y). Selanjutnya pada hasil analisis regresi linear berganda faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapkan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabika berpengaruh secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan non formal (X3), pendapatan (X4), pengalaman usahatani (X5), peran penyuluh (X6), akses informasi (X7), bantuan pemerintah (X8). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi petani dalam menerapakan tanaman pelindung pada tanaman kopi arabiak antara lain luas lahan (X2), pendapatan (X4), akses informasi (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y).

2026-05-18 07:05:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat
2 weeks ago
Yolanda, Tamara (Medan, 2025)

Tamara Yolanda, Nirm. 01.02.21.261. Persepsi Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Di Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Lidi kelapa sawit merupakan salah satu limbah pertanian yang memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga nilai estetika. Tujuan pengkajian ini yaitu untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktorfaktor- faktor yang memengaruhi persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi.Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Sirapit pada bulan Maret sampai Mei 2025. Metode Pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan penyebaran kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Pengkajian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif serta metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Tingkat Persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) tergolong tinggi dengan persentase sebesar 70%. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah umur (X1), kosmopolitan (X4), pasar (X5), akses informasi/teknologi (X7) sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah pendidikan (X2), tanggungan keluarga (X3), penerimaan (X6).

2026-05-18 08:05:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Pemanenan Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen Di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat
2 weeks ago
Erika, Tasya Sona (Medan, 2025)

Tasya Erika Sona, Nirm. 01.02.21.227. Motivasi Pekebun dalam Pemanenan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit sesuai Standar Panen di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan oleh pekebun di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Salah satu tahapan penting dalam budidaya kelapa sawit adalah pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) yang apabila tidak dilakukan sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil panen dan berdampak pada pendapatan pekebun. Oleh karena itu, motivasi pekebun memegang peranan penting dalam mendorong penerapan standar panen yang tepat. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor faktor yang memengaruhi motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen. Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Stabat pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 77,81%. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel variabel bebas umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman usahatani (X4), pendapatan(X5), intensitas penyuluhan (X6) serta sarana dan prasarana (X7) berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X1), (X2), (X5) dan (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). Sedangkan variabel (X3), (X4) dan (X6) tidak berpengaruh signifikan terhadap (Y).

Kata kunci : Motivasi, Pekebun, Tandan Buah Segar

2026-05-18 08:05:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Menjadi Produk Kreatif Anyaman Lidi Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat
2 weeks ago
Irwanti, Wina Pandiangan (Medan, 2025)

Wina Irwanti Br Pandiangan, NIRM. 01.02.21.229 Minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji tingkat minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan angket menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat Kelompok Wanita Tani dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi sebesar 81,98% dengan kategori tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi minat Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan limbah lidi kelapa sawit menjadi produk kreatif anyaman lidi di Kecamatan Hinai yaitu pendidikan nonformal, penerimaan, pemasaran, harga jual, sarana dan prasarana dan lingkungan masyarakat.

2026-05-18 08:05:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbedaan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Alami Dan Sintetik Pada Perbanyakan Stek Tanaman Mucuna Bracteata Di Pt Smart Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Siregar, Fitriana Desy (Medan, 2025)

Desy Fitriana Siregar, Nirm 01.04.21.176. Perbedaan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami dan Sintetik pada Perbanyakan Stek Tanaman Mucuna bracteata di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji perbedaan pemberian ZPT dan dosis yang optimal pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata. Pengkajian ini dilaksanakan di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara pada bulan Desember 2024 sampai dengan Maret 2025. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 (sembilan) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Perlakuan berupa Z0 (kontrol), ZA1 (10cc/100ml air), ZA2 (20cc/100ml air), ZA3 (30cc/100ml air), ZA4 (40cc/100 ml air), ZS1 (0,2cc/1.000 ml air), ZS2 (0,4 cc/ 1.000ml air), ZS3 (0,6 cc/ 1.000ml air), ZS4 (0,8cc/1.000ml air). Parameter yang diamati yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, panjang sulur, panjang akar, dan bobot basah akar. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengkajian terdapat perbedaan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami dan sintetik pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dosis Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang optimal pada perbanyakan stek tanaman Mucuna bracteata sebesar 10 cc/100 ml air untuk ZPT alami dan 0,4cc/1.000ml untuk ZPT sintetik.

2026-05-20 02:05:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Benih Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg) Klon Bpm 24 Pada Persemaian Di Pt Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir Kabupaten Simalungun
1 week ago
Sihombing, Paulinus Christofer (Medan, 2025)

Christofer Paulinus Sihombing, Nirm 01.04.21.175. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai kombinasi media tanam terhadap pertumbuhan benih tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) klon BPM 24 di persemaian PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate Dolok Merangir, Kabupaten Simalungun. Penelitian dilakukan dari Oktober 2024 hingga Maret 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang mencakup beberapa media tanam, yaitu pasir, tanah, pupuk kompos, arang sekam, dan cocopeat dan dikombinasikan menjadi 8 taraf perlakuan. Parameter yang dianalisis meliputi usia munculnya plumula, persentase perkecambahan, tinggi tanaman, diameter batang, serta berat basah dan kering batang, panjang akar, dan berat basah serta kering akar. Hasil penelitian menampilkan bahwa media tanam memberikan dampak signifikan terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan. Perlakuan media tanam yang mengombinasikan cocopeat, pasir, dan kompos (M5) menunjukkan hasil terbaik dalam pertumbuhan benih tanaman karet, terlihat dari rata-rata tertinggi yang berbeda signifikan dicapai pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat bsah dan kering batang, panjang akar, serta berat basah dan kering akar. Dengan demikian, pemilihan media tanam yang tepat dapat menjadi strategi kunci untuk meningkatkan keberhasilan pada tahap persemaian karet.

2026-05-20 02:05:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Sifat Kimia Tanah Serapan Hara Daun Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Lahan Dengan Rorak Dan Tanpa Rorak
1 week ago
Setiawan, Joko (Medan, 2025)

Joko Setiawan, NIRM 01.04.21.212 melakukan penelitian tentang Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) Pada Lahan yang Menggunakan Rorak dan Tidak Menggunakan Rorak (Studi Kasus Kebun Kopi Arabika di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Gayo Kabupaten Bener Meriah). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil tanaman kopi Arabika pada lahan yang menggunakan rorak dan yang tidak menggunakan rorak. Penelitian dilakukan di kebun IP2SIP Gayo menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 50 tanaman sampel dari Kebun 1 dan Kebun 2. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, Unsur N, P, K, dan C-organik, diameter batang, diameter buah dan berat buah, luas daun, serta kandungan unsur hara daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang menggunakan rorak memiliki sifat kimia tanah yang meliputi pH tanah, N,P,K dan C-Organik yang lebih stabil, serta pertumbuhan tanaman yang lebih baik ditandai dengan diameter batang, luas daun dan hasil kopi buah kopi arabika yaitu berat buah dan diameter buah yang lebih besar dibanding lahan yang tidak menggunakan rorak. Selain itu, serapan hara daun seperti unsur N,P,K juga lebih tinggi pada tanaman di lahan yang menggunakan rorak. Oleh sebab itu dalam budidaya kopi arabika sebaiknya penggunaan rorak digunakan supaya produktivitas tanaman kopi arabika dapat optimal.

2026-05-20 02:05:29 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Penggunaan Orynettrap Dan Ferotrap Dalam Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit
1 week ago
Junaidi, Fakhrurrozi Maulana (Medan, 2025)

Pakhrurrozy Maulana Junaidi, NIRM 01.04.21.189. “Efektivitas Penggunaan Orynettrap dan Ferotrap Dalam Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa sawit ( Studi Kasus di PT SMART Tbk Kebun Padang Halaban Kabupaten Labuhanbatu Utara)“. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua jenis perangkap, yaitu Orynettrap dan Ferotrap, dalam pengendalian hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada tanaman kelapa sawit fase belum menghasilkan (TBM). Serangan kumbang tanduk yang tinggi menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga produktivitas tanaman, khususnya pada tahap awal pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan di Divisi 5 PT SMART Tbk, Kebun Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu Utara, selama periode Desember 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan dengan pendekatan mixed methods. Perlakuan yang diuji meliputi penggunaan Orynettrap (perangkap berbahan jaring dipadukan dengan feromon) dan Ferotrap (perangkap ember dilengkapi dengan feromon). Parameter yang diamati mencakup jumlah tangkapan imago O. rhinoceros L. serta efisiensi biaya operasional masing-masing jenis perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferotrap memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam menangkap imago O. rhinoceros L. serta lebih efisien secara ekonomi dibandingkan Orynettrap. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan Ferotrap dapat menjadi alternatif strategi pengendalian hama yang lebih optimal pada areal TBM kelapa sawit.

2026-05-21 01:05:28 admin@polbangtanmedan.ac.id
Potensi Pakisan Pada Tanaman Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Konservasi Predator Sycanus Sp. Di Ptpn Iv Regional 1 Kebun Bandar Selamat
1 week ago
Patricia Putri (Medan, 2025)

Putri Patricia, NIRM 01.04.21.190. Potensi Pakisan pada Tanaman Kelapa Sawit Sebagai Tanaman Konservasi Predator Sycanus sp. di PTPN IV Regional 1 Kebun  andar Selamat. Sycanus sp. merupakan musuh alami yang dapat mengendalikan hama ulat pemakan daun pada tamanan kelapa sawit (Setothosea asigna). Oleh sebab itu, vegetasi alami yang mendukung keberadaan Sycanus sp. di perkebunan seperti pakisan perlu diberdayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pakisan sebagai tanaman konservasi yang mendukung keberadaan predator alami Sycanus sp. pada tanaman kelapa sawit di PTPN IV Regional 1 Kebun Bandar Selamat. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perlunya pendekatan pengendalian hayati yang ramah lingkungan dalam mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta optimalisasi vegetasi alami seperti pakisan yang selama ini dianggap sebagai gulma. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data primer melalui observasi lapangan terhadap jenis vegetasi, populasi, dan stadia Sycanus sp. yang ditemukan pada berbagai jenis pakisan dan lokasi tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakisan yang paling dominan adalah Nephrolepis biserrata dan Diplazium esculentum. Ditemukan pula bahwa populasi Sycanus sp. tersebar lebih banyak pada LDP0 dengan area dataran dan dominasi Nephrolepis biserrata dan Diplazium esculentum. Sebaran stadia Sycanus sp. menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis pakis dan kondisi habitat. Faktor-faktor seperti ketersediaan mangsa, suhu, kelembaban, serta kepadatan vegetasi turut memengaruhi keberadaan Sycanus sp. Temuan ini menunjukkan bahwa pakisan dapat berperan penting dalam konservasi predator alami dan mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

2026-05-21 02:05:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Volume Air Siraman Dan Pemberian Pupuk Npk Emcote 15.15.6.4 Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Di Pt. Abdi Budi Mulia
1 week ago
Tarigan, Dewita Pagit Salni (Medan, 2025)

Salni Pagit Dewita Tarigan, Nirm 01.04.21.222. Penelitian ini bertujuan engkaji

pengaruh volume air siraman yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa

sawit pada fase pre nursery, mengkaji pengaruh Pemberian pupuk NPK  engan

taraf yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery,

dan mengkaji kombinasi manakah yang optimal antara volume air siraman dan

dosis pupuk NPK untuk pertumbuhan yang efektif bibit kelapa sawit pada fase pre

nursery. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Februari 2025.

Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama volume

air siraman terdiri dari 6 taraf A1 (50 ml), A2 (100 ml), ,A3 (150 ml),, A4 (200 ml),

A5 (250 ml), A6 (300 ml). Faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK terdiri dari 3

taraf yaitu P1 (5 gr), P2 (10 gr), P3 (15 gr). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter

diamati meliputi tingg tanaman, panjang daun, jumlah daun, diameter batang,

panjang akar, berat basah akar, berat kering akar. Data  dianalisismenggunakan  sidik

ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil  penelitian

ini menunjukan bahwa perlakuan Volume mir siraman 100 ml/tanaman  dan  perlakuan pemberian pupuk NPK 5 gr/polybag merupakan perlakuan terbaik.

Selanjutnya interaksi antara perlakuan volume air siraman dan pemberian pupuk

NPK 100 ml/tanaman dan 5 gr/polybag merupakan kombinasi perlakuan terbaik.

2026-05-21 03:05:36 admin@polbangtanmedan.ac.id
Implementasi Kebijakan Responsif Gender Dalam Mendukung Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Di Pt Umada Kebun Pernantian Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Sisilia, Tarigan Tamara (Medan, 2025)

Kesetaraan gender merupakan aspek penting dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit, terutama pada dimensi sosial  dan kelembagaan. PT Umada Kebun Pernantian sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini melibatkan pekerja perempuan dalam kegiatan operasional, nnamun belum memiliki kebijakan yang sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan dan perlindungan perempuan. Fasilitas seperti klinik kebun dan penitipan anak telah tersedia, serta prinsip kesetaraan upah mulai n  diterapkan. Meski demikian, belum terdapat SOP kesetaraan gender, anggaran berbasis gender, forum pekerja perempuan, maupun jaminan kerja pasca melahirkan. Selain itu, akses perempuan terhadap pelatihan dan keterlibatan dalam manajemen juga masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode SWOT. Hasil menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi strategi agresif (kuadran I), yang membuka peluang penguatan kebijakan melalui pemanfaatan kekuatan internal dan dukungan eksternal seperti regulasi pemerintah dan sertifikasi ISPO. Strategi yang dikembangkan diarahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan dan integrasi isu gender dalam sistem kerja perusahaan sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kelola perkebunan yang inklusif dan berkelanjutan.

2026-05-21 03:05:22 admin@polbangtanmedan.ac.id