POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung Di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
2 months ago
Rohansen Sipayung (Medan, 2026)

Rohansen Sipayung. NIRM: RPL 01.01.22.576. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman jagung yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman jagung sesuai anjuran dari 10% menjadi 35%, materi yang digunakan yaitu “pemupukan berimbang pada tanaman jagung”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 80,82%, 88,39%, 88,39%, 86,60%, 83,95%, 80,96%, 81,98. Dan tingkat penerimaan seluruh kegiatan penyuluhan yaitu, 84,44%.

2026-07-22 04:07:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu
2 months ago
Irwan Susandi (Medan, 2025)

Hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Serangan hama ini mengakibatkan bulir padi menjadi hampa dan berkualitas rendah, sehingga berdampak pada hasil panen dan pendapatan petani. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi penyuluhan pertanian yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani terkait teknik pengendalian hama yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program penyuluhan pertanian berbasis kebutuhan petani dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kajian ini menganalisis potensi wilayah, tujuan penyuluhan, serta tingkat penerimaan petani terhadap aspek-aspek penyuluhan, meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang merupakan petani padi sawah di wilayah penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aspek penyuluhan dinilai efektif oleh petani, dengan tingkat respons tujuan penyuluhan (76,72%), sasaran penyuluhan (78,51%), materi penyuluhan (77,93%), metode penyuluhan (77,11%), media penyuluhan (78,94%), volume penyuluhan (78,75%), lokasi penyuluhan (78,55%), waktu penyuluhan (79,57%), dan biaya penyuluhan (80,34%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program penyuluhan yang dirancang mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam pengendalian hama walang sangit. Diperlukan dukungan lebih lanjut dalam hal keberlanjutan penyuluhan, baik dari segi pendanaan maupun peningkatan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih modern.

 

2026-07-22 04:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
2 months ago
Zarmiadi (Medan, 2025)

Zarmiadi. NIRM. RPL 01.01.22.587. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman padi sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 81,63%, 81,81%, 78,36%, 89,63%, 89,69%, 83,63%, 81,63%, 79,09%, 77,27%, Tingkat  penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 82,30%.

2026-07-22 07:07:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
2 months ago
Nurul Mu’afiy Salsabila (Medan, 2025)

Nurul Mu’afiy Salsabila, Nirm. 01.02.20.185. Kopi Arabika merupakan komoditas pertanian unggulan yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu praktik budidaya yang direkomendasikan dalam Good Agricultural Practices (GAP) adalah penggunaan tanaman pelindung. Tanaman pelindung memiliki manfaat penting dalam menciptakan mikroklimat ideal, mengurangi intensitas cahaya langsung, mempertahankan kelembapan tanah, serta mencegah erosi. Namun, implementasi penggunaan tanaman pelindung di lapangan belum optimal karena perbedaan persepsi di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung dalam budidaya kopi Arabika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil menunjukkan tingkat persepsi petani sangat tinggi (86,14%).  Persamaan regresi sebagai berikut Y = 71,284-0,018X10,025X2-0,047X3+1,565X4+0,155X5+0,054X6–0,736X7+ e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel umur (X1), pendidikan formal (X2), pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) peran penyuluh (X6) dan akses informasi (X7) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y). Uji t menunjukkan pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) dan akses informasi (X7) berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y), sementara umur (X1), pendidikan formal (X2) dan peran penyuluh (X6) berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi petani (Y).

 

 

2026-07-22 07:07:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Kelapa Sawit Dalam Pengendalian Hama Tikus Menggunakan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto Alba) Di Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
2 months ago
Dayu Kesuma (Medan, 2025)

Dayu Kesuma, Nirm. 01.02.21.237. Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu Tyto alba merupakan pengendalian hama terpadu (PHT) yang berkelanjutan. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat minat petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani kelapa Sawit dalam Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian ini merupakan metode pengkajian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengetahui tingkat minat petani digunakan skala likert, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani yaitu: umur, luas Lahan, Pendidikan, Pengalaman Bertani, Pendapatan, Lingkungan Sosial, Peran Penyuluhan, Sarana dan Prasarana menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat petani kelapa Sawit dalam pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara tergolong sedang dengan persentase (58,7%). Secara parsial, variabel yang sangat berpengaruh signifikan peran penyuluh, variabel yang berpengaruh signifikan umur, luas lahan, pengalaman bertani, pendapatan, sarana dan prasarana sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan adalah variabel pendidikan dan lingkungan sosial. 

2026-07-22 07:07:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Melakukan Pruning Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
2 months ago
Arif Lingga Marpaung (Medan, 2025)

Arif Lingga Marpaung, Nirm. 01.02.21.201. Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi . Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit tergolong sebesar 83,67% dengan kategoti tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit secara simultan antara lain Pendapatan (X1), Pengalaman usahatani (X2), harga jual (X3), risiko usahatani (X4), ketersediaan modal (X5), ), dan peran penyuluh (X6). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit antara lain pengalaman berusahatani (X2), risiko usahatani (X4) ketersediaan modal (X5), dan peran penyuluh (X6). Sedangkan variabel pendapatan (X1) dan harga jual (X3) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y).

2026-07-22 07:07:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu Dalam Penyerbukan Kopi Arabika Di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
2 months ago
Tiara Ayuni (Medan, 2025)

Tiara Ayuni, Nirm. 01.02.21.262. Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu dalam Penyerbukan Kopi Arabika di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi petani dan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase 78,00%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X7). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika antara lain pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5) dan akses lnformasi (X6). Sedangkan variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2) dan lingkungan sosial (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi (Y). 

2026-07-22 09:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Uji Efektivitas Konsentrasi Air Kelapa Untuk Pertumbuhan Berbagai Varietas Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Tahap Pre-Nursery Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 month ago
Aan Afriza (Medan, 2026)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas berbagai konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dua varietas bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), yaitu D × P Yangambi dan D × P Simalungun, pada tahap pre-nursery. Penelitian dilaksanakan di PPKS Kebun Sei Aek Pancur menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu konsentrasi air kelapa (A0 = 0 ml, A1 = 100 ml, A2 = 200 ml, dan A3 = 300 ml) dan varietas bibit kelapa sawit (V1 = D × P Yangambi dan V2 = D × P Simalungun). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah helai daun, berat basah akar, berat basah tajuk, berat kering akar, dan berat kering tajuk. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit. Perlakuan A2 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, berat basah akar, berat basah tajuk, berat kering akar, dan berat kering tajuk. Varietas V2 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan V1 pada sebagian besar parameter pengamatan. Interaksi antara konsentrasi air kelapa dan varietas berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter, dengan kombinasi A2V2 menghasilkan pertumbuhan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa berpotensi digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami yang efektif dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kualitas bibit kelapa sawit pada tahap prenursery.

 

2026-07-29 07:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Desain Perangkap Terhadap Pengendalian Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Alfin Prayoga (Medan, 2026)

Alfin Prayoga, NIRM. 01.04.22.229. Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman belum menghasilkan (TBM) kelapa sawit yang dapat merusak titik tumbuh dan menurunkan produktivitas tanaman, sehingga diperlukan metode pengendalian yang efektif, ramah lingkungan, dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas berbagai desain perangkap terhadap hasil tangkapan kumbang tanduk dan serangga nontarget, lama ketahanan atraktan alami, serta biaya operasional pada tanaman belum menghasilkan kelapa sawit di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan empat perlakuan, yaitu Vane Trap, Bucket Trap, Multi Funnel Trap, dan Frame Net Trap, masing-masing diulang enam kali. Atraktan alami yang digunakan berupa sari buah nanas dan air fermentasi bonggol pisang. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Multi Funnel Trap merupakan desain perangkap paling efektif dengan total tangkapan 93 ekor kumbang tanduk (rata-rata 15,50 ekor) serta menangkap 248 individu serangga non-target. Ketahanan atraktan alami berbeda pada setiap desain perangkap dan dipengaruhi oleh bentuk serta posisi wadah atraktan. Multi Funnel Trap juga memiliki biaya operasional terendah sehingga direkomendasikan sebagai alternatif pengendalian kumbang tanduk yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan pada tanaman belum menghasilkan kelapa sawit. 

2026-07-29 07:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Pengaplikasian Berbagai Dosis Fungisida Dengan Bahan Aktif Mankozeb Terhadap Pengendalian Penyakit Bercak Daun Pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
1 month ago
Alfira Kurniati (Medan, 2026)

Alfira Kurniati, NIRM. 01.04.22.230. Efektivitas Pengaplikasian Berbagai Dosis Fungisida dengan Bahan Aktif Mankozeb terhadap Pengendalian Penyakit Bercak Daun pada Pembibitan Utama Kelapa Sawit di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai dosis fungisida bahan aktif mankozeb terhadap pengendalian penyakit bercak daun dan pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit pada pembibitan utama di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Pengkajian ini dilaksanakan mulai dari Desember 2025 s.d Februari 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 6 (enam) perlakuan yaitu, dosis M0 (kontrol), M1 (1 gram/liter), M2 (1,5 gram/liter), M3 (2 gram/liter), M4 (2,5 gram/liter), dan M5 (3 gram/liter) dengan 4 (empat) ulangan. Parameter yang diamati meliputi frekuensi serangan, intensitas serangan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat efektivitas pada setiap perlakuan dosis yang diberikan dengan tingkat efektivitas pada perlakuan M0 (0% tidak efektif), M1 (26,1% kurang efektif), serta perlakuan M2 (48,8%), M3 (56,6%), M4 (58%), dan M5 (50,8%) memiliki tingkat efektivitas pada kategori cukup efektif serta pengaplikasian berbagai dosis fungisida memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit, dengan dosis optimum yaitu 2 gram/liter (M3).

 

2026-07-29 07:07:53 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit/Pome Terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Cover Crop (LCC) Mucuna Bracteata Di PT. London Sumatera Begerpang Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
1 month ago
Arif Hidayat (Medan, 2026)

Arif Hidayat, NIRM 01.04.22.231, Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit/POME Terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Cover Crop (LCC) Mucuna Bracteata di PT. London Sumatera Begerpang Kabupaten Deli Serdang. Tujuan pengkajian untuk menganalisis pengaruh pemberian limbah cair pabrik kelapa sawit/POME dan menentukan dosis optimum limbah cair pabrik kelapa sawit/POME dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif Mucuna bracteata sebagai tanaman penutup tanah di perkebunan kelapa sawit. Pengkajian ini dimulai dari Desember 2025 s.d Januari 2026. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima taraf dosis POME (0, 100, 150, 200, dan 250 ml) dan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tajuk, dan berat segar akar. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POME berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tajuk Mucuna bracteata, namun tidak berpengaruh nyata terhadap berat segar akar meskipun terdapat kecenderungan peningkatan pada dosis 200 ml. Dosis 250 ml merupakan dosis terbaik yang secara konsisten memberikan pertumbuhan vegetatif tertinggi pada seluruh parameter. POME berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair alternatif yang ramah lingkungan dalam mendukung keberhasilan pembibitan Mucuna bracteata pada program peremajaan kelapa sawit.

 

2026-07-29 07:07:40 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Musuh Alami Di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan
1 month ago
Arsyila Fitria Rusdinnah (Medan, 2026)

Arsyila Fitria Rusdinnah, Nirm. 01.04.22.232. Efektivitas Tanaman Refugia Terhadap Kehadiran Musuh Alami Di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tanaman refugia terhadap kehadiran musuh alami serta mengidentifikasi jenis musuh alami pada perkebunan kelapa sawit. Jenis metode yang dipakai di penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif dengan survei lapangan dan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuan terdiri atas kontrol, Turnera subulata, dan Turnera ulmifolia dengan delapan ulangan. Pengamatan dilakukan pagi (08.00-11.00) serta sore hari (15.00-17.00) menggunakan teknik sweep net selama 7 hari.   Penelitian menggunakan analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener serta uji ANOVA dan DMRT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa T. subulata secara signifikan meningkatkan kelimpahan musuh alami dengan nilai rata-rata tertinggi 3,11 individu, dibandingkan dengan T. ulmifolia (1,20 individu) dan kontrol (0,27 individu). Indeks keanekaragaman juga menunjukkan nilai tertinggi pada T. subulata (P1) sebesar 3,31, diikuti oleh T. ulmifolia (P2) sebesar 2,97 dan kontrol(P0) sebesar 1,76. Arthropoda yang diidentifikasi selama penelitian terdiri dari predator, parasitoid, penyerbuk, hama, dan dekomposer dari delapan ordo serangga. Hasil ini menunjukkan bahwa T. subulata merupakan tanaman refugia yang paling efektif pada mendukung arthropoda musuh alami dan meningkatkan kualitas ekosistem.

2026-07-29 07:07:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Metode Black Bunch Count (BBC) Dan Kombinasi Peramalan Produksi Dengan Seasonal Index Untuk Taksasi Produksi Kelapa Sawit Di PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (Eagle High Plantation Tbk) Kalimantan Selatan
1 month ago
Bagus Kesuma (Medan, 2026)

Bagus Kesuma, NIRM 01.04.22.259. Perbandingan Metode Black Bunch Count (BBC) dan Kombinasi Peramalan Produksi dengan Seasonal Index Untuk Taksasi Produksi Kelapa Sawit di PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (Eagle High Plantation Tbk) Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi metode Black Bunch Count (BBC) dan metode peramalan produksi yang dikombinasikan dengan Indeks Musiman. Penelitian ini dilaksanakan Divisi 2 Intan Estate PT. Suryabumi Tunggal Perkasa (EHP Group) pada 18 Agustus 2025 sampai 31 Desember 2026. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, Mean Absolute Percentage Error (MAPE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Metode seasonal index menghasilkan kesalahan peramalan yang lebih rendah dengan nilai MAPE sebesar 18,95% dan nilai RMSE sebesar 10.730 kg, sedangkan metode BBC menunjukkan nilai MAPE sebesar 35,69% dan nilai RMSE sebesar 16.486 kg. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Seasonal Index memberikan akurasi yang lebih baik dan lebih efektif untuk memperkirakan produksi kelapa sawit dibandingkan dengan metode BBC. 

2026-07-29 07:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Perbandingan Tiga Metode Penyimpanan Brondolan Di TPH Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Minyak Sawit Mentah (CPO) PT. Bumihutani Lestari Eagle High Plantation Kalimantan Tengah
1 month ago
Bangsawan Muda Siregar (Medan, 2026)

Bangsawan Muda Siregar, Nirm. 01.04.22.233, Perbandingan Tiga Metode Penyimpanan Brondolan Di TPH Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Minyak Sawit Mentah (CPO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tiga metode penyimpanan brondolan (tanpa alas karung, menggunakan alas karung, dan di dalam karung) terhadap kualitas dan kuantitas Crude Palm Oil (CPO), serta mengevaluasi pengaruh lama waktu penyimpanan terhadap parameter tersebut. Parameter kualitas yang diamati meliputi kadar Free Fatty Acid (FFA) dan nilai Deterioration of Bleachability Index (DOBI), sedangkan parameter kuantitas diukur melalui nilai Oil to Mesocarp (OTM). Pengkajian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2025 s.d Desember 2025 di Divisi 2 SNBE Estate PT. Bumihutani Lestari Eagle High Plantation. Metode pengkajian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan model Repeated Measure yang melibatkan tiga perlakuan penyimpanan (P0: tanpa alas, P1: alas karung, P2: dalam karung) dan pengamatan selama delapan hari (H0-H7). Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah pada taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD pada taraf signifikansi 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi metode penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kenaikan kadar FFA. Perlakuan menggunakan alas karung (P1) menghasilkan rata-rata kadar FFA terendah (4,61%) dan berbeda nyata dengan perlakuan tanpa alas (P0) yang mencapai 5,87%. Penggunaan alas karung terbukti efektif menekan laju kenaikan FFA dengan meminimalkan kontak langsung antara brondolan dengan tanah dan kontaminasi mikroorganisme. Lama waktu penyimpanan berpengaruh sangat signifikan (p < 0,05) terhadap penurunan kualitas dan kuantitas CPO pada seluruh metode penyimpanan. Kenaikan kadar FFA dan penurunan nilai DOBI mulai menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kondisi awal (H0) pada hari penyimpanan ke-3 (H3). Sementara itu, penurunan potensi rendemen minyak (OTM) yang signifikan sudah terdeteksi sejak 24 jam pertama penyimpanan. Berdasarkan hasil tersebut, untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas CPO yang optimal, brondolan disarankan disimpan menggunakan alas karung dan segera diolah dengan waktu penyimpanan tidak melebihi 2-3 hari. 

2026-07-29 07:07:42 admin@polbangtanmedan.ac.id