POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung Di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
3 days ago
Rohansen Sipayung (Medan, 2026)

Rohansen Sipayung. NIRM: RPL 01.01.22.576. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Tanaman Jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang tanaman jagung di Kecamatan Silou Kahean. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun pada bulan November 2023 sampai dengan bulan Mei 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman jagung yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman jagung sesuai anjuran dari 10% menjadi 35%, materi yang digunakan yaitu “pemupukan berimbang pada tanaman jagung”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 80,82%, 88,39%, 88,39%, 86,60%, 83,95%, 80,96%, 81,98. Dan tingkat penerimaan seluruh kegiatan penyuluhan yaitu, 84,44%.

2026-07-22 04:07:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa Oratorius) Pada Tanaman Padi Sawah Di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu
3 days ago
Irwan Susandi (Medan, 2025)

Hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu. Serangan hama ini mengakibatkan bulir padi menjadi hampa dan berkualitas rendah, sehingga berdampak pada hasil panen dan pendapatan petani. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi penyuluhan pertanian yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani terkait teknik pengendalian hama yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang program penyuluhan pertanian berbasis kebutuhan petani dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Kajian ini menganalisis potensi wilayah, tujuan penyuluhan, serta tingkat penerimaan petani terhadap aspek-aspek penyuluhan, meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang merupakan petani padi sawah di wilayah penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur efektivitas penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aspek penyuluhan dinilai efektif oleh petani, dengan tingkat respons tujuan penyuluhan (76,72%), sasaran penyuluhan (78,51%), materi penyuluhan (77,93%), metode penyuluhan (77,11%), media penyuluhan (78,94%), volume penyuluhan (78,75%), lokasi penyuluhan (78,55%), waktu penyuluhan (79,57%), dan biaya penyuluhan (80,34%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program penyuluhan yang dirancang mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam pengendalian hama walang sangit. Diperlukan dukungan lebih lanjut dalam hal keberlanjutan penyuluhan, baik dari segi pendanaan maupun peningkatan akses terhadap teknologi pertanian yang lebih modern.

 

2026-07-22 04:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
3 days ago
Zarmiadi (Medan, 2025)

Zarmiadi. NIRM. RPL 01.01.22.587. Rancangan Penyuluhan Pertanian Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan rancangan ini adalah untuk mengetahui rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, untuk mengetahui desain rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan, dan untuk mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian pemupukan berimbang pada tanaman padi di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan November 2023 sampai dengan bulan November 2024. Metode pengumpulan data yaitu, observasi dan wawancara yang diukur menggunakan kuesioner, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan. Rancangan penyuluhan disusun melalui Lembar Persiapan Menyuluh (LPM), yang menjadi sasaran yakni petani yang melakukan budidaya tanaman padi sawah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pemupukan berimbang pada tanaman padi sesuai anjuran dari 20% menjadi 50%, materi yang digunakan yaitu “Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi”, dan metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi cara, serta penggunaan media berupa folder dan benda sesungguhnya. Hasil validasi rancangan penyuluhan, sasaran penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan, media, volume, lokasi, biaya, dan pelaksanaan penyuluhan semuanya berada pada kategori efektif yaitu masing-masing secara berurut adalah 81,63%, 81,81%, 78,36%, 89,63%, 89,69%, 83,63%, 81,63%, 79,09%, 77,27%, Tingkat  penerimaan petani terhadap seluruh kegiatan penyuluhan adalah 82,30%.

2026-07-22 07:07:04 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Tanaman Pelindung Pada Budidaya Kopi Arabika Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
3 days ago
Nurul Mu’afiy Salsabila (Medan, 2025)

Nurul Mu’afiy Salsabila, Nirm. 01.02.20.185. Kopi Arabika merupakan komoditas pertanian unggulan yang banyak dibudidayakan di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu praktik budidaya yang direkomendasikan dalam Good Agricultural Practices (GAP) adalah penggunaan tanaman pelindung. Tanaman pelindung memiliki manfaat penting dalam menciptakan mikroklimat ideal, mengurangi intensitas cahaya langsung, mempertahankan kelembapan tanah, serta mencegah erosi. Namun, implementasi penggunaan tanaman pelindung di lapangan belum optimal karena perbedaan persepsi di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat persepsi dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap penggunaan tanaman pelindung dalam budidaya kopi Arabika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil menunjukkan tingkat persepsi petani sangat tinggi (86,14%).  Persamaan regresi sebagai berikut Y = 71,284-0,018X10,025X2-0,047X3+1,565X4+0,155X5+0,054X6–0,736X7+ e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel umur (X1), pendidikan formal (X2), pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) peran penyuluh (X6) dan akses informasi (X7) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y). Uji t menunjukkan pengalaman bertani (X3), luas lahan (X4), karakteristik inovasi (X5) dan akses informasi (X7) berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani (Y), sementara umur (X1), pendidikan formal (X2) dan peran penyuluh (X6) berpengaruh tidak signifikan terhadap persepsi petani (Y).

 

 

2026-07-22 07:07:38 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Kelapa Sawit Dalam Pengendalian Hama Tikus Menggunakan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto Alba) Di Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
3 days ago
Dayu Kesuma (Medan, 2025)

Dayu Kesuma, Nirm. 01.02.21.237. Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu Tyto alba merupakan pengendalian hama terpadu (PHT) yang berkelanjutan. Pengkajian bertujuan untuk menganalisis tingkat minat petani dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani kelapa Sawit dalam Pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengkajian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025 di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode pengkajian ini merupakan metode pengkajian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengetahui tingkat minat petani digunakan skala likert, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani yaitu: umur, luas Lahan, Pendidikan, Pengalaman Bertani, Pendapatan, Lingkungan Sosial, Peran Penyuluhan, Sarana dan Prasarana menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat petani kelapa Sawit dalam pengendalian hama tikus menggunakan musuh alami burung hantu (Tyto alba) Di Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara tergolong sedang dengan persentase (58,7%). Secara parsial, variabel yang sangat berpengaruh signifikan peran penyuluh, variabel yang berpengaruh signifikan umur, luas lahan, pengalaman bertani, pendapatan, sarana dan prasarana sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan adalah variabel pendidikan dan lingkungan sosial. 

2026-07-22 07:07:45 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Melakukan Pruning Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara
3 days ago
Arif Lingga Marpaung (Medan, 2025)

Arif Lingga Marpaung, Nirm. 01.02.21.201. Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji Motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi . Motivasi Pekebun dalam Melakukan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit tergolong sebesar 83,67% dengan kategoti tinggi. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit secara simultan antara lain Pendapatan (X1), Pengalaman usahatani (X2), harga jual (X3), risiko usahatani (X4), ketersediaan modal (X5), ), dan peran penyuluh (X6). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam melakukan pruning pada tanaman kelapa sawit antara lain pengalaman berusahatani (X2), risiko usahatani (X4) ketersediaan modal (X5), dan peran penyuluh (X6). Sedangkan variabel pendapatan (X1) dan harga jual (X3) tidak berpengaruh signifikn terhadap persepsi (Y).

2026-07-22 07:07:18 admin@polbangtanmedan.ac.id
Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu Dalam Penyerbukan Kopi Arabika Di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh
3 days ago
Tiara Ayuni (Medan, 2025)

Tiara Ayuni, Nirm. 01.02.21.262. Persepsi Petani Terhadap Integrasi Lebah Madu dalam Penyerbukan Kopi Arabika di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat persepsi petani dan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika. Pengkajian ini dilaksanakan pada Maret sampai dengan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika tergolong tinggi dengan persentase 78,00%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan (X2), pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5), akses informasi (X6), lingkungan sosial (X7). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap integrasi lebah madu dalam penyerbukan kopi arabika antara lain pengalaman (X3), pendapatan (X4), luas lahan (X5) dan akses lnformasi (X6). Sedangkan variabel bebas umur (X1), pendidikan (X2) dan lingkungan sosial (X7) tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi (Y). 

2026-07-22 09:07:05 admin@polbangtanmedan.ac.id