POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Analisis Uji Organoleptik Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Dengan Tambahan Minyak Kelapa
1 week ago
Hutauruk, Maria Goretha Wella (Medan, 2025)

Wella Maria Goretha Hutauruk, Nirm 01.04.21.197. Analisis Uji organoleptic Dan Sifat Fisikokimia Margarin Berbahan Baku Minyak Kelaoa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Tambahan Minyak Kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji uji organoleptik dan sifat fisikokimia margarin berbahan baku minyak kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan penambahan minyak kelapa. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas utama penghasil minyak nabati di Indonesia, sedangkan minyak kelapa dikenal memiliki aroma khas serta kandungan asam lemak jenuh rantai sedang yang dapat memengaruhi cita rasa dan tekstur produk akhir. Margarin dalam penelitian ini dibuat dengan empat perlakuan dengan perbandingan formulasi minyak kelapa sawit dan minyak kelapa 70:30, 50:50, 30:70, dan 0:100. Data disajikan dengan mean ± stdev, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Uji organoleptik dilakukan dengan menilai warna, bau, dan rasa menggunakan uji hedonik skala 1–9 oleh panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan proporsi 50% minyak kelapa sawit dan 50% minyak kelapa memberikan hasil terbaik dari segi warna, bau, dan rasa. Kemudian margarin diuji untuk mengetahui kadar air, kadar lemak, kandungan vitamin A dan D, serta angka lempeng total dan hasilnya dibandingan dengan SNI 3541:2014. Parameter yang memenuhi 3541:2014 yaitu kadar air, kadar lemak, dan angka lempeng total. Sementara parameter yang belum memenuhi SNI 3541:2014 yaitu vitamin A dan D. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua minyak nabati lokal tersebut berpotensi menghasilkan margarin dengan karakteristik sensori yang baik dan lebih sehat.

2026-05-21 04:05:51 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Bioinsektisida Bacillus Thuringiensis Terhadap Hama Ulat Kantung (Metisa Plana) Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Pt Umada Kebun Pernantian
1 week ago
Christanta P Yitzak (Medan, 2025)

Yitzak Christanta P, NIRM 01.04.21.227. Ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu hama yang dapat menurunkan tingkat produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan insektisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti bioinsektisida Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh bioinsektisida Bacillus thuringiensis terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik serta mengetahui efektivitas bioinsektisida Bacillus thuringiensis dalam mengendalikan hama ulat kantung. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penangkaran Sycanus PT Umada Kebun Pernantian, dimulai dari bulan Oktober 2024 sampai dengan bulan Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan yaitu kontrol (tanpa perlakuan), tiga dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis (10g/L, 15g/L dan 20 g/L) serta satu perlakuan sebagai pembanding menggunakan insektisida kimia (3 ml/L). Masing-masng ulangan terdiri dari lima ekor hama ulat kantung yang diamati selama 7 hari. Parameter yang diamati meliputi mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioinsektisida Bacillus thuringiensis memberikan pengaruh terhadap mortalitas, waktu kematian dan kondisi fisik hama ulat kantung. Penggunaan dosis bioinsektisida Bacillus thuringiensis pada dosis tertinggi (20 g/L) efektif dalam mengendalikan hama ulat kantung walaupun cara kerjanya tidak secepat insektisida kimia.

2026-05-21 04:05:20 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Respon Petani Pada Budidaya Padi Sawah(Oryzasativa) Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo 4 : 1 Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara
1 week ago
Damanik, Bilmar (Medan, 2023)

Bilmar Damanik, RPL.01.01.21.326 Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Respon Petani Pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa) Dengan Sistem Tanam Jajar Legowo 4 :1 Di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun pada Bulan Maret sampai Mei 2023 Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa tingkat respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1 tergolong sangat tinggi yaitu dengan persentase 81.1%. Sementara hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang Memengaruhi respon petani dalam budidaya padi sawah (oryza sativa) dengan sistem tanam jajar legowo 4 :1 diperoleh persamaan Y = 87,344 – 1,278 X1 + 1.398X2 - 1,301 X3 + 0,688X4 + 0,012X5 + e. Seacara simultan diperoleh variabel bebas karakteristik petani, motivasi petani, peran kelompok tani, peran penyuluh dan lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap respon petani pada budidaya padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo 4:1 di Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun dengan nilai Fhitung(47.127)>Ftabel.

2026-05-25 06:05:39 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Petani Dalam Diversifikasi Pangan Untuk Mengatasi Krisis Pangan Beras Di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara
1 week ago
Padang, Santiasa (Medan, 2023)

Santiasa Padang, Nirm RPL 01.01.21.308. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengetahui tingkat persepsi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Juli 2023. Metode pengkajian ini yaitu  deskripsi kuantitatif dan metode pengumpul data yaitu metode wawancara menggunakan kuesioner, sementara metode analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat persentase persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras tergolong sangat tinggi yaitu 86,26%. Secara simultan, variabel karakteristik petani, aksesibilitas informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh mempengaruhi persepsi petani dalam diversifikasi pangan. Secara parsial variabel yang berpengaruh sangat nyata terhadap persepsi petani dalam diversifikasi pangan untuk mengatasi krisis pangan beras yaitu karakteristik petani, aksesibilitas informasi, lingkungan sosial dan peran penyuluh.

2026-05-25 07:05:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Motivasi Pekebun Dalam Menggunakan Benih Unggul Bersertifikat Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineessis Jacq) Di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya
1 week ago
Nur Yasin, Ahmad (Medan, 2024)

Ahmad Nur Yasin, NIRM. RPL. 01.02.22.383, Motivasi Pekebun Dalam Menggunakan Benih Unggul Bersertifikat Pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi dan factor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sembilan Koto Kabupaten Dharmasraya pada bulan Januari sampai dengan Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripstif kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 118 orang dengan sampel sebanyak 54 orang yang ditentukan dengan Purposive Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit berada pada kategori tinggi sebesar 73,89%. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh nyata terhadap motivasi pekebun dalam menggunakan benih unggul bersertifikat pada tanaman kelapa sawit antara lain pendidikan nonformal, pengalaman, pendapatan, luas lahan, sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah pendidikan formal, tingkat hasil produktifitas, dan tingkat kesesuaian dengan budaya setempat.

2026-05-26 04:05:02 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Keberhasilan Usaha Wirausahawan Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (Pwmp) Di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
11 hours ago
Ritonga,risyad Alpin (Medan, 2024)

ALPIN RISYAD RITONGA, NIRM 01.02.20.137. Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Keberhasilan Usaha Wirausahawan Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembanguna Pertanian Medan. Efikasi diri tinggi dapat mendorong peningkatan keberhasilan usaha. Rendahnya efikasi diri wirausahawan mengakibatkan rendahnya keberhasilan usaha yang dikelola. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efikasi diri, keberhasilan usaha dan pengaruh efikasi diri terhadap keberhasilan usaha. Metode pengkajian deskriptif kuantitatif. Populasi kajian sebanyak 185 wirausahawan dengan penentuan purposive sampling sebanyak 75 wirausahawan.Teknik pengumpulan menggunakan observasi, wawancara, kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dokumen. Teknik analisa data menggunakan analisis skala Likert dan analisis regresi linier sederhana. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa efikasi diri wirausahawan tergolong rendah yaitu 46,79 persen dengan dimensi terendah yaitu kekuatan (strength) sebesar 46,31 persen menunjukkan wirausahawan tidak teguh ketika menghadapi kesulitan. Keberhasilan usaha tergolong rendah yaitu sebesar 46,78 persen dengan dimensi persentase terendah yaitu daya saing sebesar 43,47 persen menunjukkan kurangnya kemampuan wirausahawan untuk bersaing dengan kompetitor lain. Hasil regresi linear sederhana menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Agar keberhasilan usaha meningkatkan, diperlukan adanya kegiatan pelatihan mental wirausaha yang berorientasi pada peningkatan efikasi diri.

2026-06-02 01:06:27 admin@polbangtanmedan.ac.id
Tingkat Adopsi Pekebun Terhadap Penerapan Good Agriculture Practice (Gap) Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara
11 hours ago
Simanjuntak, Christianson (Medan, 2024)

Christianson Simanjuntak 01.05 20 141 Tingkat Adopsi Pe kebun Dalam Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Ut ara. Tujuan dari pengkajian ini antara lain untuk mengkaji tingkat adopsi pekebun dan faktor faktor yang memengaruhi tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sipah utara Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan April sampai dengan Mei 202 4 . Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Metode pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah 7 9 orang. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat adopsi pekebun dalam penerapan Good Agriculture Practice (GAP) tanaman kopi arabika di Kecamatan Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara dalam kategori sedang dengan persentase 6 0 98 persen. Kemudian hasil persamaan regresi linear berganda yakni secara parsial Y= 40,858 0,016X1+ 0,117X2 4,268X3 +5,632X4 +0,007X5 +0,342X6 +0,435X7 + 0,169X8 + , variabel bebas yang berpenga ruh signifikan terhadap adopsi petani adalah luas lahan, pendapatan, karakteristik inovasi , kosmopolitan dan peran penyuluh Sedangkan variabel bebas usia, pendidikan formal, dan pengalaman tidak berpengaruh signifikan.

2026-06-02 01:06:03 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Dalam Pengolahan Primer Ceri Kopi Arabika Menjadi Green Bean Di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh
11 hours ago
Au'lia, Nurul (Medan, 2024)

Nurul Au’lia, NIRM 01.02.20.154 Minat Petani dalam Pengolahan Primer Ceri Kopi Arabika menjadi Green Bean di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam pengolahan primer ceri kopi arabika menjadi green bean. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2024. Teknik pengumpulan data yaitu metode wawancara menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Sementara teknik analisis data menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukan bahwa tingkat minat petani dalam pengolahan primer ceri kopi arabika menjadi green bean tergolong tinggi dengan tingkat minat sebesar 83,2%. Hasil regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang memengaruhi minat petani diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 35,083 + 0,652X1 + 0,790X2 + 1,924X3 + 3,013X4 + 1,733X5 + 1,453X6 + 1,917X7 + e. Uji lanjut menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor pengalaman, luas lahan, dukungan lingkungan, pemasaran, dan aktivitas kelompok tani memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Sedangkan faktor umur dan pendidikan tidak berpengaruh dengan t-hitung lebih kecil daripada t-tabel.

2026-06-02 01:06:26 admin@polbangtanmedan.ac.id
Minat Petani Kopi Dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Menjadi Pupuk Organik Di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah
10 hours ago
Siagian, Khourunisa (Medan, 2024)

Khoirunnisa Siagian, NIRM. 01.02.20.146. Minat Petani Kopi dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji tingkat minat petani dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Menjadi Pupuk Organik di Kecamatan Bies Kabupaten Aceh Tengah. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2024. Metode pengkajian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sementara analisis data menggunakan skala likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat petani berada pada kategori sedang yaitu 66,59%, Hasil regresi linear berganda diperoleh persamaan berikut Y = 9,328 – 0,60 X1 + 0.185 X2 + 0.471 X3 + 0,169 X4 + 0,366 X5 + 0,432 X6 + 0,329 X7 + 0,925 X8 + e. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat pekebun adalah pengalaman (X4), akses informasi (X5), peran penyuluh (X6), kegiatan penyuluhan (X7) serta sarana dan prasarana (X8), sedangkan variabel umur (X1), pendidikan (X2), dan luas lahan (X3) berpengaruh tidak signifikan terhadap minat petani

2026-06-02 02:06:31 admin@polbangtanmedan.ac.id