POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Evaluasi Mutu Fisik Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Proses Seleksi Benih Berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 8211:2023 Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 week ago
Calista Ayuningtyas Rachmad (Medan, 2026)

Calista Ayuningtyas Rachmad 01.04.22.261. Benih kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas perkebunan dan keberhasilan budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik benih kelapa sawit hasil seleksi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8211:2023, khususnya pada parameter berat minimum benih sebesar ≥0,8 gram, serta menganalisis karakteristik fisik benih berdasarkan panjang, lebar, dan berat pada beberapa varietas. Penelitian dilaksanakan di Divisi Produksi Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman (SUS BHT), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Kebun Sei Aek Pancur, Sumatera Utara, pada Desember 2025 s/d Februari 2026. Sampel penelitian terdiri atas 2.700 benih hasil seleksi dari varietas DxP Yangambi, DxP Sungai Pancur 1 (Dumpy), dan DxP Simalungun. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji One Sample t-test, dan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat benih seluruh varietas sebesar 2,4312 gram dan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan standar minimum SNI 8211:2023 (p<0,05). Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa parameter berat, panjang, dan lebar benih tidak berbeda nyata antar varietas (p>0,05). Distribusi frekuensi dan analisis korelasi juga menunjukkan pola yang relatif seragam dengan hubungan linear positif yang sangat kuat antara panjang dan lebar benih (R²=0,9807). Dengan demikian, benih kelapa sawit hasil seleksi di PPKS Kebun Sei Aek Pancur telah memenuhi standar mutu fisik berdasarkan SNI 8211:2023 dan memiliki karakteristik fisik yang relative homogen antar varietas.

2026-07-29 08:07:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Efektivitas Yellow Trap Menggunakan Beberapa Limbah Kulit Buah Sebagai Atraktan Alami Perangkap Imago Ulat Kantong (Pteroma Pendula) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
1 week ago
Dian Aulia (Medan, 2026)

Dian Aulia, NIRM 01.04.22.235. Ulat kantong (Pteroma pendula) merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Pengendalian yang masih bergantung pada insektisida kimia mendorong perlunya alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas yellow trap dalam menangkap imago ulat kantong serta menentukan jenis limbah kulit buah yang paling efektif sebagai atraktan alami. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 - Januari 2026 di PT Nusantara IV Regional I Kebun Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, kulit durian, mangga, nanas, nangka, dan pisang. Pengamatan dilakukan selama 21 hari dan data dianalisis menggunakan ANOVA serta uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yellow trap yang dikombinasikan dengan limbah kulit buah efektif dalam menangkap imago ulat kantong. Perlakuan kulit pisang (P5) memberikan hasil tangkapan tertinggi dengan rata-rata 3,42 ekor per perangkap, diikuti kulit nangka (2,50 ekor), nanas (1,75 ekor), mangga (1,67 ekor), durian (0,67 ekor), dan kontrol (0,33 ekor). Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa perlakuan kulit pisang memberikan pengaruh terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Tingginya daya tarik kulit pisang diduga berasal dari kandungan senyawa ester volatil yang mampu menarik imago ulat kantong. Penggunaan limbah kulit buah juga mampu mempertahankan keanekaragaman serangga non-target pada kategori sedang, sehingga berpotensi menjadi metode pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan pada perkebunan kelapa sawit.

2026-07-29 08:07:54 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Manajemen Panen Dalam Pengendalian Mutu Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di PT. Abdi Budi Mulia Kabupaten Labuhanbatu Selatan
1 week ago
Erlina Yanti (Medan, 2026)

Erlina Yanti, NIRM 01.04.22.263. Penelitan ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen panen, mengidentifikasi mutu panen, serta menganalisis hubungan manajemen panen dalam pengendalian mutu panen kelapa sawit di PT. Abdi Budi Mulia Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2026 di Divisi 3 PT. Abdi Budi Mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan Uji Korelasi Spearman. Indikator penelitian meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi panen, serta mutu panen yang terdiri atas mutu buah dan mutu ancak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen panen di PT. Abdi Budi mulia berada pada kategori baik, dengan persentase perencanaan 74,26%, pengorganisasian 70,37%, pelaksanaan 78,81%, serta pengawasan dan evaluasi 81,96%. Mutu panen yang dihasilkan juga tergolong baik berdasarkan mutu buah dan mutu ancak yang sesuai dengan standar perusahaan. Hasil Uji Korelasi Spearman menunjukkan bahwa adanya hubungan antara manajemen panen dengan mutu panen kelapa sawit. Dengan demikian, penerapan manajemen panen yang baik berpengaruh terhadap peningkatan mutu panen kelapa sawit di PT. Abdi Budi Mulia Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

2026-07-29 08:07:52 admin@polbangtanmedan.ac.id
Uji Efektivitas Etephon Pada Variasi Kedalaman Bor, Jumlah Lubang, Dan Berat Tandan Terhadap Kematangan Tandan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Untuk Persiapan Benih Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
1 week ago
Fadli Anhar (Medan, 2026)

Fadli Anhar 01.04.22.264. Etephon merupakan senyawa pelepas etilen yang digunakan untuk mempercepat pemasakan tandan buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sehingga mendukung proses persiapan benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman bor, jumlah lubang bor, dan berat tandan terhadap efektivitas aplikasi etephon dalam mempercepat kematangan tandan buah kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Divisi Persiapan Benih, Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman (SUS BHT), Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Kebun Sei Aek Pancur, Sumatera Utara, pada Januari–Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial tiga faktor dengan 18 kombinasi perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 54 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah brondolan kumulatif, perubahan tingkat kematangan berdasarkan hari setelah aplikasi (HSA), pengamatan visual berdasarkan warna buah, dan kondisi fisik biji hasil pemipilan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman bor dan berat tandan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah brondolan kumulatif pada 0–5 HSA, sedangkan interaksi antara jumlah lubang bor dan berat tandan memberikan pengaruh nyata (P<0,05). Kedalaman bor 20 cm menghasilkan jumlah brondolan lebih tinggi dibandingkan kedalaman bor 10 cm, sedangkan tandan berukuran sedang (18–25 kg) menghasilkan rata-rata jumlah brondolan tertinggi. Perubahan tingkat kematangan meningkat secara bertahap hingga 5 HSA, sedangkan perubahan warna buah pada varietas Nigrescens lebih sesuai digunakan sebagai indikator pendukung. Dengan demikian, variasi kedalaman bor dan berat tandan berpengaruh terhadap efektivitas aplikasi etephon dalam mempercepat kematangan tandan sehingga mendukung proses persiapan benih di PPKS Kebun Sei Aek Pancur.

2026-07-29 09:07:14 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Kondisi Keragaan Tanaman Kelapa Sawit Yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Di PPKS Kebun Sei Aek Pancur
6 days ago
Fahri Aditiansyah (Medan, 2026)

Fahri Aditiansyah, Nirm. 01.04.22.237. Evaluasi Kondisi Keragaan Tanaman Kelapa Sawit yang Terserang Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) di PPKS Kebun Sei Aek Pancur. Pengkajian ini bertujuan untuk (1) mengkaji tingkat dan intensitas serangan hama kumbang tanduk pada tanaman kelapa sawit, dan (2) mengkaji perbandingan pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit berdasarkan intensitas serangan hama kumbang tanduk di PPKS Kebun Sei Aek Pancur, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kajian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 s.d. Maret 2026 menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada 3 (tiga) blok pengamatan dengan variasi umur tanaman, yaitu blok AP 30 S (tahun tanam 2017, ± 9 tahun), AP 35 S (tahun tanam 2020, ± 6 tahun), dan AP 38 S (tahun tanam 2022, ± 4 tahun), dengan total 134 tanaman sampel. Parameter yang diamati meliputi persentase tanaman terserang, intensitas serangan berdasarkan skor 0–5, serta parameter pertumbuhan vegetatif tanaman (tinggi tanaman, jumlah pelepah, jumlah daun, dan kondisi titik tumbuh). Analisis data menggunakan uji One-Way  ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil kajian menunjukkan bahwa persentase tanaman terserang berkisar antara 46% (berat) hingga 90% (sangat berat), sedangkan intensitas serangan berada pada kategori ringan hingga sedang (22%–44%). Perbandingan pertumbuhan vegetatif menunjukkan pola yang konsisten, yaitu semakin tinggi kategori intensitas serangan, semakin rendah nilai parameter pertumbuhan tanaman. Serangan kumbang tanduk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah pelepah pada ketiga blok, serta jumlah daun pada blok AP 35 S dan AP 38 S, dengan kelompok serangan berat secara konsisten menunjukkan nilai pertumbuhan terendah pada uji lanjut DMRT. Kerusakan titik tumbuh pada kelompok serangan berat mencapai skor 2,42–2,83 dari skor maksimum 3, mengindikasikan gangguan pertumbuhan vegetatif yang signifikan.

2026-07-30 08:07:47 admin@polbangtanmedan.ac.id
Penggunaan Metarhizium anisopliae Dengan Media Tandan Kosong Dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah
6 days ago
Jeplin Sipayung (Medan, 2026)

Jeplin Sipayung, NIRM. 01.04.22.267. Penggunaan Metarhizium anisopliae dengan Media Tandan Kosong dalam Mengendalikan Larva Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di PT. Bumihutani Lestari (Eagle High Plantation Tbk) Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan rekomendasi dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos yang paling efektif dan paling efisien dalam mengendalikan larva kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025 - Februari 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 4 taraf dosis Metarhizium anisopliae, yaitu P0 (kontrol), P1 (60 gr), P2 (80 gr), P3 (100 gr) dan 3 taraf ketebalan tankos, yaitu K1 (1 lapis), K2 (2 lapis), K3 (3 lapis), sehingga didapatkan 12 perlakuan dan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%, dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Parameter yang diamati meliputi persentase mortalitas larva, waktu lethal 50, dan analisis biaya masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai dosis Metarhizium anisopliae dan ketebalan tankos memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas larva Oryctes rhinoceros. Dosis Metarhizium anisopliae yang paling optimal yaitu P3 (100 gr) dan ketebalan tankos paling optimal yaitu K3 (3 lapis). Interaksi perlakuan P3K3 menghasilkan persentase mortalitas tertinggi yaitu mencapai 90%. 

2026-07-31 01:07:46 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Pemberian Pupuk Rock Phosphate Dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Dan Serapan Fosfor Pada Fase Main Nursery Kelapa Sawit Di PT Sinar Gunung Sawit Raya
6 days ago
Jeri Anggara (Medan, 2026)

Jeri Anggara, Nirm 01.04.22.241. Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pemberian pupuk Rock Phosphate dan mikoriza terhadap pertumbuhan vegetatif dan serapan fosfor kelapa sawit pada fase main nursery di pembibitan PT Sinar Gunung Sawit Raya, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Februari 2026 menggunakan metode eksperimen dengan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah pupuk Rock Phosphate  yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu: 0 g/polibag (P0), 10 g/polibag (P1), 20 g/polybag (P2), dan 30 g/polibag (P3). Sedangkan faktor kedua adalah pupuk mikoriza yang terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu: 0 g/polibag (M0), 25 g/polibag (M1), 50 g/polybag (M2), dan 75 g/polibag (M3) sehingga menghasilkan 16 kombinasi perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pupuk Rock Phosphate dan mikoriza tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang, panjang akar, berat basah akar, dan berat kering akar serta serapan fosfor dengan perlakuan terbaik terdapat pada P3M2 yaitu Rock Phosphate 30 g/polybag + mikoriza 50 g/polibag. 

2026-07-31 01:07:17 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap Dan Premi Panen Terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate)
6 days ago
Juan Ebenezer Sembiring (Medan, 2026)

Juan Ebenezer Sembiring, NIRM.01.04.22.268. Pengaruh Sistem Ancak Panen Tetap dan Premi Panen terhadap Produktivitas Pemanen Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT LONSUM Sibulan Estate). Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji produktivitas pemanen dan mengakaji pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen. Pengkajian ini dilaksanakan di PT Lonsum Sibulan Estate Kabupaten Serdang Bedagai pada bulan Desember 2025 sampai dengan April 2026. Metode pengkajian yang digunakan adalah Mixed Method Design dengan model Explanatory Sequential Mixed Method. Pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara dengan informan. Pengambilan sampel pada pengkajian ini dengan teknik sampling total, dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Metode analisis data dengan analisis uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas pemanen tinggi yaitu 1.793,98 kg/hari diatas basis tugas perusahaan 1.500 kg/hari. Sementara hasil regresi linear berganda pengaruh sistem ancak panen tetap dan premi panen terhadap produktivitas pemanen diperoleh persamaan sebagai berikut Y = 891,726 + 141,210 X1 + 0,0002 X2. Uji F menggunakan fhitung menunjukkan bahwa faktor system ancak tetap dan premi panen memiliki pengaruh signifikan dengan nilai f-hitung lebih besar daripada f-tabel. Sedangkan, menggunakan t-hitung menunjukkan bahwa faktor sistem ancak tetap dan premi panen berpengaruh signifikan dengan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel.

2026-07-31 01:07:21 admin@polbangtanmedan.ac.id
Studi Mutu Crude Palm Oil (CPO) Berdasarkan Variasi Waktu Penundaan Pengolahan Brondolan Sawit Varietas DxP PPKS 540 Di Kebun HapesonG PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1
6 days ago
Khairul Aswin Simatupang (Medan, 2026)

Khairul Aswin Simatupang, Nirm 01.04.22.269. Penundaan pengolahan brondolan kelapa sawit setelah panen berpotensi menurunkan mutu Crude palm oil (CPO) akibat meningkatnya kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi mutu CPO yang dihasilkan dari brondolan kelapa sawit varietas DxP PPKS 540 fraksi 3 pada berbagai waktu penundaan pengolahan serta menentukan batas maksimum penundaan yang masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2901-2006). Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas lima taraf perlakuan waktu tunda pengolahan, yaitu 0, 6, 12, 18, dan 24 jam, dengan tiga kali ulangan pada setiap perlakuan. Parameter yang dievaluasi meliputi kadar asam lemak bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran pada crude palm oil (CPO). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi waktu tunda pengolahan memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap seluruh parameter mutu CPO yang diamati. Peningkatan durasi penundaan pengolahan diikuti oleh kenaikan kadar ALB, kadar air, dan kadar kotoran. Perlakuan tanpa penundaan (0 jam) menghasilkan mutu CPO terbaik dengan nilai ALB sebesar 1,31±0,01%, kadar air 0,10±0,01%, dan kadar kotoran 0,13±0,01%. Mengacu pada ketentuan SNI 01-2901-2006, CPO yang dihasilkan dari penundaan pengolahan hingga 18 jam masih memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan. Sebaliknya, penundaan selama 24 jam menyebabkan kadar ALB melampaui batas maksimum yang diperkenankan. Temuan ini mengindikasikan bahwa waktu tunda pengolahan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas CPO, sehingga brondolan sawit perlu segera diolah setelah panen dengan waktu penundaan yang direkomendasikan tidak lebih dari 18 jam.

2026-07-31 02:07:00 admin@polbangtanmedan.ac.id
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang Dengan Campuran Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery
6 days ago
Khoirunnisa (Medan, 2026)

Khoirunnisa, NIRM 01.04.22.270. “Respon Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Batang Pisang dengan Campuran Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Fase Pre Nursery”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pemberian pupuk organik cair (POC) batang pisang dengan campuran air kelapa terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery. Pertumbuhan yang optimal pada fase pembibitan awal menjadi salah satu faktor penentu dalam menghasilkan bibit berkualitas, khususnya pada tahap awal pertumbuhan. Penelitian dilaksanakan di PT Abdi Budi Mulia Teluk Panji dan Laboratorium Dasar Polbangtan Medan, selama periode November 2025 hingga Februari 2026. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan rancangan percobaan. Perlakuan yang diuji meliputi berbagai taraf dosis/konsentrasi penggunaan pupuk organik cair (POC) batang pisang dengan campuran air kelapa. Parameter yang diamati mencakup karakter vegetatif pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery serta analisis efisiensi biaya operasional dari aplikasi perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC batang pisang dengan campuran air kelapa memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam memacu pertumbuhan bibit kelapa sawit serta lebih efisien secara ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan perlakuan tersebut dapat menjadi alternative strategi pemupukan yang lebih optimal pada areal pre nursery kelapa sawit.

2026-07-31 02:07:16 admin@polbangtanmedan.ac.id
Faktor-Faktor Sosial Yang Memengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I
6 days ago
M. Fadlan Firdaus (Medan, 2026)

M. Fadlan Firdaus, Nirm. 01.04.22.247. Faktor – faktor Sosial  yang Memengaruhi Produktivitas Tenaga kerja Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit selama 3 bulan di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I dan meneliti pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, umur, masa kerja dan pendapatan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Afdeling I Kebun Rambutan PTPN IV Regional I, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 – Februari 2026. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 tenaga kerja panen dengan teknik sampel jenuh. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit lebih tinggi daripada produktivitas basis tugas yang ditetapkan perusahaan. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor – faktor sosial yang memengaruhi produktivitas tenaga kerja panen uji F (simultan) menunjukkan bahwa variable bebas kepemimpinan (X1), Lingkungan Kerja (X2), Umur (X3), Masa Kerja (X4) dan Pendapatan (X5) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan faktor-faktor sosial yang berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen (Y) adalah kepemimpinan, lingkungan kerja dan pendapatan. Sedangkan variabel umur dan masa kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja panen.

2026-07-31 02:07:56 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Akurasi Sensus Produksi Terhadap Realisasi Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) DI PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan
5 days ago
Muhammad Arbi Pratama (Medan, 2026)

Muhammad Arbi Pratama, NIRM. 01.04.22.272 Evaluasi Akurasi Sensus Produksi Terhadap Realisasi Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis persentase tingkat kesesuaian antara hasil sensus produksi dengan realisasi panen di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan dan menganalisis faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian antara hasil sensus produksi terhadap realisasi panen di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan. Penelitian ini dilaksanakan di PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk Kebun Sibulan pada tanggal 1 September 2025 s.d 11 Januari 2026. Sumber data yang digunakan adalah data sensus produksi dan realisasi panen tahun 2025, data curah hujan tahun 2025, data sensus pokok yang terserang penyakit tahun 2025, wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, kuantitatif, dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, rata – rata persentase selisih sensus produksi terhadap realisasi panen parameter jumlah tandan sebesar 16%, tonase sebesar 13%, dan BJR sebesar 16%., Faktor yang menyebabkan ketidaksesuaian antara sensus produksi terhadap realisasi panen adalah curah hujan, pokok yang mati akibat serangan penyakit, kehilangan buah di lapangan, dan perhitungan sensus produksi yang tidak tepat.

2026-07-31 03:07:33 admin@polbangtanmedan.ac.id
Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Clania tertia) Menggunakan Serangga Predator Sycanus annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT Abm Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kebun Teluk Panji
5 days ago
Muhammad Bima Sakti (Medan, 2026)

Muhammad Bima Sakti, Nirm 01.04.22.246. Melakukan penelitian tentang “Pengendalian Hayati Hama Ulat Kantung (Clania tertia) Menggunakan Serangga Predator Sycanus annulicornis Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Di PT ABM Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kebun Teluk Panji”. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji efektivitas serangga predator Sycanus annulicornis terhadap mortalitas ulat kantung Clania tertia, menentukan jumlah predator paling efektif, serta menganalisis perbandingan biaya antara simulasi pengendalian hayati dan kimiawi. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2025. Penelitian ini dilaksanakan di PT ABM Kebun Teluk Panji, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah ulat kantung yang dikendalikan per hari, kelangsungan hidup S. annulicornis, mortalitas larva, dan analisis biaya pada media perlakuan wadah toples modifikasi. Pengambilan data diambil melalui metode Purposive sampling. Data di uji menggunakan analisis statistik uji Anova dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil Penelitian tingkat mortalitas ulat kantung terbaik secara kecepatan predasi total terdapat pada perlakuan 3 ekor imago S. annulicornis (P3) dengan mortalitas mencapai 100% dalam waktu 4 hari, sedangkan rekomendasi dosis aplikasi paling efisien secara analisis finansial terdapat pada perlakuan 1 ekor predator per pohon (P1) yang dikonversikan menjadi target rilis 150 ekor per hektar dengan total biaya Rp2.669.430/ha dan memberikan persentase penghematan biaya relatif sebesar 18,49% dibandingkan pengendalian kimiawi konvensional perusahaan.

2026-07-31 04:07:49 admin@polbangtanmedan.ac.id
Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab Losses Brondolan Pada Panen Kelapa Sawit Di Lahan Gambut Dan Lahan Mineral PT Bumilanggeng Perdanatrada
5 days ago
Muhammad Bintang (Medan, 2026)

Muhammad Bintang, NIRM. 01.04.22.273. Evaluasi Faktor-Faktor Penyebab Losses Brondolan pada Panen Kelapa Sawit di Lahan Gambut dan Lahan Mineral PT Bumilanggeng Perdanatrada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya losses brondolan pada panen kelapa sawit, menganalisis perbedaan tingkat losses antara lahan gambut dan lahan mineral, serta menentukan faktor yang paling dominan memengaruhi terjadinya losses pada masing-masing tipe lahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 di Divisi 3 Semeru Estate PT Bumilanggeng Perdanatrada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji komparatif Mann–Whitney, dan analisis regresi Zero Inflated Negative Binomial (ZINB). Sampel penelitian terdiri atas 398 pokok tanaman yang meliputi 206 pokok pada lahan gambut dan 192 pokok pada lahan mineral. Parameter yang diamati meliputi kondisi piringan, kondisi pasar pikul, tinggi tanaman, kondisi pelepah, curah hujan, jenis lahan, dan jumlah losses brondolan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan mineral losses brondolan dipengaruhi oleh kondisi piringan yang kurang optimal, kondisi pasar pikul, tinggi tanaman yang kurang ideal, kondisi pelepah, serta curah hujan yang tinggi. Sementara itu, pada lahan gambut losses dipengaruhi oleh kondisi pelepah, karakteristik lahan yang basah, serta curah hujan yang bervariasi. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat losses brondolan pada lahan gambut dan lahan mineral. Namun, berdasarkan analisis regresi Zero Inflated Negative Binomial (ZINB), lahan mineral memiliki kecenderungan tingkat losses yang lebih rendah dibandingkan lahan gambut setelah mempertimbangkan variabel lain secara simultan. Faktor dominan yang memengaruhi losses brondolan berbeda pada masing-masing tipe lahan, yaitu curah hujan pada lahan gambut dan kondisi piringan pada lahan mineral.

2026-07-31 04:07:37 admin@polbangtanmedan.ac.id