Rancangan Penyuluhan Teknologi Slow Release Fertilizer (Srf) Berbasis Uza Pada Tanaman Kelapa Sawit Dikecamatan Kualahuluhu Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Aulia Alwi, NIRM. 01.02.22.354. Rancangan Penyuluhan Teknologi Slow Release Fertilizer (SRF) Berbasis UZA pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tujuan pengkajian ini adalah untuk (1) menyusun rancangan penyuluhan pertanian mengenai penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu, (2) menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani terhadap penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA, serta (3) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian mengenai penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengkajian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 dengan jumlah responden sebanyak 61 orang petani yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS versi 25, sedangkan analisis tingkat penerimaan menggunakan skala Likert. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa (1) rancangan penyuluhan pertanian disusun berdasarkan aspek materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, dengan materi berupa pembuatan dan pengaplikasian pupuk SRF berbasis UZA, metode demonstrasi cara dan diskusi, media folder dan benda sesungguhnya, serta dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan; (2) hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan bahwa teknologi SRF berbasis UZA efektif meningkatkan perilaku petani, dengan tingkat pengetahuan mencapai 81,80% (mengetahui), keterampilan didominasi kategori terampil sebesar 57,38%, serta sikap didominasi kategori setuju sebesar 85,25%; dan (3) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 85,64% dan termasuk kategori sangat efektif, dengan tingkat penerimaan terhadap materi sebesar 86,15%, metode 84,74%, media 85,82%, volume 84,92%, lokasi 86,10%, waktu 86,89%, dan biaya 85,25%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA dapat diterima dengan baik oleh petani sebagai alternatif pemupukan yang lebih efisien pada tanaman kelapa sawit.