POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Peremajaan Kelapa Sawit Dengan Teknik Underplanting Di Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat
1 week ago
Armita Oktavia Sinaga, (Medan, 2026)

Armita Oktavia Sinaga, NIRM. 01.02.22.320. Tujuan rancangan penyuluhan dalam penelitian ini adalah (1) Membuat Rancangan penyuluhan tentang peremajaan kelapa sawit dengan teknik underplanting di Kecamatan Sei Bingai yang tepat (2) Menganalisis Tingkat Penerimaan Pekebun terhadap Desain Rancangan Penyuluhan Tentang Peremajaan Kelapa Sawit dengan Teknik Underplanting di Kecamatan Sei Bingai (3) Mengkaji Persentase Sasaran Penyuluhan yang mau mencoba Teknik Underplanting di Kecamatan Sei Bingai. Metode pengumpulan data yaitu Observasi,wawancara, kuesioner serta Dokumentasi dan jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) Penetapan rancangan penyuluhan yang paling sesuai adalah: (a) Materi: Penyuluhan peremajaan kelapa sawit dengan teknik underplanting (b) Metode: Ceramah, Diskusi, dan Kunjungan kelompok (c) Media: Folder (d)Volume: 2 kali (e) Lokasi: Aula BPP Kecamatan Sei Bingai, Rumah Kelompok tani (f) Waktu : Pukul 09.00 WIB dan Pukul 10.00 WIB (g) Biaya: Swadaya (2) Rancangan penyuluhan yang sudah disusun dikategorikan sangat sesuai,total persentase rancangan penyuluhan yaitu 85,61 dengan kriteria sangat sesuai. Tingkat penerimaan kegiatan penyuluhan dirincikan mulai dari materi penyuluhan (86,48%) dengan kategori sangat sesuai, metode penyuluhan (85,46%) dengan kategori sangat sesuai, media penyuluhan (89,98%) dengan kategori sangat sesuai, volume penyuluhan (84,33%) dengan kategori sangat sesuai, lokasi penyuluhan (86,32%) dengan kategori sangat sesuai, waktu penyuluhan (84,15%) dengan kategori sangat sesuai, dan biaya penyuluhan (84,81%) dengan kategori sangat sesuai. (3) Tingkat pengetahuan pekebun berada di kriteria tinggi dengan persentase 79,66% dan tingkat sikap pekebun berada dikategori setuju dengan persentase 83,04%

2026-08-13 03:08:22 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Teknologi Slow Release Fertilizer (Srf) Berbasis Uza Pada Tanaman Kelapa Sawit Dikecamatan Kualahuluhu Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Aulia Alwi, (Medan, 2026)

Aulia Alwi, NIRM. 01.02.22.354. Rancangan Penyuluhan Teknologi Slow Release Fertilizer (SRF) Berbasis UZA pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tujuan pengkajian ini adalah untuk (1) menyusun rancangan penyuluhan pertanian mengenai penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Kualuh Hulu, (2) menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani terhadap penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA, serta (3) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian mengenai penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA di Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pengkajian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2026 dengan jumlah responden sebanyak 61 orang petani yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS versi 25, sedangkan analisis tingkat penerimaan menggunakan skala Likert. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa (1) rancangan penyuluhan pertanian disusun berdasarkan aspek materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan, dengan materi berupa pembuatan dan pengaplikasian pupuk SRF berbasis UZA, metode demonstrasi cara dan diskusi, media folder dan benda sesungguhnya, serta dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan; (2) hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan bahwa teknologi SRF berbasis UZA efektif meningkatkan perilaku petani, dengan tingkat pengetahuan mencapai 81,80% (mengetahui), keterampilan didominasi kategori terampil sebesar 57,38%, serta sikap didominasi kategori setuju sebesar 85,25%; dan (3) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 85,64% dan termasuk kategori sangat efektif, dengan tingkat penerimaan terhadap materi sebesar 86,15%, metode 84,74%, media 85,82%, volume 84,92%, lokasi 86,10%, waktu 86,89%, dan biaya 85,25%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi Slow Release Fertilizer (SRF) berbasis UZA dapat diterima dengan baik oleh petani sebagai alternatif pemupukan yang lebih efisien pada tanaman kelapa sawit.

2026-08-13 03:08:37 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara.
1 week ago
Beatric E.R. Sinambela, (Medan, 2026)

Beatric E.R. Sinambela, NIR M 01.02.22.355. Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Juhar Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan serta mengkaji pengetahuan dan tingkat sikap pekebun mengenai pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos. Pengkajian dilaksanakan di Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai Mei 2026. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan. Selain itu, evaluasi penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan memperoleh persentase sebesar 86,72% dan termasuk kategori sangat menerima. Selanjutnya, hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 68,65%. Hasil evaluasi sikap menunjukkan persentase sebesar 85,89% dengan kategori sangat setuju, yang menunjukkan adanya respons positif pekebun terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah kulit kakao menjadi pupuk kompos di Kecamatan Juhar.

2026-08-13 04:08:36 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Rejuvinasi Tanaman Kopi Arabika Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi
1 week ago
Boy Markus Tondang (Medan, 2026)

Boy Markus Tondang, NIRM. 01.02.22.321. Penelitian yang berjudul "Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Rejuvinasi Tanaman Kopi Arabika di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi" dilatarbelakangi oleh kondisi tanaman kopi arabika di Kecamatan Sumbul yang didominasi tanaman berumur lebih dari 20 tahun sehingga mengalami penurunan produktivitas. Salah satu upaya untuk mempertahankan produktivitas tanaman adalah melalui pemangkasan rejuvinasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan wilayah, merumuskan tujuan penyuluhan, menetapkan sasaran penyuluhan, dan menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 44 pekebun kopi arabika sebagai responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan keseluruhan terhadap rancangan penyuluhan sebesar 86,46% dengan kategori sangat setuju. Tingkat penerimaan pada aspek materi penyuluhan sebesar 87,04%, metode penyuluhan 86,43%, media penyuluhan 84,65%, volume penyuluhan 85,79%, lokasi penyuluhan 85,15%, waktu penyuluhan 86,47%, dan biaya penyuluhan 89,39%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun telah diterima dengan sangat baik oleh pekebun sehingga layak dijadikan acuan dalam pelaksanaan penyuluhan pemangkasan rejuvinasi tanaman kopi arabika di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.

2026-08-13 04:08:59 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Pakan Ternak Di Kelurahan Padang Merbau Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi
1 week ago
Dara Fitri Chania (Medan, 2026)

Dara Fitri Chania, NIRM 01.02.22.322. Pengkajian ini bertujuan untuk mendesain rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun, dan jumlah pekebun yang mau melakukan Pengolahan limbah pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak di Kelurahan Padang Merbau. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 dengan melibatkan 42 pekebun sebagai responden melalui pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA). Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test serta tingkat sikap pekebun. Rancangan penyuluhan yang disusun mencakup materi pengolahan pelepah sawit menjadi silase, metode demonstrasi cara dan kunjungan usaha tani, serta media folder dan media sesungguhnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sasaran. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan keseluruhan rancangan penyuluhan mencapai 82,14% dengan kategori sesuai. Pengetahuan pekebun meningkat sebesar 62,17% dari pre-test ke post-test dengan kategori baik, dan tingkat sikap pekebun mencapai 84,88% dengan kategori sangat setuju. Sebanyak 25 pekebun (59,52%) menyatakan mau melakukan inovasi tersebut, melampaui target awal sebesar 17 orang (40%). Rancangan penyuluhan yang telah disusun dinyatakan berhasil dan dapat dijadikan acuan pelaksanaan penyuluhan pertanian pada wilayah dengan kondisi serupa.

2026-08-13 04:08:44 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penggunaan Perangkap Atraktan Etanol Dan Metanol Untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi
1 week ago
Dini Anita Siringoringo (Medan, 2026)

Dini Anita Siringoringo. NIRM 01.02.22.323. Rancangan Penyuluhan Penggunaan Perangkap Atraktan Etanol dan Metanol untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) merupakan hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi arabika di Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pengendalian menggunakan perangkap atraktan berbahan etanol dan metanol menjadi alternatif yang ramah lingkungan, namun belum pernah diterapkan oleh petani karena belum adanya kegiatan penyuluhan yang memperkenalkan teknologi tersebut. Pengkajian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menyusun rancangan penyuluhan penggunaan perangkap atraktan etanol dan metanol, menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap petani setelah penyuluhan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap 51 petani kopi arabika yang dipilih dari populasi 106 petani. Hasil menunjukkan tujuan penyuluhan tercapai, ditandai meningkatnya petani yang  bersedia menerapkan teknologi dari 0 menjadi 18 orang (35,29%). Rancanganpenyuluhan diterima dengan kategori sesuai dengan nilai keseluruhan 82,37%. Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan petani dari 39,80% menjadi 94,90% dengan peningkatan pengetahuan 91,53%, serta membentuk sikap positif dengan persentase 80,54% (kategori menerima).

2026-08-13 04:08:41 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Doni Arfali Hasibuan (Medan, 2026)

Doni Arfali Hasibuan Nirm.01.02.22.324 Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Daun kopi yang masih layak dan dipetik secara selektif sebelum dilakukan pemangkasan tanaman kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, daun kopi tersebut berpotensi diolah menjadi teh daun kopi yang memiliki nilai tambah ekonomi serta berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya), menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan tersebut, serta menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap pekebun terhadap pemanfaatan daun kopi menjadi teh daun kopi. Penelitian menggunakan metode kajian evaluative dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang petani dari 7 kelompok tani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih secara proporsional stratified random sampling . Data dianalisis menggunakan skala Likert, garis kontinum, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh, metode ceramah, demonstrasi cara, dan diskusi, media folder, alat dan bahan sesungguhnya, serta video tutorial, dengan volume 1 kali, lokasi di saung,rumah kelompok tani dan kantor desa, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan secara keseluruhan mencapai 85,65% (kategori sangat menerima). Pengetahuan petani meningkat dari 63,4% (pre-test) menjadi 91,4% (post-test) dengan nilai N-Gain sebesar 76,7% (kategori tinggi), sedangkan sikap petani terhadap inovasi mencapai 88,45% (kategori sangat baik). Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani serta layak diterapkan dalam upaya pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh daun kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok.

2026-08-13 04:08:32 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Doni Arfali Hasibuan (Medan, 2026)

Doni Arfali Hasibuan Nirm.01.02.22.324 Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Daun Kopi Menjadi Teh Daun Kopi Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Daun kopi yang masih layak dan dipetik secara selektif sebelum dilakukan pemangkasan tanaman kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, daun kopi tersebut berpotensi diolah menjadi teh daun kopi yang memiliki nilai tambah ekonomi serta berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya), menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan tersebut, serta menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap pekebun terhadap pemanfaatan daun kopi menjadi teh daun kopi. Penelitian menggunakan metode kajian evaluative dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang petani dari 7 kelompok tani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih secara proporsional stratified random sampling . Data dianalisis menggunakan skala Likert, garis kontinum, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh, metode ceramah, demonstrasi cara, dan diskusi, media folder, alat dan bahan sesungguhnya, serta video tutorial, dengan volume 1 kali, lokasi di saung,rumah kelompok tani dan kantor desa, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan secara keseluruhan mencapai 85,65% (kategori sangat menerima). Pengetahuan petani meningkat dari 63,4% (pre-test) menjadi 91,4% (post-test) dengan nilai N-Gain sebesar 76,7% (kategori tinggi), sedangkan sikap petani terhadap inovasi mencapai 88,45% (kategori sangat baik). Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun telah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani serta layak diterapkan dalam upaya pemanfaatan limbah daun kopi menjadi teh daun kopi di Desa Sampean, Kecamatan Sipirok.

2026-08-13 05:08:26 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Standar Panen Sesuai Good Agriculture Practice (Gap) Pada Pekebun Kelapa Sawit Di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai
1 week ago
Dzaki Khoiri Jasir (Medan, 2026)

Dzaki Khoiri Jasir, NIRM. 01.02.22.358. Rancangan Penyuluhan penerapan standar panen sesuai Good Agriculture Practice (GAP) pada pekebun kelapa sawit di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai..Penerapan standar pemanenan kelapa sawit sesuai Good Agricultural Practices (GAP) berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tandan buah segar (TBS). Tetapi, masih ditemui pekebun yang belum mempraktikkan standar panen cocok GAP sehingga berakibat pada rendahnya mutu hasil panen. Riset ini bertujuan buat mengenali kemampuan daerah, menganalisis pencapaian tujuan penyuluhan bersumber pada prinsip SMART serta ABCD, menganalisis tingkatan penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, dan menganalisis tingkatan pengetahuan serta perilaku pekebun dalam pelaksanaan standar pemanenan kelapa sawit sesuai GAP di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai. Riset memakai tata cara survei dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal( RRA). Responden riset berjumlah 74 pekebun kelapa sawit yang berasal dari 3 desa sentra penciptaan kelapa sawit. Informasi dikumpulkan lewat observasi, wawancara, serta kuesioner, setelah itu dianalisis secara deskriptif kuantitatif memakai persentase. Hasil riset menampilkan kalau Kecamatan Dolok Masihul mempunyai kemampuan yang besar dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit, tetapi masih ada kasus dalam aktivitas pemanenan yang belum cocok standar GAP. Tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan mencapai 81,5% dengan kategori menerima. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan pekebun dari 45% menjadi 71,6% serta meningkatkan sikap pekebun hingga mencapai 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pekebun terhadap penerapan standar pemanenan kelapa sawit sesuai GAP

2026-08-13 06:08:11 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Pakan Ternak Ruminansia Dalam Mendukung Integrasi Budidaya Tanaman Kopi Arabika Dan Ternak Di Kecamatan Munthe Kabupaten Karo
1 week ago
Ester Grace Butar Butar (Medan, 2026)

Ester Grace Butar Butar, Nirm 01.02.22.325. Rancangan Penyuluhan Pengolahan Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Pakan Ternak Ruminansia dalam Mendukung Integrasi Budidaya Tanaman Kopi dan Ternak. Tujuan pengkajian ini antara lain: 1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, (2) mengkaji penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) mengkaji penetapan sasaran penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (4) mengkaji tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya penyuluhan pertanian), serta (5) mengkaji tingkat pengetahuan dan sikap petani dalam penyuluhan. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala Likert. Hasil pengkajian ini, antara lain, (1) Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) diketahui terdapatnya limbah kulit kopi arabika yang tidak dimanfaatkan serta perkembangan ternak ruminansia (kambing) serta kebutuhan pakan yang meningkat, (2) Tujuan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani dalam mengelola limbah kulit kopi arabika menjadi pakan ternak ruminansia, (3) Sasaran penyuluhan yaitu petani kopi arabika yang memelihara ternak ruminansia kambing, (4) Tingkat penerimaan petani di Kecamatan Munthe sebesar 88,01% (kriteria sangat  enerima), (5) Pengetahuan dan sikap petani dalam pengkajian ini meningkat sebesar 80,62 % dan tingkat sikap petani 83,40% (setuju) setelah dilakukannya

penyuluhan ini.

2026-08-13 06:08:38 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Lubang Rorak Sebagai Upaya Konservasi Lahan Tanaman Kopi Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
1 week ago
Eva Deo Vani Banjarnahor (Medan, 2026)

Rendahnya penerapan lubang rorak sebagai teknik konservasi tanah dan air pada lahan kopi di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan sikap pekebun terhadap manfaat teknologi tersebut. Penyuluhan pertanian menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerimaan petani terhadap inovasi dalam konservasi lahan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pertumbuhan pengetahuan dan sikap petani melalui pelatihan pembuatan lubang rorak sebagai upaya konservasi lahan tanaman kopi di Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan melibatkan 40 responden yang berasal dari Kelompok Tani Immanuel dan Kelompok Tani Unggul. Pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan dengan evaluasi pengetahuan melalui pretest dan post-test, serta evaluasi sikap menggunakan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan petani meningkat dari 4,75 pada pre-test menjadi 8,25 pada post-test, dengan persentase kenaikan pengetahuan mencapai 73,83%. Di samping itu, hasil evaluasi sikap menunjukkan skor sebesar 86%, yang termasuk dalam kategori sangat setuju terhadap implementasi lubang rorak sebagai upaya konservasi lahan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan efektif dalam meningkatka n pengetahuan dan membentuk sikap positif petani terhadap teknologi lubang rorak. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan lubang rorak dapat dianggap sebagai strategi untuk mendorong penerapan konservasi lahan yang berkelanjutan dalam budidaya kopi.

Kata Kunci: Lubang Rorak

2026-08-13 07:08:15 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket Di Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara
1 week ago
Fachrurrozy Ahmad Ritonga, (Medan, 2026)

Fachrurrozy Ahmad Ritonga, NIRM. 01.02.22.326. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket di Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara, Perkebunan kelapa sawit menghasilkan limbah pelepah dalam jumlah besar yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering ditumpuk di gawangan mati sehingga berpotensi menjadi sumber hama dan penyakit. Pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket merupakan salah satu bentuk hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus menyediakan sumber energi alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rancangan penyuluhan, tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, serta dampak penyuluhan pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket di Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian dilaksanakan pada Maret–April 2026 menggunakan metode kajian rancangan penyuluhan dan evaluasi penyuluhan. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan sasaran penelitian adalah satu kelompok tani yang mengusahakan tanaman kelapa sawit. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai rancangan penyuluhan dan perubahan perilaku petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket, metode ceramah dan demonstrasi cara, media folder, video, serta benda sesungguhnya, dengan pelaksanaan sebanyak dua kali pertemuan. Tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori tinggi dan kegiatan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan petani dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit menjadi briket. Dengan demikian, penyuluhan yang dirancang efektif dalam mendukung pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah dan ramah lingkungan.

2026-08-13 08:08:17 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kelapa Sawit: Pengolahan Tandan Buah Segar (Tbs) Menjadi Dodol Di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
1 week ago
Fadillah Dinda Maharani (Medan, 2026)

Fadillah Dinda Maharani, NIRM. 01.02.22.327. Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kegiatan hilirisasi guna meningka tkan nilai tambah hasil perkebunan. Namun, pemanfaatan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pekebun masih terbatas pada penjualan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diperoleh relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengevaluasi rancangan penyuluhan hilirisasi kelapa sawit melalui pengolahan TBS menjadi dodol di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi terhadap 51 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi perubahan perilaku pekebun yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun terdiri atas materi pengolahan TBS menjadi dodol, metode demonstrasi cara dan kunjungan usahatani, media folder, volume dua kali pertemuan, lokasi rumah ketua kelompok tani, waktu pagi hari, dan biaya swadaya. Tingkat penerimaan rancangan penyuluhan memperoleh persentase rata-rata 83,05% dengan kategori sesuai. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan meningkatkan keterampilan pekebun terhadap pengolahan TBS menjadi dodol sebagai upaya hilirisasi produk perkebunan.

2026-08-13 08:08:01 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pencegahan Dan Deteksi Dini Ganoderma Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Desa Sumber Harapan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan
1 week ago
Fanisa Afni Widitia, (Medan, 2026)

Fanisa Afni W., NIRM 01.02.22.362. Rancangan Penyuluhan Pencegahan dan Deteksi Dini Ganoderma pada Tanaman Kelapa Sawit di Desa Sumber Harapan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan. Penyakit busuk pangkal batang yang  disebabkan oleh Ganoderma merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman kelapa sawit yang dapat menurunkan produktivitas bahkan menyebabkan kematian tanaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini untuk meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pencegahan dan deteksi dini Ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Pengumpulan da ta dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi terhadap 40 orang responden. Analisis data menggunakan skala Likert, sedangkan identifikasi potensi wilayah dilakukan dengan teknik Rapid Rural Appraisal (RRA). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Desa Sumber Harapan memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang luas, namun masih ditemukan serangan penyakit Ganoderma pada beberapa areal perkebunan. Tujuan penyuluhan yang ditetapkan adalah meningkatkan jumlah pekebun yang mengetahui dan mau melakukan pencegahan serta deteksi dini Ganoderma dari 0% (0 orang) menjadi 70% (28 orang). Sasaran penyuluhan adalah Kelompok Tani Serba Jadi. Rancangan penyuluhan meliputi materi mengenai pencegahan dan deteksi dini Ganoderma dengan metode demonstrasi cara, kunjungan usahatani, dan anjangsana menggunakan media leaflet yang dilaksanakan pada pagi hari di balai pertemuan desa, lahan, dan rumah pekebun tanpa biaya. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,65% dengan kategori sangat sesuai. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 33 orang pekebun telah melakukan tindakan pencegahan dan deteksi dini Ganoderma,

sehingga tujuan penyuluhan yang ditetapkan telah tercapai.

2026-08-13 08:08:05 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemangkasan Tanaman Kopi Untuk Peningkatan Produksi Kopi Di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi
1 week ago
Febrian Valentino Sianturi (Medan, 2026)

Produktivitas kopi di Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi belum optimal karena masih banyak pekebun yang belum menerapkan pemangkasan tanaman kopi secara tepat. Pengkajian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan, mengevaluasi tingkat penerimaan rancangan penyuluhan, mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran, serta mengetahui tingkat penerapan teknologi pemangkasan produksi tanaman kopi. Metode yang digunakan meliputi Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan rancangan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner. Sasaran penyuluhan berjumlah 40 pekebun kopi anggota kelompok tani di Kecamatan Parbuluan. Rancangan penyuluhan yang disusun meliputi materi pemangkasan produksi tanaman kopi, metode demonstrasi cara dan kunjungan usahatani, media folder, volume dua kali pertemuan, lokasi di lahan usahatani kopi, waktu sesuai kesepakatan kelompok tani, dan biaya secara swadaya. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat penerimaan rancangan penyuluhan sebesar 85,87% dengan kategori sangat efektif. Pengetahuan pekebun meningkat dari 60,5% menjadi 90,75%, sikap memperoleh persentase 86,4% dengan kategori sangat setuju, dan keterampilan menunjukkan 82,5% pekebun terampil. Tingkat penerapan mencapai 24 orang dari target 20 orang pekebun. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun sangat efektif dalam mendorong penerapan teknologi pemangkasan produksi tanaman kopi.

2026-08-13 09:08:06 Injuniar