POLBANGTAN MEDAN REPOSITORY
RECENTLY ADDED
Rancangan Penyuluhan Strategi Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang Pada Tanaman Kelapa Sawit Di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara
1 week ago
Hardianti Siregar (Medan, 2026)

Hardianti Siregar, NIRM 01.02.22.365. Rancangan Penyuluhan Strategi Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan serta peningkatan pengetahuan dan sikap pekebun mengenai strategi pengendalian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara pada bulan Maret sampai Mei 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat penerimaan rancangan penyuluhan, sedangkan evaluasi penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap pekebun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan sebesar 84,74% dengan kategori sangat menerima. Evaluasi penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 71,11%, sedangkan evaluasi sikap memperoleh persentase sebesar 80,16% dengan kategori setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan mendorong sikap positif pekebun dalam menerapkan strategi pengendalian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Marbau.

2026-08-13 09:08:57 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Ampas Kopi Menjadi Sabun Scrub Untuk Meningkatkan Pendapatan Pekebun Di Desa Kalang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi
1 week ago
Juita Frida Butarbutar (Medan, 2026)

Juita Frida Butarbutar, NIRM 01.02.22.333, Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi limbah ampas kopi, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta menganalisis peningkatan pengetahuan dan jumlah pekebun yang mau membuat ampas kopi menjadi sabun scrub di Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan melibatkan 40 responden dari 8 kelompok tani menggunakan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert, pre-test dan post-test, serta penilaian praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sidikalang memiliki potensi limbah ampas kopi sekitar 480 kg per bulan yang berasal dari 20 coffee shop aktif. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 84,3% dengan kategori sangat setuju. Pengetahuan peserta meningkat dari 64,4% menjadi 88% atau sebesar 37%. Selain itu, sebanyak 15 pekebun dari 40 pekebun (37,5%) mau membuat sabun scrub dari ampas kopi setelah mengikuti penyuluhan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan diterima dengan sangat baik dan mampu meningkatkan pengetahuan serta kemauan pekebun. Pemanfaatan ampas kopi menjadi sabun scrub berpotensi dikembangkan sebagai usaha bernilai tambah untuk mendukung peningkatan pendapatan pekebun.

2026-08-14 01:08:13 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi
1 week ago
Kristianta Tarigan (Medan, 2026)

Kristianta Tarigan Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi. Dibimbing oleh Silvia Nora, S.P., M.P. dan Dr. Mukhtar Yusuf, M.P. Limbah kulit buah kakao merupakan hasil samping budidaya kakao yang memiliki potensi sebagai bahan baku pupuk kompos, namun pemanfaatannya di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi masih rendah karena terbatasnya pengetahuan, sikap, dan kemauan pekebun dalam mengolah limbah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis penetapan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, menyusun rancangan penyuluhan pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk kompos, serta mengevaluasi tingkat penerimaan rancangan penyuluhan dan sikap pekebun terhadap teknologi yang disampaikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampel jenuh terhadap 57 orang pekebun kakao. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tigalingga memiliki potensi yang baik untuk pengembangan komoditas kakao serta pemanfaatan limbah kulit buah kakao sebagai bahan baku pupuk kompos. Penilaian terhadap rancangan penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 85,91% dengan kategori Sangat Sesuai, yang terdiri atas materi penyuluhan 87,11%, metode 85,79%, media 86,21%, volume 87,71%, lokasi 85,01%, waktu 84,40%, dan biaya 85,52%. Hasil evaluasi sikap pekebun memperoleh nilai rata-rata 84,77% dengan kategori Sangat Baik, yang terdiri atas indikator kesediaan 84,73%, ketertarikan 85,00%, komitmen 84,73%, dan menerapkan 84,56%. Selain itu, sebanyak 30 orang (52,63%) dari 57 pekebun sasaran menyatakan bersedia mencoba menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dari limbah kulit buah kakao sehingga target penyuluhan yang telah ditetapkan berhasil dicapai. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai layak digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian untuk meningkatkan pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi.

2026-08-14 01:08:25 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pelaksanaan Kastrasi Pada Tanaman Belum Menghasilkan (Tbm) Kelapa Sawit Di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
1 week ago
Linda Sari Harahap (Medan, 2026)

Linda Sari Harahap, NIRM. 01.02.22.370. Rancangan Penyuluhan Pelaksanaan Kastrasi Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi permasalahan petani kelapa sawit dalam pelaksanaan kastrasi pada tanaman belum menghasilkan (TBM) di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara, (2) menyusun rancangan penyuluhan yang meliputi tujuan, sasaran, materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya penyuluhan sesuai kondisi petani, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik petani, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian, serta (5) mengetahui jumlah petani yang menerapkan kastrasi pada tanaman belum menghasilkan (TBM) kelapa sawit. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan jenis penelitian kuantitatif pendekatan deskriptif, sedangkan analisis data menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) permasalahan utama adalah rendahnya pengetahuan petani mengenai tujuan, waktu, dan teknik kastrasi, (2) tujuan penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam pelaksanaan kastrasi, (3) sasaran penyuluhan adalah pengurus kelompok tani yang mengusahakan kelapa sawit TBM, (4) tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan mencapai 84,57% dengan kategori sangat efektif, dan (5) jumlah petani yang menerapkan kastrasi pada tanaman belum menghasilkan sebanyak 23 orang (65,71%).

2026-08-14 02:08:43 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Kumbang Tanduk Menggunakan Perangkap Atraktan Berbahan Nanas Dan Air Nira Pada Tanaman Kelapa Sawitbelum Menghasilkan (Tbm) Di Kecamatan Halongonan
1 week ago
Lola Latifa Ainun Siregar (Medan, 2026)

Serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) menjadi salah satu kendala pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) di Kecamatan Halongonan. Di sisi lain, wilayah tersebut memiliki potensi lokal berupa nanas dan air nira yang dapat dimanfaatkan sebagai atraktan alami dalam pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah, menyusun rancangan penyuluhan, menganalisis tingkat penerimaan pekebun terhadap rancangan penyuluhan, serta mengetahui jumlah pekebun yang mencoba perangkap atraktan berbahan nanas dan air nira. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2026 di Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 43 pekebun sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Potensi wilayah dianalisis menggunakan Rapid Rural Appraisal (RRA), sedangkan tingkat penerimaan dianalisis menggunakan skala Likert dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,95% dengan kategori sangat sesuai. Setelah penyuluhan, sebanyak 10 dari 43 pekebun (23,26%) telah mencoba memasang perangkap atraktan di lahan usahataninya, melampaui target penyuluhan sebesar 21%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan layak digunakan untuk mendorong pekebun menerapkan inovasi pengendalian hama kumbang tanduk berbahan atraktan alami.

2026-08-14 02:08:28 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kopi Pembuatan Kawa Dari Daun Kopi Arabika Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi
1 week ago
Maringga Pinem (Medan, 2026)

Maringga Pinem, Nirm: 01.02.22.337. Rancangan Penyuluhan Hilirisasi Kopi Pembuatan Kawa Dari Daun Kopi Arabika Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi merupakan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kopi melalui pemanfaatan hasil samping tanaman, salah satunya daun kopi arabika yang diolah menjadi minuman kawa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wilayah untuk pengembangan hilirisasi kopi, mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan, menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan (PSK) pekebun, serta mengetahui tingkat penerapan pembuatan kawa dari daun kopi arabika di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan melibatkan 50 pekebun kopi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sumbul memiliki potensi yang baik untuk pengembangan hilirisasi kopi karena didukung oleh ketersediaan daun kopi arabika yang melimpah dan luasnya areal perkebunan kopi. Evaluasi pelaksanaan penyuluhan menunjukkan bahwa aspek media memperoleh nilai 77,84%, volume 76,80%, lokasi 76,80%, waktu 81,10%, dan biaya 81,60% dengan kategori sesuai. Pengetahuan pekebun meningkat dari 48,36% menjadi 90,03% atau sebesar 41,67%. Sikap pekebun terhadap inovasi tergolong baik dengan nilai 80,36%, sedangkan 60% responden termasuk kategori terampil. Tingkat penerapan inovasi mencapai 60%, sehingga penyuluhan dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, serta mendorong penerapan pembuatan kawa dari daun kopi arabika.

2026-08-14 02:08:58 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Teknik Perawatan Tanaman Kelapa Sawit Sesuai Dengan Gap Untuk Meningkatkan Produktivitas Di Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara
1 week ago
Michael Valentino Malau, (Medan, 2026)

Michael Valentino Malau, NIRM 01.02.22.338. Produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh rendahnya penerapan teknik perawatan tanaman sesuai Good Agricultural Practices (GAP). Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan sikap petani terhadap teknik perawatan yang tepat sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan, menganalisis penetapan tujuan penyuluhan menggunakan prinsip SMART dan ABCD, menentukan sasaran penyuluhan, menyusun rancangan penyuluhan yang meliputi materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, dan biaya, serta mengevaluasi perubahan pengetahuan dan sikap petani setelah pelaksanaan penyuluhan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skala Likert serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik perawatan tanaman kelapa sawit sesuai GAP menjadi materi penyuluhan yang paling dibutuhkan petani. Rancangan penyuluhan yang disusun telah disesuaikan dengan karakteristik sasaran sehingga memperoleh tingkat penerimaan yang baik. Pelaksanaan penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap petani mau melakukan teknik perawatan kelapa sawit sesuai GAP. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun layak digunakan sebagai pedoman penyuluhan dalam meningkatkan penerapan GAP dan mendukung peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit di Kecamatan Air

Putih Kabupaten Batu Bara.

2026-08-14 02:08:26 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Cangkang Buah Karet (Hevea Brasiliensis) Menjadi Briket Arang Di Kelompok Tani Serdang Karya Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan
1 week ago
Nur Ni'mat Mendrofa (Medan, 2026)

Pemanfaatan limbah cangkang buah karet di Kelompok Tani Serdang Karya Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan masih belum optimal karena rendahnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekebun serta belum adanya penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah tersebut menjadi briket arang. Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan yang terukur tingkat penerimaannya serta mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekebun setelah mengikuti penyuluhan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan responden sebanyak 36 orang anggota Kelompok Tani Serdang Karya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan rancangan penyuluhan memperoleh persentase 87,14% dengan kategori sangat efektif. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pekebun dari 46,83% menjadi 82,67%, sikap pekebun didominasi kategori sangat mau sebesar 75%, serta keterampilan pekebun meningkat setelah mengikuti praktik pembuatan briket arang. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai sangat efektif dan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pekebun dalam memanfaatkan limbah cangkang buah karet menjadi briket arang.

2026-08-14 02:08:30 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Penerapan Pemangkasan Produksi Untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Pusva Nirmala Hasibuan (Medan, 2026)

Pusva Nirmala Hasibuan, NIRM. 01.02.22.339. Penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku utama dalam mengadopsi inovasi teknologi guna mendukung pengembangan usahatani yang berkelanjutan. Salah satu teknologi budidaya yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta adalah penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran. Di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, produktivitas tanaman kopi robusta masih tergolong rendah karena penerapan pemangkasan produksi oleh pekebun belum dilakukan secara optimal. Rendahnya produktivitas tanaman kopi robusta di kecamatan Marancar, kabupaten Tapanuli Selatan, dipengaruhi oleh belum optimalnya penerapan pemangkasan produksi sesuai anjuran teknis budidaya. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk menyusun rancangan penyuluhan mengenai penerapan pemangkasan produksi guna meningkatkan produktivitas tanaman kopi robusta. Kajian dilaksanakan untuk menganalisis penetapan masalah, perumusan tujuan penyuluhan berdasarkan prinsip SMART dan ABCD, penetapan sasaran, penyusunan rancangan penyuluhan, serta evaluasi tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan dan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rancangan penyuluhan yang disusun termasuk dalam kategori sangat efektif dengan tingkat efektivitas sebesar 87,52%. Aspek metode penyuluhan memperoleh nilai tertinggi sebesar 89,3%, sedangkan aspek lokasi memperoleh nilai terendah sebesar 86%, namun tetap berada pada kategori sangat efektif. Kegiatan penyuluhan juga mampu meningkatkan jumlah pekebun yang menerapkan pemangkasan produksi menjadi 21 orang (52,5%) dari 40 sasaran, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 20 orang. Dengan demikian, rancangan penyuluhan yang disusun dinilai efektif dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta penerapan pemangkasan produksi pada usahatani kopi robusta.

2026-08-14 02:08:09 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit Sebagai Bahan Kerajinan Piring Di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara
1 week ago
Raihan Azhar (Medan, 2026)

Raihan Azhar, NIRM. 01.02.22.340. Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Lidi Kelapa Sawit sebagai Bahan Kerajinan Piring di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian di Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik sasaran, karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan anggota kelompok wanita tani terhadap efektivitas rancangan penyuluhan pertanian (materi, metode, media, volume, lokasi, waktu, biaya), (5) mengetahui persentase anggota kelompok wanita tani yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring. Metode pengumpulan digunakan observasi lapangan dan kuesioner serta skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kecamatan Talawi memiliki potensi besar di sektor perkebunan, didukung oleh kondisi iklim dan tanah yang mendukung pertumbuhan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan. Masalah yang didapati adalah limbah lidi kelapa sawit yang belum dimanfaatkan karena minimnya kemauan masyarakat tani untuk memanfaatkannya. (2) tujuan yang direncanakan tercapai yaitu, anggota KWT mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring sesuai yang dianjurkan dari 0 orang (0%) menjadi 18 orang (60%), dengan capaian sebanyak 24 orang (79,29%). (3) sasaran pada kegiatan penyuluhan sebanyak 30 orang dengan kriteria umur yang dikategorikan produktif, pendidikan terakhir rata–rata cukup tinggi yaitu didominasi SMA, memiliki luas lahan ≥1 ha, dan rata-rata memiliki lahan milik sendiri. (4) rancangan penyuluhan yang sudah disusun dikategorikan efektif dengan persentase 78,41%. (5) persentase anggota KWT yang mau memanfaatkan limbah lidi kelapa sawit sebagai bahan kerajinan piring cukup tinggi yaitu sebesar 79,29%

2026-08-14 02:08:55 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Inovasi Sanitasi Kebun Berbasis Rorak Untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao Di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang
1 week ago
Shevyra Nazwa Sayyidinna (Medan, 2026)

Shevyra Nazwa Sayyidinna, NIRM. 01.02.22.376. Rancangan Penyuluhan Inovasi Sanitasi Kebun Berbasis Rorak untuk Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang. Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi pekebun. Namun, produktivitas kakao di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang masih menghadapi kendala akibat serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) yang dipengaruhi oleh rendahnya penerapan sanitasi kebun. Kondisi tersebut ditandai dengan masih banyaknya kulit buah pasca panen kakao yang dibuang sembarangan dan dibiarkan menumpuk di kebun sehingga berpotensi menjadi sumber perkembangan dan penyebaran hama. Rancangan penyuluhan ini bertujuan untuk menganalisis penetapan masalah, penetapan tujuan penyuluhan, penetapan sasaran penyuluhan, tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan, serta jumlah pekebun yang menerapkan inovasi sanitasi kebun berbasis rorak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Kajian ini menggunakan pendekatan evaluatif, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan Skala Likert. Hasil kajian menunjukkan bahwa sasaran penyuluhan ditetapkan sebanyak 38 orang pekebun kakao di Desa Candi Rejo dan Desa Kuala Dekah. Tingkat penerimaan pekebun terhadap efektivitas rancangan penyuluhan termasuk dalam kategori sangat efektif dengan persentase rata-rata sebesar 83,7%. Jumlah pekebun yang menerapkan inovasi sanitasi kebun berbasis rorak mencapai 17 orang (44,74%) dari target 16 orang, sehingga tujuan penyuluhan yang telah ditetapkan berhasil tercapai.

2026-08-14 03:08:46 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (Pbko) Dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta Di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan
1 week ago
Silvi Hafni Sunardi (Medan, 2026)

, Nirm 01.02.22.343. Rancangan Penyuluhan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Menggunakan Atraktan Trap Pada Tanaman Kopi Robusta. Hypothenemus hampei merupakan salah satu hama utama yang menyebabkan penurunan produksi dan mutu kopi robusta di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Petani masih mengandalkan pestisida kimia dan belum menerapkan teknologi atraktan trap, sehingga diperlukan rancangan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan penyuluhan pengendalian PBKo menggunakan atraktan trap, mengkaji tingkat penerimaan sasaran terhadap rancangan penyuluhan, serta mengkaji persentase penerapan teknologi oleh petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 50 petani kopi robusta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan berada pada kategori sangat efektif, yaitu materi 89,68%, metode 89,80%, media 82,76%, volume 89,90%, waktu 88,80%, lokasi 90,72%, dan biaya 90,50%. Pelaksanaan penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani, dengan tingkat penerapan teknologi mencapai 36% atau sebanyak 18 responden.

2026-08-14 03:08:44 Injuniar
Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Sebagai Upaya Hilirisasi Produk Perkebunan Di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan
1 week ago
Tiara Kartika Dewi (Medan, 2026)

Tiara Kartika Dewi, NIRM 01.02.22.379, Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat sebagai Upaya Hilirisasi Produk Perkebunan di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian, (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan, (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan berdasarkan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi, (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan, dan (5) menganalisis tingkat sikap petani dalam menerapkan pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan skala Likert. Hasil identifikasi potensi wilayah melalui metode Rapid Rural Appraisal (RRA) menunjukkan bahwa limbah sabut kelapa di Kecamatan Sei Kepayang Barat belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penyuluhan ditetapkan untuk meningkatkan jumlah petani yang bersedia memanfaatkan limbah sabut kelapa dari 12 orang (25%) menjadi 42 orang (87,22%). Sasaran penyuluhan adalah petani kelapa yang tergabung dalam kelompok tani, memiliki luas lahan ≥1 ha, serta menjadi pemasok bahan baku industri pengolahan kopra. Tingkat penerimaan terhadap rancangan penyuluhan mencapai 87,06% dengan kategori sangat menerima, sedangkan tingkat sikap petani dalam menerapkan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat mencapai 87,22% dengan kategori sangat setuju.

2026-08-14 04:08:09 Injuniar